0

Konseling di Era Digital (+3)

Ninik Febriani May 19, 2013

Sebenarnya saya gak begitu yakin bahwa yang saya lakukan ini adalah proses konseling. Selama kuliah dan melanjutkan pendidikan menjadi konselor , selalu yang dibahas bahwa proses konseling adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh konselor dan konseli yang memiliki masalah. Dan proses konseling itu selalu dilakukan dengan cara tatap muka , agar konselor benar-benar mengamati verbal dan non verbal yang dilakukan oleh konseli nya begitu juga dengan konseli dapat melihat langsung apakah sikap dan perilaku konselornya benar-benar tulus ingin membantu konseli untuk menyelesaikan masalahnya. Memasuki abad 21 banyak hal yang berubah , dalam komunikasi tidak lagi harus dilakukan dengan tatap muka . Apabila masih berpikir secara konvensional ya memang komunikasi tanpa tatap muka tidak akan mungkin dapat dilakukan dengan efektif,dengan tatap muka saja terkadang komunikasi tidak menyentuh permasalahannya apalagi tanpa tatap muka.
Dalam hal ini saya ingin berbagi cerita tentang konseling ( sekali lagi saya gak begitu yakin yang saya lakukan ini adalah konseling)
Beberapa waktu yang lalu dan sampai hari ini saya sedang menangani suatu permasalahan yang dihadapi oleh salah satu siswaku , cukup menjadi perhatianku dan cukup menguras emosi dan energi ku, aku sangat berempati terhadap konseli ku yang satu ini . Aku merasa ada satu tantangan yang harus aku selesaikan dengan menangani masalah siswaku ini . Saat berada di sekolah , konseli ku ini agak dengan terpaksa apabila aku mengatakan ingin berbincang dengan dirinya, walau akhirnya dia datang juga bertemu aku diruangan ku . Tetapi aku bisa mengamati dari sikap tubuhnya ( non verbal ) dia kurang nyaman saat berbicara face to face dengan aku. Dan tantangan yang aku rasakan sebagai konselor adalah aku harus berpikir keras untuk bisa membuat konseliku ini percaya padaku , karena dalam pengamatan ku dia memiliki sikap curiga dan tidak percaya kepada orang dewasa . Meminjam pendekatan RET , untuk konseli ku ini dia menanamkan ( tanpa disadarinya karena latar belakang yang terjadi ) pemikiran irrasional kepada orang dewasa . Pemikiran irrasionalnya ditujukan kepada kedua orang tuanya yang menurut pemikirannya memiliki perilaku yang tak dapat dicontoh. Dengan dasar itulah , akhirnya pada semua orang dewasa yang dia temui dia memperlihatkan sikap acuh, menentang dan menarik diri . Sebagai konselornya aku selalu terbayang dengan sikapnya yang acuh saat kuajak bicara , walau dilain kesempatan dia sering menatapku lama seolah-olah ingin banyak berbicara .Singkat cerita aku mendapat ide untuk membuat satu tulisan lebih tepatnya puisi untuk konseli ku ini . Aku tulis dan terbitkan di note FB ku , setelah itu aku kirim sms kepadanya untuk memintanya membaca tulisan di noteku itu. Tidak berapa lama dia menjawab melalui sms ke HP ku yang mengatakan dia terharu dengan tulisan puisiku itu dan dia berterimakasih karena merasa diperhatikan. Dan beberapa hari kemudian mulailah terjalin komunikasi yang cukup baik antara aku sebagai konselornya dan dia sebagai konseli ku , melalui sms atau chating di jejaring sosial. Dengan latar belakang kegiatan ini aku mengatakan ini mungkin bukan proses konseling tetapi merupakan kegiatan konseling. Secara tehnik kegiatan ini tidak memenuhi kegiatan kriteria konseling tetapi secara tujuan aku sebagai konselor merasa proses yang kulakuan dengan memanfaatkan fasilitas tehnologi merupakan kegiatan konseling. Tujuan dari konseling kan adalah untuk membantu konseli menemukan, memahami ,mengembangkan potensi dirinya agar konseli mampu menyelasikan masalahnya dengan baik.Dan dari kegiatan yang kulakukan dengan konseli ini aku sebagai konselor berharap banyak ada hal-hal yang dapat membantu konseli ku untuk menyelesaikan masalahnya dengan potensi yang dimilikinya. Konselor hanya membantu konseli memahami masalahnya agar dapat menyelesaikan masalah dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh .

1,395 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar