3

Memaksimalkan Kreatifitas Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini (+4)

Rakhman Halim, M.Pd May 30, 2017

PDF-File

Peningkatan pendidikan pendidikan di Indonesia merupakan satu keharusan yang menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran saling menyulam melengkapi demi mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa.

Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah dalam usaha peningkatan kualitas pendidikanm mulai dari membangun gedung-gedung sekolah sebagai bagian pengadaan sarana prasarana pendidikan, pengangkatan tenaga kependidikan sampai ‘software’ berupa pengesahan undang-undang sistem pendidikan nasional bagi guru dan dosen. Namun bila dikaji secara komprehensif semua upaya tersebut masih belum menampakkan hasil yang secara signifikan menggembirakan. Salah satu usaha peningkatan kualitas guru dan dosen adalah dengan adanya program sertifikasi. Melalui program ini para guru dan dosen diharapkan betul-betul memiliki kemampuan profesional yang memerlukan keahlian, kemahiran atau keterampilan yang memenuhi norma-norma atau standar  mutu tertentu.

Guru sebagai ujung tombak pendidikan yang bersentuhan langsung dengan siswa dilapangan merupakan ‘The Changer/Reform Agent’ untuk menjamin terciptanya tujuan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Namun, pada kenyataannya kita mahfum bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang menyebar dari barat ke timur, dari Sumatera ke Irian, pastilah kondisi sangat berbeda dan beragam. Tentunya sang Guru perlu mampu meyelaraskan maksud yang tertera dalam kurikulum agar harmoni dengan kondisi di tempat ia berada.

Menjawab tatangan tersebut Guru era modern dituntut untuk bisa beradaptasi dengan teknologi yang berkembang pesat agar model-model serta proses belajar mengajar terkesan inovatif dan kreatif. Memang sebagian kalangan ada yang dengan apatis menyatakan bahwa tak selamanya teknologi mampu menggantikan peran guru di dalam kelas. Bagi saya, justru itulah titik pentingnnya pengembangan diri dan motivasi diri sebagi guru untuk terus memacu diri berubah dan merubah mindset/ pola pikir agar jangan alergi dengan teknologi. Berilah kesan atau sigma kepada seorang guru bahwa telnologi itu memudahkan.

Dalam implementasinya memang tidaklah semudah dalam bayangan, namun suatu ide atau gagasan jika diletakkan di batas angan-angan saja maka hal tersebut akan menjadi sebuah fatamorgana yang tak berkesudahan. Maka, seorang guru hendaknya melengkapi diri dengan kemampuan penguasaan komputer literasi dasar atau melek gadget, bukankah semua hal dalam kehidupan sehari-hari saat ini sudah bersentuhan langsung dengan gadget? Maka bermainlah dengan ‘gadget’ agar guru tidak kalah dengan kemampuan siswanya yang selalu up to date. Namun selalu up to date bukanlah  itu maksudnya. Yang dimaksud up to date di sini adalah guru secara kreatif berlajar, berlatih dan mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis IT, baik secara mandiri maupun mengukuti yang terlaksana di lingkup masing-masing.

Menanamkan kesadaran agar tidak alergi terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih sebagai tools untuk membantu dan memudahkan serta sekaligus pemacu semangat berkreatifitas dan berinovasi.

Terdapat pola belajar yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan pola pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), di antaranya adalah menggunakan Komputer sebagai media pembelajaran, internet (dengan segala kelebihan yang dapat diakses, text, gambar/image, grafik, suara bahkan video), e-learning (memiliki kemampuan memperbaharui, menyimpan, mendistribusi, dan mengembangkan materi/bahan ajar), serta pemanfaatan media belajar multimedia berupa software tertentu.

Menurut Rusman, Dkk. (75-76: 2011) menyatakan bahwa peranan teknologi informasidan Komunikasi dalam pembelajaran ini selain juga membantu siswa dalam belajar adalah memiliki peranan yang cukup berpengaruh untuk guru terutama dalam pemanfaatan fasilitas untuk kepentingan memperkaya kemampuan mengajarnya. Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi guru antara lain:

  1. Memperluas background knowledge
  2. Pembelajaran lebih dinamis dan fleksibel
  3. Mengatasi keterbatasan bahan ajar/sumber belajar.
  4. Kontribusi dan pengayaan bahan ajar/sumber belajar.
  5. Implementasi Student Active Learning (SAL), CBSA dan PAKEM.

Maka menurut penjelasan di atas dapatlah kita tekankan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki arti yang sangat penting khususnya di dunia pendidikan untuk bisa dikembangkan secara optimal.

Penulis (yang juga sebagai guru) dalam hal ini berusaha mengimplementasikan dan mengoptimalkan peran TIK di dalam kelas. Ada beberapa best practice yang selama ini sudah dilaksanakan, di antaranya; menggunakan multi-media pembelajaran berbasis komputer dalam hal ini sebagai guru menggunakan software powerpoint dengan ‘rasa’ interaktif yang dapat dimanfaatkan di dalam kelas maupun dimanfaatkan siswa sebagai modul interaktif di luar jam belajar atau salah satu sumber belajar di rumah.

Menyediakan sarana komunikasi interaktif melalui penyedia open-source seperti edmodo untuk pemberian materi, diskusi, hingga evaluasi (test) on-line dengan siswa, diskusi melalui group dengan messanger facebook, serta memberikan tugas dengan dikumpulkan melalui email.

Beberapa cara pelaksanaan pembelajaran tersebut dapat memberikan pengalaman serta tantangan tersendiri bagi para siswa dan guru tentunya harus lebih kreatif dan inovatif agar tidak terkesan monoton dan membosankan.

Dengan melibatkan siswa dalam proses pembuatan media juga menjadi pengalaman tersendiri baik bagi guru untuk terus berkreatifitas juga bagi siswa untuk mengenal, mempelajari, mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi secara positif.

Berangkat dari pengalaman tersebut penulis sebagai guru di kelas terus berusaha mengembangkan dan berinovasi melalui kegiatan proyek pembuatan media belajar besama siswa dengan menggunakan teknologi video camera untuk membuat video pembelajaran bahasa Inggris yang nantinya dapat digunakan sebagai ‘insert’ pada media pembelajaran interaktif seperti PowerPoint.

Hasil karya media video pembelajaran tersebut diupload di youtube dan dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam belajar sekaligus sebagai penilaian berbasis project. Berikut beberapa link yang dapat di ‘klik’ oleh siswa jika ingin belajar lebih lanjut;

https://www.youtube.com/watch?v=YPjAT8ghd5g

https://www.youtube.com/watch?v=EhCG03h7D_Y

https://www.youtube.com/watch?v=H6ECIvQe-_E

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pembelajaran yang berbasis TIK lebih baik dibanding cara pembelajaran konvensional.

Maka di samping mengembangkan media pembelajaran yang berbasis TIK penulis juga melakukan riset terhadap motivasi belajar dan hasil belajar dengan melakukan perbandingan dengan kelas yang diberikan perlakuan dengan tools interaktif dan pembelajaran konvensional tanpa teknologi.

Hal ini ditulis secara khusus oleh penulis dengan hasil penelitian yang bersifat eksperimental dengan judul “The Effect of PowerPoint toward Students’ English Learning Motivation and Students’ English Learning Achievement”. Hasil penelitian tersebut mengimplikasikan bahwa peran media pembelajaran yang bernuansa teknologi dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan sekaligus secara signifikan mendongkrak hasil prestasi belajar.

Berdasarkan hasil riset tentang penggunaan media TIK (sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi) tersebut disimpulkan bahwa:

  1. Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (khususnya mata Bahasa Inggris)
  2. Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
  3. Memberikan kesempatan bagi guru untuk belajar, mengembangkan, berkreatifitas dan berinovasi mengembangkan media pembelajaran yang berbasis TIK.
  4. Memberikan atmosfir pembelajaran yang tidak monoton sehingga tercipta proses pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.
  5. Siswa terlibat langsung dalam proyek pembuatan media pembelajaran, sehingga memberikan pengalaman baru agar dapat menjadi kreatif.
  6. Siswa dapat menggunakan media secara online/dalam jaringan (daring), sehingga waktu belajar di luar jam sekolah dapat lebih bervariatif.

Seiring perkembangan teknologi yang terus berkembang dalam hitungan detik maka selayaknya guru masa kini harus terus ‘mengejar’ perkembangan teknologi, memanfaatkannya untuk lebih kreatif dan positif seluas-luasnya demi kepentingan pembelajaran di kelas.

Best Practice di atas seusai dengan 2 diuantara 4 kompetensi yang harus dimiliki guru masa kini, yaitu:

  1. Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk memahami dinamika proses pembelajaran dengan baik. Pembelajaran di ruang kelas bersifat dinamis karena terjadi interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan temannya dan siswa dengan sumber belajar yang ada.
Guru perlu memiliki strategi pembelajaran tertentu agar interaksi belajar yang terjadi berjalan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Salah satu yang perlu mendapat perhatian dinamisasi pembelajaran adalah karakter dan potensi siswa yang berbeda. Heterogenitas siswa akan menentukan desain pembelajaran maupun; program, pelaksanaan dan penilaian.

  1. Kompetensi profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan baik. Guru akan dapat mengelola pembelajaran apabila menguasai;  materi pelajaran,mengelola kelas dengan baik, memahami berbagai strategi dan metode pembelajaran, menggunakan media dan sumber belajar yang ada.

Namun adalah penting memperhatikan kemampuan masing-masing sekolah dan kondisi siswa jika kita berbicara mengenai fasilitas atau sarana-prasarana yang mendukung. Baik ketersediaan listrik, jaringan internet, maupun perangkat komputer, smartphoe maupun gadget lainnya. Adalah kesadaran berbagai pihak baik pemerintah dan masyarakat untuk dapat berupaya agar kelengkapan fasilitas tersebut seyogyanya dapat dipenuhi secara gotong-royong dan mandiri.

Dengan semangat itulah sebagai guru hendaknya jangan pernah berhenti untuk berkembang karena sebagai guru yang profesional idealnya terus berkembang secara berkelanjutan, demi Perkembangan dunia pendidikan Indonesia menuju generasi Platinum.

​​
Daftar Pustaka:
Rusman, Dkk. (2011). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Kmunikasi, Mengembangkan Profesionalitas Guru. Jakarta. Rajawali Pers

Arsyad, Azhar Prof. (2011) Media Pembelajaran. Jakarta. Rajawali Pers

Catatan:
“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

6,745 total views, 6 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Rakhman Halim, M.Pd

Rakhman Halim, M.Pd. Lahir Samarinda 8 Juli 1976, latar belakang Pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S2 Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mulawarman, Samarinda. Gemar bersepeda, Komputer, Multimedia, membaca, musik, menulis puisi walaupun belajar secara otodidak, aktif sebagai guru Bahasa Inggris di SMPN 7 Bontang. Dapat dihubungi via Email: [email protected]

View all posts by Rakhman Halim, M.Pd →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar