3

Beberapa langkah mengkomunikasikan kesulitan anak di sekolah (+1)

Lusia Gayatri Yosef December 3, 2013

Saat anak berada di sekolah, ia akan menemukan berbagai macam kesulitan di sekolah, tidak hanya kesulitan di bidang akademis saja namun juga kesulitan di bidang non akademis seperti pergaulan, menyesuaikan diri di sekolah yang baru dan sebagainya. Sebagai guru dan orang tua tentu sangat ingin berhasil dalam membantu anak untuk menemukan solusi yang terbaik. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengungkapkan mengenai beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru saat bersinergi untuk menemukan solusi. Terdapat beberapa langkah proses pemecahan masalah tersebut (Van Haren&Fiedler, 2008):
1. Mendefinisikan permasalahan.
2. Mengungkapkan kemungkinan solusi-solusi.
3. Memilih salah satu solusi.
4. Menerapkan solusi yang dipilih.
5. Mengevaluasi solusi.
Berikut contoh penerapan langkah di atas yang mungkin dapat guru dan orang tua dapat lakukan:
1.Mendefinisikan masalah. Guru dan orang tua dapat memberi keterangan mengenai permasalahan yang dialami anak secara spesifik.
2. Mengungkapkan kemungkinan solusi-solusi. Guru dan orang tua dapat berdiskusi bersama untuk menemukan solusi yang memiliki kemungkinan untuk dilakukan.
3. Memilih salah satu solusi. Guru dan orang tua dapat bersama-sama menentukan solusi yang akan dilakukan oleh orang tua dan guru. Misalnya saja: guru melakukan solusi dengan menyediakan kesempatan untuk berdiskusi dengan anak di kelas. Sementara itu untuk orang tua melakuakn solusi dengan menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak di rumah.
4. Menerapkan solusi yang dipilih. Guru dan orang tua dapat memutuskan untuk melaksanakan solusi yang telah dipilih. Solusi yang dipilih ini bisa berdasarkan berbagai pertimbangan. Tergantung dari kebutuhan anak untuk pendampingan belajar.
5. Mengevaluasi solusi. Guru dan orang tua mengadakan pertemuan lanjutan, untuk mengamati bagaimana perkembangan atas solusi yang telah dipilih. Misalnya guru menemukan kemajuan yang telah dilakukan oleh anak saat ia dibimbing di kelas. Kemudian, orang tua dapat menemukan kemajuan yang telah dilakukan oleh anak saat di rumah.
Guru juga perlu memberikan dukungan pada keluarga dengan menyebutkan karakter-karakter positif yang dimiliki anak (Van Haren&Fiedler,2008). Misalnya anak mau menyempatkan waktu untuk berdiskusi dengan guru, anak mau membagi pengetahuan yang ia miliki kepada teman sebaya.
Kiranya beberapa langkah di atas dapat digunakan oleh guru guna menemukan solusi ketika anak menemukan suatu permasalahan di sekolah atau ketika guru memiliki tujuan untuk mengembangkan anak lebih maksimal daripada sebelumnya. Karena bagaimanapun juga, hubungan kerja sama antara guru dan orang tua akan memberi dampak kepada kesuksesan anak.

Referensi:
Van Haren, B. Fiedler. C. R. Support and empower families of children with disabilities. Intervention in school and Clinic, 43(4), 231-235.

Bacaan lebih lanjut aplikasi teori di atas dalam kegiatan membaca:
Beberapa langkah untuk mengkomunikasikan kesulitan anak dalam kegiatan membaca

1,261 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (3)

  1. dear pak botaksakti: iya, betul, pak, terima kasih juga, atas komentarnya.
    dear pak namin: iya betul sekali, tahun ajaran baru adalah tahun yang penting untuk membangun relasi kepercayaan antara anak (murid) -guru- orang tua- administrasi sekolah ( hubungan antara anak dengan lingkungan sekolah secara keseluruhan).
    salam perjuangan & salam hangat, pak!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar