4

Ibu Kembali Ke Rumah (+3)

kasmadi December 3, 2014

Pemerintah mengambil kebijakan mengurangi jumlah jam kerja untuk wanita pekerja sebanyak 2 jam. Langkah ini baik untuk wanita terutama yang sudah berkeluarga untuk mempunyai banyak waktu memperhatikan dan mendidik putra putrinya. Mengaca pada kondisi kekinian generasi muda Indonesia yang sebagian besar, terutama diperkotaan mengalami kekurangan vitamin kasih sayang, penulis sekedar menerka sandaran kebijakan pemerintah untuk mengurangi jumlah jam kerja bagi wanita.

Kondisi yang memprihatinkan sebagai dampak kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya memperlihatkan fenomena yang terjadi di hampir sebagian besar keluarga pekerja, ayah bekerja dan ibu turut membantu keluarga bekerja pula menunjukkan kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak. Peristiwa akhir-akhir ini menunjukkan kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua di rumah berakibat fatal pada akhlak anak bangsa. Meskipun tidak seluruhnya benar kasih sayang orang tua terutama ibu menjadi pokok persoalan yang berimbas pada penyimpangan sosial dimasyarakat.

IMG_0038

Ibu adalah madrasah awal anak. Jika kasih sayang seorang ibu berkurang apalagi sama sekali tidak diperoleh seorang anak dirumah wajar jika ia melampiaskannya di luar rumah. Kasus-kasus yang terjadi di sekolah terutama pada tingkat SMA, siswa-siswa yang bermasalah berawal dari kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua terutama ibu di rumah. Ada seorang siswa yang sulit sekali berkomunikasi dengan ayah bundanya. Pergi ke sekolah selalu telat, di sekolah selalu tertidur saat belajar, setelah didalami pengakuan anak yang mengejutkan adalah saat ia berangkat kedua orang tuanya belum bangun dan saat ia pulang ayah bundanya belum sampai di rumah,selalu pulang malam. Akhirnya, sudah dapat diduga yang terjadi!

Jadi, sangat wajar jika prhatian pemerintah lebih intens dan wajib menurut saya untuk mengeluarkan kebijakan gerakan Ibu Kembali Ke rumah meskipun hanya dengan mengurangi jumlah jam kerja wanita sebanyak 2 jam. Semoga dengan kebijakan ini dapat menggugah hati para orang tua bahwa perkembangan anak tidak boleh 100% disandarkan pada sekolah. Adalah salah besar jika orang tua menyalahkan pihak sekolah atas perkembangan kejiwaan dan sosial anaknya karena waktu disekolah pendek. Kewajiban atas perhatian dan kasih sayang lebih pada orang tua.

1,302 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

  1. Ehmm … ya pak Kasmadi, saya menyadari hal itu. Sebagai guru saya harus mendidik diri sendiri untuk tidak mengabaikan pendidikan anak sejak dlm kandungan. Ketika lahir dan makin besar, selepas mengajar saya selalu memperhatikan pendidikan keluarga, mendampingi dan memberikan layanan yg terbaik. Tidak terus rebahan dengan alasan lelah, tidak menyetel TV di saat anak2 belajar, selalu melatih karakter unggul melalui contoh. Alhamdulillah ketika seluruh tugas ibu terlaksana dengan baik dan benar, di dalam rumah, maupun ketika di luar rumah, sukses dapat dicapai. Apalagi sekarang era digital, di luar rumah pun kita dapat melakukan hubungan dg mereka. Yg utama, tanpa digital pun, hubungan batin telah terbina sejak janin, InsyaaAllah sukses dapat dicapai secara optimal. Salam pendidikan.

  2. Bunda Etna adalah salah satu wanita yg dpt dijadikan conton berperan sbg ibu sekaligus pĂȘndidik. JArang sekali wania yg dpt dgn maksimal berperan ganda disekolah (tempat bekerja)maupun dirumah, ada saja yg harus dikorbankan. TErima kasih atas apresiasinya

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar