2

Flipped Classroom dan Kemandirian Belajar dengan Aplikasi Berbasis Web (+2)

Mang Ugit May 31, 2017

Flipped Classroom dan Kemandirian Belajar dengan Aplikasi Berbasis Web
Oleh: Mughits Rifai

flipped

Di dalam sebuah ruang kelas, para siswa sedang mengerjakan tugas. Ada yang berpasangan, ada pula yang berkelompok. Ada pula yang sedang mengerumuni gurunya yang tengah sibuk menjawab pertanyaan salah seorang siswa. Situasi ini bukan terjadi di pertengahan atau bahkan akhir jam pelajaran, melainkan di awal jam pelajaran. Meski terdengar tidak lumrah, tapi inilah yang terjadi dalam model pembelajaran flipped classroom.
YouTube Preview Image
Apa Itu Flipped Classroom?
Flipped classroom dalam Bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai ruang kelas terbalik. Mengapa demikian? Ini tidak lain karena model pembelajaran ini menukar urutan proses pembelajaran yang terjadi pada pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional, guru akan memberi ceramah tentang materi pelajaran di ruang kelas lalu memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Sebaliknya, pada model pembelajaran flipped classroom, siswa dapat mengakses materi pelajaran dan mempelajarinya di rumah lalu mencatat hal-hal yang masih belum dipahami untuk ditanyakan nanti. Ketika sampai di ruang kelas, siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas lalu mengerjakan tugas di kelas dengan bantuan guru.

Mengapa Flipped Classroom?
Flipped classroom pada dasarnya hanya mengubah urutan proses pembelajaran di mana biasanya siswa mendengarkan ceramah guru di kelas lalu mengerjakan tugas di rumah. Dalam model flipped classroom, yang terjadi adalah sebaliknya. Dengan model terbalik ini, diharapkan siswa sudah memiliki pengetahuan dasar sejak dari rumah tentang apa yang akan dibahas di kelas. Dengan begitu, kelas akan lebih fokus membahas pertanyaan yang muncul dan menyediakan waktu yang lebih longgar untuk melakukan evaluasi melalui tes atau kuis. Model pembelajaran seperti ini akan sangat membantu siswa dalam melatih kemandirian dalam belajar karena dengan menggunakan model seperti ini siswa dituntut untuk menemukan informasi yang diperlukannya. Sehingga, siswa tidak hanya menunggu informasi dari gurunya, tetapi juga mencari informasi yang diperlukan sesuai dengan materi yang dibahas. Selain itu, siswa juga tidak akan merasa tertinggal karena informasi yang didapat bisa dibaca ulang atau diputar ulang sesuai kebutuhan untuk mendapatkan pemahaman yang utuh.
Di sisi lain, guru akan sangat terbantu dengan model pembelajaran flipped classroom ini. Alih-alih harus memberikan ceramah pada awal jam pelajaran, guru akan mendapati siswanya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang materi pelajaran saat itu. Sehingga, guru dapat langsung memeriksa pemahaman parasiswa dengan memberikan tes. Jika tidak, guru bisa memulai dengan mengundang pertanyaan dari parasiswa. Pertanyaan yang muncul lalu bisa langsung dibahas atau dijadikan bahan diskusi kelompok. Dengan begitu, alokasi waktu di kelas tidak akan tersita oleh ceramah yang cenderung membosankan.

Aplikasi Penunjang Flipped Classroom
Untuk mendapatkan hasil dari model pembelajaran flipped classroom ini tentu kita memerlukan bantuan. Salah satu bantuan yang terpenting adalah aplikasi berbasis web yang tersedia secara daring (online). Dalam membantu mencapai kemandirian belajar melalui flipped classroom, ada tiga kelompok apliasi berbasis web yang perlu diketahui, yaitu aplikasi penggunggah video, penggunggah dokumen, dan penyedia kelas daring.

Aplikasi Pengunggah Video
Di antara sekian banyak aplikasi penggunggah video, YouTube masih menjadi favorit para pengguna internet. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh guru untuk mengunggah video pembelajaran yang dibuatnya agar ditonton oleh siswanya. Dengan mengunggah video, guru tidak harus mengulang-ulang penjelasannya di kelas karena siswa bisa mengaksesnya langsung di internet dan memutar ulang videonya berkali-kali sesuai kebutuhannya.

Aplikasi Pengunggah Dokumen
Beberapa aplikasi pengunggah dokumen antara lain adalah Google Drive, Scribd, dan Slideshare. Di samping itu, sebenarnya masih banyak lagi yang lain. Hampir semua penyedia layanan penyimpanan file daring mendukung file-file dokumen seperti word, excel, powerpoint, pdf, dan sebagainya. Namun, dari sekian banyak aplikasi, tiga aplikasi yang disebut di atas menyediakan pratinjau dokumen. Sehingga, tanpa perlu repot-repot mengunduh file yang kita maksud, siswa dapat langsung membacanya secara daring.

Aplikasi Penyedia Kelas Daring
Untuk aplikasi ini, ada banyak pilihan. Tapi, paling tidak ada tiga yang banyak digunakan. Di antaranya adalah Edmodo, Quipper, dan Google Classroom. Masing-masing memiliki karakter dan fasilitas yang berbeda. Quipper, misalnya, sudah memiliki materi-materi yang disesuaikan dengan kurikulum yang dipakai di Indonesia, baik itu KTSP maupun Kurikulum 2013. Untuk menentukan mana yang akan dipakai, tentu guru harus mempelajari dulu karakteristik dan fasilitas yang ditawarkan oleh masing-masing aplikasi. Sehingga, guru dapat memilih yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penutup
Siswa masa kini yang dikenal dengan generasi millennial, sudah bergeser gaya hidupnya akibat perkembangan teknologi. Internet murah dan gawai (gadget) yang terjangkau semakin menguatkan intensitas para siswa di dunia maya. Alih-alih menentangnya dengan alasan dampak negative yang ditimbulkan, guru dapat memanfaatkan hal ini untuk menguatkan dampak positif yang diberikan oleh teknologi. Pembelajaran dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dengan bantuan internet. Siswa yang daya tangkapnya kurang dapat memutar ulang video pembelajaran sesering yang dibutuhkannya. Guru dapat memantau perkembangan dan kemajuan siswa kapan saja dan di mana saja melalui kelas online yang dikelolanya. Sehingga, pada akhirnya pembelajaran yang efektif dapat lebih tercapai dengan bantuan teknologi.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

263 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

  1. Avatar of mokhamad subakri

    alhamdulillah dapat tambahan ilmu baru dai mas Ugit

    jadi ngerti artinya dari paragraf petama

    Sebaliknya, pada model pembelajaran flipped classroom, siswa dapat mengakses materi pelajaran dan mempelajarinya di rumah lalu mencatat hal-hal yang masih belum dipahami untuk ditanyakan nanti. Ketika sampai di ruang kelas, siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang sedang dibahas lalu mengerjakan tugas di kelas dengan bantuan guru.

    ingin mencoba flipped classroom di kelas sy ah….

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    artikel 1
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond
    artikel 2
    http://guraru.org/guru-berbagi/kearifan-lokal-dunia-digital-belajar-menakjubkan-2/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!