0

Guru Melek Teknologi, Kelak Siswa Lebih Siap! (+3)

Thurneysen Simanjuntak May 18, 2017
Pembelajaran dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi. (dokumentasi pribadi)

Pembelajaran dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi. (dokumentasi pribadi)

Suatu hal yang pasti adalah perubahan, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Begitulah kata orang bijak.

Kalau dulu pertanian pernah mengalami masa kejayaannya, akhirnya tergeser dengan kehadiran era industri. Tetapi menjelang abad 21 era informasi pun mulai berkibar dan menggantikan kejayaan era industri.

Di abad 21 ini tentu kita bisa menyaksikan sendiri, bahwa kemajuan era ini tidak terlepas dengan kemajuan teknologi informasi. Berkembangnya internet dan digitalisasi adalah salah satu bagian dari kemajuan tersebut.

Dengan kemajuan itu, ternyata telah banyak mengubah kebiasaan dan cara-cara yang kita gunakan selama ini. Seperti dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi, belanja dan berjualan, belajar dan mengajar, bahkan yang lainnya. Bisa dibilang hampir sebagian besar aktivitas kita saat ini tidak lepas dengan koneksi internet.

Perubahan memang terjadi begitu cepat, dan terkadang membuat kita tidak nyaman. Bahkan, tidak sedikit orang yang kewalahan untuk menyelaraskan diri dengan perubahan tersebut dan menyerah. Padahal dengan perubahan tersebut ternyata sangat memengaruhi hidup kita, terkadang dapat menjadikan banyak hal lebih efektif dan efisien, lebih maju dan berkembang.

Sebagai seorang guru, saya pun dituntut untuk menyikapi perubahan-perubahan dengan cerdas. Harus siap berdansa dengan perubahan tersebut. Sebab, dunia pendidikan dan pengajaran pun tidak lepas dengan perubahan akibat pengaruh kemajuan teknologi informasi. Lihat saja mulai dari cara memperoleh dan merancang bahan ajar yang lebih menarik, kreatif, inovatif, dan yang utama bagaimana pembelajaran mengikuti perkembangan dan kemajuan jaman.

Belajar dan beradaptasi merupakan dua sikap bijak yang harus saya lakoni sebagai guru, apalagi saya adalah insan yang berasal dari generasi X, yang tidak pernah mendapat keahlian khusus untuk mendalami teknologi informasi pada masa sekolah dulu. Belum lagi harus berhadapan dengan generasi Z yang sangat mudah beradaptasi dan sangat melek digital.

Sebagai sosok panutan yang harus menginspirasi dan memotivasi untuk mengantarkan siswa-siswi didik menuju masa depan mereka yang lebih menantang, tentu guru tidak bisa hanya ngomong saja, tapi harus siap ikut menunjukkan contoh melalui sikap guru sebagai pembelajar dalam menghadapi tantangan di era kemajuan teknologi informasi. Bahkan guru harus menjadi yang terdepan dalam hal ini.

Dengan demikian, siswa pun terdorong mengikuti jejak gurunya. Siswa pun tertantang pula untuk semakin melek digital. Sebab melek digital merupakan sebuah keahlian yang sangat penting di masa mendatang.

Senada dengan yang pernah disampaikan oleh Harry K Nugraha, Country Manager Intel Indonesia, bahwa untuk menyambut ekonomi berbasis informasi, setidaknya ada 5 keahlian yang harus dikuasai. Kelima keahlian tersebut yaitu, melek digital (digital literacy), berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis (critical thinking), berkolaborasi (collaborating), dan kepemimpinan (leadership).


Peran Guru Melek Teknologi dalam Digital Citizenship

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa era ini atau kedepannya, kemajuan teknologi suatu kondisi yang tidak terbantahkan. Warga yang tidak melek teknologi akan tertinggal atau tidak akan mampu berkompetisi dengan pihak lain. Untuk itu, spirit seorang guru untuk membangkitkan digital citizenship itu teramat sangat penting.

Setidaknya menurut penulis ada tiga hal yang menjadi peran guru dalam hal tersebut. Pertama, menanamkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang hakiki kepada siswa-siswinya. Sebab jikalau seorang siswa tidak memiliki pegangan dalam menghadapi era kemajuan teknologi informasi ini menjadi masalah besar dikemudian hari.

Bisa dibilang bahwa kemajuan teknologi informasi tersebut pun sebenarnya ibarat sebuah pisau dapur. Pisau dapur tentu bisa digunakan untuk hal yang baik, tetapi bisa juga untuk mencelakai orang lain. Jadi bila siswa dari sejak dini tidak ditanamkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip, kelak bisa menyalah gunakan kemajuan teknologi tersebut.

Kedua, guru harus menjadi motivator. Menggerakkan siswa-siswinya untuk membuka diri dengan berbagai perubahan, bermental kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, serta berani mencoba hal-hal yang baru terutama dengan kaitannya dengan teknologi informasi.

Ketiga, guru harus bisa menjadi inspirator bagi anak-anak didiknya. Dengan keberadaan guru diantara mereka, mereka dapat melihat apa yang sudah lakukan oleh guru dan berharap pada akhirnya akan menularkan semangat inspirasi bagi mereka. Misalnya mulai dari alat pembelajaran yang digunakan di kelas, keterlibatan guru dalam menyebarkan pengetahuan melalui blog, dan lain sebagainya.

Begitulah kira-kira peran seorang guru untuk menghantarkan siswa-siswinya ke masa depannya. Guru itu harus menjadi jembatan. Tidak semata menularkan pengetahuan, tapi mendorong anak-anak untuk memiliki keahlian yang dibutuhkan di masa mendatang serta membangun karakter yang benar sejak dini. Dengan demikian, akan lahir generasi-generasi emas yang tangguh dan berintegritas kelak.

Sumber referensi : Keahlian masa mendatang

http://bisnis.liputan6.com/read/2225714/5-keahlian-yang-harus-dimiliki-di-abad-ke-21)

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

608 total views, 5 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!