22

Belajar Matematika di Obyek Wisata,Kenapa Tidak? (+7)

Iwan Sumantri May 5, 2015

Belajar biasanya identik dengan ruangan kelas dan sekolah. Di era digital dan kemajuan teknologi sekarang ini, belajar bisa dilakukan kapan, dan dimanapun, tanpa di batasi ruang dan waktu, termasuk belajar matematika di obyek wisata.

Saya yakin, hampir di setiap sekolah tiap tahunnya selalu mengadakan study tour,karyawisata atau hal serupa yang intinya adalah jalan-jalan bersama siswa ke suatu obyek tertentu.

Berikut saya mencoba berbagi ketika sekolah kami SMP Negeri 3 Cibadak Kabupaten Sukabumi berwisata ke Yogyakarta dan sekitarnya. Pada waktu itu, kami membawa rombongan para siswa SMP Negeri 3 Cibadak yang jumlahnya 147 siswa dengan guru pendamping 10 orang dengan 3 bis pariwisata. Obyek wisata yang kami kunjungi pada waktu itu adalah Candi Prambanan, Taman Pintar, Malioboro, Keraton Yogyakarta, Monumen Yogya Kembali (Monjali), dan Candi Borobudur.

Seperti biasanya jika kita wisata yang dinikmati adalah obyek wisatanya, keindahan alamnya,atau hal lainnya yang berbau makanan atau minuman khas daerah tersebut. Tapi kali ini saya mencoba menggali sesuatu yang berbeda dengan kebiasaan orang dalam berwisata, yaitu obyek wisata Prambanan hubungannnya dengan mata pelajaran yang saya ampu yaitu Matematika.

Di Obyek Wisata Candi Prambanan: Ada Ilmu Matematikanya!

Bergaya Ala Artis di Candi Precambrian (Foto Dok.Pribadi)

Bergaya Ala Artis di Candi Prambanan (Foto Dok.Pribadi One SM)

Prambanan siapa yang tak kenal dengan candi milik bangsa Indonesia ini. Candi yang memiliki latar belakang sejarah . Candi Prambanan adalah candi terbesar di Jawa Tengah, candi yang di temukan kembali dalam keadaan runtuh dan hancur serta di tumbuhi semak belukar, ini disebabkan karena ditinggalkan manusia pendukungnya beratus-ratus silam. Di arena Candi Prambanan terdapat candi-candi lainnya seperti candi Lumbung, candi Plaosan, candi Sojiwan, candi Banyuibo, candi Sari, candi Banyunibo, candi Kalasan dan candi Sambisari. Inilah salah satu keunikan candi ini dibanding dengan candi-candi lainnya.

Saya sempat berfikir apa sih hebatnya bangsa Indonesia? Negara gudangnya korupsi terbesar, teroris merajalela, teknologi tertinggal, ekonomi kalah sama negara lain, pendidikan kita terpuruk, demo dimana-mana,pembunuhan terjadi tiap hari,…….. , tak salah kalau saya membandingkan Indonesia dengan negara lain kayaknya negara ini tidak layak dibanggakan.

Tapi, setelah berkunjung ke Candi Prambanan pikiran itu hilang, Subhanalloh, benar-benar mengagumkan ini candi, tak terbayangkan oleh saya bagaimana membangun ini candi terlepas dari histori, mitos dan kepercyaan yang di yakininya.

Ternyata sungguh cantik dan molek candi prambanan itu, konsep arsitekturnya yang simetri, bentuk bangunannya yang indah menjulang tinggi, struktur bangunannya yang begitu kokoh, membuat saya berfikir bahwa nenek moyang bangsa kita bukan sembarang orang, dan tidak bodoh.

Dengan segala keterbatasan baik ilmu, tenaga pada waktu itu mereka dapat membuat candi seindah dan semegah itu. Tidak terbayangkan oleh saya bahwa pada jaman itu mereka sudah bisa menggunakan ilmu-ilmu matematika dengan baik. Mulai dari batu yang bermacam-macam bentuknya disusun rapi,teratur,simetris dengan sangat baik sehingga batu-batu itu membentuk sebuah candi  yang kuat, namun tetap indah. Tidak gampang  untuk bisa mengukur batu dengan panjang tertentu tinggi tertentu dipotong dengan bentuk tertentu yang akhirnya kalau disusun dengan batu lain dapat membentuk sebuah bangunan yang seindah itu. Butuh kerja keras,ketekunan, semangat, ilmu dan ketelitian yang tinggi untuk bisa melakukannya.

Dari melihat bangunan dan struktur candi, saya  berfikir bahwa bangsa ini sebenarnya bangsa yang hebat, buktinya pada abad IX masehi nenek moyang kita sudah mengenal matematika dengan baik pada masa itu.

Bisa kita bandingkan dengan jaman sekarang, jaman yang secanggih ini dengan segala peralatan teknologi yang ada dan dimilki  kita masih belum mampu menyusun seluruh candi menjadi bentuk semula. Ternyata dibalik keindahan dan moleknya candi  prambanan yang bisa kita lihat sekarang ini, ada nilai sejarah bangsa yang berharga dan ada orang-orang hebat yang telah merancang dan membangun candi Prambanan.  Layak dan sepantasnya kita sebagai bangsa Indonesia untuk berbangga menjadi warga bangsa ini. JASMERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah, karena dengan sejarah kita bisa belajar dan berintropeksi diri.

DI OBYEK WISATA PRAMBANAN ADA ILMU MATEMATIKANYA? Ya, inilah yang akan saya utarakan, secuil ilmu yang bisa di dapatkan dari kegiatan wisata ke Yogyakarta di Candi Prambanan lewat jepretan lensa/foto sederhana yang saya miliki di kaitkan dengan ilmu Matematika :

Bangun Ruang

Bangun ruang adalah bangun matematika yang memiliki isi atau volume. Jenis bangun ruang antara lain kubus, balok, tabung, kerucut,prisma,limas, bola. Kita seringkali harus menghitung keliling dan luas bangun datar serta volume bangun ruang.

Bentuk Candi Prambanan kalau kita amati, menyerupai bangun ruang Limas

Candi Prambanan Dari Kejauhan (Foto Dok.Pribadi)

Candi Prambanan Dari Kejauhan (Foto Dok.Pribadi One SM)

Jika dicermati Bentuknya Menyerupai Limas (Foto Dok.Pribadi)

Jika dicermati Bentuknya Menyerupai Limas (Foto Dok.Pribadi One SM)

Gambar Kerangka Limas (Foto Dok.Pribadi)

Gambar Kerangka Limas (Foto Dok.Pribadi One SM)

Simetris dan Tesselasi (Tesselation)

Simetri merupakan sebuah karakteristik dari bidang geometri, persamaan dan objek lainnya. Kita dapat katakan bahwa objek yang simetri akan mematuhi operasi simetri,ketika diperlakukan ke objek tidak akan muncul perubahan.

Tesselasi adalah suatu konsep matematika yang digunakan oleh guru-guru misalnya untuk pelajaran seni dan matematika. Ketika tesselasi digunakan oleh beberapa seniman dan tukang batu, tesselasi berfokus pada bagian artistik, misalnya hiasan wall paper, gambar mosaik, desain pengubinan lantai, dinding rumah ataupun pola corak pada kain. Sedangkan jika digunakan dalam pembelajaran matematika, tesselasi dapat digunakan untuk membantu anak mempelajari konsep-konsep matematika secara lebih dalam misalnya segibanyak (polygon), segibanyak beraturan (regular polygon), segibanyak tak beraturan (non-regular/irregular polygon), kongruensi, sudut dalam, jumlah sudut dalam dari segibanyak yang saling bertemu pada titik sudut (vertex) tesselasi, translasi, refleksi, dan rotasi.

Pengubinan Pada Dasar Lantai Candi (Foto Dok.Pribadi)

Pengubinan Pada Dasar Lantai Candi (Foto Dok.Pribadi One SM)

Pemasangan Batu-batuan di dinding candi, Ilmu Tesselasi (Foto Dok.Pribadi One SM)

Pemasangan Batu-batuan di dinding candi, Ilmu Tesselasi (Foto Dok.Pribadi One SM)

Relief pada dinding candi, benar-benar simetris (Foto Dok.Pribadi One Sm)

Relief pada dinding candi, benar-benar simetris (Foto Dok.Pribadi One Sm)

Tangga Meter

Tangga Meter, siapa yang tak kenal ini pada waktu kita belajar Matematika dengan materi pengukuran. Coba kita amati bangunan yang ada di Candi Prambanan ini!

Tangga Pada Candi, menyerupai Tangga Meter pada Matematika (Foto Dok,One SM)

Tangga Pada Candi, menyerupai Tangga Meter pada Matematika (Foto Dok,One SM)

Tangga Meter Konversi Satuan Panjang (Foto www.google.com)

Tangga Meter Konversi Satuan Panjang (Foto www.google.com)

Pola Bilangan, Barisan Bilangan, Deret Bilangan  dan Segitiga Pascal

Dalam matematik, segi tiga Pascal adalah suatu aturan geometri pada pekali binomialdalam sebuah segitigaIa dinamakan sempenaBlaise Pascal dalam kebanyakan dunia barat, walaupun ahli matematik lain telah mengkajinya berabad-abad sebelum dia di India, Parsi, China, dan Italia. Barisan segi tiga Pascal secara kebiasaannya dihitung bermula dengan barisan kosong, dan nombor-nombor dalam barisan ganjil biasanya diatur supaya berkait dengan nombor-nombor dalam barisan genap. Pembinaan mudah pada segi tiga dilakukan dengan cara berikut. Di barisan sifar, hanya tulis nombor 1. Kemudian, untuk membina unsur-unsur barisan berikutnya, tambahkan nombor di atas dan di kiri dengan nombor secara terus di atas dan di kanan untuk mencari nilai baru. Jikalau nombor di kanan atau kiri tidak wujud, gantikan suatu kosong pada tempatnya. Contohnya, nombor pertama di barisan pertama adalah 0 + 1 = 1, di mana nombor 1 dan 3 dalam barisan ketiga ditambahkan untuk menghasilkan nombor 4 dalam barisan keempat.

Struktur Candi Berpola Juga Bentuknya (Foto Dok.Pribadi One SM)

Struktur Candi Berpola Juga Bentuknya (Foto Dok.Pribadi One SM)

Pola Bilngan yang Unik (Foto www.google.com)

Pola Bilngan yang Unik (Foto www.google.com)

Pola Bilangan Segitiga Pascal (Foto www.google.com)

Pola Bilangan Segitiga Pascal (Foto www.google.com)

Pola Bilangan Segitiga Pascal (Foto www.google.com)

Pola Bilangan Segitiga Pascal (Foto www.google.com)

Sebuah Pengalaman pembelajaran outdoor dan wisata sejarah yang luar biasa di Candi Prambanan Yogjakarta. Eksplorasi budaya Indonesia, Di Obyek Wisata Candi Prambanan Ada Ilmu Matematikanya . Mudah-mudahan  Pengalaman ini bisa dijadikan motivasi untuk Mengangkat Kembali/Harapan Untuk Masa depan Potensi Wisata dan Kenangan Serta Nilai Sejarah bangsa , kita berwisata bukan hanya melihat, memoto, dan mengeluarkan kocek yang cukup besar, tapi ada sesuatu yang bisa kita manfaatkan untuk negeri ini. Contoh dengan mengeksplorasi kreativitas para guru, siswa dalam pembelajaran kontekstual dan konstruktivisme dalam kunjungan atau wisata ke obyek wisata Sejarah Tanah Air . JASMERAHJAngan Sekali-kaliMElupakan sejaRAH, Sukses buat semuanya.

Jika kita para guru bisa berinovasi dalam proses pembelajaran, apapun kegiatannya selalu bisa dikaitkan dengan pembelajaran yang kita ampu, selain bermanfaat buat kita selaku guru, tentunya juga buat anak-anak kita generasi emas di masa yang akan datang.

Keluarga Besar SMPN 3 Cibadak, Belajar Matematika di Candi Prambanan (Foto Dok.Pribadi One Sm

Keluarga Besar SMPN 3 Cibadak, Belajar Matematika di Candi Prambanan (Foto Dok.Pribadi One Sm

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru Untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10″.

Salam Berbagi dan Iklas dalam Memberi

Dari One SM 2015 (Iwan Sumantri)

 Baner Guraru

2,684 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (22)

  1. Avatar of Iwan Sumantri

    @Kang Martho : Makasih atas apresiasinya….mudah2an doanya terkabul…semuanya punya kesempatan untuk menang…tapi kemenangan bukan segala-galanya…yang utama adalah berbagi sesuatu untuk dunia pendidikan di negeri ini !

  2. Avatar of Iwan Sumantri

    @Pak M.Subakri: Makasih atas apresiasinya ! Saya juga terinpirasi dengan tulisan-tulisan pak subakri…disetiap aktifitas mengajarnya selalu jadi sebuah tulisan, semoga kita tetap konsisten untuk tetap berbagi sesuatu untuk pendidikan di negeri ini !

  3. Avatar of Atjih Kurniasih

    Sebuah pengamatan yang begitu jeli, lahir dari seorang guru yang pastinya menguasai benar ilmu yang diampunya. Saya juga sudah tiga kali ke lokadi ini, namun pelajarsn dari sisi matematikanyabaru saya dapat dari tulisan pak Iwan yang begitu jeli. Bapak benar sudah IQRO, subhanallah pak, saya begitu kagum dengan tulisan bapak ini, baru saya menemukan candi Prambananan ditulis dari sisi matematika. Saya vote pak.

  4. Avatar of Iwan Sumantri

    @Bu Atjih Kurniasih: Makasih Bu atas apresiasinya….semoga ini bisa menginspirasi guru lainnya…selama kita wisata tak hanya main dan asal kunjung saja….ada sesuatu pembelajaran yang bisa kita amati dari obyek wisata tersebut.

    Terimakasih atas Vote dan kesediaan ibu b erkunjung pada artikel ini. Semoga sukses Bu !

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!