1

Karena Kita Guru (+2)

Asih Pujiariani May 31, 2017

Belajar melalui MPI
Belajar lebih mudah dan menyenangkan dengan MPI

Beberapa waktu lalu Saya berbincang dengan seorang rekan pendidik. Sekedar basa-basi awalnya, (mungkin beliau sedikit penasaran karena dua tahun lalu Saya menjuarai lomba Pembuatan Blog Guru juga lomba pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif tingkat provinsi, dan dan tahun berikutnya menjadi finalis lomba Inobel, juga dengan bekal MPI yang saya buat) namun di akhir dialog ada komentar Beliau yang rasanya “Mak jleb…..” di hati. Beliau berkata “Guru kok senenge dolanan komputer (Guru kok senangnya main komputer)”. Kalau kata-kata tersebut Beliau ucapkan dengan nada bercanda tentu tidak masalah, namun ekspresi Beliau bukan ekspresi canda, karena itu kata-kata tersebut jadi terasa gimana gitu……

Sebenarnya untuk saya pribadi, perkataan Beliau nggak penting. Komentar seperti itu tidak akan membuat saya berhenti “main” komputer, selama saya melihat kegiatan tersebut penting dan bermanfaat. Tapi berhubung Beliau seorang tenaga kependidikan, yang juga adalah pengajar, kata-kata beliau sepertinya perlu sedikit dikoreksi.

Jujur saya akui, “main komputer” adalah salah satu hobi saya sekarang (catatan: bukan main game di komputer lho!!!!!), dan kegiatan tersebut menjadi salah satu hobi saya justru sejak saya jadi guru.

Kenapa?
Karena saya guru!
Karena saya seorang guru yang mengajar di era digital, dan siswa saya adalah anak-anak generasi era digital, yang lebih akrab dengan gadget dari pada layang-layang dan mobil-mobilan, yang lebih sering buka Facebook dari pada buku cerita atau komik. Karena saya guru, saya harus lebih “melek IT” dari pada siswa-siswa Saya.

Tentu penting juga mengalihkan anak-anak dari gadget ke dunia yang sebenarnya yang penuh keceriaan. Kita perlu membuat anak-anak kembali berlari, bersepeda dan berkejar-kejaran, tapi bukan berarti kita harus anti teknologi bukan? Perkembangan teknologi informasi demikian pesatnya, mau tidak mau Kita harus berubah, karena akan sia-sia saja jika melawan arus….., dan mengapa mesti berkutat pada cara-cara lama, jika ada cara baru yang lebih memudahkan urusan Kita? Mengapa tidak Kita gunakan teknologi untuk membantu anak-anak Kita belajar?

Dunia sudah tak sama lagi Saudara!
Jika jaman Saya kecil dulu, acara televisi paling menarik adalah “Cerita Si Unyil” yang hanya tayang seminggu sekali (dan tidak tayang jika ada pertandingan tinju), sekarang… dari pagi buta sebelum matahari terbit hingga malam, berbagai serial kartun silih berganti di televisi.
Jika dulu jaman saya kecil, boneka yang bersuara dan mobil-mobilan tamiya sudah dianggap mainan paling canggih, sekarang dari game yang unyu-unyu sampai berbau kekerasan tak bisa dihitung dengan jari, bahkan tetap tak akan cukup meskipun kita pinjam jari siswa-siswa kita.
Sekali lagi, “Dunia sudak tak sama lagi saudara!”

Jika anak kita suka facebook, mengapa tak jadikan facebook sebagai sarana belajar?
Jika anak kita suka browsing, mengapa tak kita sediakan web yang berisi konten pendidikan?
Jika anak suka kartun, mengapa tidak kita buat pembelajaran melalui kartun?
Jika anak kita suka gaming, mengapa tidak kita buatkan game edukasi?
Jika anak kita suka broadcast di Youtube, mengapa tak kita fasilitasi untuk broadcast yang edukatif?

Karena Kita guru mereka, salah satu tugas kita adalah mengajar, membimbing, dan memfasilitasi mereka agar dapat berkembang secara optimal, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dengan positif. Lalu bagaimana bisa, kalau kita sendiri ” Tidak Melek IT”?

Karena kita guru, Kita harus terus belajar. Belajar agar dapat mengajar lebih baik.
Asal kita mau belajar saja, tak perlu susah-susah mencari materi, ada seabrek di internet.
Kebingungan belajar sendiri? Ada berbagai pelatihan online, dari mulai pelatihan pembuatan blog, Buku Digital, Kelas Maya, Whiteboard Animation, 3D Animation, Pembuatan Game, Komik Digital, tinggal daftar, tim mentor yang sabar akan membimbing Kita, gratis lagi!

Salah satu penyelenggara pelatihan online yang sering saya ikuti adalah SEAMOLEC. Berikut ini adalah contoh video yang saya buat sebagai tugas dalam pelatihan online yang Saya ikuti:

YouTube Preview Image

Video di atas saya buat berdasarkan materi yang saya peroleh dalam pelatihan Pembuatan Komik Digital. Sofware yang di gunakan adalah Cartoon Story Maker. Dengan software tersebut, saya bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih menarik. Meskipun sangat sederhana, saya yakin akan lebih menarik bagi anak-anak, untuk menyimak penjelasan dalam pelajaran Bahasa Indonesia tentang tata cara berwawancara melalui komik digital tersebut, dibandingkan jika Saya sampaikan dengan metode ceramah saja.

Kalau video berikut ini merupakan cuplikan MPI yang saya buat dan meraih juara II dalam lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktif tahun 2014 yang diselenggarakan LPMP Jawa Tengah.

YouTube Preview Image

MPI tersebut saya buat hanya dengan POwerPoint, digunakan untuk belajar membaca permulaan, dan saya kemas dalam bentuk game sederhana, sehingga menarik untuk anak-anak.

Dua video di atas merupakan salah satu bukti, bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu anak belajar. Karena itu saya suka main komputer. Karena dengan main komputer saya berharap bisa menjadi guru yang lebih baik.

Jadi, apa salahnya “Main” Komputer?

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

158 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!