5

Memadukan Program PKB dengan Pelatihan Daring (Online Training) Microsoft dan SEAMOLEC untuk Mewujudkan Guru Profesional yang Melek Teknologi dalam Era Digital Citizenship (+3)

Sesep Ferdiansyah Syaiful Hijrah, S.Pd. May 30, 2017

Guru, merupakan sosok yang terhormat sepanjang masa. Guru berasal dari kata “gu” yang berarti kegelapan dan “ru” yang berarti mengusir. Sehingga Guru adalah orang yang bisa mengusir kegelapan (kompasiana.com, 2015). Dengan apa? Tentu dengan ilmu dan kebijaksanaan yang ditularkan kepada murid-muridnya.

Pada realita nya, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang terus berkembang. Sehingga jika seorang guru tidak terus belajar, maka ilmu yang dimiliknya akan tertinggal. Guru harus terus belajar. Ibarat filosofi makan, jika terus membuang energi sementara tidak ada asupan gizi, maka lama-lama habislah energi tersebut. Maka guru harus menjadi Pembelajar.

Guru pembelajar adalah guru yang ideal yang terus belajar dan mengembangkan (upgrade) diri di setiap saat dan di manapun. Guru terus belajar dan mengembangkan diri bukan untuk pemerintah atau kepala sekolah, tapi memang sejatinya setiap pendidik atau guru adalah pembelajar. Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungannya. Guru pembelajar adalah guru yang senantiasa terus belajar selama dia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Oleh karena itu, ketika seorang guru memutuskan untuk berhenti atau tidak mau belajar maka pada saat itu dia berhenti menjadi guru atau pendidik. (Ditjen GTK, 2016).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demikian pesat. Banyak hal baru yang ditemukan setiap saat. Apabila Guru enggan belajar setiap saat, maka ilmu yang dimilikinya akan “basi” untuk disajikan kepada para siswa nya. Inilah relevansi program Guru Pembelajar terhadap peningkatan Kompetensi Guru.

Pada Tahun 2016, Kemendikbud meluncurkan program Guru Pembelajar. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan melalui tiga moda, yaitu Moda Tatap Muka, Moda Daring, dan Moda Daring Kombinasi. Pelaksanaan program guru pembelajar dapat dilakukan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. (ibid, 2016).

Moda tatap muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, kuis, praktik, dan penugasan. Moda tatap muka diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peningkatan kompetensi yang lebih intensif dengan mempelajari 8-10 modul.

Moda Dalam Jejaring (Daring) adalah program guru pembelajar yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet. Moda Daring dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada peserta tanpa melibatkan secara langsung para pengampu dalam proses penyelenggaraannya. Moda Daring diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peningkatan kompetensi dengan mempelajari 3-5 modul.

Moda daring kombinasi adalah moda yang mengkombinasikan antara tatap muka dengan daring. Fasilitator sebagai pengampu dalam pembelajaran daring memfasilitasi sistem pembelajaran yang telah disiapkan dalam sistem Guru Pembelajar; dan peserta di sisi lain melaksanakan instruksi yang diberikan oleh sistem, mulai registrasi, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan evaluasi. Moda Daring Kombinasi dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang membutuhkan keterlibatan secara langsung para pengampu dan mentor dalam proses pembelajaran. Daring Kombinasi diperuntukkan bagi guru  yang memerlukan peingkatan kompetensi dengan mempelajari 6-7 modul.

Program Guru Pembelajar adalah bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Program ini masih akan berlanjut di tahun 2017 ini. Format nya sedikit ada perubahan dan modifikasi, namanya berubah menjadi PKB. Namun esensi nya sama dengan program Guru Pembelajar.

Ada 2 (dua) tujuan yang Penulis garisbawahi dari program PKB, khususnya Moda Daring dan Daring Kombinasi, yaitu: Pertama, meningkatkan Kompetensi Guru, untuk mencipatakan Guru Profesional. Kedua, meningkatkan kemampuan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) para Guru di era Digital Citizenship ini.

Guru profesional adalah kemampuan seorang guru untuk melaksanakan tugas pokoknya sebagai seorang pendidik dan pengajar yang meliputi kemampuan dalam merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil pembelajaran (informasi-pendidikan.com, 2013). Prinsipnya adalah setiap guru harus dilatih secara periodik di dalam menjalankan tugasnya.

Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu sarana pendukung untuk meningkatkan kualifikasi guru sesuai dengan perkembangan zaman (kompas.com, 2015). Hanya, ternyata masih banyak guru, baik di perkotaan maupun pedesaan, yang masih gagap teknologi atau tidak bisa memanfaatkan TIK.

Penulis saat ini menjadi Instruktur Nasional (Mentor) Guru Pembelajar (yang kini bernama PKB) SD Kelas Atas Moda Daring Kombinasi. Sehingga cukup tahu hal-hal yang terjadi di lapangan. Termasuk kendala yang dihadapi oleh para Peserta. Kendala yang paling umum ditemui adalah kemampuan TIK para guru yang masih rendah, sehingga menyulitkan ketika menjalankan program LMS (Learning Management System) sebagai tempat mempelajari materi dan mengerjakan tugas di Moda Daring Kombinasi.

Gambar 1. Tampilan LMS PKB

Tampilan LMS PKB

 Tantangan Pendidikan di Indonesia

Beberapa waktu yang lalu saya menyebar angket kecil-kecilan ke para Peserta Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi, untuk mengetahui sejauh mana respon mereka terhadap program Guru Pembelajar, sekaligus untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi. Dari sekian banyak jawaban yang masuk, ada satu jawaban yang cukup menggelitik.

Jawaban Salah Satu Peserta

Jawaban Salah Satu Peserta

Membaca jawaban tersebut, saya tertawa dalam hati. Bagaimana tidak tertawa, karena di pertemuan awal Guru Pembelajar saya sudah jelaskan pada para peserta bahwa salah satu tujuan Guru Pembelajar adalah meningkatkan kemampuan TIK para Guru. Jadi tidak hanya meningkatkan penguasaan materi Pedagogik dan Profesional.

Hal ini sejalan dengan presentasi yang disampaikan dalam sebuah kesempatan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Bapak Sumarna Surapranata, Ph.D. Beliau menyatakan bahwa salah satu tantangan pendidikan di Indonesia adalah kondisi Guru yang masih merupakan “Guru Abad 20”, sedangkan kondisi Siswa adalah “Siswa Abad 21”.

Tantangan Pendidikan di Indonesia (Surapranata, 2016)

Tantangan Pendidikan di Indonesia (Surapranata, 2016)

Salah satu indikator “Siswa Abad 21” adalah kemampuan mereka yang tinggi dalam penguasaan TIK. Saat ini hampir semua siswa memiliki Dawai (Gadget) maupun Komputer Jinjing (Laptop). Sedangkan secara umum penguasaan TIK para Guru masih rendah. Maka solusi nya adalah meningkatkan kemampuan penguasaan TIK para Guru.

Masalah TIK memang menjadi hal yang paling menonjol dalam program Guru Pembelajar. Karena untuk Moda Daring dan Daring Kombinasi, penguasaan TIK menjadi prasyarat utama agar dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Setelah mengelaborasi berbagai alternatif, Penulis berusaha menyajikan solusi dari permasalahan penguasaan TIK ini. Solusi yang Penulis tawarkan adalah mengkombinasikan program Guru Pembelajar dengan program-program Kursus Daring (Online Course). Ada 2 (dua) program Kursus Daring yang diharapkan dapat membantu para Guru untuk menjadi Guru Profesional sekaligus melek TIK. Dua program tersebut semuanya gratis. Pertama, kursus yang diadakan oleh Microsoft. Kedua, kursus yang diadakan oleh SEAMOLEC.

1. Kursus Daring Microsoft

Sepertinya tidak ada yang tidak kenal Microsoft. Atau jika ada yang tidak tahu Microsoft, pasti tahu salah satu produknya, yaitu Windows. Sebagai Sistem Operasi paling populer, Windows “tertanam” di hampir seluruh PC (Personal Computer / Komputer Pribadi) yang ada di Indonesia. Begitu pula dengan aplikasi pembuat dokumen nya yaitu Microsoft Office.

Mengikuti Kursus Daring yang diselenggarakan Microsoft adalah pilihan yang sangat masuk akal dalam rangka meningkatkan kemampuan TIK. Karena ketika kita membicarakan TIK di Indonesia, maka hampir tidak bisa dilepaskan dari produk-produk Microsoft.

Ketika para Guru ingin membuat sebuah dokumen (surat, artikel, dll), maka biasanya mereka membuat nya di Microsoft Words. Ketika para Guru ingin membuat sebuah Lembar Kerja (laporan keuangan, absen siswa, dll) biasanya mereka membuat nya di Microsoft Excel. Dan ketika akan membuat slide presentasi, biasanya dibuat di Microsoft PowerPoint.

Cara mendaftar Pelatihan Daring di Microsoft adalah sebagai berikut:

Beranda (Home Page) Microsoft Education

Beranda (Home Page) Microsoft Education

  • Kemudian lakukan registrasi. Isi data diri yang sebenarnya. Karena data ini akan digunakan untuk pembuatan Sertifikat pelatihan.
Registrasi Microsoft Educator Community

Registrasi Microsoft Educator Community

  • Kemudian klik “Courses and Resources” untuk mulai mengikuti Kursus/Pelatihan.
klik “Courses and Resources” untuk mulai mengikuti Kursus/Pelatihan

klik “Courses and Resources” untuk mulai mengikuti Kursus/Pelatihan

  • Sebelum menentukan jenis Kursus yang akan diikuti, bagi yang belum terlalu familiar dengan Bahasa Inggris, klik dulu “Translate” kemudian pilih Bahasa Indonesia.
Klik “Translate”

Klik “Translate”

  • Langkah terakhir adalah memilih jenis Kursus/Pelatihan. Ada banyak sekali jenis kursus yang dapat membantu meningkatkan kemampuan penguasaan TIK, diantaranya panduan menggunakan Microsoft Office, panduan menggunakan OneNote untuk pembelajarn di kelas, dan sebagainya. Setelah memilih kursus yang akan diikuti, selanjutnya tinggal mengikuti langkah-langkah yang diminta.

2. Kursus Daring SEAMOLEC

Barangkali saat ini belum banyak Guru yang mengeal apa itu SEAMOLEC. Padahal SEAMOLEC merupakan lembaga yang cukup penting di kawasan Asia Tenggara.

Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1965, antara pemerintah negara-negara di Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama regional di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di Asia Tenggara. Indonesia bergabung sebagai anggota SEAMEO pada tahun 1968, bertepatan dengan ditandatanganinya Piagam SEAMEO. Saat ini SEAMEO telah beranggotakan 10 negara anggota ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Myanmar), serta Timor Leste (Kemdikbud.go.id, 2016).

Di Indonesia sendiri saat ini telah terdapat enam SEAMEO Regional Centres, yaitu: SEAMEO BIOTROP, SEAMEO SEAMOLEC, SEAMEO RECFON, SEAMEO QITEP in Language, SEAMEO QITEP in Mathematics, dan SEAMEO QITEP in Science.

SEAMEO SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggara yang bertanggung jawab untuk mengembangkan Pendidikan Terbuka dan Pendidikan Jarak Jauh di Asia Tenggara. SEAMOLEC berpusat di Indonesia dan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya institusi yang menyelenggarakan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) maupun institusai pendukung program.

Untuk mengikuti Kursus Daring di SEAMEO SEAMOLEC, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Buka alamat URL: http://etraining.seamolec.org/. Maka akan muncul halaman Beranda e-Training SEAMEO SEAMOLEC. Kemudian klik “Formulir Pendaftaran” untuk mendaftar pada Training Online yang sedang dibuka oleh SEAMOLEC.
Halaman Beranda e-training SEAMEO SEAMOLEC

Halaman Beranda e-training SEAMEO SEAMOLEC

  • Dapat dilihat pada gambar di bawah ini, bahwa ada 2 jenis Kursus yang sedang dibuka oleh SEAMOLEC (Jenis Kursus yang dibuka akan berbeda-beda setiap waktu). Klik jenis Kursus yang akan diikuti.
Jenis-jenis Kursus yang Bisa Diikuti

Jenis-jenis Kursus yang Bisa Diikuti

  • Setelah klik jenis Kursus yang akan diikuti, selanjutnya Anda akan diarahkan ke halaman formulir. Isi semua data dengan benar, karena ini untuk bahan pembuatan Sertifikat.
Isi Data dengan Benar

Isi Data dengan Benar

  • Tunggu pihak SEAMOLEC menghubungi Anda. Biasanya nanti anda akan dimasukkan ke grup WA (whatsapp).
  • Selain cara di atas, ada cara lain untuk mengikuti Pelatihan Daring di SEAMOLEC.Caranya adalah dengan membuka alamat URL: http://mooc.seamolec.org/. Kemudian Klik “Registrasi” dan silakan pilih berbagai jenis Pelatihan/Kursus. Ada banyak sekali jenis Kursus yang bisa diikuti.
Ada banyak sekali Jenis Kursus yang bisa diikuti di MOOC SEAMOLEC

Ada banyak sekali Jenis Kursus yang bisa diikuti di MOOC SEAMOLEC

  • Apa perbedaan mengikuti Kursus di E-Training SEAMOLEC dengan di MOOC SEAMOLEC? Jawabannya: sama saja. Karena ketika kita daftar di E-Training SEAMOLEC, proses pelatihan tetap dilakukan di MOOC SEAMOLEC. Perbedaannya adalah: jika kita daftar di E-Training SEMOLEC kita akan mendapat Sertifikat karena terdaftar secara resmi. Sedangkan jika langsung Registrasi di MOOC kemungkinan tidak akan mendapat Sertifikat Pelatihan.

Berikut ini saya sertakan video ketika saya mengikuti Kursus Daring SEAMOLEC dengan materi “Kelas Digital”.

YouTube Preview Image

Mewujudkan Guru Profesional yang Melek Teknologi dalam Era Digital Citizenship

Mengkombinasikan PKB dengan Pelatihan Daring yang diselenggarakan oleh Microsoft dan SEAMOLEC diharapkan bisa meningkatkan penguasaan TIK para Guru. Ini salah satu upaya yang saya lakukan kepada para peserta Guru Pembelajar yang penulis mentori, sekaligus saya sarankan kepada pembaca sekalian.

Hal ini (upgrade diri guru agar melek teknologi) menurut hemat saya penting untuk dilakukan, karena sekarang zamannya digital citizenship (Kewargaan Digital). Di era serba digital ini, maka murid-murid kita otomatis termasuk ke dalam “warga digital”, karena mereka adalah Digital Natives, yaitu orang yang sejak lahir telah terpapar kemajuan teknologi. Sedangkan para guru mayoritas nya adalah Digital Immigrants, artinya butuh upaya serius untuk menyamai atau “mensejajarkan diri” dengan murid-murid kita dalam urusan digital.

Adapun konsep Kewargaan Digital adalah konsep untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi dunia maya dengan baik dan benar. Diantaranya edukasi tentang etika komunikasi di dunia maya, tidak menyinggung orang lain ketika  update status, tidak membuka tautan mencurigakan, dan sebagainya.

Untuk menerapkan konsep Digital Citizenship terhadap para siswa kita tentu tidak bisa dilakukan jika kita selaku guru nya masih gagap teknologi alias gaptek. Maka, meningkatkan kompetensi dalam bidang penguasaan teknologi mutlak mesti dilakukan oleh kita. Saat ini banyak perangkat yang mendukung pembelajaran Abad 21 yaitu pendidikan berbasis teknologi sekaligus mendukung peningkatan kompetensi guru dalam bidang penguasaan teknologi informasi, diantaranya Acer Chromebook 14.

Maka, mari kita terus galakkan pembelajaran Abad 21 sekaligus mengedukasi para siswa kita dengan konsep Digital Citizenship.

Referensi

Guru dan Tenaga Kependidikan, Ditjen. 2016. Guru Pembelajar : Pedoman Program Peningkatan Kompetensi Moda Tatap Muka, Dalam Jejaring (Daring), dan Daring Kombinasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Kemdikbud. 2016. Organisasi Menteri Pendidikan Asia Tenggara Siapkan Program Aksi Pendidikan. http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/04/organisasi-menteri-pendidikan-asia-tenggara-siapkan-program-aksi-pendidikan. Diakses  20 April 2017.

 

Kompas. 2015. Guru dipaksa Melek Teknologi. http://print.kompas.com/baca/sains/pendidikan/2015/06/24/Guru-Dipaksa-Melek-Teknologi. Diakses 20 April 2017.

 

Kompasiana. 2015. Pengusir Kegelapan ala Kurikulum 2013. Penulis: Pak Shodiq. http://www.kompasiana.com/pakshodiq/pengusir-kegelapan-ala-kurikulum-2013_552c70ca6ea83422268b456e. Diakses 17 April 2017.

 

Pendidikan, Informasi. 2013. Definisi Guru Profesional. http://www.informasi-pendidikan.com/2013/07/definisi-guru-profesional.html. Diakses 20 April 2017.

 

Surapranata, Sumarna, Ph.D. 2016. Guru Pembelajar – Perubahan Paradigma, Jogja 18 Mei 2016. Slide Presentasi.

***

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

 

 

447 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!