5

Dengan Quipper School, Belajar Sejarah Makin Cool… (+1)

Rusdi Mustapa May 20, 2017

Salam Guraruer,

Hari ini, saat ini, dunia ini, sedang mengalami perkembangan pesat di dunia digital dan dengan mudah bersinar lebih terang daripada gaya belajar tradisional di dalam kelas. Semua serba cepat, serba instant. Betapa mudah rasanya sekarang melihat seorang anak kecil yang dengan cepat menguasai bagaimana dia menggunakan komputer, melakukan koneksi kepada internet dan mencari sesuatu melalui internet akan apa yang mau dia cari.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana bisa seorang anak usia 6 tahun mengajarkan sesuatu kepada yang lebih senior, bahkan mengajarkan gurunya? Ketrampilan apa yang anak-anak itu miliki dalam proses belajar mengajar yang melampaui kemampuan orang tua? Ketrampilan anak yang seperti itu dikatakan sebagai ketrampilan abad 21, yang membuat mereka seperti “diajarkan” oleh diri mereka sendiri bagaimana pola kerja network dan mencari solusi atas apa yang menjadi pertanyaan mereka sendiri.

Dalam 30 tahun terakhir, banyak yang setuju bahwa generasi terbagi menjadi 3 kelompok. Generasi X untuk mereka yang lahir di era 1970 dan awal 1980 (berarti eranya saya oooww nooo). Generasi Y untuk mereka yang lahir di era akhir 1980 dan 1990. Generasi Z untuk mereka yang lahir di akhir tahun 1990 sampai sekarang (yang sering juga disebut generasi milenium). Era generasi X masih bisa dikatakan “mulai diracuni” video games (Nintendo mulai hadir ) dan sudah mendapat pengaruh dengan adanya MTV  (Teringat di tahun 1980-an saya bermain pac-man dari Nintendo dan rasanya woww lucu sekali, tapi sampai usia SMP belum mengetahui bagaimana mengoperasikan komputer, walau ada teman saya yang cukup mahir saat itu tetapi hanya dia dan segelintir saja yang tahu).

Era generasi Y sudah lebih canggih beradaptasi dengan komputer dan internet. Usia produktif sekarang ini untuk para eksekutif muda generasi Y. Sedangkan era generasi Z adalah usia siswa SD – SMP saat ini. Kita bisa melihat beberapa dari mereka yang begitu terbiasa dan menguasai dunia digital, internet, multimedia. Sekolah era ini pun harus mampu mengakomodasikan kebutuhan dan ketrampilan anak-anak tersebut.

Mensikapi hal tersebut, sebagai seorang guru saya merasa perlu berpacu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada, terutama dalam pembelajaran. Selama ini masih banyak rekan guru yang terkesan kurang antusias mensikapi berbagai perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan. Ketika siswa/siswi kita sudah begitu asyik dengan gadget, iPad, tablet dan berbagai alat komunikasi canggih lainnya, kita (guru) masih seperti itu-itu saja. Walaupun termasuk dalam kategori  era generasi X,  ndak mau dong saya kalah sama siswa/siswi  yang lahir di era generasi Z hehee….

Salah satu bentuknya adalah saya menggunakan model pembelajaran yang berbasis online menggunakan Quipper School. Quipper School adalah satu diantara sekian startup pendidikan yang ada di Indonesia. Masih ada Edmodo, Brainly, Duolingo, Legentas, dan beberapa startup pendidikan yang lain. Mengapa saya menjatuhkan pilihan ke Quipper School ? Karena Quipper School mengusung pembelajaran interaktif secara online dalam platform jejaring sosial yang dalam keadaan tertentu dapat dilakukan secara off line. Pemanfaatan Quipper School sangat membantu guru karena di dalamnya sudah ada materi dan berbagai soal latihan yang bisa diakses siswa 24 jam setiap harinya. Bila guru merasa perlu memberikan materi dan latihan yang tidak ada dalam konten yang sudah disediakan, guru bisa menambahkannya sendiri.

Awal Mengenalkan kepada Siswa

sosialisasi QS2

Memperkenalkan model pembelajaran semacam Quipper School kepada siswa / siswi saya ternyata tidak semudah yang di duga. Sikap “penolakan” hingga apatis saya alami pada awal-awalnya. Saya sampaikan kepada mereka bahwa Quipper School memiliki berbagai keuntungan diantaranya:

  • Yang jelas adalah gratis, tidak perlu sewa hosting, siswa dapat mendaftar dengan akun facebook atau email dan tidak perlu verifikasi email, demikian pula dengan guru yang mendaftar dalam quipperschool bisa dengan akun facebook atau email yang diverifikasi dengan gampang,
  • Siswa bisa mengerjakan menggunakan telepon seluler atau smartphone, laptop atau PC dengan modem, berinternet di lab komputer atau pojok internet yang disediakan Telkom atau telkomsel atau provider lainnya (ini akan menjadi kendala tersendiri),
  • Guru bisa membuat soal (menggunakan teks – kopi paste dengan word atau notepad, kemudian menggunakan sebagian kecil fungsi aplikasi LaTEX, jika agak sulit bisa memasukkan imaji atau gambar sebagai rumus atau formula), untuk hal ini maka diperlukan pen tablet atau graphic tablet sebagai alat tambahan untuk menggambar atau menulis, tetapi saya biasa crop atau salin dan tempel, dan
  • Siswa yang mengerjakan soal bisa dipantau hasilnya, bisa diulang-ulang, ada laporan hasil penilaian dengan soal-soal yang bisa dikerjakan serta soal-soal yang masih sulit dan perlu didiskusikan lanjut dalam kelas, siswa menjadi senang belajar dan senang mengerjakan karena ada kompetisi kelas setiap bulan dengan hadiah yang lumayan dan luar biasa.

Alhamdulillah dengan penjelasan ini mereka akhirnya tertarik dan tidak sabar untuk segera mengalami pengalaman belajar baru bersama Quipper School.

Langkah berikutnya adalah menggunakan Quipper School dalam pembelajaran. Sebagai guru sejarah, terus terang saya sangat terbantu dengan adanya Quipper School. Di dalamnya sudah ada materi pelajaran dari berbagai mata pelajaran dan kita tinggal mau memilih topik apa. Karena Quipper School menyediakan dua menu utama yaitu.

  • Quipper School Learn, sebuah portal khusus siswa dimana mereka bisa mengakses atau membaca materi pelajaran, menjawab soal, mengirimkan pesan ke guru, dan melihat performa belajar teman sekelasnya.
  • Quipper School Link, sebuah portal khusus untuk guru dimana mereka dapat menyiapkan tugas, melihat perkembangan siswa, mengirim pesan ke siswa, mengelola kelas, dan membuat kelas online.

Tinggal langkah berikutnya mengajak siswa untuk membuat akun sendiri. Sebelumnya saya telah membuat akun masing – masing  kelas dengan kode yang berbeda untuk setiap kelas yang selanjutnya masing – masing siswa bisa mendaftar di akun kelasnya.

XII IPA 2

XII IPA 2.1

Saatnya Berproses Bersama Quipper School….

Menikmati pengalaman baru belajar secara online bersama Quipper School bagi siswa/siswi  sungguh merupakan pengalaman yang mengasyikkan. Mereka bisa memanfaatkan alat komunikasi yang dimiliki untuk belajar mandiri. Di mata pelajaran sejarah yang saya ampu, tugas saya sampaikan sebelumnya di kelas, selanjutnya mereka aktif membuka secara mandiri. Siswa tinggal memilih kelas yang sesuai dengan kelasnya.DSCF3758 - Copy

mengecek kelas QS

kelas XI IPA 5Perkembangan tugas yang dikerjakan siswa pun bisa dikontrol oleh guru. Siapa yang sudah mengerjakan dan belum mengerjakan. Bahkan nilai yang diraih siswa dalam tugas tersebut juga bisa diketahui. Biasanya saya akan sampaikan nilai dari semua siswa di kelas ketika tugas sudah berakhir masa pengumpulannya. Hal ini saya maksudkan agar siswa selalu termotivasi untuk berusaha dengan sebaik-baiknya.

cek kelas IPA 6Agar tercipta suasana “kompetisi” diantara siswa maka saya memberikan challenge yaitu bagi siswa yang paling aktif menggunakan Quipper School, aktif mengerjakan soal secara mandiri untuk semua mata pelajaran, maka akan mendapat reward. Bingkisan kecil ini hanya sebagai penyemangat saja agar mereka memanfaatkan android untuk belajar. Ilmu dapat hadiahnya pun dapat hehee….

DSCF4270 - CopyJadi Ambassador Quipper School ??

Pemanfaatkan Quipper School yang telah saya lakukan membuka kesempatan yang lebih luas. Salah satunya adalah kesempatan untuk menjadi Ambassador Quipper School. Iseng-iseng saya mendaftarkan diri menjadi calon ambassador dengan berbekal pengalaman yang telah saya lewati bersama siswa/siswi saya. Tidak berharap terlalu banyak memang karena melihat pendaftar yang berasal dari seluruh Indonesia. Hingga akhirnya tibalah hari itu. Pengumuman calon Ambassador Quipper School. Saya masih ingat banget, tanggal 13 September 2015, bertempat di Hotel Semesta Semarang. Dalam acara Ambassador Meet Up, saya bersama puluhan guru dari seluruh Jawa Tengah/DIY berkumpul menjadi satu.

DSCF4907

Inti acara di sana adalah forum berbagai pengalaman  dan informasi sesama Ambassador Quipper School. Jadi, intinya saya sudah jadi Ambassador Quipper School dong kalau begitu…??

Alhamdulillah…apalagi di acara ini saya bisa bertemu langsung dengan Manajer Quipper School Indonesia Yuta Funase San. Kebahagiaan yang tak terkira bagi saya dan temen-temen Ambassador Quipper School semua.

DSCF4891

Sharing and Growing Together….

Setelah acara itu, ada tugas yang harus kami, para Ambassador Quipper School, mesti lakukan. Kami mesti mengenalkan Quipper School kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing. Khusus di sekolah saya MAN 1 Surakarta, acara sosialisasi Quipper School diadakan pada 15 September 2015. Secara khusus Quipper School Indonesia mengirim Mbak Namira dan Mas Andreas untuk memberikan pelatihan Quipper School kepada guru-guru MAN 1 Surakarta. Diharapkan virus Quipper School bisa menjalar kepada guru-guru MAN 1 Surakarta yang selanjutnya mereka memanfaatkan dalam pembelajaran masing-masing. Hal ini sesuai dengan tagline Quipper School “distributors of wisdom”. 

DSCF4917

DSCF4918 DSCF4919 DSCF4920Demikian sekilas pengalaman saya memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dengan menggunakan Quipper School. Perkembangan teknologi merupakan hal yang tidak bisa dihindari, termasuk para guru. Keniscayaan inilah yang harus membuat kita bangun dan mulai berjalan beriringan dengan perkembangan tersebut. Begitu merebaknya era gaya belajar abad 21, tidak menutup kemungkinan siswa-siswa yang memang memiliki karakteristik gaya belajar “jaman dulu”, dan sebagai individu, hak siswa pula untuk dia tetap mempertahankan gayanya. Tetapi dengan lingkungannya yang lebih cepat menyerap teknologi seperti dipaparkan di atas, maka tugas kitalah sebagai pendidik dan orang tua untuk mendampingi dan membuat mereka juga setidaknya mampu berjalan beriringan untuk hidup dalam era masa depannya nanti.

Maju terus pendidikan Indonesia ..!!

—————————————————————

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru” 

728 total views, 9 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (5)

  1. Avatar of Mister Nuel

    Menarik juga nih. Beberapa tahun yang lalu ada yang memperkenalkan quipper, tapi saya memandang ada kesamaan dengan google classroom jadi waktu itu tidak belajar.
    Bagaimana menurut Bapak? ada perbedaankah dengan google classroom?
    terima kasih.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!