13

KELIRUMOLOGI KURIKULUM (+4)

Wendie Razif Soetikno January 10, 2016

Rekan2 guru pasti mengikuti KILASAN SETAHUN KINERJA KEMDIKBUD 2015 yang bertema “Menguatkan Insan dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan dengan Semangat Gerakan” yang dipaparkan oleh Mendikbud Anies Baswedan pada tanggal 30 Desember 2015, dimana dinyatakan bahwa Kemdikbud akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kurikulum 2013 ……. buku KELIRUMOLOGI KURIKULUM (206 halaman) mengupas secara tuntas kesalahan Kurikulum 2013 …… ingin mendapat soft copy buku tersebut ?? …… inbox alamat email Bapak/Ibu guru …..

1,748 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (13)

  1. Avatar of Wendie Razif Soetikno

    Pak Anies dapat salah info dari bawahannya …… beliau bisa dituduh sengaja menghambat pelaksanaan Nawa Cita No. 8 : Pemerintah akan menata ulang kurikulum pendidikan nasional ……. peta jalannya adalah : lewat K2006 : guru bisa membuat silabus dan menentukan materi ajar sendiri, lalu bisa membuat diktat dan modul, sehingga siap masuk ke SKS (sesuai Permendikbud No. 158 Tahun 2014 Pasal 5 : sekolah terakreditasi A, dapat menerapkan SKS) …. lalu siap bersaing dalam MEA …. karena sekolah2 di Singapore, Philpina, Malaysia dll sudah menerapkan SKS sedangkan kita malah sibuk melanjutkan K13 yang menjadikan guru hanya bisa membuat RPP saja (PP No.32 Tahun 2013 Pasal 20)

  2. Avatar of Wendie Razif Soetikno

    Revolusi Mental bisa gagal total karena revolusi mental yang termaktub dalam Nawa Cita No.8 mensyaratkan PENATAAN ULANG KURIKULUM PENDIDIKAN NASIONAL

    Padahal dalam paparan Mendikbud Anies Baswedan tanggal 30 Desember 2015 disebutkan bahwa Kemdikbud akan tetap melanjutkan Kurikulum 2013 yang mengandung banyak sekali kesalahan itu

    Untuk menyamarkan penerapan K13 maka Kemdikbud menyiapkan peraturan baru yang mengubah nama K13 menjadi Kurikulum Nasional (disebut akan dilakukan revisi, padahal isinya sampai saat ini sama saja) sehingga kalau ada kritik ke Kurikulum 2013, Kemdikbud akan bilang : Kami menerapkan Kurikulum Nasional, bukan Kurikulum 2013 (pembodohan rakyat)

    Maka kita harus kawal agar revisi benar2 dilakukan sesuai keterangan pers Kapuskurbuk Dr Tjipto Sumandi tgl 7 Desember 2015

    Kurikulum 2013 disusun sangat tergesa-gesa sehingga mengandung banyak kesalahan, pemerintah baru punya program lain : Nawa Cita …. Nawa Cita No.8 : pemerintah akan menata ulang kurikulum pendidikan nasional, bukan melanjutkan barang basi yang banyak salah itu

    Kenapa disebut barang basi ? Karena

    1. Dalam lampiran Permendikbud No.57, No.58, No.59 dan No.60 Tahun 2014 Bagian II A dinyatakan bahwa hakekat dari Kurikulum 2013 itu adalah KBK (2004) yang sudah diganti menjadi Kurikulum 2006 karena bermasalah pada program penilaiannya

    2. Mendikbud M.Nuh sendiri sebenarna tidak mau meneruskan Kurikulum 2013, tapi mau ke SKS

    Kita juga harus ingat : Permendikbud No.158 tahun 2014 yang ditanda tangani oleh Mendikbud M.Nuh tanggal 17 Oktober 2014 : Isi ketentuan Pasal 5 : sekolah yang terakreditasi A, dapat menerapkan SKS (sistim kredit semester), bukan paket SKS seperti yang sudah diterapkan dalam kelas akselerasi dan mantan sekolah RSBI dulu, tapi sistim baku SKS seperti yang sudah diterapkan dalam sekolah-sekolah intenasional, sehingga kita dapat bersaing dalam MEA 2015 yang telah dimulai tgl 1 Januari 2016

    Mohon tidak bingung dengan pernyataan Mendikbud di depan DPR tgl 14 Des yang muncul di Kompas Selasa tgl 15 Des : pemerintah tidak akan kembali ke Kurikulum 2006

    Mendikbud Anies Baswedan lupa pada Permendikbud No. 160 Tahun 2014 yang ditanda tanganinya sendiri tanggal 11 Desember 2014 : di Pasal 1 dan Pasal 2 ayat 3 dinyatakan dengan jelas bahwa sekolah2 dapat kembali ke Kurikulum 2006

    Jadi bukan melanjutkan Kurikulum 2013 yang banyak salah itu, yang sekarang ganti baju dengan isi yang sama yaitu Kurikulum Nasional (pembodohan rakyat)

    Untuk memahami lebih lanjut tentang kekeliruan Kurikulum 2013, anda semua dapat menulis email anda di inbox, agar dapat dikirim soft copy buku KELIRUMOLOGI KURIKULUM (206 halaman)

  3. Avatar of Wendie Razif Soetikno

    Masih ada Pengawas yang gencar menginstruksikan penerapan Pedoman Penilaian sebagaimana tercantum dalam Permendikbud No.104 Tahun 2014, padahal permendikbud ini telah dicabut dengan diberlakukannya Permendikbud No.53 Tahun 2015 yang ditanda tangani Mendikbud : Anies Baswedan tanggal 11 Desember 2015 (tiga minggu yang lalu) ……. ini kali keenam pedoman penilaian diubah …… sampai kapan ?????

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!