• Exe learning mudah d pelajari. Dan d gunakan oleh siswa

  • Bisakah Pengurus Guraru mengusahakan agar peserta lomba artikel ini mendapatkan sertifikat/piagam ?

  • [dropcap]U[/dropcap]mumnya dalam menyampaikan pembelajaran di sekolah sampai saat ini hanya bersifat sebagai penyampaian informasi, tanpa melibatkan siswa untuk mencari pemahaman materi yang dipelajarinya. Sehingga yang terjadi mereka sering tidak memahami materi bahkan tak jarang pula “cuek” dalam menghadapi pelajaran.

    Untuk mengatasi masalah tersebut maka membutuhkan media pembelajaran agar menghasilkan hasil belajar yang maksimal. Salah satunya adalah media dengan menggunakan aplikasi exe learning. Aplikasi eXe (eLearning XHTML editor) merupakan salah satu program aplikasi opensource yang dipergunakan untuk pembuatan bahan ajar menggunakan aplikasi e-learning. Bahan ajar yang disusun dengan eXe, tersusun secara hierarki yang benar mencakup topic, section dan unit. Susunan yang demikian akan memudahkan siswa untuk lebih memahami pelajaran. Dalam eXe juga dapat dibuat soal dengan tipe pilihan ganda, jawaban singkat, benar-salah dan kuis sehingga dapat dipergunakan untuk uji kompetensi siswa (Warjana dkk, 2009).

    exe learning
    Logo eXe Learning
    Exe memiliki beberapa keunggulan, antara lain : “(1) mudah digunakan walaupun tidak mengetahui bahasa pemrograman HTML; (2) mudah dalam merancang karena apa yang terlihat dilayar akan sama dengan hasil akhir bila dijalankan; (3) gratis (free) dan merupakan open source; (4) standar e-learning; dan (5) dapat digunakan pada sistem operasi Windows maupun Linux” (Priyambodo, 2010).

    Sebelum bekerja dengan eXe, pastikan komputer sudah terinstal program eXe dan Mozilla Firefox. Aplikasi eXe bisa di download pada http://www.exelearning.org. Adapun tampilan awal dari aplikasi eXe disajikan pada gambar.
    exe2 Gambar 1. Tampilan awal aplikasi eXe
    Kerangka isi aplikasi ini terdapat dalam bentuk outline (ringkasan) yang merupakan langkah awal dalam merancang media pembelajaran. Aktivitas-aktivitas pada eXe tersebut dapat diisi dengan kreatifitas guru. Pada kerangka isi ini memuat susunan dari bahan ajar yang akan dibuat. Susunan yang baik, harus pada hierarki yang benar supaya siswa mudah memahami materi yang dipelajari.

    Setelah itu, masing-masing bab bisa diisi dengan rancangan iDevices yang ada. Pengisiannya sesuai dengan kreativitas guru. Seorang guru bisa menyisipkan gambar, film maupun animasi supaya media pembelajarannya menjadi semakin menarik. Gambar 2 dan Gambar 3 merupakan contoh tampilan media pembelajaran matematika.
      exe3
    Gambar 2. Contoh tampilan media pembelajaran matematika
     exe4
    Gambar 3. Contoh tampilan media pembelajaran matematika
    Program aplikasi eXe juga menyediakan fasilitas untuk pembuatan soal, seperti soal benar-salah, pilihan ganda, isian singkat, quiz, dan sebagainya. Gambar 4 merupakan contoh dari soal media pembelajaran matematika yang dibuat dengan eXe.

    exe5
    Gambar 4. Soal isian singkat yang dibuat dengan eXe.
    Setelah bahan ajar selesai dibuat dapat ditempatkan pada jaringan intranet maupun online di internet. Hal itu perlu dilakukan supaya siswa dapat dengan mudah mengakses bahan ajar yang dibuat oleh guru.

     

    APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

    Adapun manfaat dari penggunaan eXe learning dalam pembelajaran antara lain: 1) menghemat waktu proses belajar; 2) peserta didik menjadi mandiri dalam mendapatkan pengetahuan; 3) menghemat biaya dan waktu; 4) menjangkau siswa karena file dapat di copy atau dibawa pulang.

    Dalam menggunakan materi pelajaran menggunakan aplikasi exe learning, guru hendaknya bisa mengembangkan bahan ajar bagi siswanya dan bisa menjadi salah satu bahan ajar yang dapat membantu guru dan siswa di dalam pembelajaran.

    Dalam menggunakan aplikasi exe learning perlu adanya sarana laptop atau komputer di sekolah maupun dimiliki siswa. Kelebihan menggunakan aplikasi exe learning, siswa dapat belajar di luar jam pelajaran dengan memanfaatkan lab komputer maupun di rumah. Sehingga pembelajaran dapat terjadi “pembelajaran yang menembus waktu”.

    Namun, pengelola pendidikan khususnya di lingkungan sekolah hendaknya lebih memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang terhadap kreatifitas guru dan siswa sehingga dapat mengembangkan kompetensi siswa.

    Pembelajaran dengan aplikasi exe learning telah penulis praktikan dalam pembelajaran yang memuat animasi, music, vidio dan gambar ke dalam aplikasi exe learning, sehingga siswa lebih menyukai belajar dan menumbuhkan kemandirian belajar. Dengan keunggulan aplikasi exe learning maka guru dapat menggunakannya untuk pembelajaran.
      do2     doc3
    doc1
     Dokumentasi pembelajaran
     Penulis telah mengadakan penelitian dengan menggunakan aplikasi eXe Learning, dan telah di seminarkan di Seamolec pada pecan Webinar. Pembaca dapat melihat seminar dengan tautan di bawah ini.

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

  • buku dalam genggaman

    [dropcap]P[/dropcap]engembangan hasil teknologi informasi dan komunikasi dalam beberapa tahun terakhir ini banyak membantu pendidik (guru, dosen) dalam menyediakan media pembelajaran (learning resource) dan sumber belajar (teaching aid). Manfaat teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bagi siswa memberi kemudahan untuk memperoleh materi yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah atau menyelesaikan tugas yang diberikan guru, sehingga media pembelajaran dan sumber belajar tidak terbatas hanya pada buku-buku di perpustakaan dan guru di sekolah.

    Hadirnya perangkat teknologi seperti komputer atau gadget tidak lantas menggusur buku. Meski secara fisik buku dan penerbitan tercetak mengalami dampak yang besar dengan adanya teknologi digital, buku tetap saja menunjukkan eksistensinya. Meski tidak hadir secara fisik kini buku mulai beralih ke dalam bentuk digital atau dikenal sebagai ebook (electronic book). Alternatif buku digital ini cukup menarik mengingat keberadaanya secara digital memungkinkan untuk membuat dan menyebarkan buku dengan murah dan cepat. Saat ini kita mengenal banyak buku yang tidak hanya hadir dalam bentuk cetak tapi juga dalam bentuk digital, yang dapat dicetak maupun dibaca menggunakan perangkat digital.

    Penulis telah menggunakan buku digital dalam pembelajaran. Pembelajaran dapat dilaksanakan di dalam kelas maupun di luar kelas. Siswa dapat menggunakan tablet atau smartphone.
    1 ????
    Pembelajaran di dalam kelas
     

    3 4 5
     Pembelajaran di luar kelas
    Guru dalam memberikan buku digital yang telah berisi materi pelajaran, tidak perlu memberikan file ke masing-masing siswa. Cukup dengan memberikan QR Code kepada siswa. Yang terlebih dahulu men-dounload barcode scanner di Play Store.

    code
     QR Code: Buku Digital Operasi Bilangan Pecahan
    Karya Penulis
     

    Untuk membuka buku digital, tablet atau smartphone harus ada Gitden Reader yang didapat di play store pula. Tampilan buku digital (ePub) penulis sebagaimana yang digunakan siswa.

    6 ????

     

    Dalam tulisan ini akan dibahas tentang buku digital dan cara pembuatannya.

    Pengertian Buku Digital

    Buku digital atau buku elektronik, disingkat e-book, atau ebook, adalah bentuk digital dari buku cetak. Buku cetak pada umumnya terdiri atas setumpuk kertas dijilid yang berisi teks atau teks dan atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang dapat berisi teks, gambar, audio, video, yang dapat dibaca di komputer, laptop, tablet, atau smartphone.
     epub
    Fungsi dan Tujuan Buku Digital

    Fungsi

    1) Sebagai salah satu alternatif media belajar.

    Berbeda dengan buku cetak, buku digital dapat memuat konten multimedia di dalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang lebih menarik dan membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

    2) Sebagai media berbagi informasi.

    Dibandingkan dengan buku cetak, buku digital dapat disebarluaskan secara lebih mudah, baik melalui media seperti website, kelas maya, email dan media digital yang lain. Seseorang dengan mudah dapat menjadi pengarang serta penerbit dari buku yang dibuatnya sendiri.

    Tujuan

    Ada beberapa tujuan pengembangan buku digital:

    Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi, dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Dengan membuat konten dalam bentuk digital, pengarang tidak perlu mendatangi penerbit untuk menerbitkan bukunya. Ia cukup berkunjung ke salah satu laman toko buku daring dan mendistribusikan bukunya secara mandiri.
    Melindungi informasi yang disampaikan. Berbeda dengan buku fisik yang dapat rusak, basah, ataupun hilang, buku digital yang berupa data di komputer terlindungi dari masalah-masalah tersebut. Andaikata data tersebut hilang, pengguna dapat dengan mudah mencari penggantinya baik dari internet maupun meminta kembali pada pembuat buku.
    Mempermudah proses memahami materi ajar. Dalam perangkat lunak buku digital, Guru dapat memberikan catatan tertentu pada materi, mencari kata atau kalimat tertentu dalam materi, menampilkan file multimedia (audio dan video) yang dapat diputar untuk memperkaya konten buku. Hal tersebut sangat membantu Anda memahami materi ajar dengan lebih baik dan lebih cepat.

    Jenis Format Buku Digital

    Berikut beberapa format yang tersedia untuk buku dalam format digital

    AZW – Amazon World.

    EPUB Electronic Publication.

    KF8 -Format Kindle Fire dari Amazon.

    MOBI – Format MobiPocket.

    PDB – Palm File Database.

    PDF Portable Document Format.

    PRC Palm Resource File.

    HTML Hyper Text Markup Language.

    CHM Compressed HTML.

    Untuk lebih lengkapnya dapat diakses pada laman berikut

    http://wiki.mobileread.com/wiki/E-book_formats

     

    Dalam tulisan ini, penulis dalam pembelajaran menggunakan buku digital dalam format ePub. Electronic publication (ePub) merupakan salah satu format buku digital yang disepakati oleh International Digital Publishing Forum (IDPF) pada Oktober 2011. ePub menggantikan peran Open eBook sebagai format buku terbuka. Epub terdiri atas file multimedia, html5, css, xhtml, xml yang dikemas dalam satu file.

    Sebagai format yang tidak mengacu kepada salah satu pengembang tertentu, ePub dapat dibaca di pelbagai perangkat, seperti: komputer (AZARDI, Calibre, plugin firefox, plugin google chrome), Android (FBReader, Ideal Reader), iOS (ireader), Kobo eReader, Blackberry playbook, Barnes and Noble Nook, Sony Reader, dan berbagai perangkat lainnya. Format ePub mendukung penyesuaian tampilan teks sesuai dengan ukuran layar kecil untuk perangkat tertentu. Pada format EPUB 3.0 sudah dimungkinkan menyertakan fitur audio maupun video serta animasi ke dalam buku digital.

    Format ePub merupakan salah satu format buku digital yang paling populer saat ini. Berbagai kelebihan yang ditawarkan telah menjadikan ePub sebagai salah satu format buku digital yang paling banyak digunakan. Fitur-fiturnya antara lain :

    format terbuka dan gratis;
    berbagai alat baca ePub yang telah tersedia di pelbagai perangkat;
    berbagai perangkat lunak pembuat ePub telah tersedia;
    dukungan (support) untuk video dan audio;
    reflowable (word wrap), dan pengaturan ukuran teks;
    dukungan untuk Digital Rights Management (DRM), dan Cascading Style Sheet (CSS).

    Pengembangan ePub

    Proses pengembangan EPUB lebih mudah dilakukan jika menggunakan materi atau bahan ajar yang dibuat dalam format dokumen. Terdapat 3 tahap pengembangan EPUB yang perlu dilakukan, antara lain:

    Konversi Naskah Digital menjadi EPUB

    pertama yang harus dilakukan dalam pengembangan naskah digital adalah pengubahan materi yang dimiliki menjadi format EPUB. Materi yang dapat diubah menjadi format EPUB adalah materi dalam bentuk word atau pdf.

    Konversi dari Word ® HTML ® EPUB dapat menggunakan aplikasi Sigil
    Konversi dari PDF ke EPUB dapat menggunakan aplikasi Calibre

    2) Memberi Identitas Naskah

    Pernahkah Anda memperhatikan komposisi sebuah buku cetak? Apabila Anda cermati, kebanyakan dari buku mempunyai format identitas yang sama dari sampul awal hingga sampul akhir. Sigil mempunyai fitur yang dapat menyusun identitas pada naskah digital secara terstruktur. Anda dapat menambahkan sampul, kolofon atau metadata, indentasi pada setiap paragraf, dan daftar isi agar Anda dapat bergerak dengan cepat ketika melakukan pencarian.

    3)Memasukkan File Multimedia

    Sigil telah mendukung import file rekaman video dan rekaman suara ke dalam dokumen EPUB. Saat ini format yang didukung oleh EPUB adalah: Audio: (mp3, wav, ogg) dan Video: (mp4, webm).

     

    Untuk Membaca Buku Digital

    Terdapat berbagai macam perangkat lunak (software) untuk membaca epub, namun hanya sebagian yang dapat memutar file multimedia, antara lain:

    Melalui komputer : Google Chrome dengan Plugin Readium (install dari chrome store) dan Firefox dengan EPUBReader (intall dari add-ons)
    Melalui tablet/smartphone: Android dengan Gitden Reader atau Ideal Reader atau moon+reader (install dari google play) dan iOS dengan iBooks

     (Seamolec, 2017. Materi Pelatihan ePub)
    Video Cara Pembuatan ePub

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

     

     

  • ritual1
    omrendy.blogspot.com
     Ritual Kekerasan

    MOS tahun ini diramaikan dengan meninggalnya seorang calon siswa baru di  SMP Flora Pondok Ungu Permai di Bekasi saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS). Diberitakan di media Kompas (1/8/2015) bahwa  siswa baru yang bernama Evan Christopher Situmorang, 12 tahun mengalami sakit di bagian kaki setelah berjalan hingga 4 kilometer atas perintah seniornya saat hari terakhir MOS di sekolahnya. MOS menjadi “ritual kekerasan” sehingga terjadi ajang perploncoan, balas dendam kakak kelas, luapan amarah kakak kelas kepada siswa baru dan kegiatan seperti ini secara turun menurun dilakukan. Sebenarnya Mendikbud telah melarang aksi perpeloncoan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 tahun 2014 dan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan dan Kekerasan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah.

    mos1mos2

    smansabayunglencir.wordpress.com                               http://www.antarabengkulu.com

     

    children-learn-what-they-liveSekolah dan lingungan baru untuk belajar harus mampu menghapuskan segala bentuk “ritual” kekerasan terutama saat MOS. Menurut Dorothy Law Nolte dalam buku Children Learn What They Live.

    Jika anak dibesarkan dengan celaan, dia belajar memaki Jika anak dibesarkan dengan permusuhan/kekerasan, dia belajar membenci Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, dia belajar rendah diri Jika anak dibesarkan dengan hinaan, dia belajar menyesali diri, Jika anak dibesarkan dengan toleransi, dia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, dia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, dia belajar percaya diri Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, dia belajar menaruh kepercayaan Jika anak dibesarkan dengan dukungan, dia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, dia pun belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

    MOS bertujuan untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan dan juga dipakai sebagai sarana perkenalan kepada siswa baru terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Namun yang terjadi di negeri ini malah kebanyakan tidak sesuai dengan tujuan dari kegiatan MOS tersebut dan tentunya sangat berbeda sekali jika dibandingkan dengan MOS di luar negeri.

    Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan MOS antara lain :

    Memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru.
    Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah terutama aturan, norma, tata tertib yang berlaku didalamnya.
    Memperkenalkan siswa pada suatu organisasi.
    Memperkenalkan siswa dengan lagu-lagu hymne dan mars sekolah tersebut.
    Memperkenalkan siswa dengan semua kegiatan di sekolah.
    Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka miliki.
    Menanamkan sikap mental, spritual, budi pekerti yang baik, rasa tanggung jawab, toleransi maupun berbagai nilai positif lain dari diri siswa tersebut sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu dan juga amal.
    Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum masuk dalam kegiatan pembelajaran secara formal didalam kelas.

     Kegiatan MOS ditanamkan pendidikan Karakter

    Dalam buletin Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership dijelaskan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

    Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

    Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi (EQ), dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya.

    Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

    Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis.

    Pada kegiatan MOS, pendidikan karakter dapat dilakukan dengan.

    102_7293
     Pembacaan surat-surat pendek Al-Quran sebelum mulai aktivitas pembelajaran
    DSC09833
    Bakti sosial
    DSC09817

    DSC06418

     

     

     

     

     

    Sholat berjamaah                                                                                                                  OutBoand

    DSC04328DSC04218

     

     

     

     

     

     

    Kerja Bakti                                                                                                          Latihan baris berbaris

    DSC04392DSC09814

    Penyuluhan dari dinas kesehatan                                                                         Penyuluhan dari Kepolisian

    DSC04349DSC04417

    Penyuluhan dari Koramil                                                                                            Penyuluhan dari KUA

    DSC04198
    Diskusi Guru dan Siswa
    carakterDengan adanya MOS mari kita bangun generasi muda agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.

     

    Penulis adalah guru SMP Negeri 1 Sukosari Bondowoso Jawa Timur

  • Widarso PEP changed their profile picture 2 years, 6 months ago

  • Widarso PEP changed their profile picture 2 years, 6 months ago

  • Widarso PEP became a registered member 2 years, 6 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar