• ThumbnailMungkin beberapa orang bilang bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi pemimpin. Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar. Setiap orang bisa menjadi seorang pemimpin karena jiwa pemimpin bisa […]

  • Pada Selasa (26/09), Acer Indonesia menggelar kembali Acer Solution Day di Capital Ballroom, Manhattan Hotel, Jakarta. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang yang memberikan speech dalam pembukaan acara ini, Acer Indonesia bermaksud memberikan solusi peran teknologi dalam mengembangkan bisnis dan dunia edukasi.

    herbet ang

    Acara ini dibuka dengan pemaparan seputar Intel yang dibawakan oleh Sumitra Rai, Head of Consumption Sales & Commercial Lead dari India. Pada sesi ini, beliau berbicara mengenai kinerja prosesor Intel yang kian berkembang untuk kemajuan yang lebih baik.  Terbukti dengan hadirnya prosesor Intel Generasi ke-8.

    Tak ketinggalan, pemaparan Rezki Wibowo dari Roland Berger Consulting mengenai teknologi saat ini menjadi industri era baru dan bagaimana manusia harus siap menghadapi kehadiran tersebut. Sementara  Handito Joewono dari Arrbey Consulting turut hadir memberikan wacana mengenai peran seorang CIO (Chief Technology Officer) di era digital yang penuh dengan segala kecanggihan teknologi.

    Ruang Teknologi di Industri Bisnis
    IMG_0410
    Seperti tema dari acara ini, seminar yang membahas teknologi untuk ranah bisnis, dengan menarik disampaikan oleh Patrick Liao sebagai Assosiate VP dari Acer Taiwan melalui tema “Cloud-enabled Digital Signage Network Solution for Offline Precision Marketing”. Berisikan tentang bagaimana strategi marketing menggunakan teknologi Signage untuk para pelaku usaha dalam memasarkan bisnis mereka.

    Sementara paparan lain yang tak kalah menarik, yaitu “Redefining The Modern Datacenter with Sangfor HCI” dan “Intellegent Trasportation System” yang disampaikan oleh Joe Wang. Sesi berbicara mengenai sistem transportasi yang kini semakin canggih dan mudah digunakan.

    Solusi Teknologi untuk Edukasi
    IMG_0244
    Selain di bidang bisnis, Acer juga menampilkan seminar yang berhubungan dengan edukasi. Sebagai bagian acara dari Acer Solution Day, Acer Indonesia memberikan beberapa sesi presentasi edukasi seperti panel diskusi dengan topik “Preparing Today’s Students for Tomorrow’s Workplace”, yang dilanjutkan dengan pembicaraan seru dari Google mengenai  “21st Century Digital Classroom & IPEKA testimony”.

    Selanjutnya, Roger Wu sebagai Business Development Manager of Asia Pacific Acer Cloud Technology mempresentasikan masa depan para generasi sekarang dibentuk dan diarahkan dengan edukasi melalui teknologi.Sesi menarik selanjutnya adalah pengenalan teknologi Acer untuk penunjang pendidikan, yaitu Altos Cloud VDI. Dan tak lupa, di acara ini pula diperkenalkan CloudProfessor, yaitu device dengan IoT (Internet of Things) yang dapat digunakan oleh semua usia.

    Acara kali ini semakin menarik dengan menghadirkan 3 pembicara ahli di bidang konsultan dan edukasi. Adalah Sylvano Damanik selaku Senior Partner and Country Managing Director dari Hays Group yang berfokus di bidang konsultan manajemen. Beliau sangat ahli dalam berbagai strategi manajemen dan sepanjang karirnya di Indonesia dan Singapura, sudah memberi banyak konsultasi mengenai strategi marketing.

    Pembicara selanjutnya adalah Novistiar Rustandi sebagai Founder dan CEO dari HarukaEdu.com, sudah memiliki pengalaman di bidang konsultasi dan pendidikan tinggi selama lebih dari 13 tahun.Beliau yang mempunyai 2 gelar master dari George Washington University ini sudah memberikan konsultasi kepada beberapa perusahaan besar seperti Host Mariott, WorldBank.

     IMG_0482

    Itulah rangkaian acara Acer Solution Day di tahun 2017 ini. Jika Anda masih tertarik dengan apa saja teknologi terkini yang ditawarkan Acer Indonesia untuk mengedepankan bidang bisnis dan edukasi, ikuti terus informasi-informasi menarik lainnya di website ini, ya.

     

  • Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, serangkaian acara dan perlombaan dalam merayakan hari kemerdekaan selalu digelar. Selain menyambut HUT RI dengan kemeriahan, momen ini juga bisa dimanfaatkan untuk menguatkan rasa nasionalisme para generasi muda, khususnya siswa, di lingkungan sekolah. Membangun dan menjaga rasa nasionalisme dinilai penting agar siswa dapat membentuk kepribadian, menanam rasa saling menghargai, dan mengetahui identitas bangsanya.

    Rasa nasionalisme tidak dapat tumbuh hanya dengan memaksakan anak didik menghafal Pancasila. Lantas, bagaimana agar siswa memiliki sikap nasionalisme dan cinta tanah air? Semangat nasionalisme bisa ditumbuhkan, dipupuk, dan dibudidayakan dengan metode sederhana sebagai berikut:

    Metode Menyanyi

    Jaman sekarang sungguhlah berbeda dengan masa generasi 90-an. Pada masa itu, anak-anak tumbuh dengan lagu-lagu anak-anak yang mendidik dari beberapa penyanyi cilik. Namun anak-anak jaman sekarang justru ‘terpapar’ lagu-lagu dewasa yang banyak disiarkan televisi.

    Metode Menyanyi

    Oleh karena itu, sering-seringlah Guraru mempopulerkan lagu-lagu nasionalisme di sekolah. Lewat lagu, anak didik bisa belajar banyak tentang nilai-nilai kebangsaan, semangat persatuan, dan rasa cinta tanah air. Selain itu, terapkan pula lagu-lagu bertema nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk momen upacara bendera atau pelajaran seni.

    Metode Wisata

    Salah satu cara untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme anak didik adalah melalui berwisata. Dengan memperkenalkan keindahan alam dan keunikan budaya Indonesia, hal ini dapat mengugah rasa keingintahuan siswa sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap negara.

    Metode Wisata

    Selain itu, Guraru juga bisa mengadakan acara karyawisata ke tempat-tempat bersejarah seperti museum dan monumen perjuangan. Seperti pepatah ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya’, maka berwisata ke museum menjadi pilihan yang tepat. Museum tak hanya membantu mengenalkan sejarah bangsa tetapi juga beragam informasi yang inspiratif bagi siswa untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

    Metode Bercerita

    Bercerita atau mendongeng tentang sejarah kemerdekaan, perjuangan para pahlawan atau segala hal tentang Indonesia juga dapat membantu meningkatkan rasa nasionalisme. Selain itu, bercerita tak hanya sekadar membuka cakrawala pengetahuan siswa, tetapi juga melatih memori para siswa untuk terbiasa mengingat banyak hal, seperti mengingat latar belakang sejarah, nama-nama tokoh, dan sebagainya.

    Metode bercerita

    Jadi, cobalah ceritakan sejarah apa saja yang Guraru ketahui. Ada banyak pelajaran, hikmah, dan pesan moral yang mendidik yang bisa menjadi membantu menumbuhkan karakter dan jiwa nasionalisme dalam diri siswa. Ceritakan dengan cara yang menarik ya, agar murid-murid tidak bosan.

    Metode Gambar dan Buku

    Sekarang ini sudah jarang anak-anak yang mau membaca buku, terutama buku sejarah. Oleh karena itu, cobalah Guraru memotivasi siswa untuk memiliki minat membaca. Dari minat baca akan tumbuh rasa ingin tahu, dan dari rasa ingin tahu akan tumbuh sebuah keputusan.

    Metode Gambar dan Buku

    Selain buku, gambar pahlawan nasional juga sebaiknya dipasang di dinding kelas untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Para siswa pun dapat meneladani karakter para pahlawan. Atau mengajak murid untuk berkreasi mencari gambar pahlawan lalu memasangnya di dinding kelas dengan tampilan yang menarik.

    Selain empat metode di atas, Guraru juga bisa menanamkan rasa nasionalisme di lingkungan sekolah dengan cara lain. Beberapa tindakan dan kebiasaan berikut ini dapat menumbuhkan semangat kebangsaan dan rasa nasionalisme peserta didik.

    Memupuk rasa nasionalisme melalui mata pelajaran, khususnya pelajaran Sejarah dan Pendidikan Kewarganegaraan.
    Menerapkan jiwa rela berkorban cinta tanah air dengan melatih siswa aktif berorganisasi dan berkompetisi.
    Menanamkan rasa cinta tanah air dengan kegiatan ektrakulikuler Pramuka dan pasukan khusus pengibar bendera.
    Memastikan siswa menghormati simbol-simbol negara seperti lambang burung garuda, bendera merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya.
    Memastikan seluruh siswa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat di sekolah, bukan hanya menggunakan bahasa inggris saja.
    Memperkenalkan keberagaman kebudaya bangsa, mulai dari lagu, tarian hingga permainan tradisional.

    Ingat Guraru, para pelajar merupakan satu-satunya harapan bangsa untuk bisa lebih maju lagi. Dengan cara-cara di atas, semoga bangsa Indonesia terus mampu mencetak generasi bangsa yang cinta persatuan dan kesatuan bangsa, ya!

  • Dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, sistem pendidikan zaman sekarang sudah mengalami begitu banyak perubahan. Bukan hanya dari kurikulumnya, tetapi juga bisa guraru lihat melalui praktik belajar dan mengajar sehari-hari. Berkat teknologi yang semakin canggih, proses belajar dan mengajar pun bisa berlangsung secara lebih efisien dan menyenangkan. Para murid pun bisa menyerap informasi dengan mudah.

    Nah, perkembangan teknologi tersebut tentunya akan berlangsung hingga bertahun-tahun mendatang. Bukan hanya guru yang harus meningkatkan informasi terkait teknologi. Para murid pun sebaiknya mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Pasalanya tempat kerja yang akan mereka gunakan nanti pasti akan sangat berbeda dari yang sudah ada sekarang. Ajak murid Anda untuk berkenalan dengan beberapa teknologi berikut ini yang kemungkinan besar akan diterapkan di tempat kerja pada masa mendatang.

    Virtualisasi Desktop Berbasis Cloud

    Jangan kaget kalau beberapa tahun lagi, Anda sudah tak lagi menemui komputer berbentuk fisik untuk mengerjakan berbagai hal. Peran perangkat tersebut akan digantikan oleh teknologi bernama virtualisasi desktop. Contohnya adalah Acer Altos Cloud VDI, solusi virtualisasi desktop yang fleksibel dan scalable. Dengan menggunakan teknologi ini, desktop Windows atau Linux bisa digunakan oleh siapa pun dan dari mana pun sebagai layanan on-demand. Semua bisa dilakukan berkat adanya Unique Transport Protocol (VDX), teknologi virtualisasi desktop yang dibuat Acer.

    Berkat teknologi virtualisasi desktop, nantinya murid Anda yang bekerja di bagian IT akan mendapat kemudahan tersendiri. Virtualisasi desktop menerapkan sistem pengelolaan yang tersentralisasi. Jadi, nantinya mereka tak perlu melakukan pemeliharaan station secara satu per satu. Sistem sentralisasi ini juga diterapkan pada aspek storage dan backup sehingga mampu menyediakan keamanan optimal.

    Intelligent Parking Cloud

    Pernah parkir di dalam gedung lalu lupa di sebelah mana Anda memarkirkan mobil? Thanks to technology, murid Anda tak perlu mengalami hal serupa saat ia bekerja di gedung perkantoran besar nanti. Jika nanti area parkir dilengkapi dengan Acer Intelligent Parking Cloud, murid Anda bisa mencari tempat parkir dengan mudah dan tak akan lupa dengan slot parkir yang didiami mobilnya. Pada dasarnya, Acer Intelligent Parking Cloud terdiri dari beberapa perangkat yang apabila digunakan seluruhnya, akan memberikan pengalaman mudah dalam parkir.

    Salah satunya adalah Parking Space Sensor yang dapat mencari slot parkir kosong dan membantu pengemudi untuk menuju slot tersebut. Tidak ketinggalan Parking Management System berbasis cloud yang menyediakan mesin pembayaran otomatis dan berbagai layanan lainnya, seperti lokasi mobil, transaksi tunai, dan sebagainya.

    Belajar Coding, AI, dan Robotik dengan Acer CloudProfessor

    Internet of Things (IoT) akan booming di industri IT. Pada tahun 2020 nanti, diperkirakan akan ada lebih dari 50 milliar perangkat yang terhubung dalam IoT ini. Artinya, tak mengherankan apabila nanti ada banyak pekerjaan kerah biru dan kerah putih yang akan digantikan oleh IoT dan artificial intelligence (AI). Murid Anda bisa mempersiapkan diri dari sekarang dengan menggunakan Acer CloudProfessor, starter kit IoT pertama di dunia yang menggabungkan penggunaan hardware, software, dan cloud. Tidak hanya mengajarkan tentang IoT, Acer CloudProfessor juga mampu membantu murid Anda kini untuk belajar tentang coding, AI, dan robotik.

    Acer CloudProfessor juga dapat digabungkan dengan theme pack tambahan yang bervariasi, mulai dari sensor pack, bulding brick, robotic arm, dan relay. Teknologi satu ini sangat baik untuk melatih logika, kemampuan berpikir kritis dan terstruktur, pemecahan masalah, serta kreativitas. Hal-hal ini tentu sangat dibutuhkan murid di dunia kerja nanti.

    Jadi, sudah siapkan murid Anda dalam menghadapi perubahan gaya hidup  di masa mendatang nanti? Ayo, mulai kenalkan dari sekarang!

  • Apakah ada di antara Anda yang menggunakan Facebook sebagai salah satu media mengajar? Inilah salah satu keuntungan hidup di dunia digital seperti sekarang. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu proses belajar dan mengajar, khususnya di media sosial. Selain sebagai media mengajar, Facebook juga dipenuhi oleh pages bertema edukasi di mana Anda bisa mendapatkan banyak ide untuk diterapkan di ruang kelas. Berikut beberapa rekomendasi Facebook page yang bisa Anda cek.

    Clever Classroom

    1

    Anda yang sehari-hari mengajar murid Sekolah Dasar wajib follow Facebook page satu ini. Kebanyakan konten di Clever Classroom adalah ide-ide untuk mengajar, inspirasi, dan humor. Clever Classroom dibuat dan dikelola oleh Emma Farrell, seorang guru SD asal Australia. Didirikan sejak tahun 2011, kini Clever Classroom sudah memiliki lebih dari 940.000 pengikut. Selain Facebook page, Anda juga bisa mendapatkan konten-konten Clever Classroom lain di blog mereka: cleverclassroom.blogspot.com.

    Getting Nerdy with Mel and Gerdy
    2
    Selama ini, science selalu dianggap sebagai salah satu mata pelajaran momok oleh para murid. Karenanya, Mel dan Gerdy ingin mengubah pandangan tersebut melalui Facebook page yang diberi nama Getting Nerdy With Mel and Gerdy. Keduanya merupakan mantan guru science untuk murid SMP. Di Facebook page ini, Anda bisa menemukan banyak konten tentang ide seru dalam mengajar science, eksperimen yang aman dan mengasikkan, hingga video science untuk berbagai usia. Sebagai selingan, Mel dan Gerdy juga terkadang menyisipkan konten humor yang masih berhubungan dengan bidang science.

    Educational Technology

    Perkembangan era menuntut Anda sebagai pengajar untuk ikut menyesuaikan diri. Teknik pemberian materi harus terus di-update agar murid bisa terus belajar dalam cara yang menyenangkan. Nah, apabila menemui kesulitan dalam mengajar di era digital seperti sekarang, Anda wajib follow Educational Technology. Facebook page satu ini menyediakan beragam strategi dan tools teknologi untuk diterapkan dalam kelas, seperti daftar aplikasi untuk membaca, tips membuat mading di dalam kelas, dan lain sebagainya.

     

    The Educator’s Room
     4
    Misi dari The Educator’s Room adalah “empowering teachers as the experts”. Di Facebook page satu ini, Anda akan menemukan banyak artikel informatif yang ditulis oleh sesama guru. Di sini pula biasanya beberapa guru posting pertanyaan terkait tantangan yang ditemuinya dalam proses belajar dan mengajar. Anda bisa ikut memantau posting-an tersebut, siapa tahu ada guru yang juga mengalami masalah sama dengan Anda. The Educator’s Room juga mempunyai website yang bisa Anda kunjungi yaitu theeducatorsroom.com.

    Krokotak
    5
    Apa pun mata pelajarannya, tingkat sekolah apa pun yang Anda ajar, kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam proses belajar dan mengajar. Jika merasa bingung harus melibatkan hal kreatif seperti apa, Anda bisa follow Krokotak untuk mendapatkan inspirasi. Facebook page satu ini rutin posting konten-konten yang berhubungan dengan ide-ide seni dan kerajinan tangan. Ada cukup banyak pula video how-to yang kontennya bisa Anda pelajari dengan mudah sekaligus untuk diterapkan di dalam kelas.

    Education Week Teacher
    6
    Di Facebok page satu ini, Anda akan menemukan segala kabar dan informasi yang berhubungan dengan guru. Education Week Teacher menyediakan beragam konten dengan topik relevan, seperti cara meningkatkan kreativitas anak sekolah menengah, tips membantu murid mengurangi tingkat stres saat menjelang ujian, hingga berbagai tools yang akan membantu Anda untuk mempermudah proses belajar dan mengajar. Selain Facebook, Education Week Teacher juga mempunyai akun Twitter yang bisa Anda follow di twitter.com/edweekteacher dan website yang bisa Anda kunjungi di alamat edweek.org/tm.

    Tentu masih ada berbagai Facebook page lain dengan tema edukasi yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengajar. Namun, keenam rekomendasi di atas cocok sebagai permulaan bagi Anda yang sebelumnya belum pernah bergabung dengan Facebook page serupa. Selamat bersenang-senang!

  • Dear Ibu Jumati,

    Mohon mengecek email Anda.

    Terima kasih.

    Salam,
    Pengelola Guraru

  • Masih ingatkah saat Guraru masih kecil seringkali ditanyai mengenai cita-cita? Mungkin sebagian besar Anda akan menjawab memiliki cita-cita yang sama, yaitu dokter, pilot, tentara, dan sebagainya. Profesi guru terbilang jarang disebutkan.Padahal sebenarnya, menjadi guru adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia.

    Butuh pengorbanan yang begitu besar untuk menjadi seorang guru. Berkat jasa para guru, Anda kini dapat menjadi orang sukses, membebaskan anak-anak dari kebodohan, dan menjadi panutan bagi anak didik. Oleh karena itu, banggalah menjadi seorang guru, karena menjadi guru tak hanya sekadar menjadi pahlawan tanpa tanda jasa tetapi juga profesi terbaik yang pernah ada.

    Mengajar Berpotensi untuk Mengubah Kehidupan

    Ada pepatah yang mengatakan, “Guru ibarat lilin, membakar diri untuk menerangi orang lain.” Ini artinya, Anda yang telah mengajarkan para siswa dalam berbagai hal, mulai dari akademis, emosional, dan keterampilan, telah turut membantu mengubah hidup dan mengantarkan anak didiknya menjadi orang sukses. Tak peduli sedang sakit, memiliki masalah keluarga, atau masalah jarak yang jauh, Anda selalu ada untuk siswa-siswanya. Itulah mengapa guru disebut agent of change.
    Mengajar Berpotensi untuk Mengubah Kehidupan
    Mengajar Memberi Kesempatan Untuk Terus Kreatif

    Meskipun tidak tercantum dalam kurikulum, setiap Guraru diijinkan untuk berkreasi dalam setiap pelajaran. Bahkan, setiap sesi mengajar, Anda didorong untuk menjadi lebih kreatif dengan menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan di dalam kelas agar siswa senang bertanya, suka meneliti, dan senang menciptakan sesuatu. Di sisi lain, kreativitas ternyata turut membuat Anda lebih berani untuk mencoba gagasan baru dan menikmati proses iteratif (berulang) untuk memastikan lingkungan belajar tercipta optimal.

    Mengajar Memberi Kesempatan untuk Terus Menjadi Lebih Baik

    Guraru dapat melakukan evaluasi diri secara rutin untuk mendapatkan umpan balik demi perbaikan diri. Tak hanya didorong untuk memiliki rencana dan membuat program pengembangan kompetensi, namun Anda juga diminta untuk selalu mengikuti acara seminar dan pelatihan lainnya secara teratur. Hal ini memberikan Anda kesempatan untuk tumbuh dan belajar dari guru atau praktisi lain yang lebih berpengalaman.
    Mengajar Memberi Kesempatan untuk Terus Menjadi Lebih Baik
    Mengajar Adalah Profesi yang Rendah Hati

    Jumlah jam kerja guru dengan besarnya gaji terkadang masih tidak proporsional. Namun, hal ini tidak menyurutkan niat Anda untuk mencerdaskan penerus bangsa. Kerendahan hati dan profesionalisme sebagai karakter guru terus terpatri dalam diri Guraru. Kerendahan hati juga membantu Anda untuk mencegah rasa sombong dan membangga-banggakan diri sendiri di depan anak didik.

    Mengajar Memberikan Kepuasaan

    Syarat utama dari profesionalisme seorang guru adalah panggilan jiwa. Seseorang yang melakukannya atas asas tersebut, maka akan menjalani profesinya dengan semangat pengabdian. Bahkan kini, ada banyak Guraru yang mengabadikan dirinya menjadi guru di daerah terpencil. Kepuasan dari pekerjaan sebagai seorang guru didasari oleh keberhasilan Anda dalam memberikan nilai manfaat bagi sesama dan diri sendiri.
    Mengajar Memberikan Kepuasaan
    Membuat Anda Dapat Memimpin Dunia Abad Ke-21

    Anda memiliki andal besar dalam melahirkan pemimpin-pemimpin baru di abad milineal ini. Sebagai pihak pertama, Guraru harus mampu mengubah proses pembelajaran dengan memperkenalkan siswa pada teknologi baru dan cara mempresentasikannya, menggunakannya, dan melakukan kolaborasi dengan orang lain secara benar-benar menarik dan fresh.

    Anda juga harus paham benar untuk melibatkan siswa dalam kolaborasi yang besar, menanamkan inisiatif dalam kurasi, dan mencari informasi yang mengarah pada pembelajaran yang independen. Menyiapkan lingkungan belajar seperti ini adalah kesempatan yang dimiliki setiap Anda. Inilah perasaan puas yang diinginkan para Guraru.

    Mengajar Mendekatkan Pada Dunia Anak-anak

    Apa yang memotivasi seseorang untuk menjadi guru? Sebagian besar orang akan menjawab karena kecintaan kepada anak-anak. Anda pasti memiliki momen lucu dan berkesan selama mengajar. Tak heran terkadang sampai membentuk sebuah ikatan yang sangat istimewa.
    Mengajar Mendekatkan Pada Dunia Anak-anak
    Semua paparan diatas telah menyimpulkan satu pandangan bahwa jadilah Guraru yang amanah dan tetap mengabdi para negara. Didiklah siswa-siswimu sebaik mungkin agar menjadi calon dokter, pengacara, polisi, guru, apapun cita-cita mereka yang baik dan bijak di masa depan. Oleh karena itu, tetaplah bangga dengan pekerjaan Anda sebagai guru, ya. Semangat selalu, Guraru!

  • Dear Mang Ugit,

    Pemenang akan dihubungi oleh pihak Guraru untuk proses pengiriman hadiah.

    Terima kasih.

    Salam,
    Pengelola Guraru

  • Pemenang Lomba Menulis Guraru 2017
    Sebagai tenaga pendidik, para guru dituntut semakin lebih aktif menggunakan teknologi dalam proses belajar dan mengajar. Demi mendukung hal tersebut Guraru mengadakan lomba menulis bertajuk “Lomba Menulis Guru Era Baru” yang berlangsung pada tanggal 10-31 Mei 2017 lalu.
    Dalam lomba ini, peserta diminta untuk menulis artikel sesuai topik yang telah ditentukan oleh Guraru, yaitu “Peran Guru Melek Teknologi dalam Digital Citizenship” atau “Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini”.
    Dari lomba tersebut, sudah terpilih lima pemenang “Lomba Menulis Guru Era Baru” yang mendapatkan hadiah satu unit Acer Chromebook 14 untuk kategori Tulisan Terbaik. Lalu, tiga finalis lainnya mendapatkan masing-masing voucher dari bhinneka.com senilai 1 juta rupiah untuk pembelian produk Acer dari Acer Guraru.
    Jadi, siapa peserta yang berhasil memenangkan Lomba Menulis Guru Era Baru? Berikut adalah daftar pemenangnya.
    Pemenang Acer Chromebook 14:

    Ratih Mandalawangi

    Judul artikel: “Ini 3 Kunci Agar Sukses Menjadi Guru di Era Digital Citizenship

    Hedy Lim

    Judul artikel: : ”Berkolaborasi di kelas Matematika – dengan Google Docs
    Finalis Pemenang Voucher Bhinneka.com:

     Mughits Rifai

    Judul artikel: “Guru Melek Digital untuk Siswa Millennial

     Jumati Rayahu

    Judul artikel: “Peran Guru Melek Teknologi Dalam Mempersiapkan Siswa Menjadi Digital Citizen Yang Baik

     Lulus Margiati

    Judul artikel: “Peranan Personal Blog Dalam Proses Pembelajaran
    * khusus untuk pemenang voucher Bhinneka.com, voucher tersebut tidak dapat diuangkan.
    Apakah nama Anda ada di salah satu nama pemenang tersebut? Selamat untuk Anda yang berhasil memenangkan hadiah dari Acer! Perlombaan ini tak hanya sekadar lomba, namun dapat memotivasi para guru untuk lebih aktif melibatkan teknologi sebagai proses belajar dan mengajar. Dengan begitu, guru bisa membantu murid menjaga norma dan tanggung jawab mereka di dunia maya.
    Buat Anda yang belum beruntung, tunggu saja lomba-lomba menarik lainnya dari Guraru. Tetap semangat dan selalu berkarya!

  • Dear Bapak Rizki,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Ibu/Bapak Kalimah,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Ibu/Bapak Dema,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Ibu Endah,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Bapak/Ibu ST. Nur,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Bapak/Ibu Oloan,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Pak Arsal,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Pak Husni,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Kang Didno,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Ibu Fitri,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Dear Pak Joko,

    Mohon meregistrasikan artikelnya ke http://bit.ly/Guraru2017 untuk mengikuti lomba menulis guraru 2017.

    Terima kasih

    Pengelola Guraru

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar