3

Kurikulum Pendidikan Anti Narkoba (+3)

Wijaya Kurnia May 6, 2015

Tahun 2015 ditetapkan oleh pemerintah sebagai tahun darurat narkoba. Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia berada dalam status darurat narkoba, karena ada sekitar 4,5 juta pemuda pengguna narkoba tidak bisa direhabilitasi. Bahkan dampak negatif narkoba tidak hanya merasuk ke lingkungan anak-anak muda, tetapi juga institusi-institusi. Di seluruh dunia terdapat lebih dari 200 juta orang pengguna narkoba dan dari jumlah tersebut ada 2%-nya berada di Indonesia. Berdasarkan penelitian kerjasama BNN dengan Universitas Indonesia pada Tahun 2011 terdapat 3,7 hingga 4,7 juta penyalahguna (2,2 %) dari seluruh populasi di Indonesia merupakan pemakai narkoba, yang terdistribusi atas 27% coba pakai, 45% teratur pakai, dan 27% pecandu tidak menggunakan jarum suntik dan 2% pecandu menggunakan jarum suntik (BNNP Jatim). Bahkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dimana pada 2015 diperkirakan jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa. Total kerugian akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 48,2 Trilyun meliputi biaya individu dan sosialnya (BNNP Jatim). Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba tidak hanya mengandalkan upaya penegakan hukum tetapi harus diimbangi dengan upaya pengurangan permintaan. Pemberian hukuman pidana penjara atau kriminalisasi korban penyalahgunaan narkoba bukanlah merupakan solusi satu-satunya. Kriminalisasi bukanlah akar permasalahan dari penyalahgunaan narkotika dan praktek kriminalisasi penyalahgunaan narkotika dapat menimbulkan masalah baru. Tempat rehabilitasi yang ada saat ini hanya bisa menampung 18 ribu orang sedangkan korban yang ada saat ini sebanyak 4,7 juta orang.
Penyalahguna narkoba sebagian besar diawali dari merokok dan minum-minuman keras. Hampir seluruh penyalahguna narkoba pernah merokok (98%) dan peminum alkohol (93%), sebagian besar mereka memulai merokok pada usia 12 tahun dan minum alkohol pada usia 16 tahun (BNNP Jatim). Pada usia tersebut rata-rata adalah pada masa sekolah yakni tingkat SMP dan SMA. Dari pelbagai penelitian, kalangan muda merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Umumnya, mereka sudah mengenal narkoba dalam rentang usia 10-19 tahun. Data itu diperkuat oleh penelitian Program Internasional Eliminasi Pekerja Anak (IPEC) Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2003. Dari hasil temuannya diketa¬hui, rata-rata seorang anak mulai mengenal narkoba sejak usia menginjak 13 tahun. Narkoba adalah ancaman terbesar generasi bangsa ini ke depan. Narkoba ibarat penjajah tanpa wajah yang siap untuk menghancurkan negara kapan saja. Menghadapi kasus narkoba di tanah air yang semakin marak, maka perlu bekerja sama, bahu-membahu dengan seluruh komponen masyarakat. Dukungan dan keikutsertaan organisasi masyarakat maupun badan penegakan hukum, badan kesehatan, sosial dan pendidikan yang terlibat dalam program pencegahan penyalahgunaan narkotika, sangat diperlukan dalam menanggulangi faktor-faktor berbahaya yang dapat mendo¬rong berkembangnya penyalahgunaan narkotika. Dari fakta tersebut maka perlu dilakukan langkah pasti untuk mencegah semakin maraknya penyalahgunaan narkoba. Salah satu langkah yang bisa ditempuh adalah dengan mengintegrasikan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba itu dalam kurikulum pendidikan.
Sekolah meru¬pakan lembaga yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk mempengaruhi kehidupan anak-anak sehari-hari. Sekolah yang merupakan lembaga pendidikan setidaknya mengemban 3 (tiga) fungsi, yaitu:
a. Fungsi reproduksi, bermakna eksistensi sekolah sebagai pembaharu dan mengubah kondisi masyarakat kekinian ke sosok yang lebih maju.
b. Fungsi penyadaran, bermakna sekolah bertanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat dan membentuk kesejatian diri sebagai manusia.
c. Fungsi mediasi secara simultan, bermakna sekolah sebagai wahana sosialisasi, pembawa bendera moralitas, wahana proses pemanusiaan dan kemanusiaan umum, serta pembinaan idealisme sebagai manusia terpelajar. Untuk itulah pendidikan memegang peranan amat penting dalam upaya membangun watak bangsa (nation character building) untuk menjaga kelangsungan hidup sebuah negara bangsa (nation state) sebagaimana yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional.
Sekolah menjadi lingkungan ke dua setelah keluarga. Hampir sepertiga dari waktu siswa dihabiskan di sekolah, maka sangat efektif apabila sekolah peduli dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Program pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah merupakan salah satu strategi yang sangat penting dan harus dilak¬sanakan secara komprehensif yang meliputi berbagai kegiatan belajar mengajar, kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstra kurikuler. Upaya pencegahan tersebut bisa dilakukan dengan mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ke dalam mata pelajaran berupa pembuatan perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKS dan Buku Siswa) yang memuat materi P4GN. Selain itu juga pembuatan panduan P4GN untuk guru bimbingan konseling (BK), Organisasi Intra Sekolah (OSIS), dan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta untuk kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul). Selain itu, para guru-guru juga harus terpanggil untuk bersama-sama memikul tanggung-jawab yang berat untuk melaksanakan program pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah. Untuk siap menjadi pendidik yang melakukan upaya pencegahan yang efektif, para guru perlu menguasai materi penyalahgunaan narkoba dan dapat mengintegrasikan dengan matari mata pelajaran yang diampunya. Selain itu juga perlu menggunakan teknik dan metode belajar-mengajar yang menarik sesuai umur atau tingkatan sekolah. Program pendidikan pencegahan narkoba yang efektif menggunakan proses kelompok interaktif dalam bentuk diskusi kelompok, simulasi, bermain peran, dan permainan kelompok, daripada menggunakan cara-cara tradisional yang bersifat ceramah yang kurang menarik perhatian dan partisipasi anak-anak. Dari integrasi materi P4GN dalam kurikulum pendidikan tersebut diharapkan lingkungan sekolah akan kondusif dan bersih dari penyalahgunaan narkoba. Berawal dari lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba diharapkan akan membawa dampak yang baik bagi lingkungan di sekitar sekolah yakni menciptakan lingkungan yang bersih narkoba. Program pencegahan narkoba di sekolah tidak dapat berdiri sendiri. Masyarakat, termasuk orang tua siswa adalah bagian integral dari sekolah dengan segala permasalahannya. Sekolah bisa membantu para orang tua siswa untuk mencegah anak-anak mereka dari penyalahgunaan narkoba dengan cara mendorong para orang tua untuk mengadakan strategi-strategi pencegahan di rumah serta membentuk jaringan orang tua untuk bersama-sama mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba.
Perlu disadari bahwa masyarakat tidak bisa serta merta menagih hasil pendidikan dengan cepat, sebab pendidikan bukanlah pabrik, tetapi pendidikan adalah upaya membentuk watak bangsa (nation character building) dan watak bangsa tidak bisa taken for granted (sekali jadi) tetapi pendidikan adalah long time infesment (investasi jangka panjang). Walau demikian setidaknya sekolah telah memulai langkah awal sebagai the agent of change terlibat dalam perang melawan narkoba melalui lembaga pendidikan, sebab no development without education and no education without teacher.

5,176 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. ngeri juga ya OM …. tantangan pendidikan kita memang bukan tidak bisa baca tulis lagi tapi moral anak-anak sudah menyedihkan, ditambah narkoba, sek bebas, dan rokok 🙂
    SEMOGA DARI DIRI KITA (guru) bisa lebih baik 🙂

  2. Tugas besar buat para pendidik. Inilah perlunya sistem among yang harus konsisten pada semua stikholder yang peduli pada dunia pendidikan. Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Lingkungan keluarga menjadi garda terdepan dalam pendidikan anak. Dan guru tentunya harus konsisten dalam sikap dan perilakunya !

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar