• Dalam era globalisasi ini teknologi khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang pesat, yang memaksa dunia pendidikan harus mengadakan inovasi yang positif untuk kemajuan pendidikan dan sekolah. Salah satu fungsi teknologi pendidikan adalah dapat merubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi non konvensional. Dalam rangka innovative school, sekolah harus merespon perkembangan teknologi yang semakin canggih yang menyediakan segudang ilmu pengetahuan. Pembelajaran di sekolah perlu menggunakan serangkaian peralatan elektronik yang mampu bekerja lebih efektif dan efisien. Walaupun demikian peran guru tetap dibutuhkan di kelas, sebagai desainer, motivator, dan pembimbing yang vital dan urgen keberadaannya dalam proses belajar mengajar.

    Teknologi merupakan suatu kebutuhan menuju “innovative school” karena dengan penggunaan teknologi diharapkan adanya peningkatan mutu belajar/mengajar, peningkatan produktifitas/ efisiensi dan akses, peningkatan sikap belajar yang positif, pengembangan profesional/staf, dan adanya peningkatan profil/pengenalan. Kelima hal tersebut merupakan kebutuhan yang menjadi dasar perlunya penerapan teknologi di sekolah. Dengan demikian diharapkan sekolah mengalami perubahan-perubahan yang sesuai dengan tuntutan global tetapi tetap searah dengan visi dan misinya yang dikorelasikan dengan kebutuhan sekolah dan daerah. (Abd. Hayyi, 2011)

    Untuk menyesuaikan diri dengan era globalisasi yang ditandai perkembangan di bidang teknologi tersebut, guru hendaklah mendukung pendidikan yang berbasis teknologi untuk memperluas kekuatan pendidikan dan mengembangkan potensi guru, siswa dan sekolah. Dalam mewujudkan hal tersebut guru dituntut untuk memberikan respon yang kuat atas teknologi ini. Karena secara tidak langsung profesi guru abad 21 guru telah memfokuskan dalam bidang yang luas. Bidang Pertama, pendidik melibatkan pembelajaran menggunakan teknologi (learning to use technology). Pendidik diberikan berbagai kursus untuk berbagai kemahiran tentang bagaimana menggunakan teknologi dalam berbagai peringkat dari aspek pengurusan hal pribadi sehingga ke aspek profesional. Bidang Kedua, memfokuskan pada penggunaan teknologi dalam proses pengajaran dan pembelajaran (using to learn). Bagaimana pendidik menggunakan teknologi secara efektif untuk memantapkan pengetahuan dan kemahiran atas suatu mata pelajaran. (Deni Koswara Halimah, 2008). Sedangkan bidang ketiga, pendidik dituntut untuk memiliki perangkat/alat berteknologi baik untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar. Pendidik seharusnya memiliki perangkat yang berkualitas seperti Acer Chromebook 14 yang dirancang khusus untuk mendukung bidang pendidikan generasi milenial, dengan teknologi cloud guru akan dapat menyebar materi ke murid dengan mudah dan semakin menunjang kegiatan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien di sekolah.

    Teknologi Hubungannya dengan Proses  Belajar Mengajar

    Teknologi kaitannya dengan proses belajar mengajar adalah sebagai media yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar. Sebagai media pembelajaran, teknologi khususnya TIK dikaitkan dengan berbagai kegiatan yang digunakan untuk mengakses, mengumpulkan, memanipulasi, dan mempersembahkan atau berkomunikasi mengenai informasi. Teknologi yang dimaksudkan termasuk peralatan (seperti komputer, laptop, dan piranti lain), aplikasi software dan rangkaian ( sebagai contoh internet, wifi, infrastruktur jaringan setempat (local networking infrastructure dan teleconverence). Penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran ini jelas akan membuat proses belajar mengajar menjadi efektif dan efisien karena dapat mempermudah seorang guru dalam mendapatkan atau menyampaikan informasi (pesan atau isi, materi) pelajaran, dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik atau terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan mendapatkan informasi. Jadi dalam hal ini dapat dikatakan bahwa teknologi sebagai media adalah berperan penting sebagai alat bantu yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar.

    Seperti contoh penyajian gambar di bawah ini:

     
    contoh penyajian gambar  Rukun Wudhu
      Sumber: Youtube, rukun wudhu, cuterproduction.
    Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa pencapaian pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan dijalankan secara profesional. Seperti pada masa kini dengan memanfaatkan teknologi khususnya laptop dan internet sangat membantu dalam kegiatan proses belajar mengajar. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan salah satunya adalah memanfaatkankan teknologi dalam proses belajar mengajar yang berorientasi pada interest peserta didik dan memfasilitasi kebutuhan akan pengembangan kognitif, efektif dan psikomotornya. Teknologi merupakan suatu system yang dapat memfasilitasi pendidik dan peserta didik belajar lebih luas, lebih banyak dan juga bervariasi. Melalui fasilitas yang disediakan oleh system tersebut, siswa dapat belajar mandiri, kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Bahan yang dapat mereka pelajari juga lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk sajian kata, tetapi dapat lebih kaya dengan varisi teks, visual, audio, film dan animasi.

    Pemanfaatan  Teknologi  Yang Positif dalam Proses Belajar Mengajar

    Teknologi merupakan media atau alat pembelajaran yang memiliki nilai manfaat bagi guru maupun murid karena cukup efektif dan efisien dalam upaya pencapaian kompetensi yang diharapkan. Media atau alat-alat pembelajaran tersebut seperti laptop, internet, LCD dan lainnya baik yang bersifat sederhana maupun modern sangat membantu keefektifan proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi akan berjalan sangat efektif jika guru menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa (student centered).

    Secara teoritis, integrasi teknologi dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang:

    Aktif, siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar yang menarik dan bermakna.
    Konstruktif, siswa dapat menggabungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
    Kolaboratif, siswa dalam suatu kelompok dapat bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati, dan memberi masukan untuk kelompoknya.
    Antusiastik, siswa antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
    Dialogis, terjadi proses sosial dan dialogis, karena siswa akan memperoleh keuntungan dalam proses komunikasi tersebut baik di dalam/diluar sekolah.
    Kontekstual, proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan problem-based atau case-based learning.
    Reflektif, siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
    Multisensory, pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar ( multisensory), baik audio, visual maupun kinestetik.
    High order thinking skills training, melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi, sperti problem solving, pengambilan keputusan, serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy, (Deni Kuswara Halimah: 2008).

    Di sinilah letak perbedaan anatara guru abad 21 dengan guru tradisional. Kita sebagai guru abad 21 telah menggeser paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat dari guru (teacher-centered learning) menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) karena guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. Bukan sebagai pencekok informasi dan satu-satunya sumber belajar. Oleh karena itu guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran seperti dijelaskan di atas dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya.

    Dalam proses belajar mengajar, peran teknologi  bertugas sebagai media atau alat bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan yang penerima (anak didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.

    Para ahli teknologi pendidikan berpendapat bahwa peranan utama teknologi pendidikan adalah untuk membantu meningkatkan efisiensi yang menyeluruh dalam  proses belajar mengajar. Penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan hendaknya membuat proses pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya lebih efisien, lebih efektive dan memberikan nilai tambah yang positif. Efektif dan efesien berarti upaya pendidikan yang dilakukan hendaknya dapat mencapai tujuan yang telah digariskan dengan sedikit mungkin mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu, (Asmani, Makmur: 2011).

    Pembelajaran teknologi (komputer) memiliki beberapa keuntungan seperti dikemukakan oleh Wankat & Oreonovicz, (dalam Made Wena, 2016), beberapa keuntungannya adalah:

    Dapat mengakomodasi siswa yang lamban karena dapat menciptakan iklim belajar yang efektif dengan cara yang lebih individual.
    Dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan karena tersedianya animasi grafis, warna dan musik.
    Kendali berada pada siswa sehingga kecepatan belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan.

    Mengacu pada beberapa keuntungan yang diperoleh tersebut, maka penggunaan teknologi komputer diyakini dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Peningkatan hasil dan motivasi belajar siswa secara langsung merupakan indikator efektifitas dan efesiensi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh guru.

    Di samping itu, pembelajaran teknologi (komputer) juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut:

    Hanya efektif jika digunakan oleh satu orang atau kelompok kecil
    Jika tampilan fisik isi pembelajaran tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti pada buku teks biasa, pembelajaran tidak akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa cepat bosan)
    Guru yang tidak memahami aplikasi program teknologi komputer, tidak dapat merancang pembelajaran lewat media teknologi komputer.

    Menurut Made Wena, (2016), dalam Penerapan teknologi (komputer) di kelas, secara operasional kegiatan guru dan siswa selama peoses pembelajaran dapat dijabarkan sebagai berikut:

    No
    Peran Guru
    Peran siswa

    1

     

    2

     

     

    3

     

    4
    Merancang dan mengembangkan isiPembelajaran dalam bentuk komputer

    Memberi bimbingan individual pada setiap siswa yang membutuhkan

     

    Fasilitator bagi kegiatan belajar mengajar

    Selalu melakukan update terhadap bahan ajar
    Belajar secara mandiri 

    Mendiskusikan topik / masalah yang dirasa belum jelas dengan guru

    Menilai kemajuan belajar (self evaluation)

     

    Dari tabel di atas, jelaslah hubungan guru dan siswa dalam penerapan teknologi di kelas, guru hanya sebagai fasilitator sedangkan siswa dapat bereksplorasi dan berinovasi sesuai dengan kemampuannya dalam memahami materi/ topik  yang disajikan oleh guru, sehingga siswa belajar dengan senang dan tidak bosan. Guru juga dapat berkreasi dan berinovasi dalam hal metode mengajar siswa agar pembelajaran semakin menarik dan mencapai suatu tujuan. Hal ini akan terwujud apabila guru terus melakukan update terhadap bahan ajar, menggunakan metode belajar yang bervariasi dengan memanfaatkan teknologi yaitu dengan cara cukup mempunyai satu perangkat/alat yang berteknologi baik seperti Acer Chromebook 14 yang memiliki teknologi Wifi-nya dapat bekerja lebih cepat dari laptop lainnya sebagai alat pendukung dalam proses belajar mengajar.

    Kesimpulan

    Peran teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini sangat penting. Teknologi dapat digunakan sebagai media atau alat bantu yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, diantaranya:

    Dapat mempermudah seorang guru dalam mendapatkan atau menyampaikan informasi (pesan atau isi, materi) pelajaran.
    Dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik atau terpercaya.
    Memudahkan penafsiran data, dan mendapatkan informasi.
    Memfasilitasi pendidik dan peserta didik belajar lebih luas, lebih banyak dan juga bervariasi.
    Melalui fasilitas yang disediakan oleh system tersebut, guru/siswa dapat belajar mandiri, kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
    Bahan yang mereka pelajari juga lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk sajian kata, tetapi dapat lebih kaya dengan varisi teks, visual, audio, film dan animasi.

    Dalam pembelajaran berbasis teknologi ini guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya dan pola pembelajaran hendakklan berpusat pada siswa (student centered learning).

    “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru”

  • kalimah became a registered member 5 months, 3 weeks ago

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar