3

Keampuhan Telegram bagi guru di pelosok (+2)

vera May 30, 2017

Topik : Peran Tekologi dalam proses Belajar mengajar Masa Kini.

Keampuhan Telegram bagi Guru dipelosok

Arti umum guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. peran guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari segi intelektualitas saja melainkan juga dari tata cara berprilaku dalam masyarakat. Oleh karena itu tugas yang diemban guru tidaklah mudah, guru yang baik harus mengerti dan paham akan hakekat sejati seorang guru.

Berdasar pada undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, disana dikatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utamanya mendidik, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Profesional dalam hal ini bukan hanya sebatas pada kemampuan intelektual guru itu sendiri, penguasaan materi sesuai mata pelajaran yang diampauh, akan tetapi profesional mencakup semua sendi yang diemban oleh guru. Guru wajib mengembangkan diir sesuai kemajuan yang ada, guru tidak boleh lengah dengan kemampuan yang telah dimiliki. Profesional juga diartikan sebagai kemampuan guru keluar dari zona nyaman yang selama ini banyak membelit guru. Kemampuannya mengajar dan menyampaikan materi dengan baik kadang dijadikan tolok ukur keprofesionalismenya, padahal semua itu adalah proses yang harus dilewati untuk menjadi profesional sebenranya, appatah lagi jika seorang guru telah memiliki sertifikat pendidik kadang menganggap dirinya sudah tidak perlu lagi mengembangkan diri.

Pada awal kemajuan teknologi, guru dipelosok sering merasa dianaktirikan oleh pemerintah pusat, hal tersebut dikarenakan akses informasi tidak sehebat yang ada saat ini. Saat ini guru baik muda maupun yang hampir memasuki usia purna bakti sudah mengenal internet, hampir semua desa yang ada di indonesia telah dipasangi pemancar wi-fi, sehingga jaringan internet bukan lagi penghalang dalam mengakses informasi yang seluas-luasnya. Belum lagi oleh para provider jaringan selular setiap harinya mengembangkan diri dengan menampilkan dan menyediakan paket-pakte data internet murah bahkan ada yang grtais.

Teknologi  saat ini berkembang sangat pesat, sehingga menimbulkan perbandingan lurus dengan mudahnya guru memperoleh informasi. Kementrian pendidikan dan kebudayaan terus berupaya mengembangkan aplikasi-aplikasi yang memudahkan guru untuk belajar mandiri atapun berkelompok melalui program-program yang dirancang untuk melihat keaktifan para guru di indonesia. Jika peserta didik dituntut lebih aktif dalam proses pembelajaran, sama halnya dengan guru, guru dituntut untuk lebih aktif dalam menggali informasi, dalam rangka mengembangkan dirinya, memperbaiki cara mengajarnya, dan yang paling utama adalah guru dituntut untuk mampu  mengembangkan pembelajaran dalam hal ini proses menjadi lebih bermakna.

Salah satu aplikasi yang saat ini banyak digunakan oleh para guru adalah aplikasi telegram. Diantara sekian banyak aplikasi pesan instan yang bertebaran di google play store, telegram adalah salah satu yang paling familiar di telinga guru karena nama telegram memang sudah lama kita kenal dan pakai jauh sebelum laptop dan android populer. Telegram mempunya user interface yang bersih dan mempunyai banyak fitur dan karena itu telegram sangatlah banyak digunakan orang di seluruh dunia saat ini. Telegram yang awalnya diprakarsai oleh dua bersaudara, Nikolai dan Pavel Durol, keduanya saling berbagi tugas, Nikolai Durov fokus pada pengembangan aplikasi dengan menciptakan protokol MTProto yang menjadi motor pada telegram sementara pavel bertanggung jawab dalam hal pendanaan dan infrastruktur melalui pendanaan digital fotress.

Telegram mulai diperkenalkan pada 14 agusts 2013 ke perangkat IOS, kemudian ke android pada tanggal 20 Oktober 2013. Dari segi interface, telegram mempunyai tampilan yang rapi, bersih, dan sederhana. Memiliki teks pesan yang stndar, juga memiliki fitur secret chat yang memungkinkan pesan bisa tersimpan secara rahasia yang hanya mampu diakses oleh si penerima dan pengirim pesan. Dari segi fitur, telegram juga tak kalah dengan aplikasi lain, misalnya :

  • Grup , sebagian besar aplikasi pesan instan memiliki fitur grup, akan tetapi yang membuat berbeda pada telegram adalah kemampuannya dalam menampung 5.000 lebih orang dan pesan yang dikirim di grup juga akan terenkripsi
  • Channel, fitur ini hampir mirip dengan fitur yang dipunyai Black Berry Massenger. Meski berbeda tipis dengan grup, channel dapat difungsikan untuk kegunaan yang lebih luas, misalnya untuk brand atau perusahaan. Disana mampu mendaapatkan anggota tak terbatas , menyebarkan informasi terbaru dan menjangkau anggota dengan cepat dan gratis.
  • Keamanan, telegram handal dalam hal kemanan. Mereka menerapkan skema enkripsi simetrik bernama MTProto.

 Fitur – fitur yang menjadi andalan pada telegram membuat banyak penggiat pendidikan beralih dari whatsapp ke telegram. Saat ini banyak sekali kegiatan online dallam bidang pendidikan terjadi di telegram, tentunya ini adalah berita gembira bagi semua guru yang ada di tanah air, dengan adanya telegram memudahkan para guru mengembangkan diri dengan bergabung dengan ratusan guru yang lebih dulu mendedikasikan dirinya sebagai pejuang pendidikan. Banyak sekali ilmu yang bisa diperoleh dengan bergaung pada grup-grup pendidikan, pada artikel ini akan saya tampilkan beberapa grup yang akan menjadi referensi buat guru yang sampai saat ini belum bergabung bersama para guru era digital.

 Mengapa telegram dipilih oleh sebagian besar penggiat pendidikan di indonesia, dan mengapa telegram dipilih sebagai kawan untuk berbagi ilmu?, tentunya karena telegram memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan telegram jika dibandingkan dengan aplikasi pesan yang lain diantaranya :

  • Telegram adalah aplikasi gratis dan akan terus gratis
  • Telegram mengirim pesan lebih cepat ( berbasis cloud)
  • Telegram lebih ringan ketika dijalankan. Ukuran aplikasi yang lebih kecil versi 3.1 untuk android
  • Telegram dapat diakses dari berbagai perangkat termasuk telepon genggam, tablet, komputer, laptop dll secara bersamaan
  • Telegram mengijinkan kita berbagi foto, video, file (doc, zip, mp3 dll) dengan ukuran maksimal 1,5GB perfile
  • Groups pada telegram memiliki kapasitas 200 orang yang dapat di upgrade menjadi 1000 orang
  • Fitur channel pada telegram mampu melakukan penyiaran ( broadcasting)
  • Fitur stickers pada telegram gratis dan cepat
  • Fitur bot, biasanya memiliki fitur Al (Artificial Intelegence/ kecerdasan buatan), sehingga mampu mengajar, bermain game, menginagtkan, menghubungkan.
  • Memiliki kemanan yang tinggi
  • Grup chat pada telegram lebih hidup dengan fitur replies, mentions, hastaghs, dan forward.

Berdasarkan semua kelebihan yang ada, maka sepatutnya telegram dan guru tidak bisa dipisahkan lagi. Pelatihan berbasis dunia maya sangat mudah diikuti oleh siapa saja guru yang mau mengembangkan profesionalitasnya. Beberapa grup yang sangat ini sangat aktif dalam berbagi didunia pendidikan dan memiliki program kerja dan tujuan yang jelas diantaranya adalah

 Selain grup yang ada di atas, masih banyak grup lain yang mempunyai tujuan yang sama yaitu bagaimana berbagi, dan saling bersilaturahmi dengan semua guru di nusantara. Sejak mengenal dan bergabung dengan semua grup tersebut, informasi dengan mudah diperoleh, sharing dengan sesama guru dan nara sumber menjadi tak ada jarak. Biaya yang dikeluarkan pun sangat murah, karena hanya dengan modal kuota internet guru suudah diperkenankan bertanya apa saja yang terkait dengan pendidikan.

Hal inilah yang menjadi keinginan oleh pemerintah dimana guru dituntut mengembangkan diri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Jika guru di indonesia khususnya yang berada di daerah terluar dan di daerah pelosok selama terjangkau jaringan internet, mampu menjadi pelopor buat guru yang lain, maka akan lebih mudah lagi mengembangkan potensi peserta didik melalui cara yang sama.

 Telegram inilah yang menjadi tempat “ curhat” bagi guru yang jauh dipelosok untuk tahu perkembangan pendidikan, bertanya banyak hal berbagi banyak hal, Guru sebagai pelopor diharapkan mampu menggiatkan media sosial dalam hal-hal posistif bersama peserta didik dan orang tua, agar pendidikan tidak lagi ada batas dalam mengakses informasi pendidikan.

 Diharapkan apa yang dilakukan guru di Nusantara melalui telegram, mampu disadur secara sistem oleh guru kepada para peserta didik, sehingga batasan antara waktu dan tempat oleh guru dan peserta didik semakin berkurang, kemampan telegram menjadikan aplikasi chat yang mampu menjawab tantangan zaman, khsusunya mampu menjadi penghubung bukan hanya antara guru dan peserta didik dalam hal materi, tetapi dengan orangtua sebagai alat kontrol keaktifan anak. selain itu melalui pembelajaran  Berbasis teknologi seperti ini diharapkan pula guru sebagai pelopor internet sehat, menjadikan media sosial berfungsi secara positif, sehingga guru mampu menjadikan diri sebagai teladan pemnafaatan internet sehat dan berkualitas.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru 2017

3,254 total views, 9 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. dulu sy pakai whatsapp kemudian beralih ke telegram, kerena teman2 banyak yang pakai whatsapp dan lebih ringan aplikasinya akhirnya lebih sering pakai whatsapp

    dengan pencerahan mbak vera jadi pingin lagi nih telegram

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar