3

BLENDED LEARNING: KETIKA METODE KONVENSIONAL BERPADU DENGAN TEKNOLOGI (+3)

Andre Novian May 31, 2017

BLENDED LEARNING: KETIKA METODE KONVENSIONAL BERPADU DENGAN TEKNOLOGI

Salah satu tolak ukur yang dapat dijadikan sebagai tanda dari adanya perkembangan zaman adalah teknologi. Semakin canggih suatu teknologi, dapat dikatakan bahwa zaman mulai bergerak ke arah perkembangan. Terjadinya perkembangan zaman dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah adanya tuntutan dari masyarakat yang cenderung ingin hidup dengan serba praktis. Dengan adanya tuntutan itulah yang pada kemudian mendorong manusia untuk terus berpikir secara kreatif dan inovatif demi terciptanya suatu teknologi.

Pada era sekarang, teknologi seakan menjadi “nyawa” bagi manusia dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Salah satu bentuk teknologi yang menjadi kebutuhan mendasar manusia saat ini adalah komputer. Menurut prediksi dari Biro Penelitian Forrester Research pada tahun 2015 saja, jumlah pengguna komputer dunia mampu menembus angka hingga 2 milyar. Angka ini tentu akan terus mengalami peningkatan tiap tahunnya mengingat bahwa generasi masa kini sangat menggantungkan hidupnya pada komputer.

(Data Pengguna Komputer Dunia)

Secara nyata, komputer memang menjadi suatu media yang dapat memberikan kemudahan bagi manusia. Misalnya membantu dalam setiap pekerjaan seperti membuat sebuah dokumen, sebagai alat penghibur diri, dan sebagai sarana komunikasi. Namun hingga pada perkembangan berikutnya, komputer mulai dimodifikasi menjadi sebuah bentuk yang baru, bernama laptop. Adanya modifikasi ini merupakan sebuah tuntutan untuk lebih mempermudah aktivitas keseharian manusia karena laptop bersifat portable (mudah dibawa ke mana saja) daripada komputer.

Selain bersifat portable, laptop juga dinilai praktis karena tidak perlu susah untuk merangkai berbagai macam komponen ketika akan menggunakannya. Hal ini berbeda dengan komputer yang masih harus menghubungkan CPU, mouse, keyboard, dan monitor. Dengan alasan inilah yang kemudian membuat laptop banyak digemari oleh berbagai kalangan dan menganggap kepemilikan laptop menjadi sebuah gaya hidup.

Dalam perkembangan selanjutnya, kehadiran sebuah teknologi bernama laptop tidak hanya terbatas pada penggunaan secara personal saja namun juga merambah ke berbagai bidang. Misalnya dalam bidang pendidikan, laptop dinilai menjadi sebuah media yang tepat untuk pembelajaran yang lebih efisien. Apalagi dengan adanya perpaduan dari internet yang membuat fungsi laptop seakan menjadi lebih maksimal sebagai sarana untuk menimba berbagai informasi dan wawasan dari seluruh belahan dunia.

Sebagai contoh, di negara adidaya Amerika Serikat, penggunaan laptop dalam aktivitas belajar di berbagai tingkatan sekolah sudah menjadi keharusan bagi mereka. Hal ini dibuktikan pada aktivitas pembelajaran yang terjadi di Thomas Russell Middle School yang berada di California, Amerika Serikat. Sejak tahun 2011, metode belajar yang digunakan dalam sekolah tersebut mulai berubah menjadi Blended Learning.

 GURU

(Aktivitas pembelajaran di Amerika Serikat)

Metode Blended Learning (pembelajaran campuran) merupakan suatu metode pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran secara konvensional dengan penggunaan teknologi digital. Dalam aktivitas kesehariannya, para siswa yang ada di Thomas Russell Middle School menggunakan bantuan teknologi berupa laptop (1 laptop, 1 siswa). Hal ini dinilai menjadi metode pembelajaran yang efisien karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru di papan namun juga dapat memberikan ruang gerak bagi siswa sehingga dapat lebih berinteraksi dengan guru secara langsung.

Dengan adanya penerapan metode ini pula yang kemudian mempengaruhi dari adanya jenis laptop yang digunakan oleh para siswa di Amerika Serikat. Sebagai informasi, siswa di Amerika pada tahun 2017 kini lebih menyukai untuk menggunakan Chromebook sebagai media penunjang aktivitas belajarnya. Hal ini sesuai berdasarkan data yang dihimpun oleh Future Source yang mengungkapkan bahwa di Amerika Serikat, konsumsi Mac dan iOS oleh siswa di sekolah mengalami penurunan sementara Chromebook justru mendominasi hingga mencapai angka 58%.

DATA OS

(Survey Pengguna OS di Amerika Serikat)

Penggunaan Chromebook sebagai media pembelajaran dinilai lebih tepat karena memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut terlihat dari kecepatannya yang dapat langsung digunakan dalam waktu kurang dari delapan detik dari kondisi off. Sementara keunggulan lainnya, dengan berbasis sistem operasi Chrome OS juga telah tersedia Android Play Store dengan jutaan aplikasi, termasuk di dalamnya berbagai macam aplikasi pendidikan yang bisa diunduh dalam rangka mendukung proses belajar-mengajar. Produk Chromebook juga telah dilengkapi dengan Google Management Consule & Apps for Education yang dapat digunakan untuk membuat digital classroom menjadi lebih personal dan menarik.

Dengan berkaca kepada negeri Paman Sam tersebut seharusnya Indonesia juga dapat melakukan hal yang sama dalam menggunakan metode pembelajaran yang menggabungkan antara konvensional dan digital. Hal ini dirasa perlu untuk dilakukan mengingat sistem pembelajaran konvensional sudah dinilai tidak efisien lagi. Ada beberapa hal yang menjadi alasan ketidakefisienan tersebut, yaitu siswa dituntut untuk selalu mendengarkan penjelasan dari guru saja hingga bahkan dapat membunuh daya kreativitas siswa karena selalu berpatokan pada standar seorang guru.

Untuk itu, adaptasi pembelajaran berbasis Blended Learning yang digunakan di Amerika Serikat hendaknya patut diaplikasikan di negara Indonesia ini. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin maju di era masa kini, sudah menjadi keharusan bagi setiap sekolah yang ada di Indonesia untuk memaksimalkan teknologi yang ada demi menuju sistem pembelajaran yang lebih efisien. Harapannya tentu agar sistem pendidikan dapat bertransformasi menuju ke arah yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) bangsa Indonesia agar tidak dinilai gagap teknologi.

Namun dalam mewujudkan harapan yang baik tersebut, tentu ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut ada pada bagaimana kesiapan sekolah untuk menyediakan berbagai sarana penunjang yang dibutuhkan, yang dalam hal ini adalah penyediaan laptop maupun jaringan internet. Untuk mengatasinya, tentu dibutuhkan peran dari pemerintah untuk membantu dalam hal penyediaan tersebut. Dalam hal ini, pemerintah dapat mengalokasikan kebutuhan tersebut pada anggaran pendidikan sebesar 20% yang tercantum di dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional).

Akhir kata, transformasi pendidikan dari arah konvensional menuju pembelajaran campuran (Blended Learning) memang seharusnya layak untuk diterapkan di Indonesia. Mengingat bahwa penggunaan teknologi di bidang pendidikan sudah menjadi hal yang lumrah. Kedepannya, apabila sistem pembelajaran Blended Learning memang benar-benar diaplikasikan, semoga hal tersebut akan membawa dampak pada peningkatan kualitas standar pendidikan yang ada di Indonesia. Karena dengan usaha keras dan tekad yang kuat dari berbagai elemen masyarakat Indonesia, bukan menjadi hal yang mustahil untuk dapat mencapai harapan yang baik tersebut. Semoga.

 

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

571 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. apabila sistem pembelajaran Blended Learning memang benar-benar diaplikasikan, semoga hal tersebut akan membawa dampak pada peningkatan kualitas standar pendidikan yang ada di Indonesia
    amiiin

    sy udah menerapkan dikit-dikit mas Andre

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    artikel 1
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond
    artikel 2
    http://guraru.org/guru-berbagi/kearifan-lokal-dunia-digital-belajar-menakjubkan-2/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar