Artikel Pilihan

Pengumuman Pemenang Artikel Pilihan 3 Besar di Bulan Juni 2014

Assalamualikum Wr. Wb. Selamat siang guraruers, semoga sehat selalu dan…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Pengumuman tema tulisan bulan Juli 2014 di guraru.org

Selamat pagi guraruers, Semoga kebahagian dan keberkahan selalu tercurahkan kepada…

Selengkapnya

Artikel Pilihan

Membuat Quiz Matematika Online Alternatif Dengan That Quiz

Semakin berkembangnya dunia IT merambah juga pada dunia pendidikan. Sekarang…

Selengkapnya

Lain-lain
Home > Lain-lain […] Teknologi > KARTU-KARTU BILANGAN AJAIBKU

KARTU-KARTU BILANGAN AJAIBKU (+2)

Penulis: atiks_ceria
Kategori: Lain-lain […] Teknologi

Alat peraga merupakan salah satu komponen penentu efektivitas belajar. Alat peraga mengubah materi ajar yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik. Penyediaan perangkat  alat peraga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan siswa belajar, sesuai  dengan tipe siswa belajar.
Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi  seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.
Mengapa alat peraga penting sekali dalam dunia pendidikan? Menurut Andang Ismail
(Dosen MK. Permainan Edukatif dan Media Pendidikan Anak Creativogenic Program S1 Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) )
Hal itu karena alat peraga:
1. Alat peraga dapat melatih konsentrasi anak
2. Dengan adanya alat peraga dapat mengajar dengan cepat.
3. Dapat mengatasi keterbatasan waktu dalam mengajar.
4. Dapat mengatasai masalah keterbatasan tempat.
5. Dapat mengatasi masalah keterbatasan bahasa.
6. Dapat membangkitkan emosi siswa.
7. Dapat menambah daya pengertian.
8. Dapat menambah ingatan murid.
9. Dapat menambah kesegaran dalam mengajar.
Dan tentunya masih banyak lagi manfaat penggunaan alat peraga dalam pembelajaran.
Pada tingkat sekolah dasar khususnya kelas 1 tentunya tipe anak-anak ini masih senang dengan bermain. Untuk itu sebagai seorang guru yang kreatif harus berusaha semaksimal mungkin bagaiman caranya siswa-siswanya mampu memahami pelajaran yang diajarkan dan dikemas dengan menyenangkan dan menarik.
Cara belajar yang monoton membuat siswa akan cepat merasa bosan, tetapi bila disampaikan dalam bentuk berbeda-beda akan memberikan kesegaran siswa dan menambah Susana belajar semakin menarik dan menyenangkan. Penggunaan alat peraga harus bervariasi, supaya di tengah suasana yang segar dan menyenangkan murid dapat mempelajari kebenaran dengan lebih efektif.
Misal dalam pembelajaran matematika, di kelas 1 siswa harus mampu menyebutkan bilangan dari 1 sampai 100. Tentunya hal ini tidak mudah bagi mereka jika penerapannya tidak secara langsung mereka alami. Karena anak-anak usia kelas 1 pemikirannya masih bersifat konkrit dan holistik. Sehingga diperlukan pembelajaran yang berbeda agar menarik dan mereka bisa langsung memahaminya. Untuk itu dengan menciptakan alat peraga atau media tentunya akan memudahkan mereka dalam belajar.
Media atau alat peraga tidak harus guru yang membuat, siswa juga bisa disuruh membuatnya. Seperti yang saya lakukan pada siswa-siswa saya. Pada pelajaran matematika siswa harus mampu menyebutkan angka 1 sampai dengan 100. Pada pelajaran ini siswa yang membuat media itu sendiri, guru memfasilitasi bahan-bahannya. Di sini saya menyiapkan kertas asturo yang sudah di bentuk aneka buah-buahan dan di berikan ke anak-anak.
Proses pembelajarannya sebagai berikut:
1. Anak-anak di bagi dalam beberapa kelompok dengan cara berhitung 1 sampai 4.
2. Kelompok 1 yang dapat angka 1, kelompok 2 yang dapat angka 2. Begitu seterusnya sampai angka 4.
3. Guru membagikan kertas asturo yang sudah digambar buah-buahan ke masing-masing kelompok
4. Masing-masing kelompok mengunting kertas asturo tersebut.
5. Setelah semua kelompok selesai menggunting, materi pertama mengenal bilangan guru memulai dengan menginstruksikan angka 1 berarti buah nya berjumlah 1( mengambil 1 kartu buah) angka 2 mengambil 2 kartu buah, begitu seterusnya sampai bilangan 100.
6. Poin 5 diatas dapat dilakukan dengan secara cepat sehingga permainan semakin menarik dan anak-anak juga semakin cepat mengambil kartu-kartunya.
7. Materi ke 2 pada penjumlahan dan pengurangan bilangan kartu-kartu yang siswa buat dapat dijadikan media sehingga siswa dapat lebih cepat memahami materi.
Kartu-kartu ajaib ini bisa digunakan untuk apa saja, selain mengenal bilangan, anak-anak juga dapat menggunakannya untuk materi bilangan yang lain. Dalam hal ini anak-anak sangat antusias dan menyukai permainan ini, apalagi kartu-kartu tersebut adalah karya mereka sendiri.
Alat permainan yang baik diharapkan mampu menjadi sarana yang dapat mendorong anak bermain bersama, mengembangkan daya fantasi, multi fungsi, menarik, berukuran besar dan awet, tidak membahayakan, disesuaikan dengan kebutuhan, desain mudah dan sedrhana, serta bahan-bahan yang digunakan murah dan mudah diperoleh.
Sebagai seorang guru tentunya tidak berhenti hanya disatu karya saja akan tetapi berusaha sebanyak mungkin menciptakan karya-karya inovatif dan kreatif yang akan bermanfaat sekali dalam dunia pendidikan.
 

422 total views, 1 views today



Harap login untuk Vote UP postingan ini.


  1. Avatar of Botaksakti

    alat peraga semacam itu tentunya memerlukan waktu sendiri untuk membuatnya. Dan tentu saja, hanya guru-guru yang ikhlas yang mampu mengerjakannya. Salut, Bu! Semangat untuk terus berkarya! Salam hormat!

    Botaksakti Komentar pada June 9, 2012 2:02 pm

  2. Avatar of Pengelola Guraru

    Setuju bu @tsaqib, alat peraga memang sangat dibutuhkan untuk anak-anak… :)

    Pengelola Guraru Komentar pada June 9, 2012 4:19 pm

You must be logged in to post a comment.

Panduan

Mari bergabung dengan Guru Era Baru! Baca panduan disini.

Panduan Bergabung

Klik Disini
Dr. Acer

Punya pertanyaan seputar komputer dan produk Acer lainnya?

Tanya Dr. Acer

Submit