0

Manfaatkan Teka-Teki Silang Untuk Menguji Pemahaman Siswa (+1)

Martin Karakabu May 13, 2017
Gambar Ilustrasi dari blog pribadi. Sumber gambar : http://martinusruma.blogspot.co.id

Gambar Ilustrasi dari blog pribadi. Sumber gambar : http://martinusruma.blogspot.co.id

Sidang pembaca yang terhormat, para guru bangsa yang kukagumi dan rekan guru Bahasa Indonesia di mana saja mengabdi. Tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Keberadaan Bahasa Indonesia Memprihatinkan”; telah saya kemukakan keprihatinan saya akan eksistensi Bahasa Indonesia yang menurut hemat saya memprihatinkan karena berbagi sebab. Selanjutnya pembaca bisa membacanya sendiri ulasan saya yang tidak sempurna tersebut. Kesempatan ini saya ingin membagikan satu tips untuk menguji pemahaman peserta didik dari satu Kompotensi Dasar (KD) yang diajarkan; yakni melalui Teka-Teki Silang (TTS).

Tentunya setiap guru, secara khusus guru Bahasa Indonesia memiliki strategi tersendiri untuk menguji pemahaman siswa. Namun, sekiranya baik juga untuk dibagikan pengalaman saya yang tidak sehebat bapak dan ibu guru yang sudah “kenyang” pengalaman soal dunia mengajar Bahasa Indonesia. Barang kali, ilmu dan pengalaman saya yang tidak sempurna ini bisa berguna kelak bagi bapak dan ibu sekalian dalam membangkitkan rasa ingin tahu siswanya. Atau setidaknya ini bisa menjadi ide awal untuk membangkitkan inovasi-inovasi baru dalam menguji kemampuan siswa pada ranah kongnitif.

Guru bangsa yang saya kagum dan pembaca kritis yang saya hormati. Saat kita sudah menyelesaikan satu KD (Kompotensi Dasar). Tentunya sebagai guru tanggung jawab kita selanjutnya adalah menguji pemahaman siswa tentang materi yang kita ajarkan. Cara-cara lama adalah, melalui soal esai ataupun melalui pilihan ganda (PG). Itu benar dan sah-sah saja. Namun alangkah lebih baik jika kita mencoba menguji pemahaman siswa kita melalui teka-teki silang. Hal baru menurut saya penting untuk dikaryakan dengan tujuan untuk menjaga kekonsistenan belajar anak. Misalnya kita mengajar tentang unsur-unsur intrinsik, maka satu menurunnya bisa kita buat, “kata lain dari jalan cerita dalam cerpen atau karya sastra. Jawabannya adalah ALUR. Soalnya bukan dalam bentuk pertanyaan, melainkan pernayataan, hal ini disengaja agar anak “dipaksa” untuk berpikir tentang materi yang diajarkan. Sedangkan satu mendatarnya kita bisa buat sedikit lebih muda, dengan mengarahkan anak dalam bentuk pertanyaan, seperti “tempat terjadinya peristiwa dalam drama disebut?”. Jawabannya adalah LATAR.

Tentu pertanyaan dan pernyataan yang dibuat harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kemampuan siswa. Alur pada satu menurun dan Latar pada satu mendatar, dipertemukan melalui huruf “A”. LAtar juga pada kata Alur. Selanjutnya pembaca bisa mengembangkan lagi, sesuai dengan daya kreatifitas yang dimiliki. Sedikit sulit dan agak merepotkan memang, tetapi jika kita memiliki inovasi dan kemauan maka semangat belajar anak-anak pasti kita dapati. Apapun kurikulumnya dalam kelas guru memiliki kebijakan untuk membuatnya seperti apa sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh guru yang bersangkutan.

Bingung cara membuat TTS Bahasa Indonesia, tulisan berikutnya akan saya jelaskan tips sederhana cara membuat TTS Bahasa Indonesia. Apa yang ada coba diberdayakan dulu. Selamat Mencoba dan Semoga Berhasil. ***

793 total views, 15 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!