• terimakasih atas kunjungannya kembali di artikel saya pak subakri…. artikel bapak juga sudah saya beri komentar dan vote up….

  • Teknologi telah menyentuh hampir diseluruh aktivitas dan kegiatan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Ada banyak jenis teknologi yang telah mempengaruhi sistem pendidikan saat ini, diantaranya adalah keberadaan laptop, software dan internet. Walaupun mungkin di Indonesia sendiri masih terdapat gap penggunaan teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, namun secara garis besar teknologi telah mengubah sistem pengajaran yang ada di beberapa sekolah di Indonesia.
    Pemanfaatan teknologi dalam bidang pendidikan bertujuan untuk mengembang sebuah inovasi memberikan sebuah udara baru dalam proses belajar mengajar. Inovasi dalam dunia pendidikan diperlukan untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik dari pelajar itu sendiri. Pelajar saat ini memiliki karakteristik tidak bisa terlepas dari teknologi. Mereka memiliki ketrampilan untuk mencari segala informasi yang mereka butuhkan melalui internet, para pelajar saat ini juga memiliki ‘kecanduan’ berinteraksi melalui sosial media yang mereka punya. Apabila para guru tidak mneyesuaikan diri dengan karakteristik pelajar saat ini, dikhawatirkan mereka akan mengalami kebosanan dan kejenuhan dalam belajar di sekolah. Hal ini akan menyebabkan mereka mengalami demotivasi dalam belajar dan proses belajar mengajar pun menjadi tidak efektif.
     
    Teknologi, Inovasi Pendidikan
    Optimalisasi Teknologi dalam Pendidikan yang Berinovasi
    Inovasi berasal dari bahasa latin, innovation, yang artinya pembaharuan atau perubahan. Dalam hal ini, inovasi dapat diartikan sebagai suatu pembaharuan atau perubahan untuk menuju ke arah yang lebih baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa inovasi dalam dunia pendidikan memiliki maksud untuk membuat suatu perubahan atau pembaharuan dalam sistem belajar mengajar atau sistem pendidikan, dengan maksud untuk menuju ke arah yang lebih baik.
    Di Indonesia, telah banyak inovasi yang dilakukan untuk melakukan perubahan dan pembaharuan dalam dunia pendidikan, diantaranya adalah :

    Sistem UN secara online : sistem UN yang tidak lagi menggunakan lembaran kertas melainkan menggunakan sistem online.
    SIAP online : Layanan sistem informasi & aplikasi pendidikan online menghubungkan orangtua, siswa, guru, sekolah, dinas daerah dan pusat secara terpadu dan akuntabel untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia.
    Qbaca : Aplikasi buku dan perpustakaan digital. Untuk dapat selalu membawa semua buku kesayangan berapapun jumlahnya, membaca di mana saja dan kapan saja, tetap dalam kenyamanan dan keakraban membaca buku
    Qjurnal : Solusi untuk memperoleh akses materi akademis berkualitas dunia, sekaligus akses publikasi hasil riset dan wacana akademis Indonesia ke seluruh penjuru dunia
    English Bean : Cara baru belajar bahasa inggris yang fun dan interaktif dengan berbasis IT, yang memungkinkan siapa saja belajar bahasa Inggris secara mudah dan di mana saja.
    UmeetMe : Layanan multimedia conference berupa video yang berkualitas tinggi dan hemat konsumsi bandwidth untuk mendukung program pendidikan jarak jauh.

    Inovasi lainnya yang dapat dilakukan oleh para guru adalah dengan mengubah sistem belajar mengajar yang awalnya hanya bersifat satu arah (guru menerangkan, murid mencatat dan mendengarkan) menjadi sistem belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi masa kini (laptop dan internet). Perubahan sistem belajar ini tentunya memerlukan banyak perubahan dan penyesuaian Untuk mendukung perkembangan dari inovasi pendidikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh institusi pendidikan agar proses inovasi dalam pendidikan berjalan dengan lancar, diantaranya adalah :

    Infrastruktur

    Institusi pendidikan diharapkan meningkatkan jumlah peralatan ICT (information and communication), sumber daya dan jasa yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Kelengkapan infrastruktur dapat mempengaruhi proses terbentuknya suatu sistem belajar yang baru dan ebih baik dari metode pembelajaran sebelumnya. Infrastruktur yang memadai juga menjamin bahwa seluruh siswa-siswi institusi tersebut mendapatkan kesempatan yang sama untuk memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di sekolah mereka.

    Kontekstual

    Pembelajaran kontekstual merupakan suatu proses pembelajaran yang mengaitkan antara materi dan penerapannya dalam kehidupannya sehari-hari. Proses pembelajaran seperti ini menggunakan beberapa metode seperti menstimulasi, menceritakan, berdialog atau tanya jawab. Tujuan dari pembelajaran seperti ini adalah agar para siswa-siswi dapat lebih memahami materi pelajaran yang sedang mereka pelajari dan apa implikasinya pada dunia nyata.

    Process Focuss

    Inovasi dalam dunia pendidikan juga membutuhkan suatu fokus yang baik pada proses pembelajarannya. Process focuss memiliki tujuan untuk memberikan akomodasi yang baik antara mengajar dan proses belajar dan terbentuknya perubahan pada praktek komunikasi dan kognitif pelajar.

    Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum suatu institusi pendidikan merubah sistem belajar mengajar yang biasa mereka lakukan menjadi sebuah sistem belajar mengajar yang mendukung inovasi pendidikan, diantaranya adalah :

    Adanya jaminan ketersediaan akses yang memadai untuk perlengkapan ICT kepada semua pelaku pendidikan (pengajar dan pelajar). Dalam hal ini akses yang dimaksud adalah akses terhadap perangkat ICT (laptop/netbook/komputer) dan koneksi internet yang cepat
    Berinvestasi terhadap pelatihan untuk para pengajar, baik pelatihan untuk materi pelajaran ataupun pelatihan terhadap kemampuan mengoperasikan perangkat ICT yang ada.
    Meningkatkan penggunaan media digital sebagai sumber daya pendidikan

    Acer Chromebook
    Mengapa Acer Chromebook
    Acer Chromebook merupakan perangkat digital yang dikeluarkan oleh Acer dalam rangka mendukung sistem pendidikan berbasis teknologi. Dinamakan Chromebook karena laptop ini berbasis Chrome OS yang menawarkan keunggulan fitur dan akses ke ribuan aplikasi pendidikan yang ada di google play store. Ada 3 (tiga) tipe Chromebook yang dikhususkan oleh Acer untuk dunia pendidikan, yakni Acer Chromebook R11, Acer Chromebook 11 dan Acer Chromebook 14.
    Beberapa hal yang menjadi alasan mengapa Acer Chromebook menjadi pilihan tepat bagi para guru era baru di Indonesia adalah :

    Desain stylish dan sasis yang kuat

    Acer Chromebook didesain dengan bentuk mungil yang muat dimasukkan kedalam tas. Perangkat digital ini memiliki berat hanya 1.1kg sehingga nyaman apabila dibawa kemana-mana. Acer Chromebook juga dirancang dengan design yang stylish dan dibalut dengan nano-imprint yang dapat menahan beban hingga 60kg serta kuat terhadap benturan.

    Acer Chromebook

    Mudah dalam pengoperasiannya (user friendly)

    Walaupun memiliki nama Chromebook, pengguna jenis OS ini tidak perlu khawatir dengan tampilan layar yang dihasilkan. Acer Chromebook memiliki user interface yang mirip dengan windows. Hal ini membuat siapapun akan cepat dapat menguasai jenis perangkat ni tanpa mengalami kesulitan apapun.

    Acer Chromebook

    Layar HD plus teknologi Acer ConfyView untuk kenyamanan belajar

    Acer Chromebook dilengkapi dengan layar HD dengan ukuran 11 dan 14 inch. Perangkat ini juga dilengkapi dengan teknologi Acer ComfyView yang dapat mengurangi efek pantulan cahaya yang berlebihan. Dengan begitu, mata siswa atau pelajar tetap aman saat menggunakan perangkat ini dalam waktu yang lama.

    Acer Chromebook

    Penyimpanan memori bukan hanya di storage internal, tapi bisa juga di simpan di cloud

    Dengan adanya penyimpanan melalui cloud, para guru bisa menyebar materi pelajaran ke murid dengan lebih mudah. Para siswa pun dapat menyimpan materi atau tugas mereka di dalam cloud agar dapat kembali mengaksesnya di rumah dengan menghubungkan akun gmail mereka.

    Acer Chromebook

    Koneksi aman dengan adanya fitur private network (VPN)

    Dengan dukungan ini koneksi internet para guru dan siswa akan aman dan terbebas dari gangguan hacker atau penyusup.

    Acer Chromebook

    Adanya fitur Parental control

    Parental control merupakan fitur yang digunakan untuk mengawasi pengguna lain yang sama-sama menggunakan Acer Chromebook dengan account yang berbeda. Namun untuk menggunakan fitur ini, account yang harus digunakan adalah administrator.

    Acer Chromebook

    Chrome OS, dukungan aplikasi dan kolaborasi di kelas

    Perangkat Acer Chromebook dibekali dengan sistem operasi Chrome OS yang sangat ringan serta telah dilengkapi dengan beberapa aplikasi siap pakai. Untuk mengolah kata, angka atau membuat presentasi, siswa dapat menggunakan aplikasi Google Docs, Google Sheet, dan Google Slide. Acer Chromebook juga dilengkappi dengan G Suite for Education dari Google yang dapat digunakan untuk melakukan kolaborasi dikelas.

    Acer Chromebook
    Sumber Bacaan :

    The New Millenium Learners : Challenging Our View on ICT and Learning, Francesc Pedro, OECD-CERI, May 2006
    http://www.acerid.com
    http://www.areabaca.com
    http://www.goodnewsfromindonesia.id

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

  • Baru tahu ada kamus seperti ini… sebelumnya cuma tahun kamus bahasa saja… Good Job!! keren keren keren….

  • Yupss.. sudah dikunjungi juga artikelnya, ada jejak berupa komentar dan Vote Up…

  • Teknologi merupakan sarana yang diciptakan untuk mempermudah aktivitas manusia sehari-hari. Sebut saja, telepon genggam yang telah mempermudah manusia dalam berkomunikasi, pesawat terbang yang mempermudah manusia dalam menempuh jarak ribuan kilometer atau televisi yang membuat manusia bisa melepas penat dari rutinitas mereka sehari-hari. Sadar atau tidak, teknologi telah memiliki peran besar dalam kehidupan manusia saat ini.
    Dalam artikel ini, saya akan membahas peran dari teknologi yang telah menghiasi kehidupan manusia diseluruh dunia, termasuk Indonesia, yaitu komputer dan internet. Secara khusus, artikel ini membahas mengenai peran dari internet terhadap proses belajar mengajar generasi millenial.
    Apa Itu Generasi Millenial?
    Generasi Millenial_
    Saat ini, kata generasi millenial sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mereka yang dikatakan termasuk generasi millenial adalah manusia yang lahir pada tahun 1980-2000. Generasi ini juga dikenal sebagai generasi Y, generasi digital atau generasi N. Generasi millenial dikenal dengan generasi pertama dimana terdapat komputer hampir disetiap rumah mereka. Seseorang yang masuk dalam kelompok generasi millenial merupakan generasi yang tidak bisa terlepas dari komputer/gadget/internet setiap harinya. Dapat dikatakan, kebutuhan mereka untuk mengakses internet bisa mengalahkan kebutuhan mereka untuk makan, tidur atau bermain. Beberapa hal di bawah ini dapat membedakan generasi millenial dengan generasi pendahulunya, yaitu :

    Selalu terhubung dengan sosial media
    Tidak bisa jauh dari gadget
    Generasi yang terbuka dalam menerima perubahan
    Lebih banyak mengakses informasi melalui media digital, bukan print out
    Lebih banyak menaruh perhatian pada gambar, grafik, warna dan musik daripada text (tulisan)
    Merasa enjoy mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus (multi-tasking)

    Dengan membaca penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa generasi millenial merupakan generasi dimana keberadaan komputer dan internet sangat berpengaruh terhadap setiap sisi kehidupan mereka. Lalu bagaimana peran dari komputer dan internet (baca: teknologi) terhadap proses belajar mengajar generasi tersebut?
     
    Peran Teknologi dalam Proses Belajar Mengajar Generasi Millenial
    Teknologi sebagai media mendapat informasi materi pelajaran
    Sekarang ini, bisa dikatakan hampir semua informasi yang kita butuhkan bisa kita dapatkan melalui internet. Dengan bermodalkan kata kunci yang ingin diketahui, kita hanya tinggal mengetik kata kunci tersebut pada mesin pencari dan beberapa detik kemudian kita bisa mendapat banyak alternatif situs/web/blog yang menyediakan informasi tersebut.
    Hal tersebut juga berlaku untuk dunia pendidikan. Dengan melakukan browsing kita bisa menemukan banyak informasi materi pelajaran yang ada di sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kenyataan ini membuat para pelajar dapat mengetahui lebih awal mengenai materi bahan ajaran mereka sebelum guru menerangkannya di sekolah.
    Teknologi sebagai media untuk meng-explore pengetahuan
    Sebagai sesuatu yang baru, keberadaan teknologi hendaknya disikapi dengan pandangan positif. Saat ini, banyak sekolah yang sudah menerapkan pola belajar mengajar yang baru untuk menyesuaikan diri dengan karateristik dari generasi millenial. Proses belajar mengajar yang awalnya hanya berlangsung satu arah, yakni guru menjelaskan materi pelajaran dari A-Z dan murid hanya mendengarkan dan mencatat, kini sudah berganti menjadi sistem belajar dua arah. Dalam hal ini guru bukan hanya bertindak sebagai pengajar, tapi juga sebagai fasilitator agar dapat memenuhi harapan siswa untuk mengetahui lebih dalam dan detail mengenai bahan yang sedang dipelajari.
    Dalam proses belajar seperti ini, guru dapat membuat sebuah sistem belajar dimana para murid sebelumnya diharuskan mencari bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan, memahami materi tersebut di rumah dan kemudian membuat sebuah diskusi kecil di kelas. Metode seperti ini dapat membuat pelajar lebih memahami bagaimana kondisi nyata dari setiap bahan yang diajarkan dan bagaimana implikasinya terhadap kehidupan.
     
    Teknologi  sebagai perantara guru dan pelajar
    Saat ini, dalam pertukaran informasi manusia tidak hanya dapat mengandalkan kondisi face-to-face alias harus bertemu dahulu baru bisa berkomunikasi. Kita bisa berkomunikasi melalui berbagai media, seperti email, SMS, Instant Messanger atau bahkan bertukar informasi melalui sosial media seperti facebook, twitter, instagram dan path. Generasi millenial menyukai hal tersebut. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh institusi pendidikan dalam menyebarkan materi bahan ajar atau tugas yang harus dikerjakan oleh para siswa-siswinya.
    perkembangan internet juga telah membuat menjamurnya forum belajar gratis yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Teknologi telah memudahkan segalanya, dengan adanya forum-forum atau situs-situs seperti ini, setiap orang bisa belajar dimanapun dan kapanpun (dengan syarat adanya jaringan internet).
    Teknologi sebagai katalisator mutu pendidikan
    Pada dasarnya, mutu pendidikan suatu institusi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas pendidikan, seperti komputer/laptop dan akses internet. Namun keberadaan fasilitas teknologi di dalam sebuah institusi pendidikan dapat mendorong siswa/i di dalamnya untuk aktif dalam mencari berbagai informasi terkait bahan ajar yang sedang mereka pelajari. Dengan aktifnya mereka meng-explore materi pelajaran yang ada membuat pengetahuan dan cara berpikir mereka semakin luas.
    Ketika belajar dengan menggunakan metode belajar satu arah, siswa/i hanya menerima informasi atau pengetahuan dari satu sumber, yaitu guru mereka. Namun ketika mereka mencari hal tersebut di internet, mereka akan menemukan ratusan atau bahkan ribuan sumber untuk dapat membuka wawasan mereka.
    Berbagai peran positif yang dihadirkan dengan adanya teknologi diharapkan dapat membuat sebuah lingkungan belajar mengajar yang kondusif. Khusus untuk generasi millenial yang sangat tergantung dan menyukai keberadaan komputer dan internet dalam setiap aktifitas mereka, perubahan pola dan sistem pengajaran yang memanfaatkan dua teknologi tersebut sangatlah diharapkan.

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

  • Anissa Muthia Saptadji became a registered member 2 years, 2 months ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar