0

Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Guru dengan Social Media? (0)

Pengelola Guraru November 20, 2017

Angka pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan mencapai 132,7 juta. Hal ini menandakan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia sudah sudah memiliki akun media sosial, tak terkecuali Guraru.

Buruk maupun baik, media sosial selalu hadir dan tumbuh dalam kehidupan setiap orang. Bagi sebagian orang, media sosial mungkin tampak seperti ladang ranjau yang bisa menyebabkan perilaku tidak pantas. Tapi dengan kreativitas, jejaring sosial dapat menjadi pengalaman positif dalam kehidupan profesional seorang guru. Oleh karena itu, gunakan media sosial secara bijak dengan mengetahui aturan-aturannya sebagai berikut:

Boleh Dilakukan:
Gunakan di kelas dan dorong siswa memaksimalkan akun sosial mereka

Banyak guru takut menggunakan media sosial sebagai alat di kelas. Tapi bila digunakan dengan bijak, maka media sosial bisa menjadi media pembelajaran yang efektif untuk memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat dan meningkatkan engagement (ketertarikan) siswa.

Menurut riset dari Pew, 52% remaja menggunakan Instagram dan 41% memilih Snapchat. Oleh karena itu, gunakan Snapchat dan Instagram sebagai platform untuk mengasah kemampuan kreativitas siswa. Kedua jejaring sosial khusus visual ini bisa Guraru manfaatkan untuk mengajak siswa untuk memanfaatkan media sosialnya untuk tugas bercerita, kontes foto dari event olahraga hingga foto guru mingguan.

Boleh Dilakukan:
Ajari siswa tentang konsekuensi dari postingan media sosialnya

Bagaimanapun, keberadaan media sosial kalau tidak dibendung dapat berdampak negatif bagi perkembangan psikologis siswa. Oleh karena itu, penting mengajarkan siswa untuk belajar tentang tantangan seputar penggunaan media sosial, berbagai bahayanya, dan bagaimana membedakan informasi yang benar dari informasi hoax. Siswa juga harus mengetahui seluk beluk cara melindungi diri sendiri secara online.

Boleh Dilakukan:
Follow rekan kerja yang Guraru kenal, hormati, dan sukai
Sebagai makhluk sosial, memiliki hubungan sosial dengan rekan kerja benar-benar dapat membantu Guraru memperbaiki lingkungan kerja dan menguatkan kolaborasi dengan rekan kerja. Apalagi, berprofesi sebagai guru dapat ‘mengisolasi’ Anda di ruang kelas atau laboratorium selama berjam-jam. Makanya, media sosial tetap dibutuhkan agar Anda bisa tetap terhubung dengan teman-teman satu profesi.
Boleh Dilakukan:
Bagikan hal yang Guraru Banggakan
Pekerjaan menjadi seorang guru memang menjadi pekerjaan yang menuntut untuk selalu berada di kelas hampir setiap hari dari pagi hingga sore. Tetapi jangan sampai hal itu menjadi penghalang untuk anda melakukan hobi yang Guraru sukai selain menjadi pengajar. Jika Anda memiliki hobi positif dan yang membuat diri anda bangga, tidak ada salahnya membagikannya lewat sosial media. Contoh, jika Anda suka fotografi bisa membagikan hasil jepretan melalui Instagram dan biarkan para siswa untuk melihat hasil hobi anda.

Tidak Boleh Dilakukan:
Membagikan informasi pribadi secara luas

Jangan mempublikasikan informasi pribadi Guraru di media sosial. Bahkan dengan pengaturan privasi sekalipun, postingan Guraru bisa ditemukan di search engine. Sebagai contoh, hindari menulis profil media sosial secara lengkap, terutama tentang pekerjaan dan tempat Gururu bekerja. Selain itu, jangan pernah mencantumkan lokasi sekolah tempat Guraru mengajar pada setiap posting-an media sosial Anda. Hal ini akan mengarahkan siswa ke posting-an Anda.

Tidak Boleh Dilakukan:
Curhat
Janganlah pernah mengungkapkan hal-hal bersifat pribadi hingga mengeluh tentang pekerjaan, apalagi jika Guraru berteman dengan rekan guru lain dan staf sekolah di media sosial. Selain itu, hindari mengunggah foto maupun menulis status yang kurang pantas di media sosial agar tidak mendapat penilaian buruk publik. Sebagai seorang panutan bagi siswa-siswi Anda, Guraru seharusnya bisa membedakan mana hal yang bermanfaat dan mana yang tidak. Lagi pula, hal seperti ini berlaku untuk semua kalangan profesional.

Tidak Boleh Dilakukan:
Hindari komentar berlebihan di media sosial siswa

Meskipun berteman dengan siswa di media sosial membuat hubungan guru dan siswa menjadi lebih dekat, tetapi sebaiknya dihindari jika Anda terlalu sering memberi komen posting-an milik siswa.

Tidak Boleh Dilakukan:
Posting selama jam sekolah
Guraru dibayar untuk menyiapkan pelajaran, mengajar, dan menilai tugas siswa. Jadi hindari posting sesuatu di media sosial Anda. Hal ini hanya akan memberikan kesan buruk saat orangtua mengetahui bahwa Guraru menghabiskan waktu untuk mementingkan diri sendiri selama jam kerja.

Seperti yang Anda ketahui, sudah banyak terjadi kasus tentang pemecatatan guru hanya karena tweet, update status, dan foto Instagram. Jadi, dengan mengetahui dan mengikuti aturan-aturan tersebut, maka Guraru bisa mengurangi risiko yang tidak mengenakan tersebut di kemudian hari.

302 total views, 2 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar