15

Introspeksi Tentang Integritas Guru (+8)

Bu Etna @gurutematik July 1, 2014

Bulan Ramadhan merupakan peluang bagi kita untuk mengadakan HIJRAH, meningkatkan diri dalam segala aspek kehidupan. Insya Allah belajar sepanjang hayat tak pernah terlupakan. Saya terinspirasi artikel pak Rasyid bahwa Bulan Ramadhan adalah Bulan Berguru. Ketika itu saya merespon artikel beliau dan dengan kesadaran penuh saya menyatakan bahwa Ramadhan adalah Bulan Puncak Pendidikan. Dalam Long Life Education, Ramadhan Insya Allah sebagai Puncak Pembelajaran siapa saja dan di mana saja. Pada kesempatan ini saya ingin menguraikan instropeksi terhadap Integritas Guru.

Sesuai dengan branding @gurutematik, saya bermaksud untuk berbagi pengalaman yang berhubungan dengan integritas guru. Pemikiran tentang istilah integritas ini membuat saya ingin menulisnya sejak adanya Kurikulum 2013. Walau sudah purna tugas, saya masih mengajar, membuka sekolah gratis sederhana di rumah dan di mana pun yang memungkinkan. Insya Allah secuil pengalaman ini dapat menginspirasi pembaca. Tepatnya, pengalaman ini saya tulis sebagai self-assessment, sekaligus ajakan dalam menyikapi penerapan kurikulum baru.

Kurikulum 2013 ini bersifat tematik integratif. Pembelajaran tematik integratif ini mendorong saya untuk menyisihkan waktu, membaca, belajar, dan menulis tentang hal-hal yang terkait dengan maksud dan tujuan kurikulum tersebut. Subhanallah, ternyata pembelajaran ini dilaksanakan oleh negara-negara lain, hampir seluruh dunia menerapkannya. Pembelajaran ini sesuai dengan tantangan pasar dunia abad ke 21. Hal ini menunjukkan bahwa kita tak ketinggalan dibanding negara lain. Tentunyalah kalau kita melaksanakan kurikulum baru ini dengan benar. Dalam hal ini saya hanya fokus pada nilai positifnya, berpikir positif, menerapkannya secara bertahap, dari hal yang kecil, penting, dan kita BISA melakukannya berdasarkan ke 4 kompetensi guru yang secara bertahap telah dan sedang kita tingkatkan terus kualitasnya.

“Integrity means that you do as you say, not simply telling the students to act one way while you act another.” Kalimat yang saya kutip ini artinya amat penting bagi kita. Ketika kita sebagai guru telah memiliki “Integritas” yang berkualitas tinggi, tentulah kita selalu “Melakukan” sesuatu seperti apa yang kita “Katakan.” Kita tidak hanya meminta siswa untuk melakukan sesuatu, sedangkan kita sendiri tak melakukannya, bahkan yang kita lakukan berbeda dengan perkataan kita. Salah satu kemungkinan yang terjadi, sebagian siswa telah belajar dan menemukan sesuatu, kita malah tidak tahu sebab belum melakukannya. Ketika kita menyadarinya, kita merasa malu dan kita belajar dari temuan siswa. Sejak itu kita selalu berupaya untuk belajar hingga paham dan siap melaksanakan pembelajaran bermakna. Alangkah bahagianya sebagai guru yang demikian, menyadari bahwa ilmu yang diajarkan juga tak boleh salah dan ketika ada kesalahan, harus segera diralat. Indahnya menjadi guru, ketika setiap siswa menyukai kita, mempercayai kebenaran ilmu kita.

Dahulu saya terlalu kaku menjadi guru. Sering emosi ketika ada siswa yang kurang perhatian atau ada siswa yang memang tergolong nakal dan sudah diketahui oleh semua guru. Ketika itu saya ditakuti siswa, pembelajaran menegangkan, nafas panjang terdengar ketika saya keluar dari kelas, dan banyak kejadian lain yang menggambarkan rendahnya integritas saya. Alhamdulillah secara bertahap saya dapat terus meningkatkan diri. Kata-kata “DO AS YOU SAY” pernah ditujukan kepada saya ketika mengajar di Malaysia. Kata-kata itu juga pernah saya dengar ketika kuliah di London. Mr. Martin Monk, ya beliau yang mengatakan itu pada seorang teman saya dari Palembang. Saya tergetar dan hingga saat ini kejadian itu tak terlupakan. Ternyata setelah saya merenungkan kata-kata itu, saya telah mendengarnya sejak kecil. “Kau kelak ingin jadi apa?” terngiang pertanyaan ibuku. “Jadi guru.” “Bagus sekali, jadilah gurunya siapa saja, di keluarga dan di pekerjaan nduk (nak), “As a teacher, DO AS YOU SAY.” Ibuku juga mengajar bahasa Inggris, Belanda, dan Jawa. Alhamdulillah, terima kasih ibu, saya telah menjadi guru dan telah melaksanakan pesan ibu. Insya Allah “Do as you say” akan terus saya laksanakan sepanjang hayat.”

Berikut ini suatu acuan yang mungkin dapat mendorong kita untuk berbuat yang sama dengan guru-guru di negara lain.

Gambar 1: Penerapan pendidikan karakter yang bagus Insya Allah mampu memberikan solusi terbaik terhadap masalah sikap siswa, sehingga dapat meningkatkan hasil pendidikan bangsa.

integritas guru 01

Gambar 2: Integritas yang tinggi dari seorang pendidik adalah selalu melaksanakan pendidikan (pembelajaran) dengan benar, sesuai hati nurani, berdasarkan kurikulum tersurat dan tersirat, melakukan apapun sesuai dengan yang dikatakannya, kapan saja, di mana saja, baik sedang sendiri, dengan keluarga, siswa, atau dengan siapa saja. Insya Allah  kita bisa.

integritas guru 02

Bangsaku di mana saja berada, marilah kita sambut kurikulum 2013 ini dengan persiapan diri yang optimal. Untuk menghadapinya, kita dituntut agar “Melek IT”, sebab era cyber ini segalanya serba digital. Siswa kita telah jauh mengenal dan pandai mengoperasikannya. Pembelajaran tematik integrasi ini sumber belajarnya telah siap di dunia maya. Oleh sebab itu guru tak lagi menulis materi di papan, atau menjelaskan teori panjang lebar, namun kita ajak siswa memanfaatkan sumber belajar itu untuk dibahas, dianalisis, disimpulkan, diaplikasikan dalam hidup. Dengan IT Insya Allah pembelajaran tematik ini lebih lancar untuk menuju sukses. Secara bertahap, marilah kita tingkatkan kualitas integritas guru untuk menghadapi tahun ajaran baru 2014 – 2015 ini. Bulan Ramadhan ini Insya Allah benar-benar bermakna bagi kita untuk HIJRAH, mengadakan peningkatan sesuai perubahan jaman. Semoga secuil introspeksi ini dapat menginspirasi. Amin.

4,310 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (15)

  1. Terimakasih bunda dan ijinkan saya memanggil buunda kata orang madura ,untuk panggilan ke orang yang lebih tua dan terimaksih petunjuknya dan pasti saleh tunggu tulisan lainnya dan saleh copy dan disimpan pas luang dibaca .

  2. Ya pak Saleh, silakan. Marilah bersama melakukan HIJRAH agar kesiapan melayani bangsa dpt optimal. Ramadhan adalah momentum yg amat penting bagi bangsa untuk menghadapi dan menyikapi perubahan pendidikan abad ke 21 ini dg meningkatkn INTEGRITAS dan MELEK IT. Insya Allah kita BISA. Salam perjuangan.

  3. Subhanallah, terima kasih sharingnya bunda. Sangat bermanfaat bagi ita yg msh bljr tematik. Bukan zamannya lagi guru sekedar memberi perintah dan marah 🙂 ita msh bljr utk pljrn prakarya karena insya allah thn ajaran br mengajar dgn kur13. Bunda selalu memberi semangat utk terua bljr 🙂

  4. Alhamdulillah bu Ita, saya senang mendengarnya. Walau sudah pensiun, saya tetap merasa bertanggung jawab untuk Hijrah, mengikuti perubahan jaman. Insya Allah kita dapat bersama melayani bangsa dengan optimal. Pendidikan abad ke 21 adalah tematik, sehingga integritas guru harus tinggi dan melek IT. Begitulah tuntutan pasar dunia. Salam perjuangan.

  5. siswa kadang mengeluh dengan jam pelajaran matematika yang terbagi 2, ada matematika wajib dan matematika peminatan….kdang mereka guyon… saya tdk minat matematika bu, kenapa hrus dipisah ada wajib dan ada minat….gabung saja… hehehehe

  6. Di negara lain juga spt itu bu. Peminatan itu pilihan sesuai minat. Bukan paksaan. Sblm kur diterapkn secara lengkap hal2 spt itu hrs dijelaskn kpd siswa dan ortu. Kpl sekolah seluruh stick holder trmsk bk wali kls setiap guru hrs paham dan ikut penjelaskn pd siswa dan ortu. Kita smua hrs hijrah bu utk meningktkn diri. OK thx. Salam.

  7. Terimakasih bunda Etna atas sharingnya. Artikel ini menjadi instrospeksi buat kita semua apakah kita sudah memiliki integritas yang baik sebagai seorang guru. Guru harus mampu menjadi panutan/contoh yang baik, mampu melaksanakan tugas kedinasannya dengan baik, amanah dan bertanggungjawab.

    Pendidikan karakter sangat penting untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki berkarakter baik, berakhlak terpuji, berbudi luhur dan santun.

    Salam hormat bun,

  8. Sama-sama pak Sukani. Iya pak, karakter bangsa yang terpuji, Insya Allah pencapaian akademik meningkat pula. Kasih sayang, bersenyawa menyatu dengan siswa, akan meningkatkan integritas guru dan memudahkan guru melaksanakan pembelajaran tematik integratif. Thx responnya. salam.

  9. Vote buat Bunda Etna…! Yap…semangat “HIJRAH” layak dikedepankan oleh para guru di Bulan Suci ini untuk memposisikan diri kita untuk menjadi lebih baik. dalam kontes keguruan, maka selayaknya kita bergerak ke arah kemajuan untuk menjadi guru yang berIntegritas, guru yang amanah, guru yang melek IT, dan tentunya guru yang selalu Introspeksi diri sebagai modal perbaikan ke depannya. Subhanalloh…terima kasih Bunda Etna atas wejangan berguna ini! Salam Takzim ! 🙂

  10. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih pula atas penguatan bpk. Insya Allah kita bisa menjadi guru di mana saja, mulai diri sendiri, keluarga, anak didik, dan masyarakat. Berapapun kadar yang telah kita capai, alangkah bahagianya kalau kita dapat menyadari akan pentingnya HIJRAH di setiap bln suci Ramadhan, sebagai puncak pendidikan segala aspek kehidupan. Insya Allah kita bisa. Salam Ramadhan, maaf lahir bathin.

  11. Artikel ini sudah saya ketika awal dipublish Bunda Etna. Saya terkesima membacanya dan ingin segera mengomentarinya. Tapi tidak jadi. Saya tahu, tulisan ini pasti akan ‘ngkaring’ lama di halaman guraru. Isi dan cara menguraikannya sangat menarik. Saya menunggu saja komentar teman-teman yang saya yakin pasti akan banyak yang mengaguminya. Sampai malam ini, saya sudah baca tiga-empat kali tulisan ini. Karena Bu Etna menyebut nama saya, jadi begitu senang dan takutnya saya. Akhrinya malam ini saya menulis komentar ini. Intinya, catatan pengalaman ini benar-benar bermanfaat buat kita guru. Apalagi saya yang ‘cemburu’ kepada Bu Etna yang jauh lebih senior tapi begitu sangat bersemangatnya. Tentu saja karena integritas yang begitu tinggi dimilikinya. Ok, selamat terus memberi motivasi Bu Etna. Saya doakan semoga senantiasa sehat fresh amin.

  12. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih banyak atas support bpk thd pentingnya HIJRAH dipuncak pembelajaran sgl aspek dlm bln nan suci ini. Insya Allah bpk berkenan bersama-sama memanfaatkn moment penting di bln ini utk hijrah total. Saya percaya bpk sdh membacanya. Sekali lagi thx so much. Salam takzim.

  13. Pak Rasyid, respon balik saya tadi mlm itu rasanya kurang lengkap. Saya terfokus pada ajakan HIJRAH. Jujur sebenarnya saya menunggu respon bpk namun tak kunjung datang. Saya ingat bhw bpk sdg sibuk mengikuti diklat online IT angk ke 3. Namun saya yakin bhw bpk membaca tanpa merespon hehehe. Akhirnya muncul juga responnya. Banyak hal dlm tulisan di atas yg ingin saya integrasikan agar pembaca dpt merasakan pentingnya integrasi antar konsep ketika kita berpikir, menulis, maupun berbicara kpd siapapun dlm konteks apapun, apalagi dlm pembelajaran. Itulah pembelajaran tematik dlm kur 2013. Oleh sebab itu integritas guru hrs tinggi. Namun maaf tulisan saya masih sederhana belum spt tulisan bpk. Hehehe. Motivasi bpk amat bermakna. Thx. Salam takzim.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar