6

Guru, Berhati-hatilah! (+2)

Botaksakti July 10, 2013

Kepolisian Jawa Timur telah berhasil mengungkap modus baru dalam kejahatan membobol ATM tanpa mengurangi saldo. Bukan dengan cara seperti yang diiklankan dalam kedok ‘bisnis internet cepat kaya’, melainkan benar-benar ‘kejahatan manual’.

Pembobolan ATM tanpa mengurangi saldo ini konon terbilang mudah. Pelaku yang merupakan kakak beradik mematikan aliran listrik mesin ATM saat sedang terjadi proses penarikan uang. Ketika uang sudah keluar, pelaku kemudian menyalakan kembali aliran listrik sekaligus menahan uangnya. Seharusnya, uang akan masuk kembali ke mesin. Akan tetapi, karena uang sudah ditahan oleh pelaku, maka uang tidak kembali ke mesin dan saldo tidak berkurang. Dengan cara ini, pelaku sudah berhasil mengeruk lebih dari 200 juta.

Menariknya adalah dari mana pelaku belajar/memiliki pengetahuan dan kemampuan tersebut. Menurut pengakuan pelaku, keahlian tersebut didapatkan dari hasil pencarian di google(berita lengkapnya di sini) Nah, luar biasa bukan?

Bila pengakuan itu benar, sekali lagi, menunjukkan bahwa google memang sumber belajar yang luar biasa. Dengan kata lain, internet bisa menjadi panduan untuk belajar tentang banyak hal. Sudah begitu, gratis pula. Oleh karenanya, boleh jadi hal itu dianggap sebagai lampu merah bagi guru dan sekolah pada umumnya.

Selama ini, guru masih diperlukan karena sekolah masih ada. Sekolah masih ada karena masih diadakan dan dikehendaki oleh sistem. Manakala sistem sudah bergeser dan sekolah sudah tidak dianggap penting lagi, gurupun dengan sendirinya juga akan mengalami hal yang sama.

Jadi apa yang harus dilakukan? Tentu, kita harus semakin memperkokoh identitas kita sebagai guru. Tentu bukan dengan jalan membentuk semacam ikatan guru, melainkan dengan terus meningkatkan kompetensi. Jangan lagi mau menjadi guru biasa yang tahunya hanya ‘menjalankan’ isi buku pelajaran. Jadilah guru dengan visi ke depan yang luar biasa. Terus bangkitkan semangat dan kemauan untuk terus menyejajarkan langkah dengan kemajuan teknologi. Dengan demikian, guru akan dibutuhkan karena benar-benar dibutuhkan dan bukan karena ‘diangap’ dibutuhkan. Selamat menjalankan ibadah shalat taraweh!

 

1,313 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (6)

    • hehehe…..itu pula yang harus kita sampaikan ke anak-anak, bahwa internet bisa menjadi guru yang baik tapi bisa pula menjerumuskan 😀 Salam kenal!

  1. Terimakasih pak Botaksakti atas sharingnya. Memang benar sekali bapak bahwa internet bisa menjadi guru yang baik tapi bisa pula menjerumuskan. Kita sebagai guru harus bisa membimbing anak-anak dalam penggunaan internet tersebut (google) untuk menambah ilmu pengetahuan dan digunakan untuk kebaikan.

    Salam hormat pak..,

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar