3

GELORAKAN BUDAYA KARYA SISWA NETGEN (+6)

R Yogie Prawira W May 31, 2017

1496201835285-967566471

Perkembangan di bidang teknologi infomasi dan komunikasi telah memunculkan fenomena baru yaitu lahirnya generasi baru, NetGen. Terminologi NetGen diperkenalkan oleh Dan Tapscott (1998) yang merupakan singkatan dari Internet Generation dimana menurut pengamatannya sifat teknologi telah meresap kedalam kehidupan generasi ini. Internet Generation atau NetGen adalah generasi yang baru muncul atau lahir mulai dari awal 80an dimana mereka hidup dengan dunia digital dan komputer serta lautan informasi yang dapat diakses setiap saat dan dari mana saja.

KARAKTERISTIK NETGEN

Generasi yang tumbuh dan berkembang dalam dominasi penggunaan teknologi informasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Karakteristik tersebut dapat bersifat positif dan negatif, tergantung pengelolaan dan lingkungan yang mendidiknya. Menurut Oblinger & Oblinger (2005) terdapat 9 karakteristik NetGen, sebagai berikut:

  • Digital Literate, NetGen sangat mahir dalam mengoperasikan, dan menggunakan berbagai macam perangkat komunikasi, aplikasi komputer serta mengeksplorasi internet.
  • Connected, NetGen selalu terhubung baik dengan perangkat komunikasi maupun internet dimanapun dan kapanpun.
  • Immediacy, Kecepatan dalam menerima dan merespon informasi merupakan ciri utama generasi sehingga mereka juga disebut sebagai generasi yang multitasking karena dapat melakukan aktifitas yang berbeda secara bersamaan.
  • Experiential, Mayoritas dari NetGen lebih memilih gaya pembelajaran praktek daripada hanya belajar berdasarkan instruksi karena mereka menyukai eksplorasi mandiri yang dapat memberikan informasi lebih serta dapat dilakukan dengan cara yang menarik dan kreatif.
  • Social, NetGen lebih terbuka terhadap keberagaman, perbedaan dan suka berbagi sehingga mereka mudah berinteraksi dan berteman dengan orang baru di internet.
  • Team, Belajar dan bekerja dalam kelompok lebih disukai sehingga terkadang mereka melihat teman sebaya lebih kredibel dibanding guru untuk hal-hal tertentu.
  • Structure, Orientasi NetGen adalah pencapaian. Mereka menyukai hal-hal yang terukur, memiliki aturan, prioritas serta prosedur sehingga tuntutan terhadap adanya agenda merupakan hal yang mutlak.
  • Engagement and Experience, NetGen lebih menyukai gaya belajar dengan aktifitas yang mendorong penemuan, membutuhkan percobaan serta keterlibatan di dalamnya daripada hanya menerima informasi.
  • Visual and Kinaesthetic, NetGen lebih nyaman dan menyukai gambar daripada teks. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa NetGen menolak untuk membaca teks yang panjang dan lebih memilih pembelajaran atau instruksi yang memiliki banyak gambar atau visual.

GAYA PEMBELAJARAN NETGEN

Sebagai generasi yang hidup dan besar di tengah pesatnya pertumbuhan komputer dan internet yang sangat cepat, bukan suatu hal yang mengejutkan ketika generasi ini memiliki gaya pembelajaran yang unik karena penggunaan teknologi telah membuat porsi kemampuan visual mereka lebih berkembang daripada kemampuan yang lain, sehingga pembelajaran dalam bentuk visual menjadi cara yang lebih efektif. Selain itu, generasi yang tumbuh dengan era kecanggihan teknologi ini juga tidak menyukai gaya pembelajaran auditori seperti ceramah dan diskusi. Secara lebih lengkap, karakteristik gaya pembelajaran NetGen menurut Tapscott (1998) adalah:

  • from linear to hypermedia learning (dari gaya pembelajaran yang linier ke pembelajaran hypermedia).
  • from instruction to construction and discovery (dari instruksi ke konstruksi dan penemuan).
  • from teacher-centered to learner-centered education (dari pembelajaran yang terpusat pada guru menjadi terpusat pada siswa).
  • from absorbing material to learning how to navigate and how to learn (dari menyerap materi menjadi belajar bagaimana untuk mengarahkan diri sendiri dan bagaimana belajar mandiri)
  • from school to lifelong learning (dari belajar hanya di sekolah menjadi belajar seumur hidup).
  • from one-size-fits-all to customized learning (dari satu ukuran cocok untuk semua menjadi sistem pembelajaran yang disesuaikan).
  • from learning as torture to learning as fun (dari pembelajaran sebagai suatu penyiksaan menjadi belajar adalah suatu hal yang menyenangkan).

Dengan karakter NetGen beserta kekhasan cara pembelajarannya, guru sebagai kunci penyelanggaraan proses belajar mengajar di kelas memiliki tantangan tersendiri mengingat mayoritas guru merupakan digital immigrants dan siswanya adalah digital natives. Maka dari itu, perlu adanya alternatif model kegiatan belajar mengajar dari yang tradisional menuju ke sebuah kegiatan belajar mengajar yang transformasional, yaitu bermakna, menyenangkan, aplikatif, dan juga produktif karya.

STRATEGI MENDORONG BUDAYA KARYA DI ERA DIGITAL

Produktif merupakan salah satu output yang diharapkan dari kurikulum yang sedang dijalankan saat ini. Produktifitas akan tercapai apabila didukung oleh lingkungan yang memadai dan mendukung. Di sekolah, guru merupakan aktor utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga tujuan tersebut dapat tercapai. Berikut adalah strategi yang dapat digunakan oleh guru untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan mampu menggelorakan semangat berkarya siswa NetGen, yaitu:

Pertama, guru dapat meminta siswa untuk memposting karya yang dihasilkan secara online baik via media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram, youtube, podcast, blog, dan media sosial lainnya yang dapat diakses publik.

Kedua, bagi sekolah yang melarang siswanya untuk memiliki media sosial, guru dapat memfasilitasi karya siswa dengan mempublikasikan melalui media sosial yang dimilikinya atau dapat pula dengan cara membuat media-media yang secara khusus memuat karya siswa. Media ini apabila diperlukan juga dapat diakses oleh perwakilan siswa sehingga, guru tidak disibukkan dengan memposting karya siswa.

Ketiga, apabila memungkinkan guru dapat meminta sekolah untuk memberikan ruang khusus guna mempublikasikan karya siswa di website atau media sosial resmi yang dimiliki oleh sekolah.

Keempat, guru memberikan umpan balik (feedback) dengan cara memberikan like, love, komentar atau dengan cara-cara yang lain sesuai dengan fitur yang tersedia. Umpan balik yang berupa apresiasi juga dapat diberikan dengan cara membagikan (share) unggahan siswa-siswa tersebut baik kepada koleganya ataupun kepada orang tua siswa melalui berbagai media dan jejaring sosial yang ada.

KEUNTUNGAN MENGGELORAKAN BUDAYA KARYA SISWA NETGEN

Pertama, budaya berkarya di internet akan mengarahkan dan membiasakan siswa untuk memanfaatkan tekonologi dan media internet pada hal-hal yang positif, bermanfaat, dan produktif sehingga kasus penyalahgunaan dan pemanfaatan internet yang bersifat negatif dapat diminimalisir.

Kedua, karya siswa yang dipublikasikan di internet akan mendorong minat dan partisipasi aktif siswa dalam mengikuti mata pelajaran karena salah satu karakteristik remaja adalah butuh pengakuan sehingga ketika karya para siswa tersebut dapat diakses dan dinilai oleh orang banyak terutama teman-teman sebaya mereka yang berada di sekolah yang berbeda akan membuat mereka sangat bangga sehingga usaha untuk memberikan yang terbaik pun akan dilakukan.

Ketiga, publikasi karya siswa tidak hanya akan sekedar menjadi cara untuk berbagi ilmu kepada siswa lain tetapi juga dapat menjadi inspirasi dan juga mendorong siswa lain untuk melakukan hal yang sama dan bahkan diharapkan dapat saling berkompetisi untuk berkarya. Iklim kompetisi akan menstimulus siswa untuk memunculkan ide-ide yang kreatif dan inovatif.

Keempat, karya siswa yang dipublikasi juga dapat memudahkan guru untuk mendokumentasikan kegiatan belajar mengajarnya sehingga dapat menjadi bahan rujukan materi untuk tahun-tahun berikutnya. Bahkan, materi tersebut juga dapat menjadi referensi bagi guru-guru lain se-Indonesia karena dapat diakses dengan mudah.

Kelima, publikasi karya siswa juga dapat menjadi media komunikasi antara guru dan orang tua, misalnya sebagai laporan dari salah satu aktifitas anak di sekolah dimana dari karya siswa tersebut orang tua dapat mengetahui bakat dan keterampilan anak sehingga dapat memberikan dukungan kepada anaknya. Selain itu, kegiatan ini dapat membuka kesempatan bagi orang tua untuk berkontribusi dalam memberikan saran bagi guru, seperti aktifitas atau karya yang dapat dilakukan oleh siswa. Sinergi yang baik antara orang tua dan guru akan memberikan energi positif bagi siswa.

Keenam, membudayakan siswa NetGen berkarya dengan memanfaatkan media internet merupakan salah satu bentuk implementasi kurikulum K13 yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Sebuah peradaban akan hilang tanpa bekas ketika tidak diabadikan, salah satu cara untuk mengabadikannya adalah dengan menulis sebagaimana yang dikatakan oleh Helvy Tiana Rosa bahwa menulis adalah memahat peradaban. Pramoedya Ananta Toer juga berujar bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Di era digital ini, peradaban tidak hanya dapat dipahat lewat tulisan namun dapat juga dipahat lewat posting-an.

Referensi :

Tapscott, Dan. (1998). Growing Up Digital – The Rise of the NetGeneration Growing Up Digital. New York: McGraw-Hill.

Oblinger, D. G., and J. L. Oblinger, eds.(2005). Educating the Net Generation. Washington, D.C.: EDUCAUSE. http://www.educause.edu/books/educatingthenetgen/5989 (Diakses pada 27 Mei 2017)

*Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

1,121 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar