7

Digital Citizenship, Konsep Menggunakan Teknologi Secara Cerdas (+6)

Pengelola Guraru May 10, 2017

Digital Citizenship 2

Sudahkah Anda menerapkan konsep Digital Citizenship dalam teknik mengajar Anda? Digital Citizenship merupakan sebuah cara yang bisa dilakukan untuk membantu para murid mempersiapkan diri mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia teknologi. Bisa dikatakan bahwa Digital Citizenship adalah norma-norma yang diterapkan dalam penggunakan teknologi.

Digital Citizenship digagas oleh Mike Ribble dan dikembangkan oleh Microsoft dengan tiga konsep dasar, yaitu “Respect”, “Educate”, dan “Protect” (REP).

  1. “Respect” berarti menghargai diri sendiri dan orang lain mencakup etika, akses, dan hukum digital.
  2. “Educate” yaitu mengedukasi diri sendiri dan terhubung dengan orang lain mencakup komunikasi serta pendidikan secara formal dan normal.
  3. “Protect” yaitu melindungi diri sendiri dan orang lain dalam hal keselamatan, hak dan tanggung jawab, kesehatan serta kesejahteraan

Nah, tahukah bahwa ternyata cara ini bisa diaplikasikan pada murid tingkat Play Group atau TK? Jadi Anda para guru TK pun sudah bisa memberikan konsep sederhana bagaimana menggunakan teknologi kepada murid sedini mungkin. Lantas, bagaimana menerapkan konsep Digital Citizenship ini kepada murid?

isi

Jangan Terlalu Membatasi Namun Tetap Mengawasi

Demi menerapkan penggunaan teknologi secara aman, banyak pihak sekolah yang membatasi akses murid terhadap internet. Mereka hanya akan membuka akses terhadap situs-situs tertentu yang dianggap “aman” untuk diakses di sekolah. Hal ini memang tidak salah, tetapi dengan membatasi lingkup teknologi pada murid, secara tidak langsung juga membatasi kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah.

Sebaiknya, daripada melakukan pembatasan akses, Anda bisa mengajarkan murid tentang cara mencari informasi positif di internet, cara meninggalkan komentar dengan benar, cara menghadapi iklan yang muncul, cara melaporkan konten yang dianggap kurang baik, dan lain sebagainya. Terpenting adalah mereka mengakses di bawah pengawasan orang dewasa.

Digital Citizenship 3

Memberikan Konten Sesuai Usia Murid

Konsep Digital Citizenship membantu untuk memastikan bahwa setiap murid paham betul dengan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Untuk itu, Anda tidak bisa menyamaratakan seluruh murid dan menggunakan pendekatan yang sama pada mereka dalam mengajarkan Digital Citizenship. Karenanya, Anda perlu mengetahui hal-hal apa yang dapat diakses para murid dengan usia tertentu di internet.

Murid kelas 2 SD, misalnya, lebih sering membuka YouTube untuk menonton kartun favorit mereka. Anda bisa mengajari mereka untuk memasukkan kata kunci yang tepat pada kolom pencari YouTube. Pasalnya, jika pesan tentang Digital Citizenship yang Anda sampaikan tidak disesuaikan dengan usia murid, mereka tidak akan merasa “terhubung” dengan nasihat atau pesan tersebut.

Tidak Dipelajari dalam Satu Kali Saja

Katakanlah Anda menggunakan perangkat seperti tablet dan Google Apps untuk mengajar. Maka, pada awal ajaran tahun baru, Anda pun mengajarkan tentang Digital Citizenship kepada para murid dan merasa bahwa itu sudah cukup. Padahal, Digital Citizenship merupakan sesuatu yang harus dipelajari secara berkelanjutan.

Misal, Anda menggunakan internet untuk membantu para murid mengakses informasi tentang cara mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk siswa SMA Anda bahkan turut membantu mereka untuk mendaftarkan diri secara online. Setelah itu, jangan “tinggalkan” murid Anda begitu saja. Pada lain waktu, Anda bisa mengajarkan mereka tentang cara memperpanjang masa berlaku SIM.

Digital Citizenship 4

 Beri Ruang Nyaman untuk Berlatih

Anda bisa menggunakan Google Classroom, Edmodo, ClassKick, Kidblog, atau situs-situs lain yang cukup aman bagi murid untuk berinteraksi dengan sesama pengguna online. Hal ini juga bisa Anda manfaatkan untuk mengajarkan murid tentang cara membalas atau menghadapi komentar secara baik dan benar di internet.

Situs-situs tersebut mampu membantu murid menyusun komentar yang tepat dan menggunakannya untuk merespon pengguna online lain. Sebagai alternatif, ada pula situs seperti DogoNews dan Padlet yang memungkinkan Anda sebagai guru untuk mengawasi akun kelas dan memantau jenis konten yang diunggah.

Teknologi hadir untuk memudahkan kita dalam kehidupan sehari-hari. Sudah sepatutnya kita menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab. Digital Citizenship mampu membantu Anda untuk melakukan hal tersebut sekaligus mengajarkannya kepada para murid. Semoga bermanfaat, Guraru!

2,838 total views, 5 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (7)

  1. Awalnya saya mispersepsi tentang konsep ini, karena hanya membaca sekilas. Konsep yang menarik, tetapi saya justru terpikir tentang keadaan siswa-siswa di daerah ujung Indonesia, semoga mereka segera mendapat akses dunia digital yang setara atau paling tidak mereka tidak kaget ketika mengetahui dunia luar sudah jauh berkembang

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar