1

Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) Berbasis Potensi (+1)

Rakhmad August 15, 2015

Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) merupakan bagian dari Manajemen Peserta Didik. Dari bagian Manajemen Peserta Didik diharapkan MOPD ini tidak keluar dari fungsi Manajemen Peserta didik.
Dalam makalah Manajemen Siswa (Peserta Didik) yang di keluarkan Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional , fungsi manajemen peserta didik adalah sebagai berikut:
1. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan individualitas peserta didik, ialah agar mereka dapat mengembangkan potensi-potensi individualitasnya tanpa banyak terhambat. Potensi-potensi bawaan tersebut meliputi: kemampuan umum (kecerdasan), kemampuan khusus (bakat), dan kemampuan lainnya.
2. Fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial peserta didik ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakatnya. Fungsi ini berkaitan dengan hakekat peserta didik sebagai makhluk sosial.
3. Fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peserta didik, ialah agar peserta didik tersalur hobi, kesenangan dan minatnya. Hobi, kesenangan dan minat peserta didik demikian patut disalurkan, oleh karena ia juga dapat menunjang terhadap perkembangan diri peserta didik secara keseluruhan.
4. Fungsi yang berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan peserta didik ialah agar peserta didik sejahtera dalam hidupnya. Kesejahteraan demikian sangat penting karena dengan demikian ia akan juga turut memikirkan kesejahteraan sebayanya.
Dengan mengerti fungsi manajemen di atas, MOPD merupakan jembatan awal dan sangat penting untuk memenuhinya. MOPD harus bisa mewakili perkenalan, pemahaman awal dan informasi awal yang bisa memenuhi dari fungsi manajemen peserta didik. Penulis memandang dari fungsi tersebut semuanya berbasis potensi.
MOPD Berbabis Potensi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata potensi mempunyai arti yaitu kemampuan yg mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya. Menurut Slamet Wiyono (2006: 37) potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dari definisi potensi ini diharapkan MOPD ini merupakan pengembangan potensi awal siswa yang nantinya dapat didukung oleh potensi lembaga, pendidik dan tenaga pendidikan, sarana dan prasarana, peserta didik dan orang tua/wali peserta didik. Dibawah ini adalah beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan :
1. Kegiatan Orientasi Potensi Lembaga.
Dalam kegiatan orientasi potensi lembaga bisa dimulai dari sejarah berdiri hingga perkembangan sekarang. Kegiatan ini juga memberikan informasi tentang pimpinan dan struktur organisasi sekolahan yang menjadikan sekolah lebih berpotensi. Di samping itu visi dan misi lembaga harus juga di tonjolkan agar peserta didik baru memahami goal yang akan diraih dari lembaga secara individual maupun kelembagaan. Kegiatan ini bisa dilakukan secara ceramah, pemutaran film, maupun pemaparan slide.
2. Kegiatan Orientasi Potensi Pendidik dan Tenaga Pendidikan
Kegiatan ini lebih memperkenalkan potensi pendidik dan tenaga pendidikan secara kualitas dan kuantitas. Kegiatan ini bisa langsung menghadirkan langsung/ atau perwakilan pendidik dan tenaga pendidikan dengan profil singkat. Setelah itu juga memberikan prestasi guru dari kualifikasi pendidikan, prestasi profesi maupun prestasi non profesi. Diharapkan kegiatan ini para peserta didik merasa termotivasi karena sudah mengenal awal akan potensi para pendidik dan tenaga pendidikan3. Kegiatan Orientasi Potensi Kurikulum.

3. Dalam kegiatan kurikulum ini bisa dilakukan kegiatan sebagai berikut:
a. Memperkenalkan kurikulum secara umum.
b. Memperkenalkan dan mempraktekkan langsung kegiatan rutin sehari-hari di sekolahan contohnya: Do’a pagi bersama, sholat berjamaah dll
c. Memperkenalkan kegiatan ekstrakurikuler dengan membuka posko/pameran setiap cabang kegiatan.
d. Memberikan Informasi tentang tata-tertib dari sekolahan itu sendiri.

mos 1
4. Kegiatan Orientasi Potensi Sarana dan Prasarana.
a. Dengan melihat langsung atau anjang sana langsung di setiap sarana dan prasarana yang ada di Sekolahan.
b. Setelah melakukan anjangsana para peserta didik baru yang mengikuti MOPD di beri tugas membuat denah sekolahan.
c. Melakukan kegiatan dengan bagaimana merawat sarana dan prasarana yang ada.

5. Kegiatan Orintasi Potensi Peserta Didik.
a. Memberikan informasi tentang prestasi-prestasi peserta didik yang telah yang telah di raih.
b. Mengadakan pentas dari potensi peserta didik.
c. Mengadakan pentas potensi didik baru yang telah didata saat pendaftaran.
d. Melakukan perkenalan dengan beberapa anggota OSIS dengan Peserta Didik Baru.
e. Melakukan perkenalan singkat dengan peserta didik baru secara kelompok

6. Kegiatan Orientasi Potensi Orang Tua Peserta Didik.
a. Menghadirkan seorang wali murid untuk memberikan motivasi ke peserta didik baru atas dukungan kuat para orang/tua dan wali murid.

Dengan melakukan MOPD berbasis potensi di atas diharapkan memberikan hasil sebagai berikut :
1. MOPD sebagai Potensi Pengembangan Individual Peserta Didik.
2. MOPD sebagai Potensi Pengembangan Fungsi Sosial Peserta Didik.
3. MOPD sebagai Potensi Penyaluran Aspirasi dan Harapan Peserta Didik.
4. MOPD sebagai Potensi Pemenuhan kebutuhan dan kesejahteran peserta didik.

Demikian tulisan saya, semoga dengan kegiatan MOPD berbasis Potensi para peserta didik sudah siap dan memberikan nilai positif, serta semangat untuk melakukan pembelajaran baru di sekolah yang baru.

1,409 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!