• Alhamdulillah hingga saat ini 11 Juni 2015 sudah banyak guraruer yang ingin bergabung menerbitkan sebuah buku ber ISBN secara keroyokkan, yang mana  DEADLINE pengumpulan tulisan tanggal 15 Juni 2015 nanti.

    Berikut nama nama penulis yang sudah terjaring dalam penulisan buku bertemakan pembelajaran dengan menggunakan media IT

    1. Umar Tholib

    http://guraru.org/guru-berbagi/pakematik-ala-guru-pedesaan/

    2. susantochimi

    http://guraru.org/guru-berbagi/aku-bukan-guru-hebat-quipperschool-belajar-menjadi-lebih-menyenangkan/

    3. Tri GP : @gurukimiaasyik

    http://guraru.org/guru-berbagi/pembelajaran-era-baru-dengan-mengoptimalkan-kamera-hp/

    4.Hedy Lim

    http://guraru.org/guru-berbagi/penggunaan-socmed-dan-online-class/

    5. Rusdi Mustapa

    http://guraru.org/guru-berbagi/blog_sebagai_alternatif_media_pembelajaran_inovatif_berbasis_it/

    6. Iwan Sumantri

    http://guraru.org/guru-berbagi/belajar-matematika-di-obyek-wisatakenapa-tidak/ ( tulisan belum sesuai dengan tema buku mohon diganti dengan tulisan yang lain)

    7. Pendidik Menulis ○ Abdul Muis (tulisan belum sesuai dengan tema buku mohon diganti dengan tulisan yang lain)

    8. kasmadi

    http://guraru.org/guru-berbagi/presentasi-menarik-dengan-prezi/

    9. Rakhmad

    http://pembelajar-baru.blogspot.com/2015/06/manfaat-pelajaran-tik-dalam.html

    10. tutuk jatmiko

    http://guraru.org/guru-berbagi/membuat-kuis-untuk-aplikasi-android-step-by-step/

    11. Budi Santosa

    http://www.budies.info/pendidikan/membuat-tts-dengan-hotpotatoes.html

    12. Bu Etna @gurutematik

    http://guraru.org/guru-berbagi/pengalaman-luar-biasa-dalam-membuat-digibook/

    13. SUBKI,S.Pd.

    http://guraru.org/guru-berbagi/belajar-fisika-melalui-tablet/

    14. Novi Komariyatiningsih

    http://guraru.org/guru-berbagi/membuat-tampilan-power-point-menjadi-efek-3d/

    DEADLINE tanggal 15 Juni 2015

    Pembayaran mulai tanggal 15 s/d 19 Juni 2015
    Editing dan cetak di penerbit 20 s/d 30 Juni 2015
    Pengiriman buku ke penulis 1 s/d 4 Juli 2015

    Karena sudah melewati batas deadline dengan terpaksa kami mencetak buku dengan 14 penulis
    Penting !!!

    Kepada semua penulis diharap menuliskan biodata pribadi mulai dari nama lengkap hingga tempat dinasnya, beserta file photo terbaru

    bisa dikirimkan ke email : cakmartho@yahoo.com

    untuk biaya masih tetap Rp.100.000,- /penulis

    bisa ditransfer ke alamat rekening di bawah ini

    Bank BRI Lumajang Unit Karangsari

    no rek:  6324-01-018094-53-4

    a.n. UMAR THOLIB

    setelah mentransfer uang mohon konfirmasi ke alamat email/ no HP: 082 313 257 774 atau inbox lewat FB : @kangmartho

    bagi penulis  yang mau bergabung bisa menuliskan url tulisan dalam kolom komentar di bawah ini.

    Semoga pembuatan buku tersebut di atas cepat terlaksana

     

  • Kegiatan Lomba Menulis Bulan Pendidikan sudah berlalu, sang pemenang sudah dipampangkan di blog ini. Selamat kepada para pemenang dan juga pada pengelola guraru yang dapat memotivasi guru untuk menulis. Banyak tulisan para blogger yang bagus dan menarik namun belum mempunyai kesempatan untuk menjadi juara, tidak usah putus asa, karena kesempatan masih ada dalam event-event selanjutnya.
    Selain itu saya pribadi ingin mengajak teman-teman GURARU untuk menerbitkan sebuah buku cetak secara selfpublishing  yang berarti kita secara rame-rame menerbitkan dan menjual buku itu sendiri. Pihak penerbit yang ber ISBN sudah bersedia mencetak buku dalam skala cetak sedikit, sehingga memudahkan kita bila mempunyai modal cekak.
    Berikut hal-hal yang berkaitan dengan penerbitan buku di atas.

    Sementara ini kami membutuhkan 15 orang penulis untuk diajak bersama-sama meneribitkan buku ber ISBN dan masuk dalam Katalog Dalam Terbitan (KDT)
    1 orang 1 tulisan
    Tulisan bertemakan ” Pembelajaran Berbasis ICT” yang pernah atau belum dipublikasikan di GURARU.
    Biaya produksi tiap penulis Rp. 100.000,- (nanti akan mendapatkan 2 hingga 4 buku tergantung ketebalan buku)
    Untuk penulis di luar jawa menambah ongkos kirim sesuai dengan ketentuan jasa pengiriman
    Pengiriman lewat TIKI, JNE dan Kantor POS
    Susunan penulis dalam buku sesuai dengan urutan komentar di bawah
    Peng-orderan selanjutnya minimal 20 buku.
    No. Rekening nanti akan share lewat SMS
    Bila berkenan tulisannya dijadikan buku,  silakan tulis link tulisan dalam kolom komentar dan SMS ke 082 313 257 774 untuk pemberitahuan lebih jelas

    Update

    DEADLINE tanggal 15 Juni 2015
    Pembayaran mulai tanggal 16 s/d 19 Juni 2015
    Editing dan cetak di penerbit 20 s/d 30 Juni 2015
    Pengiriman buku ke penulis 1 s/d 4 Juli 2015

    Penting !!!

    Kepada semua penulis diharap menuliskan biodata pribadi mulai dari nama lengkap hingga tempat dinasnya, beserta file photo terbaru

    bisa dikirimkan ke email : cakmartho@yahoo.com

    untuk biaya masih tetap Rp.100.000,- /penulis

    bisa ditransfer ke alamat rekening di bawah ini

    Bank BRI Lumajang Unit Karangsari

    no rek:  6324-01-018094-53-4

    a.n. UMAR THOLIB

    setelah mentransfer uang mohon konfirmasi ke alamat email/ no HP: 082 313 257 774 atau inbox lewat FB :@kangmartho

    Selamat menjadi penulis buku ber ISBN

  • Coba kita perhatikan siswa-siswi ataupun anak-anak di sekitar kita. Sungguh miris rasanya bila kita memperhatikan perilaku serta tindak-tanduknya , laju teknologi dan modernisasi begitu banyak dan cepat mempengaruhi setiap langkah hidupnya. Tak peduli anak-anak kita di desa maupun di kota, arus globalisasi sanggup menembus batasan ruang dan waktu. Contoh sebagian kecil misalnya anak-anak kita cenderung lebih hafal acara beberapa stasiun televisi berikut jam tayangnya daripada jadwal pelajarannya. Mari kita mencoba perhatikan anak-anak kita, syukur-syukur bila sempat bertanya dan mencoba mengetest mereka tentang lagu apa saja yang mereka hafal dan sukai. Penulis berkeyakinan pasti daya hafal anak terhadap lagu dewasa (baca=masa kini) yang dibawakan vocalist band maupun penyanyi dangdut lebih besar daripada menghafal lagu anak maupun lagu wajib.

    nyanyi2

     

    Berkaitan dengan pembelajaran musik, hal ini sebenarnya merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru. Dengan berbagai cara kita mencoba merubah daya imaji dan kreasi anak sesuai porsinya. Bila di lembaga tingkat dasar kebanyakan guru kelas bersifat “ngabehi” dalam menyalurkan ilmunya kepada siswa, selain mengajar mata pelajaran pokok juga memberikan materi dalam mata pelajaran lainnya tak terkecuali pembelajaran seni musik yang terdapat dalam satu mata pelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan.

    Begitupun dengan media dan alat pembelajarannya, idealnya menuntun murid-murid dalam kegiatan pengalaman musik ini hendaknya dapat disediakan alat musik pengiring yang tepat digunakan, misalnya saja sebuah piano. Piano berguna pula untuk menjelaskan materi pengajaran musik kepada murid. Jika tidak ada piano di sekolah dapat juga menggunakan alat musik keyboard yang lain seperti organ atau acordion. Jika organ atau acordion tidak ada, sekurang-kurangnya guru harus dapat menyediakan sebuah gitar. (Desyandri,2008)

    Namun yang terjadi di lapangan jauh dari harapan, meskipun guru pintar atau menguasai dalam pembelajaran, belum tentu bisa menerapkan pengajaran seni musik sesuai tujuan kurikulum yang ada, misalnya dalam mengatur vocal maupun bermain alat musik. Begitu juga sarana media pembelajaran yang berhubungan dengan pembelajaran musik belum tentu di setiap lembaga ada, mungkin bisa dihitung dengan jari lembaga yang memiliki alat musik yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
    Kenyatan di atas menggugah penulis untuk berbagi pengalaman saat mengajarkan seni musik di lembaga yang memang belum tersedia alat musik yang memadai, serta jaringan listrik tidak memenuhi. Kondisi seperti ini tidak mengurangi keberhasilan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pembelajaran ini penulis menggunakan media ICT berupa laptop, HP dan spiker aktif portable yang mungkin setiap guru/lembaga memiliki, serta dengan bantuan power bank memungkinkan kita tetap bisa menggunakan walaupun tanpa ada jaringan listrik.
    Sarana penunjang lainnya yaitu berupa perangkat lunak (software) yang mudah dicari di mbah Google serta gratisan. Beberapa aplikasi yang bisa dipakai oleh seorang guru diantaranya adalah sebagai berikut.

    One Man Band (OMB)

    one man band (OMB)Software ini cukup handal untuk mengenalkan solmisasi sesuai nada dasar seperti pada piano. Dengan menggunakan keyboard laptop mulai dari huruf QWERTY dst kita sudah bisa membunyikan nada DOREMIFASOLASIDO seperti pada tuts-tuts piano. Anda dapat memilih suara alat musik instrument yang akan dihasilkan mulai gitar string, violin,flute hingga saxophone.

    Disamping itu ada beberapa menu yang tak kalah menariknya seperti pada keyboard organ tunggal, diantaranya menu 3 menu INTRO, 4 menu FILL IN, 4 menu MAIN dan 2 menu ENDING. Menu-menu tersebut biasanya cukup familier bagi seorang player organ tunggal. Dengan menggunakan software OMB, Anda bisa memainkan style keyboard merek Yamaha, sehingga bisa leluasa mengajarkan pada siswa tentang pengenalan nada dasar, tempo serta harmoni dalam bermusik.

    DOWNLOAD ONE MAN BAND

    Video penggunaan One Man Band

    2. Player MIDI

    karaoke_playerSebuah aplikasi pemutar musik yang berformat midi maupun karaoke ini sangat cocok bagi seorang guru yang masih belum mengenal seluk-beluk alat musik. Kita tinggal memilih sebuah file lagu berformat midi dan memutarnya, bila nadanya ketinggian bisa kita turunkan. Dalam aplikasi ini rata-rata terdapat beberapa fitur diantaranya teks lirik, soundfont untuk menghasilkan suara seperti alat musik aslinya, serta equalizer untuk mengubah instrument mana yang akan di mute atau ditonjolkan suaranya. Di internet cukup banyak aplikasi player midi ini, dan penulis biasanya menggunakan software van basco, karafun untuk laptop dan aplikasi MIDI VOYAGER untuk smart phone.

    DOWNLOAD VANBASCO

    3. Battery

    BATERRYSoftware ini dalam pembelajaran tidak dipakai tidak ada masalah karena hanya berguna untuk menghasilkan suara seperti alat musik aslinya. Dalam menggunakan aplikasi ini masih membutuhkan beberapa kit suara alat musik mulai dari gendang/ketipung, gitar, hingga drum. Dengan menggunakan aplikasi ini, musik yang dihasilkan mendekati sempurna sama dengan type keyboard bermerek yang harganya mendekati puluhan jutaan seperti Rolland maupun Korg, tinggal bagaimana kita memasukkan kit-kit alat musik yang sesuai dengan materi pembelajaran. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk menambah daya suara pada aplikasi player midi maupun OMB.

    DOWNLOAD BATTERY

    4. Reaper

    REAPERAplikasi ini digunakan untuk mengatur suara dari beberapa kit alat musik, sehingga dapat menghasilkan harmoni suara yang begitu Indah. Seperti equalizer pada sebuah perangkat sound system, kita dapat mengatur volume dari beberapa alat musik. Aplikasi ini juga bisa digabungkan dengan aplikasi midi player maupun OMB dengan bantuan internal midi virtual seperti midi yoke ataupun lopbee.

     

    DOWNLOAD REAPER

    Aplikasi yang penulis sampaikan semoga bisa dijadikan perbendaharaan ilmu bagi teman-teman guru semua. Tidak ada keharusan bagi Anda untuk menggunakannya dalam setiap pembelajaran. Masih banyak ide dan karya inovatif dalam mengajarkan musik yang dapat kita gunakan dalam aktifitas bersama anak didik. Baik itu dengan menggunakan alat sederhana disekitar sekolahan maupun memanfaatkan technologi yang kian hari makin berkembang. Itu semua tergantung dari kemampuan dan kemauan pribadi masing-masing guru untuk menyampaikan materi terutama pembelajaran musik yang tentunya ada kurikulumnya disetiap jenjang kelas. (@kangmartho)

     

    guraru-324x324

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

     

  • “Aduh Pak bagaimana tugas anak Saya? Apakah jawabannya sudah benar?” berbagai pertanyaan yang muncul dari beberapa wali murid lewat pesan singkat di HP jadul penulis. Tak hanya itu, pagi disaat pelajaran belum mulai ada beberapa wali murid menghampiri penulis tentang hasil pekerjaan rumah putra-putrinya yang diberikan kemarin. Ada perasaan senang, gembira dan terharu bercampur aduk menjadi satu.
    Minggu ini memang ada sesuatu yang baru di kelas kami, ada kesepakatan antara penulis sebagai wali kelas dan wali murid, bahwasanya setiap hari Senin dan Kamis setiap anak mendapatkan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dan jawabannya langsung dikirimkan lewat SMS.
    Ada banyak media pembelajaran berbasis ICT seperti pembelajaran e-learning atau lewat jejaring sosial dan Blog guna membantu pemahaman materi siswa. Namun hal ini tidak kami lakukan dikarenakan siswa kami masih duduk di SD kelas rendah dan wali murid tinggal di pedesaan yang masih belum familier dengan gadget ataupun kontens ICT lainnya. Jadi cukup dengan SMS saja kami mulai berinteraksi dengan siswa atau wali murid diluar jam sekolah.
    Mungkin pembaca semua membayangkan bagaimana rumitnya menjawab pertanyaannya, lewat tulisan di buku saja terkadang memerlukan banyak waktu dan tenaga, apalagi harus dijawab lewat SMS, bisa keriting jari tangan. Kerisauan di atas perlu dimaklumi, namun dalam mengerjakan PR kali ini tidak seperti pada umumnya, siswa cuma di beri satu soal dengan jawaban yang singkat jadi tidak seperti PR pada umumnya yang meliputi banyak nomor soal hingga beberapa halaman.
     pr sms 4
    Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah (guru), orangtua murid, masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian, semua pihak yang terkait harus senantiasa menjalani hubungan kerja sama dan interaksi dalam rangka menciptakan kondisi belajar yang sehat bagi para murid. Interaksi semua pihak yang terkait akan mendorong murid untuk senantiasa melaksanakan tugasnya sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat.
    Cara paling efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa yaitu guru harus bisa mengembangkan kreatifitasnya dengan menggunakan media belajar yang lebih menarik dan inovatif, diantaranya berupa media belajar yang berbasis teknologi yang cukup bersahabat dengan anak baik di sekolah maupun di rumah, contohnya handphone yang sudah banyak merambah semua lapisan masyarakat baik di kota maupun di desa.
    Dan sudah barang tentu semua orang tua siswa ataupun keluarga pasti ada salah satu yang memilikinya. Disamping harganya yang relatif terjangkau, juga sistem operasinya tidak begitu rumit. Sebagai gambaran, Indonesia termasuk 4 besar pengguna handphone di seluruh dunia dengan jumlah handphone di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 250,100,000 buah. Dari jumlah penduduk mencapai 237,556,363 maka perbandingan jumlah penduduk yang menggunakan handphone mencapai 105.28%. (www.carakupedia.com.2013)
    Dengan uraian data di atas, penulis tergugah untuk mempergunakan media HP untuk menunjang pelajaran dan juga sarana komunikasi dengan wali murid. Apalagi sekarang beberapa vendor operator seluler mulai menggalakkan dan mempromosikan SMS gratis, jadi ibarat pepatah jawa “ Tumbu ketemu tutup” kesempatan gratisan ini tidak boleh disia-siakan.
    Proses Kerja PR Lewat SMS
    Minggu pertama siswa hanya diberi satu soal isian singkat dan siswa menjawab dengan mengetik [nama siswa] spasi jawaban, lalu dikirimkan ke HP guru. Terkadang ada salah satu siswa yang menjawabnya dengan sembarang jawaban, tanpa memperhatikan petunjuk cara pengirimannya. Perlu bimbingan guru berkali-kali sehingga terpenuhi jawaban sesuai dengan petunjuk guru.
    Seiring berjalannya waktu konten yang diberikan lebih berkembang, misalnya siswa di berikan soal pilihan ganda dan jawabannya dikirimkan dengan format sebagai berikut,[nama siswa] spasi ABBCDCDABC atau yang lainnya. Dengan format SMS seperti di atas memudahkan guru dalam mengoreksinya. Bermodalkan modem GSM ataupun CDMA guru menerima semua SMS murid lalu file SMS tersebut diexsport menjadi file excel berformat csv, dengan demikian guru tinggal mencopy pastekan ke aplikasi analisis ataupun aplikasi penilaian lainnya.

    [caption id="attachment_39295" align="aligncenter" width="489"]PR SMS 1 Mengeksport hasil SMS[/caption]

    [caption id="attachment_39296" align="aligncenter" width="469"]PR SMS Simpan dalam bentuk  Excel File (CSV)[/caption]
    Hasil eksport tinggal dimasukkan aplikasi penilaian ataupun analisis
     PR SMS 2
    Yang perlu diperhatikan Guru
    Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode ini diantaranya sebagai berikut :

    Gunakan nomor HP yang baru

    Gunanya saumpama tidak ada PR melalui SMS nomor HP tersebut bisa kita matikan, dan kita tidak akan terganggu oleh anak-anak yang terkadang iseng dengan cara miscall dll.

    Tentukan jadwal pengiriman SMS

    Agar waktu Anda tidak hanya terus fokus pada SMS siswa saja, tentukan jam berapa dan hari apa siswa harus mengirim SMS. Karena pasti waktu guru untuk keperluan lain juga masih banyak.

    Beri Apresiasi dan penguatan tentang hasil SMS.

    Suatu hal kecil namun bermanfaat yaitu dengan memberikan balasan atas SMS siswa, agar siswa mengetahui jawabannya sudah diterima guru. Ataupun bisa langsung memberikan nilai atas PR siswa tersebut dan memberi penguatan (misalnya jawaban Ananda Bagus, Ananda masih belum bisa mampu menjawab PR ayo semangat, dll).
    Ada hal positif yang dapat kita petik dari PR lewat SMS tersebut, diantaranya orang tua yang dahulu kurang begitu peduli dengan  proses belajar siswa di sekolah maupun di rumah, sekarang sudah ada arah menuju perubahan untuk selalu memperhatikan proses belajar anak. Disaat anak belajar di rumah, orang tua seraya diajak untuk turut andil walaupun sebatas hanya menolong mengirimkan SMS ke HP guru.
    Ini merupakan kesempatan kita untuk selalu bekerja sama dan berinteraksi dengan wali murid dalam mengarahkan proses belajar anak. Sekarang tinggal menyiapkan tekad bulat guru untuk selalu siap melayani siswa walaupun di luar jam sekolah dengan menerima jawaban atau keluhan dari orang tua maupun siswa. (@kangmartho)
     “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

  • Siji…loro…telu…

    Astane sendeku,

    Mirengake pak guru menawa didangu
    Itulah salah satu bait penggalan dari syair lagu yang terdengar dari anak-anak yang saya gunakan pada waktu mengawali pembelajaran bahasa Jawa. Sekilas terdengar janggal, cengkok dan intonasi suara amat jauh berbeda dengan guru yang mengajar, namun hal ini harus tetap dilaksanakan. Lembaga saya terletak di ujung kabupaten Lumajang, tepatnya di SDN Tegalbangsri 01 kecamatan Ranuyoso Jawa Timur. Walaupun terletak di pulau Jawa, namun masyarakat yang tinggal di sekitar lembaga penulis mayoritas penduduknya orang Madura.
    Hal di atas merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi saya karena dalam situasi dan kondisi apapun semua mata pelajaran tidak boleh dianaktirikan. Disamping itu karena tuntutan Kurikulum Muatan Lokal, maka pelajaran bahasa Jawa tetap dilaksanakan.
    Selain itu, sebenarnya ada kemiripan antara bahasa Jawa dengan bahasa Madura ditinjau dari berbagai segi,diantaranya tentang penataan kasta bahasa seperti rincian berikut :

    Bahasa ngoko identik dengan bahasa enjek-iyeh yang digunakan sebagai bahasa komunikasi antar seusia
    Bahasa ngoko alus juga mirip dengan bahasa enggi-enten sebagai bahasa komunikasi antara yang muda dengan yang tua
    Bahasa karma inggil dalam bahasa Madura ada enggi-bunten sebagai bahasa komunikasi antara usia muda dengan orang lain yang lebih dihormati

     Dalam proses pembelajaran bahasa Jawa ini tentunya tidak serta-merta langsung berjalan dengan mulus. Pada mulanya agak kesulitan dalam menyampaikan materi, itu semua karena memang bukan bahasa mereka sendiri dan waktu penyampaiannya pun sangat singkat, yaitu hanya 2 jam pelajaran per minggu. Seperti saat ketika kita mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa kita, sudah pasti “medoknya” akan jelas terlihat. Benar apa yang diungkapkan Gilbert K. Chesterton bahwa, “Pendidikan adalah periode dimana kau diajar oleh orang yang tak dikenal, juga tentang sesuatu yang tak ingin kau kenali.”
     
    Bisa dibayangkan seorang guru mengajar bahasa Jawa kepada anak orang Jawa susahnya bukan main, apalagi ini kepada anak Madura. Disamping motivasi keluarga kurang begitu suka dengan pembelajaran ini, juga karena kemajuan zaman bisa dikatakan banyak berpengaruh pada proses kehidupan sang anak. Akan tetapi dengan beberapa penyajian yang menarik apalagi didukung perangkat IT misalnya MP3 lagu dolanan, serta beberapa software kawruh basa, pembelajaran mulai dari suku kata hingga tulisan aksara Jawa dapat sedikit mudah diterima anak-anak.

    [caption id="attachment_38369" align="aligncenter" width="324"]jawa Salah satu aplikasi Belajar bahasa Jawa yang penulis pakai[/caption]

     

    Penanaman Kembali Konsep Keberagaman
    Semua orang sudah maklum suku Madura terkenal dengan tipikal kerasnya, namun banyak hal positif juga dari beberapa sifat mereka. Biasanya mereka sangatlah menghargai dan santun pada sosok seorang guru terutama guru agama, sehingga jangan heran bila sampai sekarang belum ada upaya wali murid untuk menolak pembelajaran muatan lokal bahasa Jawa bagi putra-putrinya, walaupun itu bukan bahasa mereka sehari-hari.
     Jadi, dengan pembelajaran ini, bisa dilakukan proses penanaman kembali konsep keberagaman yang mulai luntur digerus perkembangan jaman. Semangat sumpah pemuda bisa kita gali mulai saat ini. Bukan hanya kepada siswa saja, namun masyarakat sekitar sekolah juga terkena imbasnya.

    [caption id="attachment_38370" align="aligncenter" width="387"]Antusias wali murid dalam mendengarkan guru mengajar bahasa Jawa dari luar kelas Antusias wali murid dalam mendengarkan guru mengajar bahasa Jawa dari luar kelas[/caption]
     Disamping itu pula, ada suatu hal penting yang dapat ditanamkan dan tidak ada apa-apanya bila dibandingan dengan perolehan nilai prestasi siswa. Dengan pembelajaran bahasa Jawa yang seperti ini, hubungan komunikasi orang tua dan anak dapat terjalin erat lewat belajar bersama. Hal ini disebabkan karena pembelajaran bahasa Jawa merupakan hal baru dan bertolak belakang dengan kebiasaannya. Anak bisa belajar dari pengetahuan orang tua sebaliknya orang tua bertambah ilmunya dari pengalaman anak.
     Wajar bila suatu hari mantan murid penulis pernah bercerita, bahwa dengan adanya pelajaran bahasa Jawa yang pada mulanya dibencinya setengah mati, justru memberikan motivasi mereka untuk terus mencoba dan mempelajari hal-hal yang baru yang belum dikenali. Hal ini terus mewarnai perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari, sekalipun penulis sudah tidak bersama mereka lagi. Sejenak penulis teringat ungkapan Elbert Hubbard yang pernah berkata, “Tujuan mengajar adalah agar siswa bisa terus berkarya tanpa hadirnya seorang guru.”

    Untuk itu, kita jangan ragu dengan apa yang kita lakukan pada anak didik. Bila itu dilakukan dengan ikhlas pasti akan memberikan inspirasi pada kehidupan mereka, walaupun itu cuma hal yang sepele.(@kangmartho)

    “Artikel ini diikutkan dalam lomba menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10”

  • @kangmartho Selamat datang……ditunggu berbaginya:D

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar