3

Lawatan Sejarah “KBTD Bojonegoro” ke Candi Badut Malang (+4)

Muhammad Alim May 24, 2017

Candi Badut merupakan candi yang terletak di Malang tepatnya di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Candi Badut ditemukan oleh pakar arkeologi pada tahun 1923. Candi Badut merupakan candi yang dibangun dengan latar belakang agama Hindu. Candi yang berlokasi di Desa Karangbesuki ini dibangun dari batuan andesit. Batu andesit merupakan batuan beku yang terbentuk dari proses pembekuan lava gunung merapi yang meletus. Candi Badut berada di ketinggian 508 M diatas permukaan laut. Purbatjaraka berpendapat bahwa Candi Badut dibangun atas perintah Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan. Candi Badut sering dikaitkan dengan prasasti dinoyo yang berangka tahun 682 Caka atau 760 M. Prasasti ini ditemukan di Desa Merjosari, Malang. “Isi prasasti menceritakan Raja Gajayana dari Kerajaan Kanjuruhan yang memperingati pembuatan arca Agastya dari batu hitam sebagai penganti arca Agastya yang dibuat dari kayu cendana” (Sedyawati dkk, 2013: 279). Namun ahli lain juga berpendapat, bahwa Candi Badut dibangun abad ke 10 Masehi (Anom & Kusman, 1991: 30). Candi Badut sebenarnya merupakan kompleks percandian yang dikelilingi pagar batu dan menghadap ke barat, terdapat sisa-sisa fondasi tiga candi perwara di depan candi induk (Anom & Kusman, 1991: 30). Di bilik utama tersebut terdapat lingga dan yoni, yang merupakan lambang kesuburan bagi umat Hindu. Sekeliling candi di dinding luar sisi utara tubuh candi terdapat arca Durga Mahisasuramardini yang tampak sudah rusak. Di sisi selatan seharusnya terdapat arca Syiwa Maha Guru dan di sisi timur seharusnya terdapat arca Ganesha. Keduanya sudah tidak ada lagi di tempatnya. Candi Badut juga terdapat relief Kinara dan kinari yaitu seekor burung dengan kepala manusia. Kinara dan kinari biasanya tergambarkan disekitar pohon kalpataru, namun di Candi Badut Kinara dan kinari membawa suling. Candi ini pernah dipugar di tahun 1925 – 1926, akan tetapi banyak bagian yang sudah hilang atau belum dapat dikembalikan ke bentuk asalnya. Atap bangunan utama, misalnya, saat ini sudah tidak ada di tempatnya. Hanya pelipit di sepanjang tepi atas dinding yang masih tersisa (Perpusnas, 2016).

Berikut lawatan sejarah KBTD Bojonegoro ke Candi Badut

 

Artikel ini dapat diakses di http://komunitasbtd.blogspot.co.id/2017/06/lawatan-sejarah-kbtd-bojonegoro-ke.html

354 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!