2

Aku Menulis WA, Aku Menang Bersama Acer (+3)

Samsiati Uhibbukafillah May 31, 2017

Oleh: Samsiati Uhibbukafillah

 

“Assalamualaikum Bu Samsi. Kami sudah sampai Ngaliyan. Alamat lengkap rumah Bu Samsi kirim WA ya. Ini rombongan wali murid 2 Maliki mau menengok Bu Samsi.” Kurang lebih seperti itu pesan singkat dari Bunda Nayla. Wali kelas 2 Maliki mengunjungi Rumah Bu Samsi yang terletak di Perumnas Palir Sejahtera, Kelurahan Podorejo, Ngaliyan. Untuk kerumahnya harus melewati beberapa pemakanan dan hutan jati. Cukup berliku-liku.

Seperti perjalanan Bu Samsi mengajar di SDIT Bina Amal. Perjalanan jauh membuatnya harus bangun lebih pagi. Setelah melaksanakan tugas sebagai ibu dari Ananda Adiksya, ia melaju dengan Beatnya. Sayang, perjalanannya seperti jalan berlubang yang dilaluinya. Kali itu ia terjatuh, terbanting, dan terseret. Seekor kucing tiba-tiba menyebrang dan tepat di bawah ban sepeda motor. “Gubrak” Ssssttt…! Lima menit slow motion seperti adegan spot jantung. Rem mendadak membuat ban depan oleng dan berputar 180 derajat. Orang-orang mulai berkerumun memapah Bu Samsi untuk berdiri. Ada juga yang menyeret motornya karena tidak bisa jalan. Rumah Sakit jadi tempat tujuan ke dua setelah tujuan SDIT Bina Amal terhalang kucing. Kuda besi ikutan rawat inap di bengkel karena mengalami patah tulang besi.

Cekrak, cekrek, upload WA. Kirim ke sekolah untuk pengurusan ijin tidak dapat mauk sekolah karena kecelakaan. Kirim juga ke salah satu wali murid untuk menginformasikan bahwa hari itu tidak bisa mendampingi belajar siswa di sekolah karena kecelakaan. Dalam hitungan detik, “tik tak, tik tak.” Tanda dering ada kiriman WA yang masuk. Ratusan ucapan bela sungkawa dan doa terkirim dengan cepat. Ratusan guru, kerabat, teman juga turut mengantri masuk WA. Entah siapa yang menjadi kurir berita ukhuwah itu. Sekita semua tahu dan berdoa, “Syafakillah Bu Samsi.”

Kisah nyata di atas menggambarkan begitu dahsyatnya jejaring sosial. Bisa menjadi kurir tanpa bayar. Informasi update lebih cepat diterima dari surat atau berita cetak. Jaman yang sudah memanjakan manusia dengan kelengkapan fasilitas di ponsel pintar. Termasuk dalam hal menyampaikan informasi. Baik itu informasi positif maupun informasi negatif.

Sebagai guru tentunya memilih menggunakan ponsel pintar untuk mendukung peranya mendidik siswa. Bagi guru wali yang narsis seperti penulis, dikit-dikit foto bisa memanfaatkannya sebagai buletin online yang terbit harian. Guru wali membuat grup kelas yang diampunya. Sebut saja kelas 2 Maliki yang penulis ampu. Setiap hari selalu menerbitkan buletin online berisi kegiatan-kegiatan dari pagi hari sampai pulang sekolah.

Pagi hari. Siswa berbaris di depan pintu. Mengucapkan salam, masuk satu per satu dan salim kepada gurunya. Itu juga menjadi bahan foto di buletin online. “PBB dulu sebelum masuk kelas, Alhamdulillah, siswa bisa belajar disiplin dan antri dengan tertib.” Pagi di kirim, tak lama puluhan jempol like masuk WA antri juga. Dilanjut dengan doa bersama, ikrar, dan membaca asmaul husna. Ketika siswa khusyuk berdoa dan membaca asmaul husna guru bisa memfotonya dna menshare ke grup wali murid dengan hastag “Alhamdulillah, Asmaul Husna mengiringi kami belajar, semoga pelajaran hari ini menyenangkan, bisa masuk dan membawa berkah. Amin”. Dalam hitungan detik puluhan like menyusul.

Pembiasaan adab muslim di pagi hari. Sholat dhuha secara mandiri. Setiap siswa diminta untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan dhuha di aula. Dari tiga puluh siswa digilir update foto sholat dhuha. Tidak semuanya. Ini akan membuat penasaran orang tua. Apakah anaknya hari ini tertib sholat dhuha? Biasanya ada beberapa guru yang japri untuk pesan foto, “Fotoin anak saya, ya, Bu?”

Pelajaran pertama, matematika. Matematika adalah pelajaran yang cukup sulit bagi beberapa guru dan siswa. Akan tetapi tidak bagu guru SDIT Bina Amal yang memiliki daya kreativitas tinggi dan ketrampilan mengoperasikan laptop Acer. Guru SDIT Bina Amal sudah dibekali penggunaan animasi dan powerpoint untuk menunjang pembelajaran di kelas. Penggunaan powerpoint yang berkualitas akan mempengaruhi siswa memiliki prestasi yang membuat orangtua tersenyum puas. Bagaimana tidak, pelajaran sulit itu dibanting kelas 2 maliki dengan rata-rata ulangan akhir sekolah predikat A yaitu 88.

Caranya  mudah. Ciptakan suasana nyaman dengan ice breking. Ice breking dari video lucu di acer pintar yang ditranformasikan menjadi nyata lewat layar LCD. Bagi Bu Samsi tidak bingung mencari LCD karena sudah terpatri di kelasnya. Layar LCD inlah yang membuat pandangan menjadi lebih jelas dan nampak nyata. Lampu dimatikan, seperti menonton bioskop. Usai Ice Breking, masuk pada materi. Materi sudah tersedia dalam program PesonaEdu yang dibeli Bina Amal dengan harga puluhan juta. Meskipun mahal tetapi bisa mendukung kerja guru. Guru tinggal memutar materi berbentuk video. Memilih materi, memberikan contoh, dan membuat pertanyaan serta mengevaluasi sudah ada dalam program pesonaEdu. Guru hanya memberi polesan agar lebih bagus. Selain itu guru mendampingi dua siswa di kelas 2 maliki yang butuh pemahanan ekstra karena secara akademik memag berbeda dengan lainnya. Namun masuk tetap bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal dalam belajar matematika.

Latihan soal yang tersedia di laptop acer juga bisa dimengerti siswa. Sebagian siswa mampu mengoperasikan laptop karena hampir semua siswa punya laptop di rumahnya. Menggeser mouse untuk mengarahkan permainan yang di kemas dalam PesonaEdu juga bisa dikuasai. Salah satu siswa yang ditunjuk guru menjadi aktor pendamping guru. Sedangkan siswa lain bisa mencermati lewat tampilan di LCD.

Pembelajaran akan lebih hidup. Riuh siswa yang mengarahkan temannya mengeser mouse ikut menggemparkan panggung kelas inspiratif di Bina Amal. Sorak tepuk tangan juga akan menambah semangat manakala dalam mengerjakan latihan dibatasi oleh waktu. “Tiga, dua, satu, Go! Ayo, ayo, ayo….”

Sudah dipastikan panggung kelas akan seru bagi siswa maupun guru. Cekrak cekrek upload dengan hastag “Senangnya belajar matematika. Matematika itu mudah.” Atau bisa juga “Serunya belajar matematika.” Tak lama WA guru akan penuh dengan like. Pesanan fotoin anak saya juga akan mengantri di ponsel pintar. Keberadaan ponsel pintar dan laptop acer saling bersinergi. Keduanya mendukung pembelajaran siswa yang akan meningkatkan prestasi siswa. Seperti guru dan siswa. Keduanya akan mampu mengangkat nama Indonesia dalam bidang pendidikan manakala guru dan siswa memiliki hubungan erat, diperhatiakn dan memperhatikan. Guru ibarat artis dan penontonnya adalah siswa. Jika tampilan artis itu mampu memukau penontonnya, maka pesan guru akan terekam dengan baik. Dengan kata lain pelajaran saat itu bisa dipahami siswa.

Selain akademik, non akademik juga akan terpacu dengan adanya laptop si Acer. Video menyanyi salah satu siswa dalam pelajaran SBK ditampilkan pada layar LCD. Semua siswa akan melihat dan terpaku. Meskipun ada yang malu-malu namun semua siswa berhasil menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi. Satu tampilan akan memacu siiswa lain agar tampil juga di layar LCD. “Mau seperti dia?” tanya guru pada siswanya. Dengan cepat siswa merespon kompak, “MAU…!”

Tidak hanya dalam pelajaran. Dalam kegiatan sederhana bisa ikut meningkatkan karakter anak bangsa yang mulia. Contoh sederhana. Tampilkan foto-foto siswa saat melaksanakan ibadah sholat dhuhur di sekolah. Nama contoh siswa yang khusyuk dan tidak khusyuk dilihat dari ketertiban saat beribadah. Siswa akan malu jika diperlihatkan fottonya saat tdak tetib sholat, misalnya sholat sambil garuk-garuk kepala.

Karakter mencintai budaya literasi bisa diaktifkan dengan baca dan menulis. Siswa diajak membaca 15 menit sebelum pelajaran sesuai aturan pemerintah sekarang. Selanjutnya pada pelajaran bahasa Indonesia siswa diberi buku catatan tersendiri untuk menulis curhat, puisi, atau cerpen. Sepekan sekali guru mengecek bku khusus itu dan mengirim ke media cetak atau majalah anak untuk ditertibkan. Jika dimuat, segera upload di grup WA guru, sekolah, orang tua dan media jejaring sosial. Atau bisa juga disimpan dalam blog kelas. Jika sudah banyak bisa diterbitkan menjadi buku kumpulan puisi atau kumpulan cerpen karya siswa.  Selain itu bisa juga dijadikan bahan penelitian tindakan kelas yang bisa didokumentasikan atau dilombakan. Agar menang harus ada dokumentasi penguat yang tidak lepas dari ponsel pintar dan laptop si Acer.

Guru merupakan elemen penting membenahi karakter siswa. Membenahi karater guru berarti membenahi karakter siswa. Jika karakter guru sudah menjadi tokoh teladan akan mudah menciptakan siswa yang teladan pula dengan karakter dan akhlak mulia.

Berikutnya karakter peduli lingkungan. Perhatikan ilustrasi berikut ini. Ilustrasi pertama saat istirahat di sekolah. Guru meminta siswa mengambil botol minuman kemasan dan sampah plastik di lapangan sekolah. Siswa menolak karena merasa itu bukan sampahnya. Ada juga siswa yang mengambil sampah karena terpaksa.

Ilustrasi kedua menggambarkan tokoh guru yang mengambil botol minuman kemasan dan sampah plastik di lapangan sekolah. Guru menyampaikan ke siswa dan memintanya untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah dengan mengambil sampah dan membuangnya di tempat sampah. Siswa saat itu tidak mengambil sampah karena sudah diambil oleh guru. Tetapi edisi hari berikutnya, siswa berlomba-lomba membersihkan lapangan sekolah karena melihat keteladanan dari seorang guru.

Ilustrasi pertama menunjukkan bahwa guru bukan sosok teladan sehingga siswa masih enggan melaksanakan perintah guru. Ilustrasi kedua, guru sebagai teladan sehingga siswa akan semangat mengerjakan perintah guru dan akan malu jika tidak melaksanakannya.

Selanjutnya menciptakan karakter ikhlas. Cara ampuh agar siswanya ikhlas adalah menghadirkan tokoh ikhlas dari guru yang mengajarkan. Sesungguhnya sangat mudah mengajar anak tentang materi pembelajaran karakter ikhlas. Namun akan sangat sulit jika siswa melihat guru yang memberikan pengarahan dan perintah tidak mengamalkannya. Guru harus ikhlas mengajar di kelas. Jika gajian bulanan jumlah rupiahnya sedikit, insyaallah akan ada gaji yang melimpah dari Allah karena niat ikhlas dalam bentuk kesehatan, keluarga yang utuh, kemampuan menulis, kecerdasan atau menang lomba dari guraru mendapat Acer dan berfungsi mendukung pembelajaran di kelas dan bisa aktif menulis. Gaji lain juga bisa dalam bentuk paket lebaran dari penerima informasi buletin onine harian via WA, “Alamatnya sudah benar ya bu, Kami akan mengirim bingkisan kecil sebagai ucapan terima kasih sudah mendidik putra putri kami.”

Untuk karakter jujur, tidak sombong, dan menerima kekalahan bisa ditampilkan video permainan. Dalam permainan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tugas guru memahamkan ke siswa untuk menerima kekalahan bagi yang kalah dan tidak sombong bagi yang menang. Jika hari ini menang, bisa jadi besok kalah. Seperti lomba ini, jika pernah kalah dalam lomba, mungkin akan menang dalam lomba menulis artikel guru dari Guraru bersama Acer. Apalagi tida dibatasi dalam menulis artikelnya, bisa menggunakan gaya ilmiah artikel, opini, dan kisah inspirasi. Generasi Acer, generasi anak cerdas, generasi anak bangsa yang cemerlang.

 

*Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

Ditulis Samsiati Uhibbukafillah

Guru SDIT Bina Amal Semarang

[email protected]

876 total views, 1 views today


Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

  1. semoga sukses bu samsiati, gmn rasanya diserbu wali murid ya….

    pembelajarnya juga merik untuk dicoba
    salam kenal

    artikelnya sudah sy VOTE UP dan like facebook
    semoga sukses
    bisa lihat juga inovasi pembelajaran berikut ini
    artikel 1
    http://guraru.org/guru-berbagi/peningkatan-motivasi-belajar-siswa-saat-liburan-dengan-game-bom-whatsapp/?replytocom=43267#respond
    artikel 2
    http://guraru.org/guru-berbagi/kearifan-lokal-dunia-digital-belajar-menakjubkan-2/

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar