21

Luar Biasa, Pembelajaran Berbasis Proyek Sudah Mendunia (+7)

Bu Etna @gurutematik April 7, 2014

Selamat Siang Guraru. Insya Allah kita selalu sehat wal afiat. Terasa sekali bahwa jaman begitu cepat berubah. Oleh sebab itu kita harus segera mengubah cara/strategi pembelajaran, agar anak didik dapat mempersiapkan dirinya dengan optimal untuk menghadapi tantangan kehidupan di era cyber ini.

Kita harus segera tanggap dan membenahi tujuan pembelajaran, langkah, dan evaluasi. Tak mungkin kita tunda lagi, ketinggalan jaman akan memperparah hasil belajar anak. Mereka tak mungkin siap menghadapi dunia kerja yang tak pernah mereka pelajari ketika sekolah. Jika hal ini terjadi, buat apa mereka sekolah kalau tak mampu dan tak memiliki keterampilan kerja sehingga tak dapat menghidupi diri sendiri, apalagi keluarganya? Kita tak mungkin setega itu. Apa jadinya kalau anak cucu kita juga terkena dampaknya?

Ketika kita menyadari hal tersebut di atas, tentulah spontanitas kita online dan mempelajari situasi pendidikan dunia. Ya Ampun, mungkin di luar dugaan kita, ternyata “Project Based Learning (PBL)” dilaksanakan dengan hebatnya di seluruh dunia. Bahkan anak SD sudah mampu menciptakan sesuatu dan segalanya serba IT. Subhanallah. Yuk sahabat Guraru, kita belajar dan menerapkan PBL ke anak didik. Insya Allah kita bisa.

Pembelajaran yang berpusat pada guru cenderung membuat siswa bosan, sehingga sebagian ada yang mengantuk, menahan kantuk hingga pusing, menulis hal yang lain, tak mendengarkan, bercerita dengan teman, atau lainnya lagi. Akibatnya ketika ulangan harian, banyak anak yang remidi. Kemungkinan besar anak yang tak remidi, ketika akhir semester tiba, stress menghadapi bahan ulangan yang bertumpuk dan banyak yang sudah lupa.

Gambar 1: Pembelajaran Tradisional (Konvensional)

Tradisional

Gambar 2: Siswa mulai bosan

Bosan belajar

The teacher is no longer the only provider of knowledge.  The key today is what we do with the knowledge.” Guru tidak lagi merupakan sumber informasi. pengetahuan sudah tersedia amat banyak dan bervariasi. Kunci pembelajaran saat ini adalah “Apa yang kita lakukan terhadap pengetahuan itu atau apa yang akan kita perbuat dengan pengetahuan tersebut.” “Use that knowledge for doing something.” Oleh sebab itu, seluruh dunia melaksanakan PBL, hingga pada evaluasi. Sungguh luar biasa.

Melalui PBL, kita ajak anak didik merumuskan masalah, menyusun rancangan proyek dan melaksanakannya, kemudian menyusun laporan dan mempresentasikannya. Tentulah hal ini kita lakukan sesuai tingkat berpikir anak dan kompetensi yang harus mereka kuasai. Dunia nyata yang menjadi sasaran proyek banyak sekali. Misalnya studi wisata seperti ide pak Nur’ alim. Banyak tempat wisata yang dapat dipelajari. Anak juga dapat diajak ke pasar, pertokoan, atau industri terdekat dengan sekolah.

Dalam proses pembelajaran proyek ini, anak berlatih memecahkan masalah. Mereka harus merumuskan masalah sebelum merancang proyek. Mereka akan berpikir kritis dan kreatif hingga akhir proyek. Bagaimanapun pembembelajaran tetap dimulai dari LOTS (Lower Order Thinking Skills), namun harus dilanjutkan hingga HOTS (Higher Order Thinking Skills). Menurut taksonomi Bloom, LOTS berkisar pada taraf berpikir C1 hingga C3. Sedang HOTS adalah tingkat berpikir tinggi, C3 hingga C5 dan C6. Mengingat bahwa tingkat berpikir anak bervariasi (heterogen), maka mereka memerlukan pembelajaran yang berawal dari hal yang nyata, untuk memudahkan alur pikiran ke arah teori abstrak. Insya Allah proses ini tak terasa sulit, sebab PBL memang ditujukan untuk melayani heterogenitas anak. PBL bersifat open ended, memanfaatkan pengalaman hidup mereka, dan hal-hal yang mereka ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah mereka melaksanakan PBL dengan gembira, santai, rileks, bahkan humor yang sesuai pun bisa terjadi. Setiap perbedaan individu dalam cara belajar pun dapat menyatu, tak harus dipaksakan. Sungguh luar biasa.

Uraian di atas menunjukkan bahwa dengan menggunakan “Project Based Learning” sekaligus mengacu pada “Problem Based Learning.” Jadi PBL memiliki arti ganda, Proyek dan Problem. Oleh sebab itu penilaian proses juga open ended, berbasis kriteria. Sebenarnya nilai harian maupun nilai akhir diambil berdasarkan ulangan dengan soal non obyektif (soal uraian), bukan soal obyektif (pilihan ganda dan sejenisnya). Ya, tentunya semua ini melakukannya bertahap, maju berkelanjutan. Jelaslah bahwa PBL merupakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

Gambar 3: Investigasi tanaman sekolah

Investigasi tanaman

Gambar 4: Studi Wisata ke Museum

Study Tour

Gambar 5: Studi Wisata: Ke pasar

Pasar

Gambar 6: Diskusi kelompok merumuskan masalah dan merancang investigasi

Diskusi kelompok

Gambar 7: Seluruh dunia melaksanakan PBL

PBL Dunia

Guraru, yuk segera kita lakukan dan kita sosialisasikan ke guru-guru lain. Tentulah sebelum kita bicara tentang PBL atau menghimbau guru lain melaksanakannya, kita sudah menerapkannya lebih dahulu. Perlu diingat bahwa PBL merupakan pembelajaran abad ke 21, hingga banyak hal akan melibatkan IT. Setiap guru harus melek IT, sebab PBL serba IT. Hal ini memang sudah menjadi tuntutan jaman. Sistem komunikasi ke depan Insya Allah segalanya makin canggih.

Ketika PBL anak didik kita posting di sini, Insya Allah guru lain akan ingin melakukan pula. Dengan sepenuh hati, Insya Allah saya dapat terus berjuang bersama Guraru. Beberapa guru sudah mulai tertarik untuk melaksanakannya, ketika membaca artikel-artikel Guraru yang mudah dicari di Google dan lainnya, Alhamdulillah. Berikut saya sematkan contoh PBL sekolah di luar negeri, Insya Allah menginspirasi.

141,983 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (21)

  1. Alhamdulillah bu Yusmini, senang sekali mendapat kunjungan dari ibu. Ternyata ibu guru kimia ya? Hehehe sama donk. Banyak lho bu, diantaranya air sadah, koloid, bahan bakar, reaksi redoks, elektrokimia, polusi, perkarata, industri kimia apa saja, dan msh banyak lagi. Ayo bu buatlah kerangjanya dulu dan tuangkn ide ibu kemudian postingkan. Dengan senang hati saya ajan segera merespon. Pilih salah satu fulu ya bu. Saya tunggu artikelnya. Salam perjuangan.

  2. Pak Nur’ alim, ayo mana rencana PBLnya? Tugas yang sifatnya investigasi dan siswa diminta membuat laporan kemudian dipresentasikan, juga sudah mengarah ke PBL pak. Laporannya jugs bisa sederhana saja, di selembar kertas. Yang penting mereka berlatih menganalisis dan menyimpulkan. Lebih jauh lagi memberikan saran untuk investigasi berikutnya. Kutunggu ya, salam perjuangan.

  3. Terimakasih bunda Etna atas sharingnya. Untuk SMK pembelajaran berbasis proyek sangat penting cocok, dan menjadi perioritas utama dalam pengembangan sekolah karena disamping untuk menghilangkan kejenuhan, kebosanan peserta didik dari cara mengajar guru konvensional menjadi lebih menyenangkan dengan pembelajaran berbasis proyek. Melalui pembelajaran berbasis proyek ini pula maka akan menghasilkan karya-karya peserta didik di setiap mapel dan ini bisa untuk promosi serta pengembangan sekolah. Luar biasa! Saya berika “VOTE” bun.

  4. Thx pak Sukani atas respon dan votenya. Insya Allah pembelajaran di negara kita tak ketinggalan jaman. Yuk Guraru mengajar sesuai jaman agar hasil belajar siswa sesuai dg marketplace. Insya Allah tema bln ini amat bermanfaat bagi guru mempersiapkn generasi unggul. Salam perjuangan.

  5. Ah pak Nur’ alim, kita tak perlu memikirkan hal itu. Insya Allah yang seperti itu segera menyadari. Yang penting marilah kita tingkatkan pembelajaran ini. Sebenarnya PBL itu tak membuat guru sibuk, malah senang dapat rileks dan gembira terus. Anak didik lebih banyak yang interaksi antar mereka dan merekalah yang sibuk merancang, melaksanakan, dan melaporkan proyeknya. Thx kunjungannya pak. Kutunggu artikel bpk ya, hehehe. Sip. Salam.

  6. Ehem…
    Absen ah….

    Apa kabr Bu Etna?

    ada satu komentar dalam TED talk tema pendidikan, saat ini yang menjadi penekanan bagi pendidikan adalah “How to let learning happen” jadi seolah-olah anak sudah diharapkan bisa membuat proyek pembelajaran sendiri.

    Menarik ya.

    Salam
    Mr Nuel

  7. Ohho, I’m fine pak Nuel. I hope so that you are fine. Plz writing a project to let learning happen all the time, hehehe. I’m so glad to here that you come in again. How is going on pak? We have to be active in everyday life. Okay then, I wait your nice articles here. See you next. GBU.

  8. Marilah Guraru, tuntutan pembelajaran era baru ini kita mulai dari diri sendiri. Ketika kita berkumpul dg guru lain di MGMP, kita telah memiliki bahan utk sharing dan secara tim merumuskn PBL yg lbh baik. Insya Allah kita bisa. Salam perjuangan.

  9. Terlambat dan tertinggal lebih baik dari pada saya tidak ikut dan tidak terbawa sama sekali. Kesibukan lain ternyata belum sukses saya kalahkan, Bu Etna. Tulisan-tulisan Bu Etna terlmbat saya komentari. Tapi tetap saya baca dan komentari. Jika tak dikomentari, saya tetap mengunjunginya. Salam sukses selalu, Bu.

  10. Bpk bisa saja. Terima kasih atas responnya, gerakkan teman-teman guru untuk melaksanakan PBL agar anak bangsa dpt terlayani optimal pak. Insya Allah saya dpt terus mendampingi bangsa sampai akhir hayat. Sebenarnya saya banyak belajar dari bpk, saya selalu membaca FBnya. Bpk tuntaskn semua yg blm sukses, jangan kalahkn donk, kan ada skala prioritasnya. hehehe. Salam takzim.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar