0

Gerakan Literasi MAN 9 Jakarta menggunakan media Google Classroom (0)

Catur Yoga M May 14, 2017

Sejak diluncurkan Gerakan Literasi Sekolah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Anies Baswedan di Jakarta, 18 Agustus 2015, dilanjutkan dengan Deklarasi Gerakan Literasi di sekolah yang berlangsung di Auditorium Graha Utama gedung Kemendikbud pada hari Rabu, 27 Januari 2016, gaung literasi sekolah terus bergema seiring dengan masa proses belajar mengajar yang akan berakhir. Geliat literasi tidak hanya berada di lingkungan Kemendikbud saja, namun sudah masuk ke lingkungan Kementerian Agama, madrasah-madrasah yang berada di bawah naungan Kemenag pun ikut melaksanakan Gerakan Literasi Madrasah yang dilatarbelakangi Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan Budi Pekerti.

Madrasah Aliyah Negeri 9 (MAN 9) Jakarta terpanggil untuk ikut melaksanakan program gerakan literasi madrasah, karena merasakan juga bagaimana rendahnya minat baca di kalangan siswa. Program literasi yang telah dilaksanakan adalah pembiasaan membaca 30 menit setiap hari Rabu, Karena dirasakan waktu 15 menit kurang, maka diambil satu hari khusus literasi yaitu hari Rabu, Buku yang dibawa siswa tidak dibawa pulang tetapi dikumpulkan agar dapat dibaca siswa lain secara bergantian. Siswa membacanya pun harus dibuat senyaman mungkin, tidak ada tekanan. Posisi membaca dapat di mana saja, boleh di lantai, di meja atau di luar kelas. Buku-buku yang terkumpul setiap kelas akan jadikan buku perpustakaan kelas. Tahap berikutnya setelah membaca, siswa diwajibkan menulis tentang apa yang sudah dipahami oleh mereka, boleh sinopsis bagi yang membaca buku fiksi atau ringkasan bagi yang membaca buku nonfiksi. Hasil tulisan mereka dikirim ke Google Classroom. Tim Literasi dapat memantau hasil tulisan siswa melalui Google Classroom, dari situ dapat dilihat siswa yang sudah bisa menulis atau yang belum bisa menulishasil rangkuman membaca buku.

Program berikutnya adalah Penghargaan Literasi (Literasi Award) yaitu memberikan penghargaan kepada siswa yang telah membaca buku terbanyak (dilihat dari jumlah judul bacaan) dan yang telah menulis terbanyak, diadakan lomba perpustakaan kelas, dengan kriteria jumlah judul buku terbanyak, pengelolaan dan penataan perpustakan, berikutnya lomba membuat mading, lomba menulis cerpen atau puisi.

Program berikutnya adalah program pendampingan yaitu, pelatihan literasi bagi guru-guru, karena literasi tidak hanya untuk siswa tetapi diperuntukkan bagi guru. Guru juga harus memiliki kemampuan menulis untuk meningkatkan kemampuan intelektualnya.

Semoga gerakan literasi sekolah dapat membangkitkan minat baca siswa, sehingga Indonesia tidak lagi menjadi negara yang prestasi membacanya sangat rendah atau naik peringkatnya.

760 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!