5

Melupakan Dosa di Tahun Baru (+4)

M. Rasyid Nur January 2, 2014

SEHARIAN kemarin, Rabu (01/01) saya membaca pesan-pesan di facebook teman-teman tentang ramainya anak-anak muda yang merayakan malam tahun baru 2014 dengan hura-hura berbuat dosa. Berbuat dosa? Ya, berbuat dosa. Menurut dugaan saya, mereka tentu saja berjoget laki-perempuan bercampur baur. Berjingkrak-jingkrak seperti orang kesurupan. Ah, tapi apa iya?

Sebuah status dari seorang teman berbunyi begini: tadi malam,, banyak orang yg gembira, tertawa, dalam merayakan pergantian tahun. tapi dihari ini,, banyak yang menangis, sedih,, cemas , gelisah, menyesal.. kenapa ??? uang habis dengan percuma, miras membawakan mereka berada dirumh sakit, seks bebas menambah deretan panjang anak lahir tanpa bapak. Saya kutip utuh bunyi status itu dengan huruf miring. Huruf besar-kecil yang salah penggunaannya juga saya kutip utuh. Kalimat terakhir dari status itulah yang sungguh menakutkan.

Sebenarnya masih ada beberapa komentar teman lainnya yang memperkuat status-status semacam itu. Intinya, ternyata pergantian tahun kemarin malam itu telah disalahgunakan oleh beberapa orang anak manusia dengan cara salah. Mereka merayakannya di tempat-tempat tertentu yang gelap dan tersembunyi. Hanya dua orang atau beberapa orang saja dengan maksud dan tujuan yang sama. Konon kisahnya, di malam menjelang datangnya tahun baru itu bolehlah menyerahkan kehormatan kepada orang yang disayang. Huih, sungguh menakutkan. Dan yang lebih menakutkan itu, disinyalir anak-anak muda itu pada umumnya adalah anak sekolah. Mereka adalah generasi muda yang masa depannya masih panjang. Dengan alasan ‘orang yang disayang’ apa saja mau melakukannya. Sungguh menakutkan.

Orang yang disayang itu ternyata tidak lebih dari seorang lelaki yang dianggap menyayanginya. Seorang wanita, tidak menyesal menyerahkan mahkota paling berharga yang dimilikinya kepada lelaki yang katanya menyayanginya. Sungguh cara berpikir yang sangat keliru. Apakah dia tidak berpikir bahwa perbuatan itu bukan saja berdosa karena memang belum menikah, tapi lebih dari itu cara berpikir seperti itu akan merusak sikap dan cara pandang itu sendiri.

Sebenarnya tidak ada yang perlu dirayakan dengan datangnya tahun baru itu. Apalagi jika yang merayakannya adalah seorang muslim. Tidak ada ajaran agama yang menyarankan apalagi memerintahkan untuk memperingati tahun baru Masehi itu. Jika pun ingin menjadikan pergantian tahun sebagai peringatan untuk diri sendiri, boleh saja. Itu berarti, yang harus dilakukan adalah instrokpeksi diri, apakah kita sudah melakukan tindakan dan perbuatan yang baik selama ini. Apakah kita sudah membuktikan bahwa kita bertanggung jawab atas amanah yang diberikan Tuhan atas kehidupan yang kita terima ini?

Tidak harus membuka tahun baru (tahun baru apa saja: Islam, Kristen, Budha, China, dst) dengan berhura-hura berbuat dosa. Silakan memperingatkan dirinya di awal tahun baru atas perbuatan dan tindakan yang sudah dilaksnakan selama ini. Jika terlanjur berdosa, minta ampunlah. Jika kurang amal-ibadah, lanjutkan dan tingkatkan saja amalannya. Itulah yang benar, bukan dengan membuat dosa. Nauzubillah!

Kini kisah itu sudah berlalu walau baru dua hari yang lalu. Bagi kita guru, noda-noda di pergantian tahun seperti itu tidak mudah untuk dibiarkan begitu saja. Kita bisa melupakannya agar tidak menmghantui terus. Tapi seharusnya tetap dijadikan peringatan. Peringatan buat kiita dan peringatan buat anak-didik kita. Mereka tidak boleh dibiarkan tersesat memahami malam tahun baru dengan sengaja berbudat dosa. Sebentar lagi, pasca libur ini kita akan kembali ke sekolah. Hantu noda itu wajib dijadikan pelajaran untuk tidak terulang lagi di waktu yang akan dating.***
Diedit dari artikel : http://www.mrasyidnur.blogspot.com/2014/01/mengapa-membuka-tahun-dengan-dosa.html

1,075 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (5)

  1. Ngeri melihat kehidupan remaja, setiap hari ada saja perilaku yg tak terpuji. Character building sungguh amat penting. Setiap mlm thn baru sll saja bgt. Banyak hal yg hrs kita lakukan thn ini, Insya Allah bermakna. Thx for sharing, salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar