2

HADIAH DARI INSTAGRAM (+1)

falkhi May 31, 2017

Apa hadiah terbaik bagi seorang guru dari seorang siswanya? Apakah barang bermerk dengan harga mahal dan edisi terbatas? Bukan. Setelah beberapa tahun menjadi guru saya menyadari bahwa hadiah paling istimewa dan membahagiakan bagi seorang guru adalah keberhasilan sang siswa. Semua keberhasilan siswanya merupakan hadiah yang sangat berharga bagi seorang guru. Bahkan jika itu berupa keberhasilan kecil seperti seorang anak TK yang pemalu tiba-tiba berani tampil dalam kegiatan sekolahnya. Sungguh, itu adalah kebahagian bagi gurunya. Lalu, apa hubungan kebahagiaan guru dengan peran teknologi dalam pembelajaran?

 

Seperti judul di atas, hari ini saya merasa senang karena mendapat hadiah dari akun instagram. Ada post instagram salah seorang siswa yang mencatut nama saya didalamnya. Awalnya saya mengira itu semacam sponsor atau kuis yang diikutinya. Namun demikian, saya tetap membuka notifikasi yang men-tag akun saya.

insta2

Setelah dibuka, ternyata post yang dikirimkan adalah sebuah video. Karena penasaran, saya mengklik tanda play. Satu senyum pun merekah tanpa bisa saya sembunyikan. Ya. Saya merasa sangat senang, bahagia, dan bangga. Sebab video yang dipost tersebut ternyata merekam peluncuran roket air sederhana. Tugas tersebut seharusnya dikerjakan di sekolah namun karena ada masalah teknis akhirnya percobaan dibatalkan. Saya pun hanya menilai produk roket air yang dibuat tanpa meminta untuk dilakukan percobaan, sebab pembelajaran sudah berakhir. Saya tidak menyangka salah satu siswa masih berusaha membuat ulang roket air dan mencobanya di rumah tanpa sepengetahuan saya. Percobaan yang hasilnya ia post di instagram dengan meng-tag akun instagram saya.

insta

POST VIDEO DI INSTAGRAM

Saat ini, media sosial sudah menjamur. Facebook, twitter, instagram, path, line, whatsapp, dan banyak lagi lainnya. Tidak heran jika para remaja betah berada di depan handphone, tablet, atau laptop. Sebab, ada banyak akun yang mereka kunjungi. Baik untuk posting status atau gambar maupun hanya untuk sekedar like dan komentar.

 

Adanya reformasi membuat sebagian orang merasa bebas untuk berpendapat tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Termasuk berpendapat dalam status atau post di media sosial. Akibatnya, banyak masalah hukum yang bermula dari media-media sosial. Menariknya, beberapa post atau status yang demikian dilakukan oleh para remaja. Remaja yang mungkin saja baru memiliki akun sehingga merasa bebas mencuit tanpa berpikir dampak dari apa yang dilakukannya. Padahal sebagai netter, ada etika yang harus diikuti sebagaimana aturan pidana yang tertulis dalam UU ITE. Sayangnya, para remaja ini terkadang acuh atau mungkin memang belum tahu terhadap hal-hal tersebut.

 

Melihat kondisi tersebut, maka seorang guru di sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan para remaja. Bentuk tanggung jawab terhadap para remaja adalah denganmengarahkan remaja agar menggunakan media sosial sebagai media yang bermanfaat bagi diri dan lingkungannya. Sebab, pada dasarnya teknologi memiliki dua sisi yang bertentangan. Yakni sebagai alat untuk kebaikan dan alat yang dapat menimbulkan kerugian. Dengan demikian, agar teknologi dapat bermanfaat dalam kebaikan maka teknologi harus diberikan peran dalam sebuah pembelajaran.

 

Peran yang dapat dilakukan teknologi dalam sebuah pembelajaran seperti halnya media sosial adalah sebagai media sharing atau media controlling. Bagaimana menjadikan media sosial sebagai media sharing atau media controlling? Seperti judul artikel di atas, guru dapat memberikan tugas rumah atau tugas proyek yang bentuk laporannya berupa video atau gambar. Video atau gambar kemudian wajib diposting dalam akun media sosial mereka.

 

Laporan dalam bentuk media sosial dapat melatih siswa berinteraksi dengan santun dalam media sosial. Selain itu, dapat mengarahkan siswa untuk menggunakan media sosial secara positif. Penilaian pun dapat dilakukan dengan sistem IT. Misalnya juara favorit adalah siswa yang laporannya mendapat like atau komentar terbanyak. Proses ini tentunya akan membuat siswa termotivasi dalam mencari like atau komentar dari teman-temanya.

 

Gairah siswa dalam mengerjakan tugas melalui media sosial diharapkan dapat memotivasi untuk menggunakan media sosial dengan santun. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi pembelajaran. Inilah peran positif teknologi yang harus terus dikembangkan sehingga nantinya setiap hari kita mendapat hadiah-hadiah istimewa dari para siswa di media sosial.

 

 

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

 

383 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

  1. saya juga ikut senang membaca artikelnya
    sesenang ibu membaca dan melihat video kenang2an itu heeee
    terus berinovasi yuk

    salam kenal

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    artikel 1
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond
    artikel 2
    http://guraru.org/guru-berbagi/kearifan-lokal-dunia-digital-belajar-menakjubkan-2/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar