2

Lomba Debat untuk Perkuat Sahabat (+1)

M. Rasyid Nur May 15, 2015

DEBAT merupakan salah materi yang dikembangkan dalam pembelajaran Mata Pelajaran (MP) Bahasa Indonesia. Debat merupakan bagian dari pembelajaran Keterampilan Berbicara. Selain kompetensi Keterampilan Menyimak (mendengarkan), Membaca dan Menulis, Berbicara adalah materi yang juga sangat penting dalam keterampilan berbahasa. Itulah sebabnya, lomba debat selalu diadakan sekolah dalam rangka meningkatkan dan membina kemampuan berbicara.

Bertepatan dengan peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) 2015 yang diperingati setiap tanggal 2 Mei, siswa/ wi SMA Negri 3 Karimun –melalui OSIS– melaksanakan satu kegiatan pendidikan. Kegiatan itu adalah Lomba Debat Bahasa Indonesia antar kelas se-SMA Negeri 3 Karimun. Pelaksanaan kegiatannya pada hari Sabtu (09/ 05) karena pada hari H-nya itu para guru mengikuti apel HUT Hardiknas Kabupaten, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Kegiatan lomba yang semula akan dilaksanakan tepat pada peringatan Hardiknas, 2 Mei memang harus ditunda. Gawe Hardiknas Kabupaten dengan Pembina Upacaranya Bupati Karimun, itu diikuti oleh hampir seluruh guru dan pegawai sekolah se-Pulau Karimun. Bahkan panitia peringatan Hardiknas Kabupaten juga mengikutsertakan pegawai non pendidikan (pegawai Kantor Bupati dan Kantor instansi lainnya) sebagai peserta upacara. Tentu saja para guru dan pegawai SMA Negeri 3 Karimun juga ikut serta di sana.
Debat
Tersebab sebagian besar guru dan pegawai sekolah ditambah 60-an siswa –sebagai utusan– harus ke Costal Area Karimun, lokasi upacara bendera Hardiknas, maka rencana lomba debat di sekolah tidak dapat dilaksanakan pada hari yang sudah direncanakan semula. Dan oleh panitia debat, acara disepakati untuk ditunda sepekan ke depannya, agar harinya tetap Sabtu.

Lomba debat bahasa adalah salah satu program sekolah yang dimasukkan ke dalam program Osis dengan pembinanya para guru bahasa. Programnya sebenarnya adalah untuk dua bahasa, Indonesia dan Inggeris. Namun lomba debat dalam rangka peringatan Hardiknas 2015 ini hanya untuk Bahasa Indonesia saja. Untuk Debat dalam Bahasa Inggeris direncanakan pada momen berikutnya. Kelas yang ikut juga hanya dari kelas X dan XI saja karena kelas XII sudah tidak masuk lagi setelah mengikuti Ujian Nasional, April lalu.

Peserta lomba adalah utusan setiap kelas dengan peserta tiga orang setiap kelompoknya. Setiap kelas hanya mengutus satu regu atau satu kelompok saja. Jadi, untuk lomba debat kali ini diikuti oleh 8 regu, masing empat regu kelas X dan empat regu lagi dari kelas XI (satu kelas IA dan tiga kelas IS) sesuai keadaan rombel (rombongan belajar) yang ada.

Tujuan lomba ini, tidak semata-mata untuk meningkatkan kemampuan berdebat dengan bahasa yang baik dan benar saja. Tidak juga sekadar mengasah kemampuan berargumen dalam sebuah perdebatan. Yang utama dari acara lomba debat ini adalah bagaimana lebih mempererat tali persahabatan antar siswa dengan siswa dan atau antara siswa dengan guru-gurunya. Budaya persaudaraan dan persatuan yang dikembangkan sekolah diharapkan muncul dan tergambar dari kegiatan debat ini.

Lazimnya sebuah perdebatan dalam lomba debat, akan ada yang berposisi sebagai tim yang pro dan akan ada pula tim yang berposisi sebagai tim yang kontra. Kedua regu akan tergiring untuk ‘berseteru’ karena harus mempertahankan pendapat masing-masing. Tim yang pro akan mempertahankan pendapatnya yang setuju dengan materi (mosi) yang disediakan oleh panitia. Dengan berbagai argumen, tim yang pro akan berusaha mempertahankan pendapatnya. Memang begitulah aturannya.

Sebaliknya tim yang berposisi sebagai tim yang kontra akan berusaha pula untuk menentang pendapat tim yang pro. Tim ini akan berusaha mengemukakann argumen-argumen yang akan mematahkan pendapat tim pro. Intinya, tim kontra sesuai posisinya akan memberikan pendapat ketidaksetujuannya terhadap pendapat tim pro sehingga kelihatan oleh tim juri bahwa pendapatnya lebih tepat dan lebih baik.

Bayangkan akan seperti apa sengitnya perdebatan ini. Jika panitia dan atau pelaksana tidak berkemampuan untuk mengendalikan suasana perdebatan yang cenderung emosional itu, maka dapat dipastikan bahwa debat itu akan mengarah kepada pertengkaran dan perselisihan pendapat. Padahal perbedaan pendapat dalam debat tidak harus mengarah kepada pertengkaran dan perselisihan. Pertengkaran dan perselisihan akan membawa peserta kepada permusuhan.

Itulah sebabnya, perdebatan yang terjadi dalam lomba debat harus mampu membuktikan dan menunjukkan kuatnya jalinan persahabatan antara satu regu dengan regu lainnya atau antara satu individu dengan individu lainnya. Panitia lomba diwajibkan membuat tata tertib yang akan membatasi peserta untuk melakukan tindakan yang mengarah ke permusuhan. Beberapa contoh sikap atau tindakan yang akan merusakan persahabatan misalnya, 1) menyerang masalah pribadi dalam menyampaikan argumen atau pernyataan; 2) berbicara dengan kasar, tidak senonoh atau sinis; 3) menyampaikan pernyataan yang mengandung SARA atau intrik permusuhan lainnya; 4) menimbulkan kegaduhan atau keributan yang mengarah ke permusuhan; dan beberapa hal lainnya harus jelas dan tegas dalam tata tertib dan ketentuan lomba.

Dalam lomba debat yang diselenggarakan Osis SMA Negeri 3 Karimun beberapa hari yang lalu itu, alhamdulillah sudah berjalan dengan baik. Saya menilai dan dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai persahabatan benar-benar diutamakan. Kemenangan yang diperjuangkan tidak sampai mendatangkan permusuhan antara satu regu dengan lainnya atau antara satu siswa dengan siswa lainnya. Nilai-nilai persahabatan benar-benar diperkuat.

Debat ini sudah benar dengan mengusung tema ‘Kemenangan Untuk Persahabatan’ yang dicanangkan sekolah itu. Persahabatan sesungguhnya memang jauh lebih utama dari pada apa pun dalam lomba debat itu. Syabasy, anak-anaku dan syabasy juga untuk para pengurus dan Pembina OSIS dan panitia!***
“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

1,119 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

M. Rasyid Nur

Menjadi guru (honorer) sejak tahun 1980, ketika masih mahasiswa. Selanjutnya menjadi PNS (aktif) sejak 1985 dengan SK TMT 01.03.1984 dan terus menjadi guru hingga sekarang. Insyaallah akan purna bakti pada 11.04.2017. Obsesi, "Berharap kehebatan murid melebihi kehebatan gurunya."

View all posts by M. Rasyid Nur →

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar