• P_20170915_083411_1Pembelajaran abad 21 akhir-akhir ini sering didengungkan di era pemberlakukan Kurikulum 2013 setelah beberapa kali direvisi terutama pada komponen RPP-nya yang idealnya mampu  memunculkan empat macam hal berikut yaitu PPK, Literasi, 4C (Creative, Critical Thinking, Communiative, dan Collaborative) dan HOTS maka perlu kreativitas kita selaku guru untuk mewujudkannya dalam praktek pembelajaran.
    Berikut ini saya sharing hasil praktek PBL nya dengan sedikit sentuhan inovasi dengan teknik FLOP Smart (From Laptop to Smartphone) dengan segala kekurangannya sehingga pembaca sekalian bisa mempunyai salah satu rujukan untuk bisa diperbaiki dan dikembangkan secara lebih baik lagi.
    Setelah sekian lama ingin mempraktekkan Pembelajaran ala Kurtilas terlebih lagi setelah mengikuti Bimtek K13 IPS di SMPN 6 Depok Bulan Mei 2017 lalu, akhirnya terwujud juga untuk bisa menerjemahkan pembelajaran ala K13 dengan Model Problem Based Learning. Kali ini materi yang dipilih adalah Persebaran Fauna di Indonesia untuk kelas 7 di SMPN 14 Depok. Dengan terlebih dahulu membuat RPP ala K13 dan setelah dibimbing serta dikritisi oleh para IK Kota Depok pada momen Pendampingan Pelaksanaan K13 di Klaster SMPN 14 Depok pada kegiatan IN1 Kamis sd Jumat 7 – 8 September 2017, maka terlaksanalah praktek PBL tersebut di momen kegiatan ON terbimbing oleh IK IPS oleh bu Nuraini, S.Pd dari SMPN 17 Depok yang juga saya selipkan sedikit sentuhan inovasi pembelajaran berbasis IT dimana siswa tiap kelompok mengisi LKS dengan teknik Scan QR Code dari sang guru untuk mengakses LKS yang berupa File Kerja Siswa yang berasal dari Google Drive sang guru, sehingga di smartphone siswa Lembar Kerjanya bisa diisi cukup lewat Smartphone dan terkirim langsung ke Drive Google sang guru untuk kemudian ada rekap dan media presentasinya bagi siswa tanpa perlu harus membuang waktu membuat media presentasi lagi.

    Adapu rincian bagian utama praktek PBLnya terletak pada 5 Tahapan atau 5 Syntax seperti yang disyaratkan di buku panduan Bimtek K13 Tahun 2017. Bisa disimak sebagai berikut:
    Kegiatan Inti
    Tahap 1
    (Orientasi peserta didik kepada masalah)
    Guru membacakan terjemahan dari surat Ar-Rum ayat 41 : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”

    Guru menayangkan video pesebaran fauna di Indonesia beserta tipenya dan video kematian hewan hewan di KBS.

    V.1 Video Pesebaran Fauna di Indonesia.
    V.2. Video kematian hewan di kebun binatang Surabaya
    Tahap 2 (Organisasi dalam Belajar)
    Siswa dikelompokan menjadi 6 kelompok
    Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

    Wacana
    Di Indonesia, Kebun Binatang
    Kepunahan satwa di Kebun Binatang Surabaya
    (https://m.tempo.co/read/news/2013/07/02/206492928/kbs-pernah-tukar-39-satwa-dengan-mobil)
    Kebun binatang Surabaya menukar 39 satwa langka dengan sebuah mobil.
    Kukang dimasukkan dalam keranjang buah yang sempit yang siap dikirim ke pasar burung. (Dok: Pusat Rehabilitasi Satwa
    Yayasan IAR Indonesia –YIARI)
    Orangutan muda yang diperdagangkan di kota Kandang, Aceh. (Paul Hilton/ Mongabay)
    (OTE/WartaKota)
    Tahap 3 (Penyelidikan Individual dan Kelompok)

    Siswa dalam kelompok mendiskusikan wacana dan mencari
    informasi  dari berbagai sumber untuk menjawab perMASALAHan :

    Guru berkeliling untuk membimbing siswa secara berkelompok.
    Tahap 4 (Pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah)

    Diskusi Kelompok
    Guru membagikan Lembar Kerja Siswa kepada tiap-tiap kelompok. Dalam prakteknya siswa lewat satu Smartphonenya masing-masing mengambil LKS berupa FKS dengan cara men-Scan QR Code dari sang guru untuk bisa mengakses FKS tsb dari Drive Google gurunya. Tiap kelompok mendiskusikan jawaban dari masing-masing soal yang terdapat dalam Lembar Kerja Siswa. Siswa diberi waktu selama 20 menit untuk berdiskusi dengan kelompoknya.

    Tahap 5  (Analisis & Evaluasi Proses Penyelesaian Masalah)

    Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Pelaksanaan unjuk kerja/presentasi kelompok 1 ditanggapi kelompok  2, Kelompok B ditanggapi 3 dan seterusnya.
    Sedangkan di bagian akhir kegiatan inti pembelajaran guru menyempatkan diri untuk melakukan tes penutup dengan soal kuis interaktif terkait materi yang barusan dibahas.

    Setelah itu ‘closing’ oleh perwakilan siswa terakita hikmah dan kesan pembelajaran saat itu.

    RPP PBL Fauna bisa diunduh di: https://drive.google.com/file/d/0B0Apqqkf0_CANll3WTVFVjNrMFU/view?usp=sharing
    PPT PBL Fauna bisa diunduh di: https://drive.google.com/file/d/0B0Apqqkf0_CAVDV3akt6aXl0Z0U/view?usp=sharing
    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!
    http://www.taufikibrahim.wordpress.com

  • mantappp…selamat mas subakri…untuk komentarnya..sama seperti di blognya… 🙂

  • yang “MAHAL” itu niat untuk berkreasinya, terlepas dari apakah pembuatan TTS nya pake aplikasi atau tidak….keren…maju terus Bu Rosi… 🙂

    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!

    https://taufikibrahim.wordpress.com/

  • Trims kang Martho….saya pun terinspirasi karya2 Kang Martho.. 🙂

  • Ok Mr.Subakri..saya simpan no hp nya yahhh… 🙂

    Trims Pak One SM atas inspirasinya terutama dari artikel yang sebelumnya….. 🙂

    Trims ya Pak Susantochimi… 🙂

    Makasih atas votenya…. pak Tutuk J.. […]

  • Trims ya Mas Oloan…yuk kita saling memantik semangat… 🙂

  • Trims ya Pak Muis atas suntikan moralnya lewat artikelnya…maju n semangat terus… 🙂

  • sungguh
    Membaca artikel rekan kita Pak Abdul Muis “Membangun  Semangat Pasca Lomba” dan Pak Iwan Sumantri “Benarkah Kegagalan Sesuatu yang perlu ditakuti?”…..nampaknya ada kaitannya dengan apa yang saya alami pasca Lomba Menulis di Guraru beberapa waktu yang lalu. Pada minggu malam, 31 Mei 2015 saya mendapatkan beberapa kabar yang cukup mengagetkan ketika saya mendapat info beberapa hal berikut ini:
    1. Mendapat info dari pesan singkat yang dikirim kepsek lewat WhatsApp bahwa saya harus hadir di kantor Dinas Pendidikan Senin pagi pukul 08.00 WIB untuk menerima penghargaan sebagai salah satu juara Gupres Tkt SMP 2015 yang sebenarnya telah dilaksanakan pada akhir April 2015 yang lalu. Hanya saja pemberian penghargaan berupa Piala, Piagam serta Uang Pembinaannya sedikit tertunda karena suatu hal sehingga baru diberikan di Kantor Disdik Kota Depok di Gedung Dibaleka II lantai 4 di wilayah Kantor Walikota Depok.
    piala opik1Piala opik3
    2. Minggu malam itu pula saya juga mendapatkan pesan WhatsApp dari salah satu pejabat Kominfo Depok untuk mengabarkan bahwa saya mendapatkan kepercayaan untuk ikut ajang INAICTA 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo Pusat. INAICTA adalah singkatan dari Indonesian ICT Award, sebuah ajang lomba cipta karya kreatifitas dan inovasi putra putri bangsa di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terbesar di Indonesia. INAICTA ditujukan untuk memilih inovator – inovator Indonesia dibidang TIK. Keputusan untuk memberi kepercayaaan kepada saya sebagai salah satu wakil Depok untuk ikut INAICTA kemungkinan berdasarkan prestasi sebelumnya di Tahun 2013 kala saya cukup beruntung bisa berhasil jadi salah satu pemenang ajang JABAR IT Award 2013 yang lalu.
    SnapShot inaicta 15
    3. Pada Rabu 3 Juni, sore tadi pukul 16.00  saya mendapatkan kabar dari Panitia Lomba Penulisan Kreatifitas Masyarakat Tkt.Nasional 2015 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Soedirman Jawa Tengah, dimana event ini merupakan salah satu niatan pihak penyelenggara untuk ikut berpartisipasi demi kemajuan bangsa, khususnya di bidang pengembangan inovasi, terkait dengan event tersebut yang saya ikuti, bahwa saya menjadi salah satu finalis diantara 246 finalis lainnya dari berbagai Peneliti Universitas & Sekolah di seluruh Indonesia yang akan tampil di Presentasi Final di ajang lomba tersebut. Kabarnya presentasi finalis akan diadakan pada pertengahan Juni di Solo Jawa Tengah.
    Finalis Lomba PKM 2015
    Terlepas dari bagaimana nasib saya nantinya di ke-2 lomba tersebut di atas apakah jadi ikut atau tidak, berhasil atau tidak, paling tidak ini sebagai pelecut semangat saya untuk terus berkarya dan mungkin ini sesuai dengan kalimat yang Pak Abdul Muis tuliskan di artikelnya dengan kalimat berikut “bahwa Allah telah menyediakan yang lebih baik di luar sana untuk saya, begitupun untuk seluruh gurarues yang lain“.
    Dan juga Seperti yang Pak Iwan Sumantri tuliskan pula yaitu “Jadi, Kegagalan tak perlu di takuti, Siapa yang berani gagal, dia yang berani Sukses !”  maka kalimat itu nampaknya juga berlaku bagi saya dan tentunya juga rekan guraruers lainnya.
    Tetap Semangat!!!
    opikdetik1
    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!
    https://taufikibrahim.wordpress.com/

  • Haha…bisa aja nih..bikin artikel yang membuat penasaran pembacanya….by the way anyway busway…Selamat deh… 🙂

    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!

    http://taufikibrahim.wordpress.com/

  • Pak Yusuf, rekan saya itu yg diri paling kanan pake jas gelap celana hitam n rambut agak putih… 🙂

  • Vote dulu yaaa….

    Sebuah perjalanan yang mirip2 dgn perjalanan hidup saya, mulai dari kondisi ortu, sama2 dididik oleh seorang ibu yg luar biasa, CPNS saya yg tdk jauh beda yaitu saya thn 2004, dan banyak […]

  • Sippp….intinya semua berangkat dari Ushalli kita…NIAT kita utk ikut andil membangun negeri ini utk lebih berkemajuan melalui Tebar Inspirasi di web guraru ini. Cemunguth eaaa…! 🙂

    Salam Kreasi Inovasi […]

  • Salam kenal juga Mas Nanang…kalo gak salah utk MTs biasanya Depag juga selalu mengadakan Lomba Inovasi juga…coba googling infonya yahh… 🙂

  • trims Ya Mr.Subakri….atas apresiasi artikel ku ini… 🙂

    Pak Muis….salam kenal juga yaa… 🙂

  • Vote…Vote…Vote … I’m Agree with this article…oiya selamat juga atas pencapaiannya! 🙂

  • Trims Pak One SM…dan selamat sekali lagi atas prestasinya yang sangat menginspirasi! 🙂

  • logo guraru
    Masih terekam kuat di benak saya kala beberapa tahun lalu saya sempat bertanya kepada salah satu ekspert di web guraru ini, yaitu Pak Bukik Setiawan, dimana di sebuah kesempatan saya pernah bertanya seperti berikut ini:
    Bagaimana cara yang paling efektif agar dalam sebuah organisasi dapat tercipta iklim yang sehat dalam arti semua pegawainya mau bekerja dan bergerak seirama dalam konteks bekerja dengan atmosfer kreasi dan inovasi? Misalnya para guru di sebuah sekolah.  Mohon sarannya, terima kasih sebelumnya!
    Demikian pertanyaan saya saat itu, dan alhamdulillah tidak lama kemudian dijawab oleh Pak Bukik Setiawan demikian:
    Kualitas organisasi sekolah menurut saya memang yang jarang diperbincangkan dalam pembicaraan mengenai pendidikan. Padahal kualitas sekolah yang bisa menstimulasi para guru untuk belajar dan berkembang.
    Perlu dipahami di awal, perubahan iklim sekolah itu berkaitan dengan relasi, baik relasi antara kepala sekolah (manajemen) dengan guru maupun relasi antar guru sendiri. Jadi mari kita fokus pada penataan ulang relasi tersebut.
    Pertama, dapatkan sponsor perubahan. Perubahan tergantung pada pemimpinnya. Bagaimana sikap kepala sekolah terhadap perubahan? Apakah aktif mendukung, pasif mendukung, pasif menolak atau aktif menolak? Bila aktif mendukung, maka sudah didapatkan sponsor perubahan. Tugas agen perubahan menjadi ringan. Diskusikan rencana perubahan dengan kepala sekolah. Bila tidak, maka perlu mencari dukungan dari seorang guru senior untuk mendukung perubahan.
    Kedua, identifikasi guru-guru yang berperilaku positif. Dalam setiap komunitas, ada orang-orang yang menunjukkan penyimpangan positif. Cirinya: bertindak atau bersikap positif terhadap perubahan dan cenderung optimis. Agen perubahan perlu berbicara secara personal dengan guru-guru tersebut.
    Ketiga, rancang aktivitas/kegiatan kecil yang pro perubahan. Ibaratnya seperti seorang petani, mereka menolak menggunakan bibit padi baru sebelum melihat sendiri buktinya. Jadi ciptakan aktivitas kecil yang pro perubahan dan tunjukkan manfaatnya bagi semua guru. Aktivitas ini bisa bersifat individual (praktek masing-masing guru di kelas) atau bersifat sosial (seminar, kunjungan dll). Mengapa kecil? Agar aktivitas mudah mencapai sasaran. Hanya dengan tercapainya sasaran, kita bisa menceritakan keberhasilan dan meyakinkan lebih banyak orang.
    Keempat, berbagi cerita antar guru yang positif maupun dengan sponsor perubahan. Berbagi cerita ini akan saling menguatkan diantara pelaku perubahan. Setelah itu, seorang guru diminta menceritakan pengalaman perubahan guru positif yang lain kepada rekan-rekan guru. 
    Kelima, ajak keterlibatan guru-guru yang lain. Bila cerita perubahan sudah banyak dan sering diceritakan maka akan tercipta suasana yang lebih menerima perubahan. Ajaklah keterlibatan guru untuk berubah. Dengarkan mereka, pahami kesulitannya dan sebisa mungkin membantu kesulitan tersebut.
    Jadi kata kunci: sponsor perubahan, , identifikasi guru-guru yang berperilaku positif,  praktek baik oleh beberapa orang, sebarkan cerita perubahan, dan ajak guru yang lain. Karena perubahan adalah mengenai relasi, pastikan terjalin relasi yang saling menghargai, termasuk menghargai guru yang menolak perubahan. Semakin banyak cerita positif perubahan yang dibagikan, semakin perubahan dapat terwujud.
    Sebuah jawaban yang sangat memukau menurut saya, mengapa demikian? Karena dengan jawaban seperti itu saya pun jadi punya semangat berlebih untuk mempraktekkannya. Nahhh…jika saya kaitkan dengan hadirnya web guraru ini maka menurut saya ada kaitannya dengan apa yang Pak Bukik sampaikan di atas,  terlebih lagi jawaban tersebut secara tidak langsung juga menggambarkan kondisi pola komunikasi para guraruers yang tergabung di web guraru ini. Hadirnya banyak guru hebat di web guraru ini dimana para guraruers tersebut sangat aktif berbagi pengalaman terbaik yang mereka miliki seputar pembelajaran serta adanya pola komunikasi yang positif dengan bermunculannya berbagai komentar yang saling menguatkan antar guru. Sebuah anugerah tak terhingga tentunya saat kita bisa mendapatkan energi positif di web guraru ini.
    Terkait dengan Buku Quantum Ikhlas yang ditulis oleh Erbe Sentanu yang sempat saya baca, ada bagian buku tersebut yang membahas seputar Hukum Gaya Tarik Menarik atau yang disebut Law of Attraction (LOA) dimana di dalam LOA atau Hukum Daya Tarik Menarik tersebut secara ringkas dikatakan bahwa Manusia adalah magnet, dan setiap detail peristiwa yang dialaminya datang atas daya tarik menarik (undangan)nya sendiri. Dikatakan lebih lanjut dibuku Quantum Ikhlas tersebut adalah untuk lebih menghayati hukum daya tarik menarik, lihatlah diri anda sebagai sebuah magnet besar yang selalu menarik apa saja sesuai dengan fokus dengan apa yang sedang Anda pikirkan dan rasakan. LOA tersebut juga menyebutkan bahwa sesuatu akan menarik pada dirinya segala hal yang satu sifat dengannya. Ini menjelaskan mengapa seseorang senang berkumpul dengan mereka yang satu hobi. Atau ketika kita memutar tombol tunning radio ke 99,9 FM maka siaran radio 99,9 FM-lah yang akan kita dengar, karena kita paham bahwa sinyal di menara radio dan di pesawat radio kita harus sama.
    Mungkin, inilah sebabnya mengapa di website Guraru ini berkumpul para guru-guru yang memiliki frekuensi yang sama, memiliki keinginan yang sama untuk berbagi pengetahuan, saling sharing, saling komentar atas artikel, saling memberi rating dan yang tidak kalah penting menurut penulis adalah berkumpulnya para guru di Guraru ini adalah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia.
    Bermunculannya para guru yang akhirnya masuk ke dunia kepenulisan baik yang masih baru taraf memunculkan semangat menulis (hehehe…termasuk saya yang masih belajar menulis) maupun yang sudah termasuk “senior” dalam hal kepenulisan, menandakan energi yang sangat positif dari ‘organisasi’ guraru ini. Sebuah Iklim yang sehat dari web guraru ini idealnya menjadi contoh yang pas bagi para guru di sebuah organisasi persekolahan dimana para gurunya terus terpacu untuk saling berbagi inspirasi dan ikut menciptakan atmosfer pendidikan yang kreatif dan inovatif.
    Terlepas dari adanya Lomba Menulis Bulan Pendidikan yang diadakan beberapa pekan terakhir ini, sebagai salah satu sponsor perubahan, Guraru tentunya menjadi wadah yang tepat bagi para guru yang berperilaku positif untuk berkumpul sekaligus menjadi ‘magnet’ bagi guru lainnya untuk terinspirasi dan akhirnya ikut gabung di web guraru ini. Semoga Guraru tetap eksis dan konsisten untuk membantu memajukan dunia pendidikan di Indonesia!
    Salam Kreasi Inovasi Motivasi!
    opikdetik1
    http://www.taufikibrahim.wordpress.com 

  • haha…Kreatif n penuh inisiatif nih…Mr.Subakri…..tentunya Pengelola Guraru akan sangat terbantu jika ada guraruers macam Mr.Subakri….by the way anyway busway…Selamat sekali lagi buat para […]

  • Vote…Vote…Vote…maju terus Pak Tri…. 🙂

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar