3

Mari Bersedekah Dengan Kekuatan Berbagi (+4)

wijaya kusumah July 20, 2013

Kekuatan berbagi harus diajarkan kepada peserta didik di sekolah. Dengan kekuatan berbagi mereka akan merasakan indahnya berbagi. Berbagi rezeki kepada orang lain di luar keluarganya. Dari berbagi rezeki itu para siswa akan memiliki empati tinggi kepada saudara-saudaranya yang ditimpa musibah atau kemalangan. Kekuatan berbagi akan membuat mereka mengerti bahwa hidup tidak sendiri. Kita harus bersedekah kepada orang lain.

Bersedekahlah saat merasa ingin bersedekah, jangan sampai merasa terpaksa. Bila saat bersedekah kita justru merasa kesal, maka akan tertanam di bawah sadar bahwa bersedekah itu tidak enak, bahkan mengesalkan. Mungkin seperti kalau kita bayar parkir kepada preman di pinggir jalan. Ada perasaan terpaksa, tak berdaya, bahkan dirampok. Bukan karena besar kecilnya nilai uang, tapi rela tidaknya perasaan saat memberikan sumbangan. Kalau sedang suntuk, tunggu sampai hati lebih riang. Sebab memberi dengan berat hati akan memberi asosiasi buruk ke alam bawah sadar.

Bersedekahlah kepada sesuatu yang disukai sehingga hati tergetar karenanya. Mungkin suatu ketika Anda ingin menyumbang yatim piatu, namun di waktu lain mungkin untuk perbaikan jembatan, pelestarian satwa yang hampir punah, sumbangan untuk modal usaha bagi seorang pemula. Intinya adalah Anda sebaiknya menyedekahkan pada hal yang membuat perasaan tergetar.

Setiap orang akan berbeda. Seringkali seseorang menyumbang ke tempat ibadah, tapi hatinya tidak sejalan, hanya karena kebiasaan. Menyumbang yang tak bisa dihayati tak akan menggetarkan jiwa. Itulahbersedekah dengan kekuatan berbagi.

Salah satu wujud kekuatan berbagi di sekolah kami adalah program teman asuh. Siswa yang tergabung dalam kepengurusan OSIS membuat program kerja yang bernama Teman Asuh. Di dalam program itu mereka mengumpulkan sejumlah dana atau uang untuk dibagikan kepada teman-temannya di lingkungan sekolah lain, dan lingkungan sekitar sekolah.

1311322905994182438

Teman Asuh sudah menjadi program OSIS dari masa ke masa. Mereka mengumpulkan dana dari para donatur, sponsor, dan orang tua yang ingin berbagi rezeki. Lalu para pengurus OSIS itu mendistribusikannya kepada mereka yang berhak menerimanya. Merekapun langsung ke lokasi dan melihat langsung teman-teman barunya. Mereka saling berkenalan, dan memberikan langsung bantuannya kepada mereka.

Kekuatan Berbagi sungguh indah sekali. Alangkah indahnya bila kita bangsa Indonesia selalu berbagi kepada sesama. Di sekolah kami, para peserta didik juga dilatih untuk mampu berbagi melalui kegiatan sosial yang diberi nama Labscare. Salah satu contoh kegiatannya adalah berkunjung ke panti asuhan yang ada di sekitar rumahnya. Dengan begitu mereka akan menjadi tahu rasanya tinggal di panti asuhan, dan merekapun akan berbagi rezeki kepada teman-temannya di panti asuhan itu melalui kegiatan yang bernama Labscare.

Akhirnya, hidup ini memang luar biasa indah. Kita bisa selalu belajar dengan hidup banyak orang. Kita pun bisa membaca, menelaah, dan berkomentar. Tapi layaknya facebook, kita hanya bisa melihat dan berkomentar saja. Tapi mungkin kita tidak bisa membantu mereka lebih jauh, karena setiap kita ternyata sibuk untuk mengupdate hidup kita masing masing. Maka marilah kita berbagi, menolong yang harus ditolong, dan menggunakan etika dalam bergaul dengan sesama. Allah pasti mendengar doa doa kita. Pasti!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

394 total views, 1 views today

Tagged with: , , , ,

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Avatar of wijaya kusumah
wijaya kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

View all posts by wijaya kusumah →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!