0

Harga Mahal Kejujuran (0)

Andi Ardianto August 1, 2018

Gegap gempita hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) memang telah berlalu. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah lewat kerja keras dan ikhlas guru, dukungan orangtua, dan usaha tidak kenal lelah anak didik, #SekolahPresiden SDIT Insan Cendekia menggores prestasi yang membanggakan.

– Peringkat 1 SD/MI Se kec Teras
– Peringkat 2 SD Swasta se Kab. Boyolali.
– Peringkat 4 SD Negeri/Swasta se Kab. Boyolali
– Peringkat 5 SD/MI Se Kab. Boyolali

Saya tidak ingin banyak mengomentari hasilnya. Karena ini sudah cukup luar biasa.

Hanya, ada satu titik tekan yang saya paparkan di sini. Yang mungkin tidak banyak diekspos yang lain.

Saat itu, ada salah satu murid kelas enam yang terkenal pandai berbicara. Berjalan, menyejajarkan diri dengan saya.

“Pak, tadi kok pengawas di ruangan saya bilang, katanya kalau tidak tahu jawabannya boleh mencontek punya temannya yang pandai”

Saat itu belum USBN, baru tryout tingkat apa saya lupa.

Saya belum merespon kalimatnya karena dia terburu menyusul dengan kalimat berikutnya yang tidak hanya panjang, tapi juga menunjukkan integritas kejujurannya.

“…Masa ya boleh contek-contekan. Kita saja bolak-balik diajari jujur kok malah di suruh nyontek. Gimana ini pak?”

Tidak banyak yang saya katakan padanya, selain meyakinkan kembali bahwa harus tetap percaya pada kemampuan diri. Guru kelas enamnya sudah banyak memberi wejangan, tidak perlu saya tambahi panjang lebar lagi. Nilai itu juga sudah tertanam baik di hatinya.

Ya, kejujuran. Barang mahal di masa kita ini. Sudah mahfum ketidakjujuran terjadi dimana-mana saat ujian. Berbagai cara dihalalkan demi gengsi anak dan sekolah.

Ini memang hanya pengamatan, bukan penelitian.

Maka… kalau tidak dari guru dan sekolah yang memupus rantai itu, kapan dia akan berhenti.

Satu hal yang selalu ditegaskan kepala sekolah kami, yang bersambung pada guru kelas enam dan segenap guru lainnya adalah soal integritas kejujuran.

Murid harus percaya bahwa yakin dengan kemampuan diri bisa membawa terbang tinggi. Tidak perlu menyalin jawaban teman hanya demi nilai yang tidak seberapa.

Alhamdulillah, nilai itu benar-benar tertanam baik pada anak.

Masih teringat jelas, beberapa waktu lalu ada bapak-bapak yang bercerita pada rekan guru dan beberapa orangtua. Sebagai informasi, bapak ini punya dua anak. Satu di sekolah menengah, sementara adiknya di sekolah kami.

Beliau bercerita, dulu anak pertamanya saat ujian nasional mencontek temannya. Secara akademik dia memang kurang. Berawal dari budaya mencontek yang mengakar, ditambah ketakutan tidak lulus, cara ini pun mulus.

Yang kami herankan, ternyata kecurangan ini diketahui bahkan dibantu orangtuanya. Bahkan sang ayah membayar anak pintar di sekolah agar mau membagi jawaban pada buah hatinya. Huh…

Ini memang kekhilafannya di masa lalu.

Alhamdulillah, cara yang ini tidak dilakukan pada anak berikutnya.

Secara akademik anak bungsu ini tidak beda dengan yang pertama. Tapi, dari iklim kejujuran yang selalu ditanamkan sekolah bapak ini tidak akan melakukan cara sama sebagaimana anak pertama.

Dia sepenuhnya akan percaya pada kemampuan anak. Biarlah nanti bagaimana nilai di lembarannya, yang terpenting jujur landasannya.

Saya rasa kejujuran adalah di antara nilai utama yang harus terus ditanamkan di dunia pendidikan. Bukan hanya menjejali dengan materi pelajaran. Bukan pula sekedar mengejar prestasi dengan apapun jalan dihalalkan.

Kita pasti masih ingat kisah sebuah keluarga yang membeberkan kecurangan ujian di sekolah anaknya.

Betapa kemudian, bukannya dipuji serta dihargai, dia justru menjadi bahan cacian warga sekolah dan tetangga yang sudah terbiasa melakukan praktik serupa.

Inilah, saat nilai kejujuran sudah langka. Sesuatu yang bernilai tinggi pun seolah menjadi rosokan tak ada guna.
—-
Andi Ar

  • Guru SDIT Insan Cendekia, Teras, Boyolali

428 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar