0

“How To Deal With Personality In 21th Century” (0)

Deasi Saragih August 17, 2016

Bagaimana kita bisa sukses dalam karir maupun menjalani hidup apabila tidak dapat mengenali diri sendiri dengan baik? Tidak bisa menjawab pertanyaan Siapa saya? Apa gambaran karakter dan bakat saya? Dan kebingungan lainnya yg terkadang dapat mengganggu kinerja di pekerjaan.
Dalam beberapa kasus banyak orang yang belum mengenal dirinya, eeh itu termasuk guru loh :)
Jangan marah dulu, karena memang pada kenyataannya sebagian orang memang bekum mengenal potensi diri mengenai kelemahan dan kelebihan diri yang dimiliki. Banyak orang menjalani pekerjaan tanpa tahu potensi yang sebenarnya ia miliki.

Banyak cara untuk bisa mengenali diri, bisa melalui proses panjang seiring dengan pertambahan usia seperti seringnya refleksi diri, melalui beberapa jenis tes psikologi, atau melalui analisis tulisan tangan saja. Ya, saat ini sudah ada graphotest dimana dengan tulisan tangan seseorang bisa dilihat potensi atau bakat sekaligus.

Graphotest diakui oleh psikolog dan psikiater Harvard University setelah 10 tahun antara tahun 1920 – 1930 melakukan riset tentang akurasi tes analisa tulisan tangan ini. Tak kurang pencipta tes IQ yaitu Binet dan psikolog kepribadian terkemuka, Gordon Allport melakukan tes terhadap 100.000 sampel tulisan tangan di bawah mikroskop. Dan hasilnya dipastikan bahwa di beberapa negara seperi Jerman, Prancis dan Amerika graphology test dapat dilakukan untu menganalisis kepribadian seseorang, untuk bisa memberikan gambaran mengenai thinking patern sampai problem area kepribadian seseorang.

Abad 21 membutuhkan skill dan kepribadian tertentu, salah satunya adalah dengan memiliki motivasi yang tinggi dalam melakukan sesuatu agar bisa maksimal dalam melakukan pekerjaan, termasuk didalamnya guru sebagai pendidik.

Guru membutuhkan skill untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi untuk memudahkan perkerjaan dan di sisi lainnya guru era baru juga membutuhkan kepribadian yang optimis dengan motivasi yang bisa mengatasi masalah-masalah kepribadian karena pendidik adalah sebuah role model bagi siswanya.

Dua hal ini akan dibahas dalam workshop yang berjudul “ How to deal personality in 21th Century” dimana peserta akan diajak untuk belajar mengenai penggunaan (langsung praktik) teknologi yang mendukung kompetensi sekaligus mengenal karakter personal melalui pendekatan grafologi. Kompetensi tidak datang dengan sendirinya, seorang guru akan terus belajar untuk bisa menjadi role model terbaik.

Kalau tertarik silakan bergabung :)

 

posterfinal

687 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!