0

FUN ENGLISH LEARNING WITH DST (DIGITAL STORYTELLING) (0)

zakia May 31, 2017

Bahasa Inggris bukanlah sesuatu hal yang baru lagi saat ini, hampir semua orang bisa berbahasa Inggris secara aktif maupun pasif. Namun yang menjadi pertanyaan adalah banyak dari siswa kita di sekolah yang masih kesulitan dalam belajar bahasa Inggris. mengapa?? padahal mereka sudah mempelajarinya sejak berada di bangku sekolah dasar.

Saya masih ingat ketika dulu belajar bahasa Inggris di kelas, mulai dari SD hingga SMA, pembelajaran yang saya peroleh selalu berpusat pada guru (teacher centered). sehingga siswa kurang diberikan kesempatan untuk berpikir lebih kritis dan kreatif.

Setelah diberlakukannya kurikulum 2013, pembelajaran seharusnya telah berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dimana siswa diharuskan lebih aktif, kreatif dan mandiri dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Di era yang sudah sangat melek IT ini, sudah sewajarnya Guru harus pandai memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai bagian dari kreativitas dan inovasinya yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengadakan variasi penggunaan media. Guru dapat memanfaatkan berbagai situs web untuk memilih aneka jenis aplikasi yang dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik menjadikan pembelajaran menyenangkan dan potensi anak akan berkembang dengan baik, sehingga pada akhirnya berpengaruh pada prestasi belajar siswa.

Namun, beberapa realita yang sering terjadi di lingkungan sekolah masih banyak guru di dalam pembelajaran lebih banyak ceramah dan belum menggunakan media pembelajaran. Sagala (2011:164) menyebutkan, bahwa :
Selama ini pembelajaran yang berlangsung di sekolah cenderung menunjukkan (1) Guru lebih banyak ceramah; (2) Media Belum dimanfaatkan; (3) pengelolaan belajar cenderung klasikal dan kegiatan belajar kurang bervariasi; (4) tuntutan guru terhadap hasil belajar dan produktivitas rendah; (5) tidak ada pajangan hasil karya peserta didik; (6) guru dan buku sebagai sumber belajar; (7) semua peserta didik dianggap sama; (8) penilaian hanya berupa test; (9) latihan dan tugas-tugas kurang dan tidak menantang; dan (10) interaksi pembelajaran searah.

Digital Storytelling (DST) merupakan salah satu media yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran bahasa inggris yang menarik dan menyenangkan. Robin (2008) menyatakan bahwa “Digital StoryTelling revolve around the idea of combining the art of telling stories with a variety of digital multimedia, such as image, audio, and video”. DST memiliki salah satu keuntungan yaitu suara yang diisikan dapat suara asli seorang native speaker ataupun suara guru. Jika guru ingin menyampaikan suara asli seorang native speaker maka suara tersebut dapat diambil di beberapa web yang menyediakannya secara gratis. Nilai plus (added value) inilah yang membuat Digital Storytelling sebagai salah satu jenis media pembelajaran yang cukup ’luwes’. Artinya, keluwesannya terletak pada jenis materi dapat dipilih sendiri oleh si penyusun media dan gambar maupun suaranya pun demikian. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, media digital storytelling ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara (speaking) dan menulis (writing).

Digital storytelling memiliki beberapa kelebihan yaitu bagi guru dan siswa. Kelebihan bagi guru adalah menarik untuk digunakan dalam beragam gaya belajar siswa, membangkitkan minat, perhatian dan motivasi siswa didalam kelas, pembuatan DST bermodalkan pada bakat kreatif guru sendiri, digital storytelling sebagai alat untuk menciptakan generasi yang kreatif, dan dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Sedangkan kelebihan bagi siswa adalah siswa dapat belajar menggunakan internet, mengembangkan kemampuan komunikasi siswa, meningkatkan keterampilan dalam menjalankan komputer dan dapat meningkatkan berberapa keterampilan siswa

Sejalan dengan penelitian tesis yang sedang saya laksanakan, bahwa media Digital Storytelling ini memilik pengaruh yang positif dalam pembelajaran bahasa Inggris di dalam kelas. Tidak hanya di dalam kelas, media ini juga dapat digunakan sebagai pembelajaran diluar kelas, tidak terbatas pada lingkup sekolah saja. siswa dapat membuka link yang berisi materi digital storytelling dimanapun mereka berada, selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas siswa saat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. para siswa dapat memanfaatkan media Digital Storytelling sebagai media pembelajaran, penyelesaian laporan dan pembuatan materi pelajaran.

Penelitian yang saya lakukan denngan membuat pelatihan pembuatan media Digital Storytelling kepada teman sejawat dengan metode demonstrasi, memberikan pengaruh yang cukup positif terhadap kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan di dalam kelas dengan para siswa. Tidak hanya berusaha untuk update dalam penggunaan IT, namun juga berusaha memperbaharui cara mengajar agar lebih kreatif dan menyenangkan sehingga siswa pun bisa dengan mudah menyerap materi & menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. begitulah konsep English Fun Learning menggunakan Digital Storytelling.

<a href="

” title=”contoh DST”>

305 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar