• Ketemu lagi dengan guru kreatif ini

  • Bisa mas, biar pendidikan kita lebih maju dan penuh warna hehe

  • Waaah, biasa saja mas Alim. Hanya mencoba berkontribusi bagi pendidikan Indonesia.
    Panjenengan nggih luarrrr biasa kok mas…semangat selalu

  • Salam Guraruers….
    Perkembangan teknologi merupakan kebutuhan mutlak yang harus diikuti oleh segenap guru, tak terkecuali penulis yang mengampu mata pelajaran sejarah. Sejarah adalah salah satu mata pelajaran […]

  • sangat menarik, sosok guru muda yang penuh semangat…
    oya jika berkenan silahkan mampir di artikel saya ya, salam pendidikan…!
    1. http://guraru.org/guru-berbagi/mari-berbagi-dan-berkontribusi/
    2. […]

  • ini mah kerennn buangeets….salam sesama guru sejarah ini pak….sukses selalu
    oya jika berkenan silahkan mampir di artikel saya ya, salam pendidikan…!
    1. […]

  • Waaaah, ketemu lagi sama akang yang satu ini
    luarrr biasa kang, semakin berkembang dan variatif. jadi termotivasi untuk bisa seperti akang
    selamat kang…..salam pendidikan Indonesia

    oya jika berkenan […]

  • ini mah kerennn buangeets….lengkap dan terperinci, tapi kayaknya mesti di edit-edit lagi ya pak hehehe

    oya jika berkenan silahkan mampir di artikel saya ya, salam pendidikan…!
    1. […]

  • mantap bang subakri, sangat menginspirasi…

  • ThumbnailPembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan generasi abad 21 dimana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang berkembang begitu cepat memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek […]

  • Telah tiba waktunya. Berbagi dan berkontribusi, bagi pendidikan Indonesia. Kapan lagi kalau bukan sekarang..?!
    Pengalaman mengajar bersama teknologi. Inilah tema besar yang diangkat oleh Acer bersama Guraru di lomba menulis kali ini. Teknologi telah menjadi kebutuhan di semua lini kehidupan, tak terkecuali bidang pendidikan.

    Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Bab. I Pasal 1 ayat (1) menjelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Potensi diri yang dikembangkan diharapkan dapat menjawab setiap permasalahan dan tantangan pada zamannya.

    Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sedemikian cepatnya dan memegang peran stratregis. Abad 21 ditandai dengan peran besar pengaruh teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya, abad 21 ini dikenal pula sebagai era informasi. Batas dan sekat antar Negara menjadi semakin tidak jelas dan warga Negara menyatu dalam warga dunia global, sehingga era sekarang disebut pula sebagai era global. Keberadaan teknologi tersebut telah mengubah cara kita bertransaksi, membaca, bersenang-senang, berkomunikasi/berbicara, dan termasuk cara kita belajar. Keberadaan teknologi tersebut juga memungkinkan semua orang, yang memiliki akses terhadap teknologi ini tentunya, dapat memperoleh informasi apa saja, dari mana saja, dimana saja, kapan saja. Ini artinya, semua orang dapat belajar apa saja, kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja, dengan cara apa saja. Pembelajaran lebih bersifat terbuka, fleksibel dan terdistribusi (distributed).

    Pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan siswa dalam menghadapi tantangan abad 21.

    Dabbagh (2007) memberikan karakteristik ketrampilan abad 21 sebagai berikut:
    1. Keterampilan Belajar Sosial; keterampilan ini meliputi kemampuan mengambil keputusan, berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan manajemen konflik yang kesemuanya itu merupakan komponen penting atau unsur utama dari kolaborasi yang efektif. Hal ini diperlukan untuk membangun leadership dan menjadi bagian dari suatu tim, dimanapun berada baik sebagai karyawan, maupun sebagai anggota sosial masyarakat baik skala mikro (keluarga) sampai skala internasional.
    2. Keterampilan Dialogis (Discursive Skills); keterampilan ini meliputi kemampuan mendiskusikan suatu isu secara kritis, berbagi ide dan argumentasi secara rasional dan logis, bernegosiasi dan menunjukkan keterbukaan (berpikiran positif) terhadap berbagai perspektif yang berbeda serta mampu menjadi pendengar efektif.
    3. Keterampilan evaluasi diri dan kelompok (introspeksi); artinya kemampuan diri untuk akuntabel terhadap segala sesuatu yang dibebankan di pundaknya dan timnya, aktif dan komitmen terhadap aktifitas kelompoknya, bekerja dengan penuh tanggung jawab, saling membantu dan saling mengisi. Dalam hal ini, setiap individu harus memiliki kemampuan berpikir sistemik, sehingg setiap permasalahan dilihat dari berbagai perspektif dan tidak mengkambing hitamkan orang lain.
    4. Keterampilan refleksi; ini adalah kemampuan untuk mengambil hikmah/pelajaran dari berbagai hal. Lebih jauh lagi adalah kemampuan untuk melakukan perubahan (membebaskan diri dari status quo), menerima input, masukan dan kritik dari pihak luar, serta memperbaiki diri maupun kelompok secara terus menerus.

    DSCF7403Membangun siswa agar memiliki keterampilan abad 21 tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri. Paradigma pembelajaran lama sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Paradigma pendidikan modern yang lebih bersifat student-centered dan constructive learning sebaiknya segera dilakukan mulai saat ini, mulai dari hal yang kecil/sederhana. Paradigma pembelajaran konvensional berubah. Pembelajaran berpusat pada guru, berubah menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa mengkonstruk sendiri pengetahuannya, belajar melalui penemuannya dan siswa dapat menentukan sendiri tingkat capaian pembelajarannya. Peran guru berkembang menjadi fasilitator. Memfasilitasi siswa untuk melakukan pembelajaran. Guru lebih banyak menyiapkan alat bantu (scaffolding) bagi proses pembelajaran, dan memastikan bahwa standar tercapai. Mutu pendidikan dan pembelajaran di sekolah sangat tergantung dari ketrampilan dan kemampuan guru dalam mengelola dan memilih metode pembelajaran yang tepat bagi anak didiknya.

    DSCF7391Kurikulum dikembangkan melalui pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa. Guru mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.

    Selain pendekatan pembelajaran, siswa pun harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi – khususnya komputer. Literasi teknologi informasi dan komunikasi adalah suatu kemampuan untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar siswa. Kegiatan-kegiatan yang harus disiapkan oleh guru adalah kegiatan yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menggunakan teknologi komputer untuk melatih keterampilan berpikir kritisnya dalam memecahkan masalah melalui kolaborasi dan komunikasi dengan teman sejawat, guru-guru, ahli atau orang lain yang memiliki minat yang sama.

    Aspek lain yang tidak kalau pentingnya adalah Assessmen. Guru harus mampu merancang sistem assessmen yang bersifat kontinyu (on going assessmen) sejak siswa melakukan kegiatan, sedang dan setelah selesai melaksanakan kegiatannya. Assessmen bisa diberikan diantara siswa sebagai feedback, oleh guru dengan rubric yang telah disiapkan atau berdasarkan kinerja serta produk yang mereka hasilkan.

    Untuk mencapai tujuan di atas, pendekatan pembelajaran yang cukup menantang bagi guru adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-based learning atau PBL). Di dalam mengembangkan PBL, guru dituntut untuk menyiapkan rencana pembelajaran, sebagai portfolio guru dalam proses pembelajarannya. Di dalam unit plan, guru harus mengarahkan rencana proyeknya dalam sebuah Kerangka Pertanyaan berdasarkan SK/KD yang ada dalam kurikulum. CFQ atau Curriculum frame Question adalah sebagai alat untuk mengarahkan siswa dalam mengerjakan proyeknya, sehingga sesuai dengan tujuan yang telah direncakan. Guru harus menyiapkan materi-materi pendukung untuk kelancaran proyek siswa, demikian pula siswa harus mampu membuat contoh-contoh hasil tugasnya untuk ditampilkan atau dipresentasikan di depan temannya. Pada saat presentasi hasil proyeknya siswa mendapat kesempatan untuk melakukan assessmen terhadap temannya (peer assessmen), memberikan feedback pada hasil kerjanya.

    Sekali lagi, menguasai teknologi menjadi sebuah keniscayaan bagi pendidik bisa menguasai teknologi dalam pembelajaran. Perkembagan jaman yang semakin maju harus menjadi penyemangat kita berpacu dan terus melaju. Pembelajaran abad 21 adalah pembelajaran yang tidak lepas dari teknologi.

    Jadi…semua pilihan ada di pundak kita, berpacu dan melaju atau kita akan tertinggal dengan kemajuan yang tak bisa dihindarkan.

    Maju terus pendidikan Indonesia..!!

    ————————————————

    Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru

     

  • Luarrr biasa, sangat inspiratif mas Alim, kapan-kapan saya mau coba
    teruslah berkreasi dan berkontribusi untuk pendidikan Indonesia

  • Sepertinya hampir sama mas

  • Terima kasih pak Muhammad Alim,

    panjenengan juga kereen hehe
    mari bersinergi membangun kemajuan pendidikan Indonesia lewat teknologi

  • inspiratif mas Wasril Tanjung…

  • Salam kenal juga pak Muhammad Alim. Mengajar sejarah juga pak ?

  • terima kasih pak Muhammad Alim, karena belajar itu tidak ada batasnya
    karena ilmu akan selalu bekembang bahkan saat kita sudah jadi pendidik
    salam pendidikan Indonesia …!!!

  • Load More

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar