6

Belajar Bahasa Inggris dengan Public Speaking (+6)

regas febria yuspita May 27, 2013

lecture

Pengembangan pendidikan di Indonesia saat ini harusnya sudah tidak diprioritaskan pada kemampuan akademik (IQ) saja melainkan kepada kemampuan non akademik. Hal ini disebabkan karena kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan pengetahuan IQ dan kemampuan teknis (hard skill), tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Softskill (kemampuan non akademik) ialah kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan individu lain. Sifat soft skills meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Sifat ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Contohnya adalah cara berkomunikasi, bertutur bahasa, kebiasaan, keramahan. Salah satu contoh kemampuan non akademik siswa adalah public speaking.

Public speaking merupakan suatu proses berbicara (komunikasi) kepada sekelompok orang yang terstruktur, sengaja (dalam artian sengaja dimaksudkan untuk memberi informasi), mempengaruhi, atau menghibur para pendengar. Dengan kata lain Public speaking adalah “berbicara di depan orang banyak (publik)”. Kemampuan ini sangat penting sebab siswa sering merasa malu, tidak percaya diri, takut salah ketika mereka disuruh maju. Mengingat pentingnya public speaking tersebut maka saya selaku seorang guru bahasa inggris saya menggunakannya dalam kegiatan belajar mengajar saya. Kegiatan public speaking yang saya laksanakan saya usahakan menyenangkan bagi anak, dan membawa nilai-nilai moral yang dikehendaki dalam kurikulum.

adventures-learning-zone-3-day-deals-250-250

Keterampilan public speaking yang saya terapkan saya sesuaikan dengan tema yang akan saya ajarkan. Misalnya jika tema yang akan saya ajarkan adalah ”greeting” kelas 1, awalnya saya akan menanyakan kepada siswa saya apa yang dimaksud dengan greeting. Jika mereka tidak mengerti saya akan memberikan contoh, dari contoh itu kemudian saya akan menyuruh mereka untuk membuat sebuah gambar yang dapat mewakili ”good morning”, ”good afternoon”, ”good night”.

Contoh gambar awan untuk menunjukkan "selamat pagi"

Contoh gambar awan untuk menunjukkan “selamat pagi atau Good Morning”

Digunakan untuk menunjukkan selamat siang atau Good Afternoon

Digunakan untuk menunjukkan selamat siang atau Good Afternoon

Digunakan untuk menunjukkan "Selamat Malam atau Good Night"

Digunakan untuk menunjukkan “Selamat Malam atau Good Night”

Sebagai contoh, salah satu siswa mengambar gambar awan yang menandakan ”good morning”, saya meminta dia maju untuk memilih salah satu temannya menjawab, kemudian temannya maju dan menjawab pertanyaannya. Mereka kemudian menjelaskan apa yang mereka tahu tentang kejadian di pagi hari. Kegiatan ini selalu berlangsung meskipun tema sudah berganti. Maksudnya setiap hari saya atau siswa selalu mengecek tingkat keramahan dari teman-temannya saat berjumpa, apakah mengucapkan salam atau tidak.

Untuk siswa beragama islam, saya menganjurkan untuk mengucapkan salam lengkap. Jika mengucapkan salam tidak lengkap, teman akan mencatat dalam sebuah kertas. Kegiatan ini membawa anak menjadi anak yang ramah dan berani mengutarakan apa yang ingin dia katakan. Mengingat anak SD terkadang malu-malu atau takut jika disuruh mengemukakan pendapat. Begitu juga untuk tema-tema lainnya, saya gunakan gabungan metode menggambar dan public speaking. Saya gunakan metode menggambar karena anak-anak kelas rendah, 1-3 SD sangat senang menggambar dan public speaking karena anak-anak SD malu kalau disuruh bicara apalagi dalam bahasa inggris.

Untuk tema lainnya seperti ”kebiasaan” mereka akan menceritakan tentang kebiasan-kebiasan mereka dalam sehari-hari.
Teman-teman akan memberikan masukan apakah kebiasannya itu baik atau tidak bagi mereka. Dari kegiatan ini kita bisa membandingkan kebiasaan sehari-hari dengan kebiasaan yang dianggap baik dalam kurikulum. Untuk melatih keberanian, saya juga menyuruh agar teman-teman siswa tersebut untuk bertanya. Setelah itu sesuai dengan topik ”tata cara makan”, kami biasanya melaksanakan makan bersama dengan table manner yang benar. Untuk tema ”nama-nama ruangan”, saya membuat media pembelajaran sketsa rumah dari karton besar yang saya pajang di depan papan tulis. Sebelumnya saya jelaskan per bagian mana dalam sketsa itu dan fungsinya apa saya serta apa saja yang mereka lakukan di ruang tersebut. Kemudian, saya suruh siswa tertentu untuk menjelaskan per bagian ruang tersebut, dan teman-teman yang akan menilai mereka. Nilai tersebut dicatat dalam sebuah kertas. Setelah itu, siswa tersebut menunjuk temannya untuk maju, dan seterusnya. Di akhir waktu, tiga nilai tertinggi ditandingkan untuk menjawab pertanyaan dari saya. Jika menang biasanya saya berikan kepada mereka hadiah dan saya suruh mereka menari.

5889927049_d40518064a_m

Public Speaking yang saya terapkan dalam pembelajaran kelas tinggi adalah saya membagi materi yang akan diajarkan kepada siswa kemudian pada pertemuan selanjutnya mereka mempresentasikan secara kelompok di depan teman-temannya. Materi sudah saya tentukan, bahan pun sudah saya tentukan. Maklum SD saya masih termasuk SD yang terpencil jika memaksakan anak untuk mencari sendiri materi tentu tidak akan pernah terlaksana kegiatan ini. Misalnya waktu itu kami sedang belajar mengenai ”Season”. Saya bentuk enam kelompok musim yang membahas tiap musim seperti musim penghujan, musim kemarau, musim panas, musim gugur, musim dingin, musim semi. Setelah itu mereka saya suruh untuk membuat alat presentasi dari kertas karton, di kertas itu mereka harus jelaskan mengenai apa saja yang dilakukan orang ketika musim itu ada, dan karakteristik musim itu seperti apa. Ketika presentasi semua anggota kelompok akan maju dan salah satu dari anggota kelompok menjelaskan di depan kelas tentang hasil kelompok tersebut. Teman-teman kelompok lain bertanya, kemudian yang menjawab adalah teman yang lain. Saat itu, ketika tidak ada yang bertanya peraturannya adalah dia tidak akan mendapatkan nilai bagus dan mendapatkan sangki. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini banyak memberikan kelucuan, sehingga lama kelamaan setelah mereka memahami kegiatan ini mereka bisa menikmati dengan senang, apa yang diajarkan masuk, keberanian dan kepercayaan diri mereka meningkat dan pada akhirnya prestasi belajar siswa pun meningkat.

Pada tema ”Jobs” saya memperkenalkan arti bekerja dan nama-nama pekerjaan kepada siswa. Saya menanyakan cita-cita dan meminta murid untuk menuliskan janji dalam selembar kertas yang isinya upaya untuk mencapai cita-cita tersebut. Misalnya ketika seorang murid bercita-cita menjadi tentara, maka ia menulis janji dalam selembar kertas yang isinya, “Aku berjanji akan tegas dan kuat”. Contoh lain, ketika seorang murid bercita-cita menjadi pemain sepak bola, maka ia menulis, “Aku berjanji akan berlatih bermain bola seminggu sekali selama tiga jam”.

Kesimpulan dari artikel saya adalah ketika kita mengajar hendaknya kita tidak hanya sekedar menyampaikan materi. Tetapi mengolah materi yang terkesan kaku menjadi menyenangkan bagi anak-anak dan perlu disesuaikan dengan kondisi perkembangan psikologi anak-anak. Dari situ anak-anak akan merasa bahwa apa yang kita ajarkan itu bukan hanya bermanfaat bagi otak (akademik) maupun kehidupan (non akademik) mereka. Mereka juga akan lebih terbuka dengan kita ketika mereka kesusahan terhadap materi. Demikian lah pengalaman mengajar saya tentang peningkatan kemampuan non akademik siswa melalui public speaking. Mungkin sebagian besar guru telah menggunakan metode yang sama dengan saya. Tapi harapan saya, semoga artikel ini tetap memiliki nilai manfaat. Maaf tidak dilengkapi dengan foto saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, karena saat itu tidak saya dokumentasikan. Tetapi insyaAlloh ini benar-benar pengalaman saya.

3,723 total views, 3 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (6)

  1. Avatar of

    Speaking anxiety teridentifikasi oleh :
    1. Takut ditertawakan oleh teman
    2. Takut karena suaranya lucu
    3. Takut karena tidak mampu ( less vocabulary )
    4.Takut salah
    salam dari sesama guru bahasa Inngris

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!