4

Melibatkan Orangtua Dalam Proses Pembelajaran (+3)

DWI ATMAJA March 23, 2014

Masih segar dalam ingatan saat kecil, bapak dengan keramahannya membantuku mengerjakan tugas dari sekolah. Disaat kesulitan dihadapi bapak mencoba mengurai dengan membantu mengerjakannya dan terkadang selalu disamping menatap penuh kesabaran putranya mengerjakan tugas. Tanpa diminta, bapak selalu menjelaskan manfaat apa saja tugas-tugas tersebut buatku, yang notabene guru dikelasku tidak pernah melakukannya. Hingga suatu saat menginjak Sekolah jenjang pertama, SMP aku mulai terimbas oleh doktrin guru, malu kalau tugas mengerjakan dibantu orangtua. Sehingga aku semakin menjauh dari orangtua. Sungguh baru sadar ternyata doktrin tersebut adalah doktrin menyesatkan, doktrin yang terkesan membuat mandiri dan seseorang merasa mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tak ubah adalah doktrin yang menjauhkan anak dari orangtua, menghilangkan hubungan harmonis, dan membentuk masyarakat individualis.

Maka sekarang tidak susah lagi dijumpai, anak yang terkendala dalam sikap perilaku akibat pola asuh keluarga yang salah, kurangnya harmonisasi dalam keluarga, orangtua cuek dan tidak peduli pada urusan anak, dan lain-lain. Orangtua tua bersifat seperti itu karena mereka termasuk penerima doktrin guru-guru, saat mereka menjadi siswa. Sehingga seringkali paham yang berkembang bahwa urusan sekolah ya urusan sekolah sedang urusan keluarga ya urusan keluarga. Padahal jika kita ketahui, kedua urusan tersebut tidak bisa terpisahkan.

Mengulang masa kecilku dulu, jadi terinspirasi untuk membuat kebersamaan mereka terulang, mungkin apa yang aku lakukan ini sudah dianggap jadul atau kuno akan tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Karena aku seorang guru Bimbingan konseling, prioritas pembelajaran ini pada layanan bimbingan konseling. Akan tetapi jika menghendaki lebih jauh, tentu saja rekan seprofesi guru bisa mengembangkan lebih jauh dengan jenis-jenis mata pelajaran yang berbeda.

Tujuan dari layanan ini, adalah mencoba menjalin hubungan yang baik dengan adanya rasa sinergi kerjasama antara sekolah, siswa dan orangtua. Secara khusus sebenarnya menekankan hubungan harmonis siswa dan orangtua, munculnya kepedulian orangtua pada urusan sekolah anak,dan rasa kasih sayang serta transfer karakter positif dari orangtua kepada anak yang terkadang karena keterbatasan jam pembelajaran tidak ada kesempatan guru untuk memberikannya. seperti apakah proses pembelajaran yang saya lakukan, silakan klik tautan berikut Melihat Belajarku

Untitled

Tidak ada yang sempurna dalam segala yang manusia lakukan, apa yang saya lakukan ini sifatnya masih dalam bentuk eksperimen semoga dapat membawa manfaat, amin. saran dan sumbangsih teman-teman sesama guru sangat diperlukan untuk proses perbaikan layanan pembelajaran yang bisa saya berikan pada siswa. Terimakasih

 

 

1,799 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar