2

Aktor Pendidikan Di SD Tak Lagi GAPTEK (+2)

Darmawanti Gayani May 20, 2017

20161129190917_d

 Golobalisasi memberikan ruang segar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu pengetahun berkembang sejalan dengan berkembangnya laju teknologi, GAPTEK atau Gagap Teknologi, adalah sebutan yang tidak menyenangkan ketika jalan hidup sesorang sudah banyak yang di temani dengan teknologi cangih.

Di plosok-plosok desa di sudut-sudut gang kecil di kota hampir tak kita temukan yang namanya orang tanpa mengenal teknologi canggih akhir-akhir ini, baik umur tua dan muda, besar, kecil mereka sudah banyak bersentuhan dengan teknologi canggih, bahkan balita saja sudah banyak yang bermain dengan Gadget.

 Sebuah gaya hidup mewah adalah suatu pencitraan yang dibangun oleh masyarakat Indonesia masa sekarang, karena memang dengan teknologi canggih segala kemudahan ditawarkan kepada masyarakat, pasar-pasar teknologi canggih mulai bercokol dan menjamur di negara berkembang seperti Indonesia ini.

Oleh karena itu perlu adanya keseimbangan SDM dan teknologinya, dengan demikian SDM adalah aktor yang berperan aktif dengan segala kemampunya untuk mengoprasikan teknologi, dalam membantunya melakukan segala aktifitasnya dengan mudah, dan tetep eksis dan survevi.

Teknologi merupakan istilah yang sangat umum, istilah ini untuk menyatakan proses yang berkaitan dengan penggunaan peralatan dan mesin guna mengubah alam atau lingkungan material untuk kemaslahatan manusia, dan teknologi merupakan hasil budaya manusia. Menurut Pamadi Hadjar dkk, (2014:4.6)

Di dalam sebuah sekolah yang dikaji dan dibahas   adalah Knowleg, dan tak bisa dipungkiri lagi kalau aktor pendidikan juga bersentuhan dengan teknologi sebagai alat untuk mentransferkan berbagai ilmu ke pada perta didik.

Peserta didik adalah aktor pendidikan yang selalu dihadapkan dengan segala perubahan yang ada di sekitarnya, apa lagi bermunculnya berbagai teknologi yang ada dimasyarakat sebagai alat komunikasih dalam mempermudah segala aktivitasnya, yang mampu menumbuhkan sebuah keinginan dan motivasi serta konsep diri dalam diri individu untuk mampu mengoprasikan teknologi dan tidak GAPTEK.

Teknologi mampu membangkitkan rasa penasaran peserta didik dalam memahami dan mengetahui perkembangan keilmuan yaitu sains, atau knowleg. Guru dan kepala sekolah adalah aktor pendidikan yang sudah sewajarnya kalau mengangap teknologi adalah sebuah kebutuhan dalam bekerjanya, ibaratnya sebuah cangkul untuk bekerja, dalam hal menanam sebuah hasil yang seharusnya adalah fantastis dan luar biasa, dalam dunia pendidikan.

Apa lagi dalam dunia pendidikan peran teknologi informasi dan komunikasih hampir tak bisa ditinggalkan oleh seorang pendidik dan kepala sekolah. Teknologi adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam dunia pendidikan, misalnya leptop, Komputer, HP, Gatget, dengan berbagai layanan yang ditawarkan dan berbagai fitur yang di janjikan dalam mempermudah segala tindakan dan aktivitas terutama dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan akhir-akhir ini mulai menerapkan pendidikan berbasis teknologi. Berbagai merek leptop, komputer, HP, Gatget, ditawarkan di pasar, salah satunya adalah acer,  salah satu produk yang sangat releven sekali untuk digunakan dalam dunia pendidikan.

Di ataranya ke ungulan yang dimiliki acer adalah memiliki konsep desain yang baik, ada banyak pilihan warna dalam produk, harga yang diberikan adalah termurah di antara laptop bermerek lainya. Memiliki service support yang baik, dapat memperbaiki semua kerusakan leptop dalam masa garansi, memperbaiki sepenuhnya dalam waktu singkat (berlaku untuk garansi resmi). Portier Cristian, (2013).

Pendidikan menurut UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat serta bertanggung jawab, hal ini sesuai dengan pendapat Sarjiyo, dkk (2014:1.20).

Guru dan peserta didik di tingkat pendidikan SD pada era sekarang ini dituntut untuk melek teknologi dan tak buta akan teknologi, sedangkan melek teknologi ini juga di sesuaikan dengan batas kemampuan dan usia anak, karena dalam penggunaan teknologi pun ada etikanya, apa lagi jaringan internent sekarang sangat bebas informasinya.

Siapa lagi kalau bukan kita para guru sebagai pendidik dan orang tua yang harus meletakkan dasar penggunaan teknologi untuk masuknya suatu pengetahuan dan mampu merubah sikap hidup manusia, juga perlu adanya pemberitahuan pada anak didik sesuai dengan usianya, manfaat dan bahaya teknologi itu sendiri perlu diterangkan ke anak.

Dan perlu di pahamkan sebagai filternya ada pada diri kita sendiri, ketika kita sudah mempunyai agama, dasar negara berupa Pancasila dan UUD 1945, serta norma-norma yang ada di masyarakat. Dan bisanya penggunaan teknologi oleh peserta didik yang duduk di bangku SD itu ada batasanya ketika didalam kelas tidak boleh membawah HP, agar tak menggangu proses belajar mengajar.

Pada kegiatan belajar mengajar guru lebih sering berinteraksi dengan anak didiknya di dalam kelas sehingga sebagai guru di dalam front stage ketika di kelas amat elegan sekali jika menggunakan teknologi misalnya leptop untuk media pembelajaran. Penggunaan leptop ini kalau di SD biasanya dioprasikan oleh guru, sedangkan anak didiknya hanya sebagai penerima materi.

Minimalnya ke ikut sertaan anak didik di SD untuk menggunakan leptop ini saya kira perlu untuk di ubah, karena pengajaran teknologi juga harus bisa menyentuh anak didik pada usia SD, untuk mempersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yang banyak memanfaatkan teknologi misalnya leptop dalam proses belajar mengajar.

Saya kira peserta didik usia SD untuk kelas tinggi kelas empat, lima, dan enam perlu untuk dilatih dalam penggunaan leptop agar mereka termotivasi dan meningkat hasilnya dalam belajar, karena pada tahap oprasional, yaitu anak berumur 7-11 atau 12 tahun dapat melakukan konservasi logika tentang kelas dan hubungan pengetahuan tentang angka, berfikir terkait dengan yang nyata, menurut Piaget dalam Sapriati Amalia, dkk, (2014:1.19).

SD yang ada di Indonesia ini ternyata banyak yang belum memiliki laboratorium komputer, tidak seperti pada sekolah SMP dan SMA, yang telah banyak memiliki labolatorium komputer, padahal di SD perlu diberikan pendidikan yang sudah mengenal dan perlu adanya latihan yang berulang-ulang dengan teknologi canggih untuk menyeimbangkan otak kanan dan kirinya.

Jika seorang guru SD mampu menerangkan dan mengajari anak didiknya dengan teknologi canggih misalnya leptop di dalam pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas, akan mampu meningkatkan motivasi belajar anak, karena tidak monoton, dan mampu melatih psikomotornya menjadi gerakan terarah dan teratur.

Saya kira anak SD sudah mampu diajari untuk mengetik dengan komputer atau leptop, dan diajari mengobrasikan internet secara sederhana misanya downlod pengetahuan dari internet dan membuka FB, karena di jaman sekarang ini mereka kalau di luar sekolah sering berhadapan dengan HP dan Gatget yang berlayanan internet, maka sekolah pun saya kira tak boleh ketinggalan.

orca-image-1495220556481.jpg_1495220556582

Akan sangat menyenangkan sekali jika seorang guru kelas tinggi bisa mengajarkan misalnya pelajaran IPA dengan teknologi, dan mengajari anak-anak terlibat di dalamnya dan di biasakan mengajar dan melatih pengunaan teknologi kepada anak-anak, karena pelajaran IPA itu perlu contoh yang jelas dan menarik serta bisa di pahami anak dalam ingatanya yang berkesan lama.

orca-image-1495220178780.jpg_1495220178876

 

 

Jika percobaan IPA di dalam kelas atau di luar kelas dapat di amati dan dikelola hasil pengamatanya oleh anak SD dengan menggunakan komputer atau leptop ini akan sangat menantang dan seru, saya kira mereka tidak akan mengalami kejenuhan di dalam kelas audio visual dan gerak dapat mereka terima dalam otaknya secara cepat dan terkesan baru jika mengunakan komputer atau leptop.

orca-image-1495220034564.jpg_1495220034713

Pada waktu peserta didik sudah mulai mengenal komputer dan leptop  dalam kehidupan sehari-hari, dan ketika internet di ajarkan kepada peserta didik, maka mereka akan mampu berkomunikasi lebih luas dengan teman baru atau pengatahuan baru mudah didapatkan mereka, dengan demikian akan terbentuklah masyarakat digital, dan sebagai guru juga harus memerkenalkan Digital Citizenship kepada mereka.

orca-image-1495219955952.jpg_1495219956208

Digital Citizenship, adalah sebuah cara yang bisa dilakukan untuk membantu para murit mempersiapkan mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia teknologi. Bisa juga dikatakan  bahwa Digital Citizenship, adalah norma-norma yang diterapkan dalam penggunaan teknologi. Guraru.org(2017).

Digital Citizenship mempunyai tiga konsep dasar, yaitu Respect, Educate, dan Protect, (REP)menurut Mike Ribble, dalam guraru.org,(2017). dengan demikian siswa sebelum memasuki suatu situs internet diajari norma-norma yang baik dan sopan dalam penggunanya, diajari menolak sesuatu yang negatif dengan diajari budi pekerti, dan memberi tahukan konten sesuai dengan umurnya.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

Dafrat Pustaka

Sarjiyo, dkk. 2014. Modul PDGK 4106 Pendidikan IPS Di SD Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Guraru.org, (2017). Guru Berbagi Digital Citizen dan Pemanfaatan Teknologi. Diunduh 19 Mei 2017 dari https://guraru.org/guru-berbagi/digital-citizen-dan-pemanfaatan-teknologi/

Pamadi Hadjar, dkk, (2014).  Modul PDGK 4207 Pendidikan Seni Di SD. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Sapriati Amalia, (2017). Modul PDGK 4203 Pembelajaran IPA Di SD. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Portier Cristian, (2013). Keunggulan Dan Kelemahan Dari Berbagai Macam Merek Laptop Netbook Dan Netbook Yang Menarik. Diunduh 19 Mei 2017 dari https://m.kompasiana,com/cristina/keungulan-dan-kelemahan-dari-berbagai-macam-merk-laptop-notebook-dan-netbook-yang-menarik_5528d90ff17e614a118b457a

 

 

648 total views, 1 views today

Tagged with:

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar