29

Jenis guru seperti apakah kita ini ? (+7)

tutuk jatmiko September 6, 2013

guru mengajar
Menjadi seorang guru bagi banyak orang adalah sebuah profesi yang sangat membanggakan . Meskipun diantara kita mungkin masih menganggap bahwa profesi ini hanyalah sebuah takdir biasa. Sehingga kadang kita menjalani profesi yang sangat luhur ini dengan biasa-biasa saja. Berdasarkan pengalaman selama menekuni profesi sebagai guru, ada 3 (tiga) jenis GURU yang ada disekitar kita.
Yang pertama adalah guru ideal yaitu seorang guru yang memandang profesi yang dijalankan sebagai profesi yang sangat terhormat. Yang senantiasa membuat guru berinovasi setiap saat tanpa henti. Selalu menginginkan perubahan dari waktu ke waktu dalam dirinya sebagai salah satu ibadah yang harus dipertanggungjawabkan saat kita dipanggil olehNYA nanti. Guru jenis ini lebih meyakini bahwa apa-apa yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan kepada sang pencipta.Sehingga hari-harinya diisi dengan semangat untuk menjadi yang terbaik. Masa lalu selalu menjadi referensinya dimasa sekarang. Apa yang kurang dimasa lalu merasa wajib dibenahi sekarang juga. Demikian juga apa yang dikerjakan sekarang diharapkan akan membuahkan hasil yang lebih baik dimasa mendatang. Segala sesuatu dilakukan dengan ikhlas tanpa pamrih dari sesama.
Yang kedua adalah guru biasa yaitu seorang guru yang memandang profesi guru tak lebih dari sebuah nasib atau takdir yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Sehingga guru jenis ini akan menjalankan tugas sehari – hari sebagai rutinitas biasa tanpa perubahan yang berarti dari waktu kewaktu. Guru jenis ini lebih meyakini bahwa pertanggungjawaban hanyalah kepada atasan.Kehadirannya disekolah terutama dikelas tidak lebih dari “hanya” menjalankan beban tugas jam wajib mengajar.Kekurangan dan kelebihan yang dilakukan tidak pernah dirisaukan.Tiada pernah mengingat masa lalu. Apalagi merencanakan perbaikan dimasa mendatang.
Yang ketiga adalah guru celaka yaitu seorang guru yang menjalankan profesi guru sebagai sampingan atau tidak menganggap profesinya sebagai yang utama. Bahkan lebih ekstrim lagi kehadiran didepan siswa dianggap sebuah siksaan dan sebuah formalitas belaka. Hadir hanya pada awal bulan bahkan kehadirannya lebih kecil dibandingkan dengan ketidakhadirannya. Guru jenis ini menilai sebuah tanggung jawab bukan suatu keharusan, sehingga apa yang dikerjakan sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.Profesi guru kadang dianggap sebagai pelampiasan karena tidak ada lagi pekerjaan lain. Sangat ironis.
Dari uraian diatas, kira-kira jenis atau kelompok guru yang manakah kita ini ? Atau mungkin ada jenis atau kelompok guru yang lain ? Bagaimana menurut anda ?

 

 

Salam Perubahan

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

3,617 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (29)

  1. Saya jadi teringat dengan gurauan teman saya, hampir sama dengan yang bapak ceritakan hanya beda istilahnya saja yaitu ada guru nyadar, guru bayar dan guru nyasar. Maksudnya sendiri ya….seperti yang bapak ceritakan di atas. Mudah-mudahan kita termasuk guru nyadar untuk menjadi guru ideal.

  2. Saya jadi teringat dengan istilah2 yang saya pernah dengar bbrp waktu yang lalu seperti Guru Wajib, Guru Sunnah, Guru Mubah, Guru Makruh, bahkan Guru Haram. Pokoke mirip2 deh dgn apa yang dibahas oleh Pak Tutut. Tapi, yang terpenting semoga kita (para guraruers) termasuk dalam kategori Guru yang mau terus belajar, tidak pernah puas serta selalu low profile. Amin! Trims atas artikelnya!

    Salam Guraru! 🙂

  3. Mau pasti menjadi guru yang baik dalam istilah ideal. Masalahnya apakah sudah mampu menjadi guru ideal? kalau sudah, bisakah bertahan? Ini juga satu pemikiran yang penting. Artikelnya memberi informasi yang baik buat kita para guru. salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar