3

BELAJAR BERPIKIR DAN BERBUAT (+3)

Hotlider Simamora May 30, 2017

BELAJAR BERFIKIR DAN BERBUAT

Pendahuluan
Sekolah merupakan lembaga pendidikan dimana berkewajiban membentuk peserta didik menjadi orang yang mampu dan sanggup melakukan kewajibannya didalam masyarakat. Kewajiban apakah yang harus dilakukan oleh manusia tersebut didalam masyarakat ?. Keadaan sekarang ini semua mencita-citakan masyarakat yang demokratis pada hal kita tahu bersama bahwa demokrasi tersebut ada apabila masyarakat mempunyai kebebasan mengeluarkan pendapatnya tentang semua perbuatan yang terjadi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan didalam masyarakat itu sendiri dan pendapatnya tersebut harus lah pula memiliki pengaruh didalam perubahan yang baik didalam masyarakat tersebut.
Dalam prinsipnya bahwa demokrasi tersebut harus memahami tentang apa yang hendak di utarakan kepada sesuatu hal yang hendak dikritis secara baik, dan harus dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dijalankan sesuai dengan kaedah-kaedah yang berlaku didalam masayarakat publik. Melalui pandangan ini dapat di tarik sebuah titik pandang yang sangat penting. Didalam melaksanakan tindakan atau perbuatan, kiranya memiliki pribadi yang mampu bertanggung jawab akan hal-hal yang diperbuatnya dalam artian memiliki pribadi yang dewasa. Kita ketahui bersama bahwa dunia ini tidak lah ditempati atau di huni oleh hidup yang sendirian, melainkan di huni oleh beribu umat manusia dan beribu macam karakter dan pribadi yang berbeda-beda. Maka untuk itu perlu ditanamkan pribadi yang memiliki pemikir dan mampu bertindak akan apa yang dipikirkan dan bermanfaat / memiliki pengaruh kepada semua manusia dalam artian harus bermanfaat bagi alamin. Tindakan apa yang harus dilakukan oleh setiap manusia tersebut ? tentunya harus bekerja sama dengan orang lain, dan tujuan bersamanya harus mengarah ke pembetukan sebuah tatanan masyarakat yang berbahagia untuk semua kalangan msayarakat.
Melalui penjelasan diatas perlu penulis menyampaikan beberapa kewajiban yang harus dilakukan oleh sekolah, yakni :
1. Memberi Pengetahuan
2. Pengetahuan apa yang harus diberikan oleh sekolah ?

Pembahasan
Sebagai sarana pemahaman tentang sekolah bagi kita adalah, bahwa sekolah memiliki kewajiban yang sangat berat untuk kita ketahui bersama, berkewajiban untuk mempersiapkan para peserta didik menjadi masyarakat yang demokratis didalam menjalani kehidupannya pada masa yang akan datang. Perlu juga ketahui bersama bawhasannya para peserta didik tidak semuanya akan melanjutkan studinya kejenjang sekolah yang lebih tinggi, maka peserta didik perlu dipersiapkan untuk dapat melakukan kewajiban nantinya berkehidupan didalam lingkup bermasyarakat. Maka diperlukan pembekalan pengetahuan dan rasa tanggung jawab sebagai bekal untuk dapat bekerja bersama-sama dengan orang lain.
Melalui penjelasan singkat diatas dapat diperoleh beberapa gambaran yang wajib untuk dilakukan sekolah yaitu memberikan pengetahuan dalam arti luasnya sekolah harus mengajar. Kemudian gambaran kedua yang harus di dilakukan sekolah adalah membina peserta didik menjadi orang yang mempunyai rasa tanggung jawab dan dapat berkerja bersama-sama dengan orang lain dalam arti luasnya adalah sekolah harus mampu mendidik peserta didik dengan baik dan terarah. Kedua gambaran ini mengajar dan mendidik harus saling bergandengan dan tidak dapat dipisah-pisahkan dimana seorang pendidik diharapkan mampu mengajar dengan baik dan memiliki kemampuan untuk mengarahkan peserta didik kearah yang lebih baik pula.
Selanjutnya penjelasan tentang sekolah adalah pemberi pengetahuan. Sebagai ilustrasi Mungkinkah para peserta didik disekolah mempelajari semua mata pelajaran dengan kategori sedikit ? sebagai jawaban sederhana dan singkat adalah hal itu tidaklah akan mungkin, karena (1) sekolah harus memberikan pengetahuan yang sangat banyak, sehingga diperlukan waktu yang panjang dan berkesinambungansecara bertingkat seperti halnya untuk sekolah dasar(SD) tidak lah itu cukup. (2) Sekolah Dasar yang diduduki oleh tingkatan umur 6-12 tahun dikategorikan pada zaman sekarang ini masih belum matang untuk memahami sesuatu. (3) Sekolah Tingkat Lanjutan Pertama(SLTP) atau yang dikenal sekarang ini SMP(Sekolah Menengah Pertama) yang didudki oleh peserta didik umur 12-15 tahun dimana masa ini adalah masa peralihan yang mengalami banyak perubahan-perubahan tingkah laku.
Dari kedua alasan tersebut diatas menimbulkan pertanyaan yang sangat mendalam, yakni “Dengan fenomena alasan diatas apakah yang harus diberikan kepada mereka?”
Dengan pertanyaan diatas tentu perlu diberikan jawaban yang logis dan rasional, bahwa didalam proses ketiga masa diatas sekolah tidaklah semata-mata hanya memberikan Pengetahuan Umum melainkan melatih peserta didik untuk belajar berpikir. Sebelum pemahaman lebih lanjut, maka perlu kita pahami juga fenomena kehidupan masyarakat bahwa didalam lingkup masyarakat tersebut bukanlah hanya orang dewasa, namun Anak balita juga, ikut didalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian bagaimana mereka untuk dapat mengikuti kehidupan masyarakat yang bersahaja tersbut ? tentu harus memiliki pengetahuan. Tidaklah sedikit kesulitan yang di alamai para anak-anak didalam melakoni kehiupan bermasyarakat dan harus dihadapinya sendiri dengan pola fikir yang dia miliki untuk mengatasi masalah yang dihadapinya sendiri.
Sebagai contoh dapat kita lihat didalam keluarga, bahwa pisau dapat menyayat tangan apabila dipakai bermain atau tidak dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Anak harus bisa memanjat Pohon dengan pemikiran yang dimilikinya dia harus berhati-hati. Demikianlah pula proses kehidupan para peserta didik didalam menghadapi kehidupannya didalam bermasyarakat, dimana harus mempunyai pola-pola pikir yang bisa diperguakan untuk menghadapi problema kehidupan yang dialaminya.
Untuk itu, diharapkan anak-anak harus tahu bagaimana memecahkan segala kesulitan yang ditemui didalam kehidupannya. Bila kita amati secara seksama bahwa anak balita dengan pola pikir yang dimilikinya harus mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Sebagai solusi yang dilakukan didalam kehidupan keluarga, seorang ibu rumah tangga yang selalu dekat bersama dengan anak-anaknya sering menceritakan sesuatu hal untuk memperingatkan anaknya untuk tetap selalu berhati-hati. Begitu pula para pendidik disekolah yang mampu menggambarkan kehidupan masyarakat yang sangat luarbiasa ragam dan macam gejolak kehidupan yang harus dihadapi oleh para peserta didik.
Dengan pola yang diberikan oleh para guru disekolah, maka diharapkan para peserta didik akan mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya dengan pola pikir dan cara dia sendiri sebagaimana yang telah disampaikan oleh para guru disekolahnya, dengan harapan bahwa para peserta didik akan menimbang-menimbang pengalaman yang diperolehnya dan akan teringat akan nasehat yang diberikan oleh orangtuanya dan juga ggurunya disekolah sehingga peserta didik tersebut akan menemukan solusi dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.

Penutup
Sebagai kesimpulan dari pemaparan diatas bahwa, Sekolah tidaklah diperkenankan hanya memberikan pengetahuan saja karena disekolah bukanlah batas selesainya masa sekolah, namun diharapkan para peserta didik harus dibekali bagaimana cara menghadapi kehidupannya. Dalam artian bahwa sekolah harus mendidik para peserta didik untuk berpikir dan berbuat, sehingga mereka kelak dapat memecahkan persoalan yang mereka hadapi dengan kememapuan yang dimiliki dirinya sendiri.
Marilah kita ingat bahwa :
1. Masyarakat yang demokratis mengharapkan orang-orang yang dapat dan mampu bekerjasama dengan orang lain, dan memiliki tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.
2. Sekolah harus mempersiapkan peserta didiknya untuk hidup didalam bermasyarakat
3. Sekolah harus memberikan pelajaran dan pendidikan
4. Sekolah ikut menempatkan manusia didalam kehidupan bermasayarakat pada kesulitan-kesulitan dana masalah-masalah besar.
5. Sekolah tidaklah mampu memberikan semua pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik didalam kehidupannya dihari mendatang karena masa belajar disekolah tersebut tersbatas dan tidaklah mencukupi.
6. Peserta didik belum cukup matang untuk memahami kesulitan dan masalah yang dimaksudkan kepada dirinya sebelum mengalami dan mendapati masalah atau kesulitan didalam kehidupan nyata.

Pemanfaatan media sebagai Motivasi

886 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar