4

7 MANFAAT MENJADI GURU PETUALANG (+6)

Winwin Faizah May 13, 2015

Guru petualang atau Guru Traveler, sebuah istilah yang belakangan ini mulai populer di kalangan para guru di Indonesia. Bahkan ada satu komunitas khusus yang menggabungkan kegiatan mengajar dan traveling dalam satu event khusus untuk siapapun yang memiliki passion di dua bidang ini.

menjadi guru tapi suka berpetualang? kenapa tidak? :)

menjadi guru tapi suka berpetualang? kenapa tidak? 🙂

Sebagai guru yang menyukai kegiatan traveling, ada beberapa hal yang selama ini sangat saya rasakan sekaligus bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar. Mungkin ini bisa menjadi referensi juga bagi bapak/ibu guru yang selama ini hanya melakukan perjalanan ketika libur semester atau kenaikan kelas. Karena yang namanya traveling tidak harus berupa liburan mewah ke tempat-tempat wisata yang jauh dan eksotis dengan fasilitas kelas satu. Traveling bisa juga dilakukan dengan budget hemat ke tempat-tempat yang terjangkau baik secara waktu maupun keuangan. Karena inti dari perjalanan bagi seorang guru adalah mencari sebanyak mungkin inspirasi dan hal baru yang bisa dibagi kepada siswa di ruang kelas.

Maka berjalan-jalan di taman kota pada Minggu pagi sekaligus mengamati aktivitas-aktivitas sosial yang berlangsung  atau eksistensi komunitas-komunitas tertentu yang sering mengisi Car Free Day misalnya, tentu bisa menjadi bahan cerita yang asyik untuk para murid di kelas.

Secara singkat, berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dengan menjadi guru petualang:

  1. Setiap guru tentunya membutuhkan cerita pengantar atau sekedar intermezzo untuk memulai pelajaran atau sebagai materi ice breaking agar pembelajaran tidak monoton. Dengan menjadi guru petualang, tentu banyak sekali cerita yang bisa dibagi dan disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Misalnya saja saya sebagai guru bahasa Inggris hendak mengajar tentang kalimat pengandaian alias conditional sentences, saya bisa memberi contoh cerita tentang batu Malin Kundang di Pantai Air Manis-Sumatera Barat. Bisa dengan mengajak para siswa berandai-andai, bagaimana jadinya jika Malin tidak membuat sakit hati ibunya? Bagaimana jika Malin tidak merantau ke luar pulau? Bagaimana ending ceritanya andai saja kisah tersebut memiliki konflik yang berbeda? Secara tidak langsung, pengalaman mengunjungi sebuah tempat sekaligus menceritakan hal-hal terkait tempat itu bisa dijadikan ‘pancingan’ yang menarik untuk menumbuhkan antusiasme siswa.
    batu Malin Kundang di pantai Air  Manis-Padang

    batu Malin Kundang di pantai Air Manis-Padang

  2. Bahan soal. Masih berhubungan dengan poin pertama, banyak melakukan perjalanan juga bisa menjadi ‘Bank Soal’ tersendiri untuk para guru. Saya biasa memanfaatkan pengalaman mengunjungi suatu tempat sebagai contoh soal kepada para siswa. Misalnya saja untuk membedakan I visited Borobudur Temple last month yang menyatakan past tense dan juga I will visit Borobudur Temple yang menggunakan future tense. Tentunya akan semakin menarik jika ditambah cerita singkat tentang rute ke Borobudur, hal-hal menarik disana, dan sebagainya.
    traveling tidak melulu ke tempat wisata, mengunjungi kantor media juga bisa menjadi bahan cerita tersendiri.

    traveling tidak melulu ke tempat wisata, mengunjungi kantor media juga bisa menjadi bahan cerita tersendiri.

  3. Wawasan geografis. Menjadi guru tentunya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan serba bisa. Traveling secara tidak langsung bisa menambah pengetahuan dan wawasan geografis para guru. Tentu ini akan sangat membantu agar penjelasan yang diberikan lebih maksimal. Sebagai contoh saya sering memberi contoh perbedaan logat atau dialek dalam tata bahasa Indonesia maupun daerah (untuk kemudian dibandingkan dengan bahasa Inggris) dengan cara memberi contoh cara berbicara bahasa Minang, bahasa Sunda, bahasa Betawi dan bahasa-bahasa lain sesuai pengalaman bertemu dengan para penutur asli bahasa tersebut di tempat yang pernah saya kunjungi.
  4. Jutaan Ide. Bukan rahasia umum, sebuah perjalanan akan memberi banyak inspirasi tak terkira untuk para pelakunya. Walau terkadang inspirasi atau ide tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan destinasi wisata yang kita kunjungi dan justru kita dapat sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, tetap saja itu adalah ‘aset’ bagi para guru petualang. Interaksi selama perjalanan dengan penduduk lokal, hal-hal unik yang ditemui sepanjang jalan, bisa menjadi ide tersendiri untuk memperkaya metode mengajar. Teringat ketika saya melakukan perjalanan keliling Sumatera Barat dan bertemu salah seorang native speaker bahasa Minang yang sangat jago berpantun dan hafal banyak pepatah. Apapun hal yang sedang diobrolkan bisa menjadi bahan pantun untuk beliau. Di lain hari, ketika pelajaran hendak dimulai dan para siswa kurang bersemangat, saya memakai trik beliau. “Ada bandeng ada itik, sama-sama berenang di kali ciliwung. Duhai murid-murid ku yang ganteng dan cantik, yuk pada semangat dunk”, sambil menebar senyum di depan kelas. Alhasil, wajah tak bersemangat itu berganti dengan tawa berderai dan semangat baru.
  5. Perbandingan kualitas pendidikan. Sebagai guru, sebuah studi banding ke sekolah atau wilayah lain diluar sekolah bisa menjadi penyemangat tersendiri untuk memperbaiki diri. Kabar gembiranya, studi banding ini tidak harus dikemas dalam bentuk acara formal bersama para guru lain di akhir semester atau libur kenaikan kelas. Sebuah perjalanan wisata ke suatu daerah juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengetahui isu-isu pendidikan di daerah tersebut. Lalu siapa narasumbernya? Tentu saja orang-orang atau bahkan anak-anak yang kita temui selama perjalanan. Kita bisa mengajak mereka mengobrol dan menanyakan bagaimana proses pendidikan di daerah tersebut. Cerita yang berkembang di masyarakat dan pengalaman belajar yang dituturkan langsung oleh anak-anak serta penduduk lokal suatu daerah tentu lebih original dan objektif tanpa kepentingan apapun. Mencari sebanyak mungkin celah untuk bisa mengobrol dengan para penduduk lokal termasuk tentang pendidikan bisa menjadi sarana pembanding kualitas pendidikan ditempat kita mengajar.
  6. Mengurangi jenuh. Semua guru pasti pernah merasakan jenuh. Bahkan dengan kenyataan bahwa menjadi guru berarti harus selalu ceria di depan murid, mengajar selama enam hari seminggu dan menghadapi aneka polah siswa tak pelak menimbulkan kejenuhan tersendiri. Nah, traveling tentu bisa menjadi obat jenuh yang mujarab. Selain pikiran lebih fresh karena melihat tempat-tempat yang menyenangkan, hati akan terasa gembira dan tentu saja, banyak cerita siap didapat!
  7. Wiliam Arthur Ward bilang, the mediocre teacher tells, the good teacher explains, the superior teacher demonstrates, the great teacher inspires. Dengan kata lain, ‘level’ tertinggi untuk para guru adalah ketika ia tidak hanya bisa memberitahu atau mendemonstrasikan sesuatu namun bisa menginspirasi para siswanya. Lalu apa hubungannya dengan traveling? Banyaknya cerita yang disampaikan, kekayaan wawasan serta kecerdasan sosial yang didapat guru dengan traveling dan disebarkan kepada para siswa, sangat mungkin menjadi inspirasi tersendiri bagi para siswa apalagi untuk mereka yang berasal dan bersekolah di sekolah pelosok. Hal-hal yang bagi guru petualang menjadi tambahan ide dalam mengajar, bisa jadi merupakan hal inspiratif yang akan dikenang dan dipraktekkan oleh para siswa di  masa yang akan datang. Guru yang bisa mencetak murid pandai dan juara olimpiade sana sini tentu hebat, tapi guru yang bisa mencetak murid cerdas teori dan sosial, kaya wawasan dan berani menjelajah dunia, tentu lebih hebat.
    guru hebat adalah mereka yang bisa menginspirasi :)

    guru hebat adalah mereka yang bisa menginspirasi 🙂

Sebenarnya ada lebih banyak manfaat yang didapat jika para guru mau meluangkan waktu untuk melakukan perjalanan disela kesibukan mengajar. Semoga artikel singkat ini bisa memberi sedikit pencerahan agar ada jauh lebih banyak guru di negeri ini yang bisa menularkan keberanian menjelajah dunia pada murid-muridnya.

Bagaimana dengan Anda?

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

2,755 total views, 2 views today

Tagged with: , , ,

Harap login untuk Vote UP postingan ini.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar