4

Doa Anti Korupsi (Celoteh Ku) (+1)

Hendra Gunawan December 4, 2013

Rasanya memang tidak ada habis-habisnya permasalahan di negeri kita tercinta Indonesia ini. Khususnya permasalahan yang menyangkut 3 huruf yaitu KKN( Korupsi, Kolusi, & Nepotisme). Apalagi kata yang paling depan tuh yang menyangkut money yaitu korupsi. Kalau boleh saya pinjam istilah gaul yang sering dipakai orang-orang intelek, fenomena korupsi ibarat fenomena gunung es, yang artinya sebenarnya kasusnya segunung tapi yang ketahuan cuma seupil. Beberapa survey menunjukkan bahwa tingkat korupsi di Indonesia masih sangat tinggi bahkan mungkin semakin parah, misalnya seperti yang dimuat pada artikel berikut.

http://news.bisnis.com/read/20130511/16/13448/korupsi-di-indonesia-tertinggi-kedua-di-dunia

dan

http://www.tempo.co/read/news/2013/07/11/063495321/Di-ASEAN-Tingkat-Korupsi-Indonesia-Kian-Memburuk

Sudah jenuh rasanya saya yang orang awam ini mengikuti berbagai dialog dan ulasan di media massa terkait penyebab masalah korupsi ini. Pakar-pakar politik, ekonomi, pendidikan, sosial, agama, bahkan pakar jalanan memiliki pandangannya masing-masing, ada yang berkaitan dan ada yang tidak. Pakar politik bilang, “ini nih dampak demokrasi yang kebablasan, setelah lengsernya Pak Harto, makin banyak raja-raja kecil yang bermental korup bermunculan”. Pakar ekonomi bilang, “korupsi itu dampak dari sistem ekonomi yang tidak transparan”. Pakar pendidikan bilang, “ada yang salah nih dengan pendidikan kita”. Pakar sosial bilang, “korupsi itu muncul akibat karena tingginya ego individualisme pelakunya”. Pakar agama bilang “Korupsi menunjukkan rendahnya kuantitas orang-orang beriman di negeri ini”. Dan pakar jalanan bilang, “gak usah mikirin sebab, mari kita hukum mati saja para koruptor”. Hadehhhh….(sambil nepok jidad)

Apalagi jika sudah menyangkut solusi, semua ide-ide yang bermunculan hampir semuanya adalah solusi jangka panjang dan menyangkut banyak pihak (kecuali solusi dari pakar jalanan). Misalnya, pakar pendidikan dan pakar agama sepaham jika kita harus memperbaiki kualitas pendidikan akhlak di sekolah, agar output lulusan bisa berakhlak baik dan anti korupsi. Teknik-teknik yang diajukanpun, kalau didengarkan sangat sederhana, misalnya yang umum adalah dengan membuat kantin kejujuran bahkan ada beberpa pakar pendidikan menyarankan pergantian kurikulum. Yang susah saat kita menjalankannya, yang namanya melibatkan banyak pihak (menggerakkan orang banyak), ya perlu kerja keras. Hadehhhh….(nepok jidad lagi)

Ya sudahlah, daripada nepok jidak terus, yuk kita berdoa saja. Insya Allah merupakan solusi jangka pendek dan tidak perlu kerja terlalu berat, cukup menengadahkan kedua tangan saja, dan tidak menyebabkan jidad bengkak heee….

“Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah, kuatkanlah iman hamba, jauhkanlah hamba dari keinginan memiliki sesuatu yang bukan hak hamba, amin”.

Bagi yang memiliki doa-doa lain, silahkan dilanjutkan.

Sukses selalu, semoga Indonesia menjadi negara bersih dari korupsi

Maju terus Indonesiaku

3,921 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

  1. “Bismillahirrahmanirrahim, ya Allah, kuatkanlah iman hamba, jauhkanlah hamba dari keinginan memiliki sesuatu yang bukan hak hamba, amin”.
    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin 🙂
    kita mulai dari diri kita, keluarga, KELAS kita …. didik anak dan siswa kita tidak KORUPSI

  2. dari segala doa yang dipanjatkan dan pasti terwujud, kita dengan berani mengatakan “Amiinnnn” dan terus berharap dan menunggu tanpa henti. Niscaya terjadi

    Salam Pak Hendra Gunawan, ayo isi guraru terus-menerus 😀

The comments are closed.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar