2

[Guru Era Baru] Konsep Penerapan Virtual Reality Dalam Proses Belajar Mengajar Bagi Anak-Anak di Desa Terpencil (+2)

fachruzia May 28, 2017

aa

Hai para guru era baru, teknologi di zaman millenial ini berkembang amat sangat pesat, hal ini terbukti dari munculnya berbagai inovasi dalam bidang teknologi terutama pada tahun 2015-2016 kemarin. Salah satu teknologi terkini yang saat ini sedang populer yaitu Virtual Reality. Virtual Reality adalah sebuah perangkat berbentuk kacamata dimana kita bisa merasakan dunia 3 Dimensi dari perangkat tersebut, hebatnya adalah Virtual Reality (VR) ini tidak terbatas hanya pada konten animasi tetapi juga bisa berupa konten foto atau video dari objek realistis atau lingkungan sesungguhnya dalam format video atau foto 360o. Dengan kata lain, kita dapat merasakan atmosfer seolah kita benar-benar berada di tempat tersebut karena kita dapat melihat ke berbagai sudut bahkan kita dapat berinteraksi, menyentuh, memegang juga melempar benda yang ada pada konten VR tersebut.

Virtual Reality sendiri sangat berpontensi besar bagi dunia pendidikan apabila dikembangkan, khususnya untuk mencerdaskan para anak bangsa yang selama ini tertinggal karena kurangnya fasilitas belajar mengajar terutama bagi mereka yang berada di desa-desa terpencil.

8701698_20160816071547Lalu Bagaimana Penerapan VR Apabila digunakan Dalam Sistem Pendidikan di Indonesia?

Pada dasarnya, anak-anak akan lebih mudah hafal dan memahami segala sesuatu yang menurut mereka hal itu menarik dan VR ini adalah sesuatu yang sangat-sangat menarik sehingga anak-anak akan dapat belajar sambil bermain tanpa mengurangi esensi dari proses penyerapan setiap pelajaran. Berikut adalah 2 tahap persiapan untuk penerapan Metode Belajar Mengajar dengan Virtual Reality apabila ingin diterapkan di Indonesia.

1. Developer VR atau Pemerintah Mengalokasikan Perangkat Virtual Reality

Untuk memulai metode ini tentunya kita harus mempunyai perangkat VR, misalnya satu sekolah di desa terpencil dialokasikan 2-3 buah Perangkat Virtual Reality. Salah satu contoh perangkat VR yaitu Acer Windows Mixed Reality yang baru saja dirilis beberapa waktu yang lalu.

2. Pembuatan Konten VR yang Sesuai dengan Materi Pendidikan dan Kurikulum

Jika hanya sebatas untuk pengalaman menggunakan (user experience) maka saat ini konsep belajar mengajar dengan metode VR ini sudah dapat langsung diterapkan. Akan tetapi saat ini konten yang ada masih sangat terbatas, pada tahun 2017 ini diperkiran akan muncul dan berkembang berbagai konten VR mulai dari keperluan Gaming hingga Pendidikan. Tentunya pemerintah tinggal memfokuskan dengan cara bekerja sama dengan developer untuk mengembangkan konten VR yang sesuai materi pendidikan di Indonesia, mulai dari Sejarah, Bahasa, Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, hingga Seni dan Budaya. Dan ini akan menjadi proyek besar untuk menciptakan pemerataan pendidikan di Indonesia. Apalagi saat ini pembuatan konten VR menjadi lebih mudah dengan tersedianya kamera 360o, hingga hadirnya sofware pembuat konten VR yang sangat mudah digunakan dari Microsoft yaitu Paint 3D.

8701698_20160816071547Penggunaan perangkat Virtual Reality sangatlah mudah digunakan, seperti halnya bermain video game dimana kita tinggal memakai kemudian menjalankan perangkat tersebut. Setiap anak pasti bisa dengan mudah menggunakannya. Dengan Perangkat Virtual Reality ini kita dapat melakukan berbagai hal dalam dunia virtual dengan objek yang realistis.

Jadi, bayangkan bila setiap anak di desa terpencil di Indonesia dapat melihat ibu kotanya dan berbagai tempat lain serta mempelajari sejarah di Indonesia bahkan dunia tanpa mengeluarkan biaya untuk perjalanan, bayangkan bila mereka dapat memahami cara merakit motor, mobil bahkan pesawat hanya melalui konten VR, mereka dapat mempelajari anatomi tubuh manusia hingga melihat langsung setiap organ dan sel, mempelajari konsep-konsep fisika dan matematika yang selama ini selalu mereka hindari dan kini menjadi sesuatu yang sangat menarik bagi mereka, mempelajari berbagai macam bahasa, mempelajari berbagai macam flora dan fauna, bahkan melukis 3D hingga membuat sebuah gedung pencakar langit. Maka anak-anak dari desa terpencil itu akan menjadi calon-calon seniman, arsitek, dokter bedah yang hebat, ahli sejarah, ahli bahasa, ahli teknik hingga ilmuan yang akan mengharumkan nama bangsa.

Semuanya dapat dilakukan di dunia tanpa batas, yaitu Virtual Reality. Mereka (anak-anak) pun akan lebih mudah menemukan passion (bakat) mereka serta mereka dapat belajar tanpa kehilangan senyum di wajah mereka, dan inilah yang selama ini merupakan bagian tersulit dari tujuan pendidikan itu sendiri.

Kesimpulannya adalah perangkat teknologi Virtual Reality ini akan sangat membantu dalam pemerataan pendidikan bagi seluruh pelajar di Indonesia, khususnya untuk anak-anak di desa terpencil dan teknologi VR ini akan menjadi perangkat yang sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar masa kini dan yang akan datang.

Tema: Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

427 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

  1. Avatar of fachruzia

    iya pak, karena saat ini teknologi ini masih sedikit sekali yang tahu (karena merupakan inovasi baru), dan belum ada yang menerapkan sama sekali untuk tujan edukasi di Indonesia.
    Sebenarnya konteksnya bukan fokus ke kecanggihan teknologinya, tapi ke peran dan potensi teknologinya apabila diterapkan pak, makanya isi tulisannya berupa konsep, ide, gagasan dan gambaran serta peran/manfaat apalabila diterapkan. dan teknologi ini punya potensi sangat besar untuk membantu pembelajaran bagi anak2 khususnya di desa terpencil.
    dan juga sekaligus mengenalkan teknologi VR yang memiliki potensi bagi dunia pendidikan ini kepada teman GURAREUS semua hehe…

    terima kasih pak, salam kenal juga

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!