• “Satu-satunya hal yang menjadi milik kita sepenuhnya adalah waktu, bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu”

    Noname

    *****
    Jam belajar di Jakarta berubah! Kini mulai 06.30 ! Wow! Kehebohan atas kebijakan pemerintah dimulai. Berbagai tanggapan atas kebijakan tersebut datang dari orang tua siswa, pemerhati pendidikan tidak terkecuali guru. Sejatinya, kebijakan yang ditandatangani oleh Fauzi Bowo sebagai Gubernur bertujuan untuk mengatsi kemacetan. Apakah kebijakan ini serta merta mengatasi persoalan tersebut. Kita lihat saja !

    06.30 menjadi angka time limit bagi guru. Guru Jakarta menjadi tumpuan dari kebijakan tersebut. Guru menjadi cermin keberhasilan kebijakan tersebut apakah efektif kebijakan ini. Lho, mengapa mesti guru yang menjadi tumpuan?

    Guru adalah cermin hidup! Jika sebagai guru tidak mampu menjadi cermin yang baik, maka guru itu selesai. Ya, selesailah sudah menjadi guru. Guru tidak boleh terlambat datang ke sekolah! Jadi, 06.30 adalah harga mati.

    Sebagian besar guru yang mengajar di Jakarta tinggal di luar ibu kota. Dapat dibayangkan untuk mencapai sekolah dengan deadline waktu tersebut penuh perjuangan luar biasa. Sahabat-sahabat guru saya ada yang tinggal di Bogor, Gungung Sindur, Tangerang, Tigaraksa dan Bekasi Timur. Sebuah perjuangan yang melelahkan, menguras keringat dan membuat deg-degan mereka mencapai sekolah tercinta. Jangan cuma dibaca dong, standing aplaus buat guru!

    Menerjang kemacetan lalu lintas Jakarta, ada yang mengendarai motor, naik bus, commuter line, atau mobil pribadi. Semuanya berusaha demi menembus 06.30. Sebelum subuh sudah harus meninggalkan rumah berjuang bertaruh nyawa di jalan raya dengan motor. Bagaimana dengan keluarga mereka, anak-anak mereka? Nah, persoalan turunan muncul. Tentu sebagai guru harus cerdas menyiasatinya.

    Kebijakan penetapan awal belajar lebih pagi ini menyisakan banyak persoalan, pasti. Tetapi tulisan ini lebih menyoroti sikap guru sebagai salah satu pilar penyangga keberlangsungan proses belajar mengajar. Problematika yang dihadapi guru dengan segala resiko yang ditanggungnya. Masyarakat tentu tidak mau melihat itu semua. Bagi mereka, guru harus menjadi cermin kedisiplinan bagi siswa dan masyarakat. Jadi, apapun resiko yang dihadapi datang ke sekolah tepat waktu bahkan kurang dari yang telah ditetapkan adalah sebuah keniscayaan.

    Tepat waktu menjadi salah satu bukti integritas karakter yang kuat dari seorang guru. Keteladanan yang pantas untuk diperlihatkan kepada siswa dan orang tuanya serta rekan seprofesi.

    Menembus 06.30 tidaklah mudah. Namun bukan berarti menyerah! Sebuah nilai kejuangan tersirat di dalamnya. Karakter tangguh sebagai guru menjadi sebuah cerita tersendiri untuk diungkap. Bagaimana seorang guru sekaligus ibu harus berjuang sejak sebelum subuh meninggalkan dua anaknya menerjang asap kendaraan, antrian kendaraan yang mengular dari parung menuju Lebak Bulus, berebut masuk ke dalam KOPAJA, kadang harus bersitegang dengan sesama penumpang. Belum lagi menghadapi tangan jahil mengais rezeki haram dari dompet atau tas orang lain. Semua itu menjadi seni tersendiri yang hampir setiap hari dilalui oleh mereka, guru Jakarta.

    Persoalan tersebut diabaikan demi tepat waktu. Demi menembus 06.30. Apakah pemerintah memperhatikan hingga sedetil itu? Jawabannya dapat mungkin atau tidak. Tak peduli, orang lain memperhatikannya. Guru jakarta adalah bagian dari guru-guru Indonesia yang tangguh dalam berjuang dan mencerdaskan anak bangsa. Cukup!

  • Salah satu kebermanfaatan guru adalah manakala siswanya mampu menunjukkan performancenya dalam proses belajar mengajar. Kebermanfaatan tersebut dapat dirasakan oleh siswa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang saat ia terjun dalam masyarakat.

    Mengacu pada asas manfaat tersebutlah awal Semester genap saya mulai mengajarkan bagaimana membuat blog dan menulis. Menulis? Bapak kan mengajar ekonomi, apa hubungannya dengan materi yang diajarkan dengan menulis.? Sederet pertanyaan dari para siswa meluncur begitu saja, penuh selidik dan keheranan. Namun saya merasa bangga juga karena ada beberapa siswa yang ternyata sudah mempunyai blog.

    Tujuan pembuatan blog tersebut selain memperkenalkan blog sebagai media belajar, melatih menulis sedini mungkin, pun untuk melatih imaginasi mereka dalam berkreatifitas. Selain itu dengan blog mereka wajib mempresentasikan secara individual sehingga melatih kemahiran berbahasa, membangun mental berhadapan dengan audien dalam forum resmi, mahir menjawab setiap ada pertanyaan dan mempetanggung jawabkan apa yang ditu.lis dalam blognya

    Sekarang kamu buat saja dulu, rasakan manfaatnya kemudian, jawab saya singkat.

    Mulailah mereka membuat blog dan saya beri waktu agak lama sebulan. Pertimbangannya psikologis tentunya karena mata pelajaran yang mereka pelajari cukup banyak dengan tugas yang menumpuk. Jadi, santailah mereka membuatnya.

    Luar biasa! Ternyata kreatifitas yang ditunjukkan dengan pembuatan blog sebagai media belajar sangat beragam dan membuat saya berfikir tidak salah saya memberi tugas “aneh” ini. Cobalah blogwalking ke beberapa blog berikut :

    http://melviezh.tumblr.com,

    https://aufaremon.wordpress.com/2015/01/,

    http://karya-fikri.blogspot.com/2015_03_01_archive.html,

    http://aliaamaliaputri.blogspot.com/,

    http://shoujonojinsei.blogspot.com/2015_01_01_archive.html.

    Beberapa blog ini menurut saya sudah lumayan bagus untuk tahap pemula, apalagi seorang pelajar.

    Screenshot_21

     

    Screenshot_22

    Screenshot_30

    Perform Individual Yang Menakjubkan

    Dalam beberapa penampilan ada siswa yang menakjubkan tetapi ada juga yang down karena tidak biasa. Secara umum keluasan dalam menguasai materi masih belum terkuasai secara baik. Hal ini dapat dilihat dan diamati saat sesi diskusi, banyak pertanyaan-pertanyaan yag sebenarnya mudah dan ada dalam blognya tidak terjawab secara benar. Namun demikian, penilaian bukan saja pada penguasaan materi. Penilaian ini berbasis kinerja ada rubrik yang dibuat oleh guru untuk memandu guru dalam menilai. Rubrik tersebut antara lain tampilan blog, presentasi, materi, kemampuan menjawab.

    1429748799257

    Salah satu penampilan yang bagus adalah penampilan seorang siswa yang mempunyai kelebihan yang diberikan Alloh. Sage namanya, ia siswa autis. Sebagai siswa autis ia penuh percaya diri, dan baru kali pertama tampil menjelaskan matei yang ditugskan secara indvidu. Keberaniannya ppatut diacungi jempol, meski agak sedikit nyeleneh tetapi saya bangga ia bisa tampil baik.

     

  • wah sayang ya, padahal saya berharap bisa ketemu lg di kopdar ahad besok bunda ….

  • nah ini lifeskill yg sesuai kearifan lokal

  • Guru luar biasa pak Soleh, tetap semangat ya pak

  • Selamat berkopdar ya pak

  • saya termasuk juga nih

  • ThumbnailSalam semangat pagi, guraruers!
    Satu lagi situs yang membantu guru dalam mempresentasikan materi dalam proses belajar mengajar. Situs ini ada dua model, yang berbayar (untuk sekolah dan bisnis) dan yang tidak […]

  • terima kasih atas informasinya pa de ndoro demang !

  • Mantab! Pasti seru nih acaranya

  • kita memang dituntut harus kreatif pak tidak tergantung sama fasilitas yg diberikan pemerintah

  • terima kasih pak Siswanto sharingnya, sangat bermanfaat buat saya

  • ya bunda sya juga sedang terus membiasakan diri sesuai prosedur dalam mengajar agar tidak salah arah, terima kasih apresiasinya.

  • Secuil perjuangan yg mempunyai efek domino bunda etna, salah satu bab yg harus saya pelajari dari kehidupan bunda dan kini tinggal memanen hasilnya. Saya salut meskipun jelas tinggal memanen bunda madih tetap […]

  • terima kasih apresiasinya pak tutuk

  • SURAT CINTA UNTUK RASULULLAH

    Assalammualaikum Ya Rasululloh,

    Ya Rasul, terima kasih Engkau telah menitipkan Al-Quran dan Hadits kepadaku, umatmu yang imut dan cantik, untuk dipelajari. Tetapi setelah Engkau meninggal, beberapa umatmu meninggalkan ajaran islam karena dipengaruhi budaya dan tingkah laku antara lain orang-orang kafir dan hanya beberapa umatmu yang terus mempelajari apa yang telah Engkau titipkan. Beberapa umatmu kembali menjadi kafir. Hingga saat ini masih ada umatmu yang meninggalkan ajaran yang telah Engkau ajarkan.

    Ya Rasul, Engkau adalah penyuluh dalam kegelapan. Kini ajaran islam berkembang luas dan jauh sampai luar negeri tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku bangga menjadi umatmu karena Engkau mengajarkanku cara menghormati orang tua, sopan santun, dan bersedekah. Engkau mempunyai akhlak dan perilaku yang mulia yang harus aku tiru.

    Ya Rasul, Tidak ada manusia yang berhati mulia seperti Engkau. Saat Engkau berdakwah Engaku di lempari batu, Engkau sembunyi di suatu tempat saat itulah malaikat datang, malaikat ingin membalas perbuatan orang yang melempar batu ke Rasulullah tetapi Engkau tidak mau membalasnya. Aku cinta Rasulullah dan aku sayang Rasulullah.

    dari Tsalitsa Puspayandra, kelas VI Ibnu Rusyd, SD Muhammadiyah 5 Jakarta

    baca juga ya : https://asyaaisha3.wordpress.com

     

  • Makin ciamik nih bu iyos,tugas kita sama bu, sharing yg baik, tks. Tetap konsisten menulis bu!

  • Benar kita, guru memang harus bisa merancang soal secara benar dan harus dibiasakan sesuai prosedural

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar