19

Cara Gampang Mengembalikan File yang Hilang Karena Flashdisk Minta Format #MenolakGaptek (+8)

oloan May 9, 2015

Sore ini, ada dua kebahagiaan yang kurasakan, pertama: ketika siswa di kelasku merasa gembira dan bangga karena mampu menyelesaikan masalah seperti ini

Menyelesaikan masalah sederhana perhitungan matematika logika dengan menggunakan =IF

Menyelesaikan masalah sederhana perhitungan matematika logika dengan menggunakan =IF

Hasil dari Perhitungan dengan menggunakan perhitungan excel

Hasil dari Perhitungan dengan menggunakan perhitungan excel

Kedua, saat sudah sampai dirumah, pas menulis sambil baca-baca berita di media sosial, saya tiba-tiba dikejutkan kedatangan anak gadis tetangga, tanpa ketok pintu dengan terburu-buru si gadis berucap sambil bawa laptopnya “Bang, tolongin bang flasdisk ini tidak bisa dibuka, masa minta format? Tolong bang, kakakku dah nangis-nangis dia, besok dia sidang, Tugas Akhirnya disini semua,” pinta si gadis sambil meletakkan laptopnya yang sudah dicolok flasdisk ke atas meja.
Saya dengan tenangnya melihat ke arah laptop dan benar saja, sudah muncul tulisan drive G minta diformat seperti gambar berikut

Sering kita jumpai Flashdisk minta diformat, jangan takut dan panik, ada solusinya

Sering kita jumpai Flashdisk minta diformat, jangan takut dan panik, ada solusinya

Sementara laptopnya juga sudah ada virus shorcut, sehingga bisa dipastikan laptopnya sudah kena virus.
Lalu saya copot flasdhisknya, sementara si gadis tetap memelas sembari duduk disamping saya tanpa saya minta, dia cerita lagi “Tadi saya kekampus, pulang dari kampus saya colokkan flashdisknya kok tidak bisa lagi,” ternyata si gadis ini meminjam flashdisk kakaknya dan mengcopy data dari temannya dikampus, sehingga flasdisknya kena virus dari laptop temannya dikampus.
Maka flashdisk tersebut saya colokkan ke USB Laptop saya, memang flashdisk masih dikenal berarti datanya masih bisa diselamatkan, maka langkah berikutnya yang saya lakukan adalah :
1. Silahkan aktifkan Command Prompt yang ada di menu Accessories, dengan cara tekan kombinasi keyboard WINDOWS + R, atau Klik Menu Start > All Programs > Accessories > Run.
2. Lalu ketikkan CMD, tekan Enter.
3. Pastikan terlebih dahulu bahwa Drive Flashdisk yang bermasalah drive apa, apakah D, E, F atau G? Setelah Anda pastikan, misalnya di laptop saya adalah Removable Disk (G) baru masuk ke langkah berikutnya.
4. Masuk ke Drive flashdisk (G) dengan cara ketikkan G: seperti pada gambar :

Tampilan Command Promt, ketikkan G:, pindah ke drive yang bermaslah

Tampilan Command Promt, ketikkan G:, pindah ke drive yang bermaslah

perintah CHKDSK

perintah CHKDSK

5. Jika muncul perintah seperti pada gambar diatas (The volume does not …..), maka langkah selanjutnya adalah langsung aja ketik :

hasil CHKDSK yang mengembailkan file yang hilang atau flashdisk yang terformat

hasil CHKDSK yang mengembailkan file yang hilang atau flashdisk yang terformat

6. CHKDSK /F G: seperti pada gambar, jika Anda beruntung maka akan muncul gambar berikut dan Anda bisa mengembalikan semua file-file yang ada di dalam flashdisk ke bentuk semula.
Namun, jika masih punya kendala maka Anda bisa mencoba langkah berikut ini untuk mengembalikan flashdisk yang minta format, namun data dalam flashdisk Anda akan hilang semua :
1. Klik menu Start > All Programs > Accessories > Run atau tekan kombinasi tombol keyboard WINDOWS + R.
2. Silahkan Anda ketikkan “compmgmt.msc”
3. Berikutnya pada menu “Computer Management” silahkan Anda pilih “Disk Management” dan pilih “Removable Disk”, maka langsung klik kanan, pilih Format, seperti pada gambar :

Tampilan Computer Management dan Disk Management, alternatif langkah untuk memperbaiki flashdisk yang minta diformat

Tampilan Computer Management dan Disk Management, alternatif langkah untuk memperbaiki flashdisk yang minta diformat

4. Setelah selesai, maka dipastikan flashdisk Anda tidak akan minta format lagi, dan dapat digunakan.

Trik menggunakan Disk management

Trik menggunakan Disk management

Melihat langkah-langkah yang saya lakukan dan melihat folder dalam flashdisknya terbuka kembali, si gadis sumringah, senang sekali dia. Dari raut wajah yang menunjukkan kesedihan, kekesalan dan bermuram, berubah kembali menjadi cerah dan gembira ada rasa kepuasan tersediri dalam diri saya, ketika saya bisa menolong dan menyelamatkan orang lain dari rasa bersalah dan berdosa. Tidak henti-hentinya si gadis berterimakasih kepada saya.
Nah, tips sederhana ini sedikitnya telah membuka wawasan banyak orang bahwasannya pendidikan dan pemanfaatan TIK ini sangat perlu diajarkan dan dibimbing dengan terarah kepada generasi muda kita. Walau tidak dapat dipungkiri bahwa generasi sekarang dikatakan generasi digital, atau generasi Z yang lahir dan dibesarkan di era digital dengan aneka perangkat teknologi yang canggih dan komplet, namun pembelajaran TIK saya pandang masih sangat vital keberadaannya ditengah-tengah dunia pendidikan.
Penting nga sih belajar TIK?
Pertanyaan ini selalu muncul ketika secara kontroversial, Menteri yang lalu yang akan lengser merubah Kurikulum Pendidikan Nasional dari KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006 ke Kurikulum baru, K-13 yang memakan biaya hampir 4,9 triliun rupiah dengan menghapus satu mata pelajaran favorit, fenomenal dan paling diminati, mata pelajaran TIK. Penghapusan ini sontak membuat para guru yang telah bergelut mata pelajaran dan sudah bertahun-tahun mengajarkan mata pelajaran ini – walau kenyataannya tidak linier karena tidak bersertifikat atau ber-ijazahkan TIK – memberontak, menolak dan memperjuangkan agar mata pelajaran TIK ini tetap eksis di Kurikulum Nasional.
Beruntung, ketika pak Anies Baswedan dihunjuk oleh Jokowi menjadi Menteri Pendidikan di Kabinet Kerja-nya, pak Anies segera membuat kebijakan mengembalikan K-13 yang kenyataannya memang amburadul kembali ke KTSP menunggu hasil kajian dari aplikasi K-13 tersebut. Namun, hati dan pikiran para guru TIK belumlah aman dan nyaman, karena TIK belum final ada dan eksis di setiap Kurikulum – yang rencananya akan kembali diganti nama.
Di era digital dan teknologi ini, mengajarkan dan #Memelekkan seluruh generasi muda kita agar tidak gaptek adalah harga mati menurut saya. Okeylah, jika anak-anak kita adalah anak-anak sudah pandai menggunakan perangkat IT, tapi apakah masyarakat kita nantinya hanya sebatas pengguna? Fakta dilapangan ternyata, mereka tidak semuanya dapat menggunakan perangkat IT untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
Yang diajarkan tentunya dasar, dasar yang kuat pastinya akan menghasilkan pemahaman yang kuat dalam mengaplikasikan sebuah metode penyelesaian terhadap masalah yang timbul, itu sudah sering kita dengar. Layaknya belajar Bahasa, mau bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris atau bahasa Asing lainnya, pemahaman dasar yang kuat adalah inti maka pelajaran tersebut diajarkan, pun dengan pelajaran Olahraga, bahkan Matematika, Fisika, Kimia dan lainnya, yang diajarkan adalah dasar pelajaran yang kuat dan bertahap.
Ketika ada pejabat yang mengatakan bahwa TIK itu hanya sekedar tools dalam pembelajaran, itu adalah pemikiran yang kolot menurut saya, TIK itu bukan sekedar pelengkap penderita dalam proses belajar mengajar, tetapi lebih dari itu, mari kita belajar dari negara-negara yang masuk dalam lima besar dari The Learning Curve Report. Negara semacam Finlandia, Korea Selatan, Inggris, Amerika Serikat, dll menempatkan mata pelajaran TIK sebagai mata pelajaran prioritas untuk dikembangkan dan diajarkan sejak dini kepada para peserta didik.
Karkateristik Generasi Z
Generasi Z ini seharusnya diajarkan bagaimana mengkreasikan perangkat TIK itu menjadi lebih produktif, mereka diajarkan bagaimana menciptakan sesuatu (program, aplikasi, animasi, desain, dll), menyelesaikan suatu perhitungan atau masalah dengan menggunakan perangkat IT. Intinya dapat memanfaatkan perangkat TIK itu kedalam hal-hal yang lebih bermanfaat dan benar, bukan terjerembab ke hal-hal yang lebih negatif atau membelai mereka dengan hanya menggunakan perangkat IT untuk menghabiskan waktu.
Dalam belajar, Generasi Z cenderung menyukai hal-hal yang bersifat aplikatif dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang dikembangkan harus mampu mengakomodasi kecenderungan cara belajar yang mereka miliki, salah satunya melalui pendekatan Pembelajaran Berpusatkan Model (PBM) yaitu pembelajaran yang menggunakan model, perangkat yang dikonstruksi dan simulasi dinamika sistem untuk menghasilkan penyajian yang beragam untuk menolong siswa mengembangkan pengertian dari fenomena yang kompleks dan dinamis (Milrad, dkk, dalam Hazrul Iswadi, 2012).
Sebab, Generasi Z ini telah dianggap :
1. Fasih Teknologi. Mereka adalah “generasi digital” yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Mereka dapat mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan secara mudah dan cepat, baik untuk kepentingan pendidikan maupun kepentingan hidup kesehariannya.
2. Sosial. Mereka sangat intens berkomunikasi dan berinteraksi dengan semua kalangan, khususnya dengan teman sebaya melalui berbagai situs jejaring, seperti: FaceBook, twitter, atau melalui SMS. Melalui media ini, mereka bisa mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya secara spontan. Mereka juga cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan.
3. Multitasking. Mereka terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Mereka bisa membaca, berbicara, menonton, atau mendengarkan musik dalam waktu yang bersamaan. Mereka menginginkan segala sesuatunya dapat dilakukan dan berjalan serba cepat. Mereka tidak menginginkan hal-hal yang bertele-tele dan berbelit-belit.
Namun kenyataannya, masih banyak anak-anak kita yang GAPTEK, bahkan gurunya juga masih menggunakan metode-metode lama dalam mengajar, dan canggung bahkan anti dalam menerapkan metode-metode pembelajaran dengan menggunakan media IT seperti Laptop, Infokus dan menggunakan aplikasi yang menarik dalam kegiatan belajar mengajar.
Penutup

Dari pengalaman diatas, dimana para anak-anakku sukses menyelesaikan soal dengan menggunakan aplikasi Ms. Excel, dan si anak gadis tersebut tidak jadi dimarahi oleh kakaknya karena data Tugas Akhirnya terselamatkan adalah gambaran bagaimana vitalnya peranan TIK dalam kehidupan kita. Belajar TIK tidak sekedar tools, namun dapat sebagai bekal dalam menghadapi persaingan didunia mereka nantinya setelah tamat sekolah. Saran kepada para pemangku dan pembuat kebijakan di dunia Pendidikan, agar stop berdebat penting atau tidaknya TIK menjadi pelajaran yang tersendiri, jika negara kita ingin maju, maka pendidikan berbasis ICT harus lebih dikembangkan. Mari melihat TIK sebagai kebutuhan dan keharusan sehingga mengubah struktur Kurikulum agar lebih banyak bersifat aplikatif, artinya mata pelajaran itu lebih banyak mengkombinasikan penyelesaian masalah dengan menggunakan Komputer. Semoga bermanfaat…!!!
Medan, 09 Mei 2015
Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru Untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Oleh : Agus Oloan Naibaho

Baner-Guraru

31,314 total views, 25 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (19)

  1. Avatar of oloan

    wah sayang disayang yah pak Romdonah Kimbar..padahal jika kita sabar, kita pasti bisa mengembalikan file yang sudah terhapus, tapi nga papa, semoga tulisan ini bermanfaat.
    Salam hangat :)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!